cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Proses Sosialisasi Sistem "Sembilan Alur Kerja" di PT.XYZ (ex CV.MNO) Chandra Janaiver Singkoh
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.281 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses sosialisasi di PT. XYZ atas sistem "sembilan alur kerja" yang mereka miliki. Perusahaan atau yang dapat dikatakan sebagai pemilik berkeinginan untuk memperbaiki sistem yang mereka miliki dari yang terdahulu. Dibuatlah sistem sembilan alur kerja, dalam sistem ini terdapat alur komunikasi yang membentuk dan membangun sistem ini agar dalam pelaksanaannya karyawan dapat melihat bagaimana sistem sembilan alur kerja ini dapat berjalan. Namun yang terjadi dalam perusahaan ini adalah justru 80% karyawan menyatakan untuk mengundurkan diri dalam tempo waktu yang singkat. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan desain tunggal, dikarenakan desain tersebut lebih kuat serta kritis dalam melakukan analisis dan dapat digunakan sesuai dengan judul penelitian. dengan metode ini diharapkan Proses sosialisasi yang tidak jelas membentuk pro dan kontra dalam pelaksanaanya. Terdapat tiga tahapan sosialisasi yang membentuk proses sosialisasi itu sendiri, dimulai dari tahapan anticipatory, berlanjut ke encounter dan berakhir pada metamorphosis dalam diri setiap individu yang tergabung dalam perusahaan itu sendiri. Teori yang digunakan adalah teori sosialisasi dari Kramer yaitu dalam bukunya Organizational Sosialization dan Miller dalam bukunya Organizational Communication. Konsep-konsep ini juga didukung dengan konsep dari Goldhaber serta Pace dan Faules dalam buku komunikasi organisasi yang mereka buat.
Hambatan Komunikasi Antar Budaya Pada Etnis Kei (Maluku Tenggara) dan Etnis Tionghoa Khek Theresia Henki Thesman; Titi Nur Vidyarini; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.349 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Hambatan Komunikasi Antar Budaya pada Etnis Kei (Maluku Tenggara) dengan Etnis Tionghoa Khek. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis hambatan komunikasi antar budaya pada pasangan ini adalah hambatan fisik, budaya, persepsi, motivasi, pengalaman, emosi, bahasa, nonverbal dan kompetisi. Sesuai yang dikatakan oleh Saebani bahwa jenis hambatan tersebut terjadi terutama oleh etnosentrisme yang sangat negatif. Selain itu juga, hambatan komunikasi antar budaya pada pasangan ini terjadi karena keragaman dari tujuan komunikasi, tidak ada kepercayaan, penarikan diri komunikasi, tidak adanya empati, tidak memahami derajat kesamaan atau perbedaaan kepercayaan, hambatan pembentukan dan pemograman budaya.
Bingkai Berita Fenomena 4 November dalam Media Online Republika.co.id dan Kompas.com Olyvia Hulda Soetedjo
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.142 KB)

Abstract

Fenomena 4 November terjadi pada beberapa kota di Indonesia, yang berpusat di Jakarta. Fenomena tersebut merupakan sebuah demonstrasi dimana melibatkan berbagai organisasi massa (ormas) untuk menuntut penyelesaian kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahja Purnama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bingkai apa yang digunakan oleh Republika.co.id dan Kompas.com dalam memberitakan mengenai fenomena 4 November, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis framing model framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, dengan melihat struktur sintaksis, skrip, tematik serta retoris. Peneliti menemukan Kompas.com membingkai fenomena 4 November sebagai permasalahan politik, yang didalamnya terdapat keterlibatan aktor politik yang mendalangi aksi tersebut, sedangkan Republika.co.id membingkai fenomena tersebut sebagai permasalahan hukum dan agama, dimana massa menuntut keadilan hukum atas tindakan Basuki Tjahja Purnama. Basuki Tjahja Purnama dipusatkan sebagai pelaku yang telah menodai ayat Al-Quran.
Penggunaan Anggun C. Sasmi sebagai Celebrity Endorser dalam iklan Pantene versi “Bersinarlah Bersama Anggun” Cynthia Sidharta
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.247 KB)

