cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 41 Documents clear
Bisnis Online Pakaian Wanita Oleh Etnis Tionghoa Di Surabaya 泗水华裔网络女服装上之买卖 Fransisca, Vony Fransisca Vony; Karsono, Ong Mia Farao; Sugianto, Leo Irwan
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

ABSTRAK Adanya kesemarakan bisnis online saat ini, terutama dibidang pakaian wanita, sehingga penulis tertarik untuk meneliti bisnis online pakaian wanita oleh etnis Tionghoa di Surabaya. Kajian pustaka yang digunakan untuk mendukung analisis terdiri atas prinsip-prinsip dasar bisnis etnis Tionghoa, strategi bisnis orang Tionghoa, bisnis online pakaian wanita, metode pembayaran bisnis online. Metode penelitian adalah kualitatif deskripstif , dengan jumlah informan adalah enam orang. Dari hasil analisis ditemukan ciri khas etnis Tionghoa dalam berbisnis online adalah bersifat hemat, kerja keras, dapat menabung, fleksibel, dan berani mengambil resiko, menghargai waktu, strateginya adalah menjadikan pelanggan seperti raja, mengumpulkan informasi melalui teman, family, internet, majalah, bekerja lebih dari jam kerja yang ditentukan. Alasan mengapa bisnis pakaian dijalankan oleh para informan adalah krena murah, wanita lebih suka membeli pakaian baru dan modelnya lebih berfariasi, belum dikenakan pajak oleh pemerintah Indonesia, tidak perlu menyewa stand dan pegawai. .摘要 由于存在网络买卖的热门现象,特别是女服装网络买卖,所以笔者研究泗水华裔的网络买卖内容。本论文采用的相关文献包括华裔经商的基本原则、华裔的经商策略、女服装网络买卖、支付的方式。使用的研究法是定性与描述性,研究对象共六位受访者。研究结果发现泗水华裔女服装网络买卖特色是节约、勤学苦练、善于储蓄、善于适应、敢于承担各种风险、珍惜时间。买卖策略是把客户当作皇帝,向女友、亲戚、姐妹或从网路上以及杂志找寻女服装款式的一切信息,受访者的工作精神超过一般人工作时间。女服装网络成为泗水华裔主要就业原因之一是因为便宜,女性更喜欢买新衣服 ,以及女服装款式比男服装款式多,不但政府还没决定在网络买卖上抽税, 而且不需要雇佣员工和租摊子
Pandangan Empat Orang Alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra Terhadap Kebaya dan Qípáo Sebagai Identitas Diri 四位彼得拉基督教大学中文系毕业生对芭雅服与旗袍成为身份标志的看法 Chandra, Rosalina; Christiana, Elisa
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Skripsi ini membahas tentang pandangan empat orang alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra terhadap kebaya dan qípáo sebagai identitas diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keinginan alumni Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra menunjukkan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia keturunan Tionghoa jika dilihat dari pakaian nasional kebaya atau qípáo yang mereka pakai. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa keempat alumni Sastra Tionghoa tersebut saat mengenakan kebaya maupun qípáo sama-sama merasa bangga karena menunjukkan identitas mereka sebagai orang Indonesia keturunan Tionghoa. Selain itu mereka juga bisa lebih peka dan luwes dalam menentukan pakaian apa yang akan dipakai untuk menghadiri suatu acara, agar tidak terjadi kesenjangan yang selama ini memisahkan orang Indonesia dengan keturunan Tionghoa. 论文调查了四位彼得拉基督教大学中文系毕业生对芭雅服与旗袍成为身份标志的看法。研究目的是为了了解彼得拉基督教大学中文系毕业生如何通过芭雅服或旗袍来显示她们身份的意愿。从这个调查中发现了中文系的毕业生穿芭雅服和旗袍的时候都觉得自豪,因为均能显示她们的身份 – 印度尼西亚华裔。此外,她们更加敏感和灵活确定去参加什么场合要穿什么衣服,芭雅服或旗袍,以拉近印尼人和华人的距离。
Pemberian Nama Tionghoa Keluarga Sub Suku Fúqīng di Banjarmasin 马辰福清人命名分析 Gunawan, Fennylia Siska; Karsono, Ong Mia Farao
