Articles
1,336 Documents
Representasi Profesi Dokter dalam Film "7 Hati 7 Cinta 7 Wanita"
Chandra, Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.74 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi profesi dokter dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita”. Untuk mengetahui representasi profesi dokter, peneliti menggunakan metode semiotika kode televisi John Fiske yang meliputi level realitas, representasi dan ideologi. Subtema yang digunakan untuk menganalisis film tersebut adalah performance yang terdiri dari appearance dan on duty profesi dokter serta relasi dokter yang terdiri dari relasi dokter dengan dokter, relasi dokter dengan pasien, relasi dokter dengan staf rumah sakit. Berdasarkan temuan peneliti, dalam film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita” dokter digambarkan sebagai profesional yang berpenampilan formal dan rapi tetapi mereka tidak harus selalu kelihatan serius pada saat bertemu pasien. Selain itu, dokter mempunyai hubungan sebatas profesional kerja dengan rekan kerja sesama dokter maupun staf rumah sakit. Sedangkan hubungan dokter dan pasien digambarkan mempunyai hubungan personal yang baik, dimana dokter berperan menjadi konselor. Film “7 Hati 7 Cinta 7 Wanita” berhasil menceritakan etika kedokteran melalui 3 peran dokter yang ada.
Tingkat Pengetahuan Karyawan PT X Mengenai Corporate Identity X Yang Baru
Aprillia Putrianty
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.247 KB)
Corporate Identity adalah realita dan keunikan dari sebuah organisasi yang diintegrasikan dan berhubungan dengan citra dan reputasinya di mata publik internal dan eksternal melalui komunikasi korporat. Tiga klasifikasi corporate identity adalah communications, behaviour dan symbolism. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan karyawan PT X mengenai Corporate Identity X yang baru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah survei menggunakan kuesioner, menggunakan skala likert dan menggunakan teknik penarikan sampel total sampling karyawan PT X yang berjumlah 73 orang. Indikator yang mendapatkan nilai tertinggi adalah indikator symbolism. Nilai indikator yang terendah adalah pada behaviour yaitu yang berhubungan dengan budaya perusahaan. Hasil yang didapatkan melalui penelitian ini adalah tingkat pegetahuan karyawan PT X mengenai corporate identity X dari indikator communications, behaviour dan symbolism tinggi.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Surabaya Mengenai Brand Baru Indosat Ooredoo
Pretty Aprilita Wongkar
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.399 KB)
Indosat Ooredoo merupakan salah brand yang menawarkan pelayanan dibidang telekomunikasi. Indosat Ooredoo melakukan rebranding pada brandnya sejak 19 November 2015. Saat ini, Indosat Ooredoo sedang gencar melakukan sosialisai brand agar masyarakat mengetahuinya. Elemen-elemen brand yang meliputi nama, website, logo dan kemasan disosialisasikan oleh Indosat Ooredoo melalui berbagai media komunikasi. Peneliti ingin meneliti seberapa tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya mengenai Indosat Ooredoo, apakah tinggi, sedang atau rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan metode penelitian survei. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Surabaya. Teknik pengumpulan data memakai kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya mengenai brand baru Indosat Ooredoo tergolong tingkat pengetahuan tinggi.
KEPUASAN PELANGGAN ATLAS SPORTS CLUB TERHADAP ISI ATLAS MAGAZINE
Lyvia Prillyana Harli
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.885 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan para pelanggan Atlas Sports Club. Pelanggan adalah seseorang yang menjadi terbiasa untuk membeli produk atau jasa dari sebuah perusahaan. Di dalam penelitian ini, pelanggan dari Atlas Sports Club adalah mereka yang sudah memiliki kartu keanggotaan. Atlas Sports Club membutuhkan media yang tepat sehingga pesan yang tersampaikan bisa diterima dengan baik dan tujuan perusahaan pun tercapai yaitu Atlas Magazine yang merupakan customized magazine perusahaan, yaitu alat perusahaan untuk menggapai dan mengatur loyalitas terhadap pelanggan yang sudah ada. Atlas Magazine diedarkan secara cuma-cuma kepada pelanggan Atlas Sports Club dan diletakkan pada meja front office (meja resepsionis) dan meja penukaran kunci loker sehingga pelanggan yang datang untuk berlatih bisa melihat dan mendapatkan majalah ini dengan mudah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan pelanggan Atlas Sports Club terhadap Atlas Magazine. Dari hasil penelitian melalui pembagian kuisioner yang dilakukan. Ditemukan hasil bahwa mayoritas pelanggan Atlas Sports Club puas dengan Atlas Magazine, tetapi bagi mereka yang berusia 17-24 tahun merasa tidak puas. Mereka yang puas merasa senang dengan tampilan foto- foto dan kegiatan yang dilakukan oleh Atlas Sports Club, terutama foto yang dimuat adalah foto mereka atau orang yang mereka kenal.
Representasi Perempuan Dalam Film Zootopia
Jessy Alexa Matulessy
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (667.304 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi perempuan dalam film Zootopia. Perempuan di dalam film ini telah mendobrak stereotip yang sudah melekat di media massa. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dan akan dilihat melalui kode-kode televisi John Fiske. Tiga level yang akan dilihat melalui kode-kode televisi yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan digambarkan sebagai perempuan berani, untuk mendobrak steriotip kaum perempuan sebagai double-minorities dan perempuan dependen yang sudah melekat di masyarakat, baik di ranah domestik, maupun ranah publik.
