cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture
ISSN : -     EISSN : 2657098x     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 14 no. 2 (2026)" : 6 Documents clear
STRATEGI HARIAN NUSANTARA MEMBANGUN IDENTITAS TIONGHOA GENERASI MUDA TIONGHOA-INDONESIA SURABAYA Octaviane Stefina Enggra G.
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.14.2.%p

Abstract

“Harian Nusantara” adalah salah satu surat kabar berbahasa Tionghoa yang memiliki sirkulasi terbesar dan berpengaruh luas di Jawa Timur. Sebagai salah satu dari "Tiga Harta Karun" komunitas Tionghoa, surat kabar berbahasa Tionghoa ini berperan dalam melestarikan budaya Tionghoa untuk memperkuat identitas dan karakter budaya kaum muda Tionghoa-Indonesia. Penelitian ini menganalisis strategi yang diambil untuk rekonstruksi identitas Tionghoa di kalangan pemuda Tionghoa-Indonesia berusia 15 hingga 25 tahun di Surabaya, berdasarkan konsep "soft communication" yang diusulkan oleh Xiao Hang, karakteristik identitas Tionghoa yang dikemukakan oleh Yun Changyao, dan teori identitas Tionghoa yang diusulkan oleh Suprajitno. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa “Harian Nusantara” memperkuat pengakuan identitas Tionghoa dengan memperkenalkan budaya Tionghoa dan mendorong kaum muda Tionghoa-Indonesia untuk menulis dalam bahasa Tionghoa, sehingga meningkatkan kebanggaan mereka terhadap warisan Tionghoa mereka.Kata kunci: rekonstruksi identitas tionghoa, media tionghoa, identitas budaya, identitas tionghoa, strategi membangun identitas tionghoa
PERBEDAAN SEMANTIS PREPOSISI SPASIAL 往 WANG DAN 向 XIANG Ayu Trihardini; Hermina Sutami
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.14.2.%p

Abstract

Konsep spasial membantu manusia dalam pemerolehan pengetahuan. Dalam bahasa Mandarin, konsep spasial seperti arah dan lokasi dinyatakan melalui penggunaan preposisi spasial. Tulisan ini menyajikan analisis semantis terhadap preposisi spasial bahasa Mandarin 往 wǎng dan 向 xiàng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi nomina yang mendampingi preposisi spasial往 wǎng dan 向 xiàng. Metode yang digunakan yaitu analisis kontrastif dengan klasifikasi semantis. Sebagai landasan teoretis, digunakan teori medan makna Nida. Data penelitian diperoleh dari korpus Chinese Web corpus 2017 Simplified zhTenTen17 berupa 100 konstruksi yang mengandung往 wǎng dan 向 xiàng. Data jenis-jenis nomina yang diperoleh diujisilang dan diverifikasi kepada penutur jati bahasa Mandarin. Preposisi spasial 往 wǎng dan 向 xiàng merupakan salah satu kesulitan dalam mempelajari bahasa Mandarin. Hal inilah yang menjadi alasan dalam penelitian ini. Penelitian tentang preposisi spasial bahasa Mandarin dapat membantu pembelajar bahasa Mandarin untuk menggambarkan cara berpikir penutur bahasa itu terhadap konsep spasial. Dengan memahami cara berpikir penutur dari bahasa Mandarin, diharapkan pembelajar dapat memproduksi tuturan dengan lebih tepat. Hasil penelitian ini menunjukkan, hanya nomina jenis tertentu yang dapat berkolokasi dengan masing-masing preposisi spasial往 wǎng atau 向 xiàng. Ada kesamaan makna antara往 wǎng atau 向 xiàng yaitu menyatakan proses mencapai tujuan, akan tetapi kedua preposisi itu dalam penggunaannya tidak sepenuhnya saling menggantikan.
印尼华裔大学生的不同方言背景对汉语学习的调查研究——以慈育大学中文系学生为例 Delwyn Kosmon; Symphony Akelba Christian
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.14.2.%p