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Adanya berbagai cara pemberian nama di kalangan etnis Tionghoa yang menarik untuk dilakukan penelitian bagaimanakah keluarga etnis Tionghoa memberi nama Tionghoa kepada putra-putri mereka dan alasannya. Kajian pustaka meliputi pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah orde baru; makna pemberian nama; asal usul marga; bentuk struktur nama Tionghoa; cara pemberian nama Tionghoa dan hal yang dihindari dalam pemberian nama Tionghoa. Digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil analisis menemukan bahwa meskipun dikeluarkan kebijakan asimilasi, semua responden masih menggunakan dan memberikan nama Tionghoa kepada putra-putrinya yang berfungsi sebagai identitas keturunan Tionghoa; asal usul marga sudah tidak dimengerti; marga Tionghoa berstruktur tunggal dan nama terdiri atas dua aksara Tionghoa; sebagian besar responden tidak mengerti mengenai nama generasi; cara pemberian nama bermakna keindahan; hal yang dihindari ketika pemberian nama sudah diabaikan. Alasan responden masih memberi nama Tionghoa untuk menunjukan identitas keturunan Tionghoa.
Pelafalan Bahasa Mandarin Generasi Tua Di Pondok Tjandra Indah 泗水Pondok Tjandra Indah 老年华人普通话的语音 A.S., Carolina; Wijaya, Henny P. S.
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Dari generasi ke generasi etnis Tionghoa di Surabaya memiliki ciri – ciri yang berbeda. Dalam berkomunikasi generasi tua etnis Tionghoa memiliki ciri yang khas dalam tataran bunyi dan intonasi. Ada 2 tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui apakah pelafalan bahasa Mandarin generasi tua ada perubahan atau tidak dan perubahannya apa saja. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif dan subyeknya adalah generasi tua yang berusia 60 tahun – 80 tahun yang bisa membaca karakter hanzi dan berada di perumahan Pondok Tjandra Indah. Teori yang dipakai dalam penelitian ini ada 8, tetapi yang ada 3 macam yang penting dalam pelafalan bahasa Mandarin yaitu nada,vokal dan konsonan. Hasil dari penelitian ini, penulis mendapatkan bahwa ada 3 macam kesalahan yang telah terjadi yaitu kesalahan dalam vokal, konsonan dan nada. Di dalam perbedaan nada, semua nada mengalami perbedaan. Perbedaan vokal yang terjadi ada 10 perbedaan, sedangkan di dalam konsonan ada 5 konsonan yang terjadi perbedaan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perbedaan pelafalan generasi tua di Pondok Tjandra Indah, Surabaya mungkin karena perbedaan dari pelafalan guru di sekolah.
Pengaruh Bahasa Pertama Terhadap Pembelajaran Kata Bantu Bilangan Bahasa Tionghoa Sebagai Bahasa Kedua 第一语言对学习汉语量词的负迁移 Warudu, Ferdinan Dyan; Christiana, Elisa
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Adanya fenomena yang terjadi pada pebelajar bahasa Tionghoa bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama mempengaruhi pembelajaran kata bantu bilangan bahasa Tionghoa. Artikel ini meneliti tentang pengaruh apa saja yang timbul dari bahasa pertama terhadap proses pembelajaran kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa dan bagaimana menyelesaikan masalah yang timbul dari pengaruh bahasa pertama ini dari sudut pandang pebelajar. Menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh yang timbul dari bahasa pertama adalah ketika pebelajar lupa satu kata bantu bilangan dalam bahasa Tionghoa, maka cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menggunakan kata bantu bilangan “Buah” dalam bahasa Indonesia yang langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa, sehingga menjadi “个gè”. Cara menyelesaikan fenomena ini adalah pebelajar harus dengan kesadaran diri sendiri melakukan proses metakognitif, dimana pebelajar melakukan proses perencanaan, pengamatan, mengevaluasi dan penyesuaian terhadap proses pembelajaran yang sedang berjalan.