Abstract

Seorang celebrity endorser didefinisikan sebagai seorang figure yang dikenal baik oleh publik dan memerankan dirinya sebagai konsumen dalam iklan. Selebriti meliputi bintang film maupun bintang televisi, bintang olahraga, penyanyi dan orang-orang tertentu lainnya yang berpengaruh. Iklan menciptakan suatu pesan dan pengiriman pesan kepada seseorang atau target market dengan harapan orang tersebut akan bereaksi. Jika hal itu terjadi dapat dikatakan iklan tersebut efektif. Endorser yang merupakan salah satu elemen penting dalam iklan memiliki peran terhadap kesuksesan perusahaan, salah satu mempengaruhi brand image dimana merupakan suatu kesan yang ada di benak konsumen atas suatu merek. Brand image seorang celebrity endorser mencakup 5 indikator yaitu Trustworthiness, Expertise, Attractiveness, Respect dan Similarity. Teori dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori celebrity endorser dimana ada keterkaitan dengan teori brand image. Peneliti melihat brand image Anggun di dalam iklan  terhadap target market dalam penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling dimana peneliti mempunyai syarat tersendiri dalam memilih responden yang akan diberi kuisioner. Berdasarkan hasil analisis yang disimpulkan bahwa ada brand image yang positif dari Anggun C. Sasmi sebagai celebrity endorser dalam iklan Pantene versi “Bersinarlah Bersama Anggun”
Hambatan Komunikasi dalam Aktivitas Bimbingan Belajar antara Tutor dengan Anak kelas V SD di Bantaran Sungai Kalimas Surabaya Timotius Christianto Chandra
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.403 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai hambatan komunikasi dalam aktivitas bimbingan belajar antara tutor dengan kelompok anak kelas V SD di Bantaran Sungai Kalimas Surabaya. Peneliti menggunakan studi kasus sebagai metode penelitian dan observasi non-partisipan dan wawancara dengan informan penelitian (tutor dan anak kelompok kelas V SD) sebagai teknik pengumpulan data.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara anggota kelompok yang bersekolah formal sekaligus mengamen dengan anggota yang bersekolah formal saja. Dalam hambatan komunikasi yang dikemukakan oleh DeVito, hambatan fisik dalam konteks situasi tempat bimbel yang tidak kondusif dan hambatan psikologis yang menghambat komunikasi kelompok. Selain itu terdapat hambatan lain dalam komunikasi kelompok yaitu kecenderungan anggota kelompok dalam memilih pelajaran yang mereka kehendaki, membuat komunikasi terhambat.
COMMUNICATION PRIVACY MANAGEMENT PENDERITA HIV DI MEDIA FACEBOOK Anneke Mathilda Ukung
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.46 KB)

Abstract

Communication Privacy Management yang dilakukan seorang penderita HIV dalam proses pembukaan informasi pribadinya tentang status sebagai pengidap positif HIV dalam akun Facebooknya. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, serta metode studi kasus dengan cara observasi dan wawancara kemudian dipaparkan secara deskriptif. Peneliti menggunakan 5 asumsi dasar Communication Privacy Management (Petronio, 2002) dan membuktikan bahwa masih melakukan batasan serta aturan pada informasi privatnya sebagai seorang pengidap positif HIV, dengan membuat dua akun Facebook yang sama namanya namun beda isi dan tujuan pembuatannya.
Analisis Isi Kekerasan dalam Tiga Film Remaja Terlaris di Tahun 2017 Hansen Pranata; Chory Angela; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.412 KB)