Kompetensi Komunikasi Interkultural Staff Warga Negara Jerman dan Indonesia di Wisma Jerman - Surabaya
Stephanie Santoso
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.81 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kompetensi Komunikasi Interkultural antara staf berkewarganegaraan Jerman dan Indonesia saat bekerja di Wisma Jerman. Interaksi antara budaya berbeda rawan hambatan dan konflik, sehingga diperlukan Kompetensi Komunikasi Interkultural agar komunikasi dapat terjadi secara efektif dan tepat. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah fenomenologi dengan teknik analisis data Van Kaam. Penelitian ini menemukan bahwa komponen Kompetensi Komunikasi Interkultural antara staf berkewarganegaraan Jerman dan Indonesia di Wisma Jerman sesuai dengan temuan Wiseman yaitu motivasi, pengetahuan, sikap, dan perilaku ditambah dengan pengalaman interaksi interkultural dan adopsi budaya temuan peneliti.
PROSES KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK PADA KELUARGA DENGAN IBU BEKERJA DAN AYAH SEBAGAI AYAH RUMAH TANGGA
Gloria Mariska Lumanauw
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.541 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses komunikasi antara orang tua dan anak pada kondisi ibu bekerja dan ayah sebagai ayah rumah tangga. Ayah rumah tangga adalah ayah yang sehari-hari mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak mencari nafkah di luar rumah. Penelitian ini dijabarkan melalui elemen dari proses komunikasi oleh Vardiansyah. Proses komunikasi dimulai saat pesan diinterpretasikan, kemudian masuk pada tahap penyandian atau encoding, setelah itu pesan dikirimkan komunikator kepada komunikan, kemudian dilihat apakah dalam perjalanan pesan dari komunikator kepada komunikan menggunakan jenis media apa, setelah itu pesan diterima komunikan dan diurai oleh akal budi manusia atau biasanya proses ini disebut decoding dan berakhir pada tahap interpretasi lagi. Penelitian ini dilakukan pada dua masa berbeda yaitu pada masa sekolah dan pada masa liburan, hal ini dilakukan karena adanya perbedaan cara berkomunikasi antara orang tua dan anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, sehingga peneliti dapat melakukan wawancara dan observasi secara mendalam serta berkelanjutan. Hasil penelitian ini akan menunjukkan bahwa proses komunikasi yang terjadi pada kondisi keluarga dimana ibu bekerja dan ayah menjadi ayah rumah tangga sangat bergantung pada konsistensi menjalankan peran dalam keluarga juga pada latar belakang masa lalu tiap anggota keluarga.
Perilaku Konsumen Dalam Memilih Rever Academy Surabaya
Aviona Jacinda
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.591 KB)
Jumlah sekolah kecantikan meningkat secara pesat dalam tahun-tahun terakhir apalagi di Surabaya.Walaupun demikian, jumlah murid yang masuk semakin menurun khususnya di Rever Academy.Kursus/lembaga kecantikan perlu merancang sebuah strategi pemasaran untuk menggaet pasarnya.Perancangan strategi pemasaran dapat didasari dengan perilaku konsumen.Perilaku konsumen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas yang diambil saat mendapat, mengkonsumsi, dan membuang produk dan jasa. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perilaku konsumen dalam memilih Rever Academy Surabaya. Dengan pendekatan kuantitatif dan metodei survei, peneliti ingin melihat perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Proses yang diteliti adalah pengenalan masalah, pencarian informasi, dan evaluasi alternatif. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku konsumen rata-rata memilih kursus dengan praktek langsung, fasilitas yang baik, perhatian khusus dari guru, dan peralatan modern.Sedangkan media/sumber yang dipakai adalah WOM dan Instagram dengan pesan foto.
Representasi Pluralisme dalam film Tanda Tanya
Velina Agatha Setiawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.675 KB)
Pluralisme bukanlah relativisme atau memandang semua agama sama saja. Tetapi, pluralisme adalah sikap tenang dan tidak terganggu dengan iman dan keberagaman orang lain. Dalam keberagaman tersebut, setiap orang dapat berinteraksi dengan semua kelompok, menampilkan rasa hormat dan toleransi satu sama lain tanpa konflik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi pluralisme yang ada di dalam film “?” (Tanda Tanya). Untuk menggambarkan apakah film “?” (Tanda Tanya) ini bercerita tentang pluralisme, peneliti menggunakan konsep representasi. Representasi adalah proses perubahan konsep-konsep ideologi yang abstrak dalam bentuk konkret. Hasil penelitian ini adalah adanya representasi pluralisme kategori pluralisme bukanlah relativisme melainkan bertemunya komitmen, pencampuran simbol-simbol agama dan unsur inklusivisme yang digambarkan melalui kode dialog, setting, karakter dan narasi.
Komunikasi Kelompok Antara Koordinator dan Anggota Kelompok Suporter Persebaya Surabaya (Bonekmania) Dalam Memperbaiki Citra
Oka Permana Lukman;
Judy Djoko W. Tjahjo;
Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.649 KB)
Komunikasi kelompok adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain. Suporter adalah penonton yang memihak suatu tim tertentu. Bonekmania merupakan supporter terbesar dan tertua di Indonesia, namun dalam nama besarnya itu Bonek juga akrab dengan tindakan-tindakan anarkis. Membangun citra yang baik merupakan fungsi utama dalam suatu kelompok non formal yang cukup besar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui komunikasi kelompok antara koordinator dengan anggota kelompok supporter Persebaya dalam memperbaiki citra. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pengamatan (observasi) dan wawancara mendalam. Hasil yang diperoleh dalam komunikasi kelompok ini masih terdapat perbedaan pemikiran antar anggota kelompoknya. Adanya arahan dari koordinator, meningkatkan hubungan dan komitmen kelompok yang membuat perbedaan-perbedaan itu semakin kecil.