Etos Kerja Pegawai Etnis Tionghoa di Lima Perusahaan Keuangan Kota Surabaya 泗水五家金融机构华人职员的工作态度现况调查 Yvonne, Stephanie; Karsono, Ong Mia Farao; Suprajitno, Setefanus
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Pandangan umum mengatakan bahwa masyarakat etnis Tionghoa sejak dahulu mempunyai jiwa sebagai pedagang, namun sekarang kita bisa melihat tidak sedikit masyarakat etnis Tionghoa yang bekerja sebagai pegawai. Fenomena  ini mendorong penulis untuk meneliti tentang bagaimana etos kerja para karyawan etnis Tionghoa di lima perusahaan keuangan kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode penelitian ini digunakan untuk menganalisa tujuan, etos, sikap dan budaya kerja mereka. Didapati sepuluh orang informan yang telah sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Kategori informan meliputi informan yang bekerja sebagai pegawai staff di bawah manager, etnis Tionghoa, umur berkisar antara 20-35 tahun, lama bekerja di bawah 5 tahun, bekerja pada perusahaan yang bergerak di bank dan saham, berlokasi di Surabaya. Hasil analisis menemukan bahwa  para informan etnis Tionghoa penelitian ini memiliki budaya suka belajar, watak gigih dan mudah beradaptasi. Mereka juga mempunyai keinginan untuk menjadi bos, oleh karena itu mereka mempunyai budaya suka menabung untuk mengumpulkan modal usaha, ulet/rajin/tekun  bekerja/selalu menjunjung tinggi reputasi.社会人们总把华人当作生意人,但现今我们可以看到不少华人并不是自己营业反而在其他公司当职员,由此激发笔者研究关于泗水五家金融机构华人职员的工作态度的现况。使用的研究方法是定性描述研究方法。用此研究方法为分析受访者们的工作目的、工作伦理、工作态度和工作文化。发现有十位受访者最适合研究对象的规定的类别。研究的对象是按照笔者规定的类别来选择。这种类别是经理以下的职员、泗水华人、年龄在二十岁至三十五岁、工作时长五年以下、在泗水银行和股票公司工作。分析结果发现本文的受访者都具有善于学习、劳碌和变通的性格、能当企业家、善于储蓄、看重名誉。
Pemujaan Leluhur di Rumah yang Dilakukan oleh Etnis Tionghoa Kapasan Dalam 加吧山Dalam华人在家里的祭祖 Rahardjo, Steffi Putri; Olivia, Olivia
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun masyarakat Tionghoa sering berpindah-pindah, adat dan akar budaya mereka tetap terikat kuat ke tanah air mereka. Hal ini terlihat dari penghormatan mereka terhadap leluhur. Melihat pentingnya pemujaan leluhur bagi masyarakat Tionghoa, penulis memutuskan untuk meneliti tradisi pemujaan leluhur. Karena pemujaan leluhur di rumah adalah yang paling penting, penelitian ini memfokuskan pada pemujaan leluhur di rumah. Berdasarkan hasil wawancara dengan etnis Tionghoa yang tinggal di Kapasan Dalam, penulis menyadari bahwa mereka melakukan pemujaan leluhur dengan sederhana, tidak ada aturan yang ketat. Namun, karena tiap keluarga memiliki kondisi dan kebiasaan sendiri, maka terdapat beberapa perbedaan dalam berbagai aspek. Mereka memiliki tujuan yang kuat mengapa melakukan pemujaan leluhur, tujuan tersebut yang membuat mereka tetap menjalankan tradisi tersebut hingga sekarang.