Abstract

Adanya fenomena peniruan adegan kekerasan yang ditunjukan dalam film di dunia nyata oleh remaja karena remaja adalah individu yang rentan dipengaruhi oleh tayangan media. Penonton di bioskop juga didominasi oleh remaja sebagai penikmatnya dan adanya penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan adegan kekerasan dalam film-film di bioskop. Peneliti menemukan tiga film untuk diteliti. Ketiga film tersebut merupakan film remaja (PG13) dengan tiga genre yang berbeda, film terlaris pada tahun 2017. Ketiga film tersebut adalah Star Wars: The Last Jedi, Beauty and the Beast dan Wonder Woman. Dengan menggunakan metode analisis isi, peneliti menghitung frekuensi adegan kekerasan dalam film dan bentuk-bentuk kekerasan apa saja yang dimunculkan. Diperoleh bahwa film Star Wars: The Last Jedi merupakan film yang mengandung konten kekerasan tertinggi yaitu sebanyak 93%, Wonder Woman sebanyak 86%, dan Beauty and the Beast sebanyak 71%. Jenis kekerasan fisik yang paling sering muncul adalah merusak barang, kekerasan verbal yang paling sering muncul adalah berbicara pada seseorang dengan kasar, dan kekerasan alat paling banyak muncul adalah penggunaan senjata lain.
Strategi Komunikasi Public Relations PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Juanda Surabaya Dalam Menyosialisasikan Terminal Baru (T2) Melita Melita
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.57 KB)

Abstract

Pada 14 Februari 2014, terminal dua (T2) Bandara Internasional Juanda Surabaya telah resmi beroperasi. Mega proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 946 miliar tersebut merupakan solusi dari over capacity pada terminal satu (T1). Dalam menyosialisasikan T2, pihak pengelola memiliki strategi komunikasi sebagai pedomannya. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh PT. Angkasa Pura 1 (Persero) Bandara Internasional Juanda Surabaya dalam menyosialisasikan terminal baru (T2). Hasil dari penelitian ini adalah penjelasan dari strategi komunikasi perusahaan yang sesuai dengan teori Cutlip, Center dan Broom mengenai tahapan strategi komunikasi. Public Relations bersama Top Management memiliki tahapan-tahapan guna menyosialisasikan T2, dimana Public Relations bersama Top Management menentukan terlebih dahulu tujuan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang, diikuti dengan tahapan perencanaan, lalu tahapan pelaksanaan sosialisasi dan dilanjutkan dengan evaluasi. Fokus strategi Public Relations untuk menyosialisasikan T2 adalah melalui media massa. Strategi komunikasi Public Relations di koordinasikan dengan Corporate Coomunication kantor pusat. Sosialisasi telah berjalan efektif namun masih didapati komplain dari Stakeholders. Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dan deskriptif sebagai jenis penelitiannya dengan menggunakan studi kasus sebagai metodenya. 
Kompetensi Penyiar pada Program Global Saranghae di Global FM Surabaya Yovana Desira Laguna
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.604 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kompetensi dari penyiar Radio Global FM 90,9 sebagai radio yang memutarkan lagu Asia, khususnya Korea yaitu Global Saranghae. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori kompetensi komunikasi dengan beberapa komponen yaitu kemampuan beradaptasi, keterlibatan dalam percakapan, manajemen percakapan, empati, efektivitas, kelayakan atau kesesuaian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan penyiar memiliki kelebihan dan kelemahan di kompetensi komunikasi. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa menjadi penyiar program Korea harus tahu tentang kebudayaan, kebiasaan, dan politik Korea, serta mengerti istilah-istilah Korea. Selain 6 kriteria kompetensi, penyiar berkompeten dilihat dari teknik siarannya.
Persepsi Mahasiswa Pecinta Alam Surabaya Terhadap Program Acara My Trip My Adventure Di Trans TV Angelita Ratna Giovanni
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.587 KB)

Abstract

Stasiun televisi saat ini sudah banyak bermunculan dengan menyajikan berbagai jenis program dengan jumlah yang banyak serta jenisnya sangat beragam. Program acara televisi diharapkan bisa membentuk persepsi yang positif, seperti My Trip My Adventure yang memiliki rating cukup tinggi untuk kategori program dokumenter. My Trip My Adventure merupakan program dokumenter dengan genre laporan perjalanan yang diproduksi oleh Trans TV. Untuk mengetahui pandangan mahasiswa pecinta alam terhadap program ini, maka dilakukan penelitian mengenai persepsi mahasiswa pecinta alam Surabaya terhadap program My Trip My Adventure. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pecinta alam memiliki persepsi positif terhadap acuan dasar perencanaan program pada My Trip My Adventure.

Page 51 of 134 | Total Record : 1336