Abstract

本文采用问卷调查法,对慈育大学中文系学生进行调查,并对回收数据进行统计与分析,旨在探讨印尼华裔大学生不同方言背景对其汉语学习的影响。研究结果表明,尽管部分学生认识到方言背景对汉语学习具有一定的积极作用,但整体上并未将方言视为学习汉语的天生优势或决定性因素。此外,学生普遍表现出较强的语言规范意识,并能够对方言迁移现象进行一定程度的自我调控。
ANCAMAN SUBTRACTIVE BILINGUALISM TERHADAP BAHASA MANDARIN DI KALANGAN ANAK MUDA TIONGHOA URBAN (STUDI KASUS: SURABAYA) Nanda Lina Aulia
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.14.2.%p

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam ancaman subtractive bilingualism terhadap keberlangsungan bahasa Mandarin di kalangan anak muda Tionghoa urban di Surabaya. Fenomena ini terjadi ketika penguasaan bahasa kedua, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, secara bertahap menggantikan fungsi bahasa Mandarin sebagai bahasa warisan (heritage language) dalam kehidupan sehari-hari penuturnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner daring berbasis Google Form yang disebarkan kepada delapan responden berusia 18-28 tahun yang merupakan generasi kedua dan ketiga keturunan Tionghoa di Surabaya. Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan latar belakang generasi, paparan bahasa Mandarin dalam keluarga, serta domisili di wilayah urban Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang saling berinteraksi dalam mendorong terjadinya subtractive bilingualism, yaitu: (1) dominasi bahasa Indonesia dalam sistem pendidikan formal; (2) tekanan sosial untuk berintegrasi dengan masyarakat mayoritas; (3) melemahnya peran keluarga sebagai agen transmisi bahasa antargenerasi; serta (4) dominasi media sosial dan budaya pop berbahasa Indonesia dan Inggris. Dari delapan responden, hanya satu yang masih aktif menggunakan bahasa Mandarin secara fungsional dalam kehidupan sehari-hari, sementara dua orang memiliki kemampuan aktif terbatas, dua orang hanya memiliki kemampuan pasif, dan tiga orang sama sekali tidak mampu menggunakannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanpa intervensi yang terencana dan sinergis dari pihak keluarga, komunitas, dan lembaga pendidikan, bahasa Mandarin berpotensi mengalami kepunahan fungsional dalam satu hingga dua generasi mendatang di kalangan komunitas Tionghoa urban Surabaya.
A Study on Errors in the Acquisition of Mandarin Third tone Sandhi among Intermediate Indonesian Learners of Chinese Gracelyne Christabel Halim; Jessica Nondolesmono
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.14.2.%p

Abstract

This study focuses on Indonesian intermediate learners of Mandarin and examines their acquisition of Mandarin third tone sandhi. The research mainly discusses the common errors that learners make and several factors that may influence their pronunciation performance. To collect the data, two questionnaires were used to analyze learners’ performance, learning attitudes, psychological factors, as well as the influence of teaching materials and classroom instruction. The findings indicate that most learners are aware of the importance of Mandarin tones and are willing to improve their pronunciation. Many learners also show positive attitudes toward correction and pronunciation practice. However, in actual communication, learners still experience difficulties in applying third tone sandhi naturally and consistently. One possible reason is that opportunities for oral practice are still relatively limited, especially in continuous speech. In addition, the study finds that some teaching materials do not provide enough systematic explanation or sufficient exercises related to third tone sandhi. Although teachers usually explain the rules of third tone sandhi clearly in class, learners still lack enough contextualized speaking practice and targeted pronunciation training. Based on these findings, this study proposes that situational teaching activities may help learners improve their use of the third tone sandhi. By increasing speaking opportunities and using more practical communication contexts, learners may gradually become more familiar with tone sandhi in real conversations. Keyword: third tone sandhi; Indonesian learners; situational teaching method; Chinese phonetics teaching
Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content) Century Century
Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/century.14.2.%p

Abstract

Editorial Board

Page 1 of 1 | Total Record : 6