Adat Istiadat Suku Guangdong Tarakan Merayakan Tahun Baru Imlek打拉根广东人欢度春节的习俗 Ferryanto, Lily; Olivia, Olivia
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap bagaimana etnis Tionghoa suku Guangdong Tarakan dalam merayakan Tahun Baru Imlek dan makna tradisi perayaan Tahun Baru Imlek tersebut. Peneliti mengunakan 10 orang etnis Tionghoa Tarakan suku Guangdong yang berumur 55-75 tahun, karena mereka masih mempertahankan tradisi yang diturunkan oleh nenek moyang. Contohnya: sebelum Tahun Baru Imlek bulan 12 tanggal 23 mereka akan sembahyang kepada dewa dapur berharap ketika saat dewa dapur naik ke langit akan melaporkan hal-hal yang baik kepada dewa langit, selain itu satu minggu sebelum Tahun Baru Imlek mereka akan melakukan tradisi bersih-bersih rumah yang dipercayai bisa membuang hal-hal yang tidak baik keluar dari rumah. Etnis Tionghoa suku Guangdong ini juga lebih menitikberatkan pada makanan yang dipersiapkan. Makanan yang dipersiapkan ini memiliki makna tersendiri. Contohnya: makan ayam berharap bisa beruntung, makan babi bakar berharap bisa kaya dan lain-lain. Hasil analisis menemukan bahwa meskipun telah dikeluarkannya instruksi presiden No. 14/1967 tetapi setelah reformasi etnis Tionghoa suku Guangdong Tarakan kembali menjalankan tradisi Imlek yang telah diturunkan oleh nenek moyang.
Pandangan Etnis Tionghoa Surabaya Terhadap Budaya Penggunaan Arak 泗水华裔对运用酒文化之观点 Loviana, Yessica; Karsono, Ong Mia Farao Karsono
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Oleh karena arak di Tiongkok selain memiliki sejarah budaya penggunaan yang panjang, jenis-jenisnya banyak, dan juga digunakan dalam proses pengobatan tradisional, penelitian ini ingin menganalisis bagaimana pandangan etnis Tionghoa Surabaya terhadap budaya penggunaan arak. Apakah masih seperti yang dikatakan dalam kajian pustaka yang digunakan dalam penelitian ini, ataukah sudah ada perubahan dalam budaya penggunaannya. Kajian pustaka yang digunakan meliputi: budaya minum arak bagi  kaum perempuan; penggunaan arak dalam perayaan-perayaan tertentu; makna arak bagi kaum sastrawan; manfaat arak dalam kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada budaya penggunaan arak yang masih sama seperti yang ditulis dalam kajian pustaka, ada yang sudah mengalami perubahan.
Relasi Ibu Mertua dan Menantu Perempuan Dalam Keluarga Tionghoa di Surabaya 泗水华人家庭里的婆媳关系 Huang, Ivana; Christiana, Elisa
Century Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Century

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Relasi ibu mertua dan menantu perempuan seringkali digambarkan buruk, seperti dalam puisi klasik Tiongkok Kongque Dongnan Fei. Maka dalam skripsi ini, penulis meneliti relasi ibu mertua dan menantu perempuan dalam tiga keluarga Tionghoa di Surabaya yang telah tinggal bersama lebih dari 15 tahun. Dari hasil analisis, penulis menemukan bahwa relasi ibu mertua dan menantu perempuan sudah lebih modern, tidak ada lagi feodalisme keluarga. Ibu mertua tidak lagi menuntut menantu yang sempurna dan dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan menantu perempuan sebagai anak sendiri. Konflik rumah tangga tentunya pernah terjadi di antara mereka, namun dengan cara manajemen konflik avoidance, accomodation dan collaboration, masalah dapat diatasi dengan baik, dan keharmonisan relasi di antara ibu mertua dan menantu tetap terjaga.婆婆与媳妇之间很多时候很难建立良好关系,就像中国古代叙事诗《孔雀东南飞》里所描述的那样。在此笔者研究在泗水三个华人家庭里同住了15年的婆婆和媳妇的关系。由分析结果可见,婆媳关系已现代化了,不再遵行家庭封建制度。婆婆不再要求完美的媳妇,而愿意接受媳妇为亲女儿,接受她的优缺点。家庭里的矛盾、冲突当然发生过,但她们都能以冲突管理方式如躲避式、圆通式、协同式来解决问题,因此能保持婆媳之间良好的关系。