cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
PROSES MENDENGARKAN ANTARA MENTOR DAN PASIEN PENGIDAP SKIZOFRENIA (Studi Kasus Komunikasi Interpersonal) Harold Alfred
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.829 KB)

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui bagaimanakah proses mendengarkan antara mentor dengan pasien pengidap skizofrenia, dapat mendukung proses pemulihan pasien. Dalam konteks komunikasi interpersonal, proses mendengarkan memiliki 5 element menurut Joseph A. De Vito yaitu, menerima, memahami, mengingat, mengevaluasi, dan merespon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan menjadi hal yang sangat penting, dikarenakan dalam proses penyembuhan pasien skizofrenia, 5 elemen mendengarkan membentuk sebuah komunikasi yang bermanfaat guna proses pemulihan pasien skizofrenia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
Outcomes of Relationships Organisasi Nirlaba X dengan Karyawannya Jennifer Jacinda; Otto B. Wahyudi; Titi Nur Vidyarini
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.033 KB)

Abstract

Organisasi nirlaba X merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial. Dalam setiap pelaksanaan kegiatannya, karyawan memegang peranan penting didalamnya. Maka dari itu, penting bagi organisasi ini untuk mengetahui sejauh manakah relasi yang telah dibangunnya dengan karyawan, mengingat bahwa dibanding dengan organisasi nirlaba lain, organisasi ini memiliki variasi kegiatan yang lebih banyak, walau dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit. Selain memberi keuntungan bagi organisasi, diukurnya relasi yang telah dibangun organisasi dengan publik kuncinya, dalam hal ini karyawan, bisa memancarkan nilai dan tujuan fundamental dari seorang public relations. Dengan menggunakan teori excellence of public relations, peneliti mengukur outcomes of relationships dari organisasi nirlaba X dengan karyawannya, menggunakan 6 elemen hubungan, yakni control mutuality, trust, satisfaction, commitment, exchange relationships, dan communal relationships. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan metode survei. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 78 orang, dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa outcomes of relationships organisasi nirlaba X dengan karyawannya tergolong tinggi, dengan mean keseluruhan sebesar 3,45.
Efektivitas Wall Display Sebagai Media Internal PT Telekomunikasi Indonesia Regional V Jawa Timur, Bali, dan Nusra Priscillia Puspita
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.632 KB)

Abstract

Media internal merupakan salah satu alat komunikasi antara perusahaan dengan karyawan. Wall Display adalah media internal yang dikelola oleh unit Public Relations PT Telekomunikasi Indonesia Regional V Jawa Timur, Bali, dan Nusra. Peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas Wall Display sebagai media internal PT Telekomunikasi Indonesia Regional V Jawa Timur, Bali, dan Nusra. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Wall Display sebagai media internal PT Telekomunikasi Indonesia Regional V Jawa Timur, Bali, dan Nusra dinyatakan efektif.
Komunikasi Kelompok Yang Mempengaruhi Konsep Diri Dalam Komunitas Cosplay “COSURA” Surabaya Felicia Wonodihardjo
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.175 KB)

Abstract

Penelitian ini mengambil tema Komunikasi Kelompok yang mempengaruhi Konsep Diri dalam Komunitas Cosplay Cosura Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran bagaimana komunikasi kelompok yang terjalin diantara sesama anggota dalam komunitas Cosplay Surabaya, mengetahui bagaimana konsep diri anggota selama ini, dan bagaimana komunikasi kelompok yang terjadi pada komunitas Cosplay Cosura dalam membentuk konsep diri para anggotanya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori tentang Konsep Diri positif maupun negatif dan Teori tentang komunikasi kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Konsep diri remaja anggota komunitas cosplay ini mengarah kepada konsep diri yang positif setelah mereka bergabung dalam komunitas ini.
Tingkat Pengetahuan Pengguna XL Di Surabaya Mengenai Logo Baru XL Felicia Pranata
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.979 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah mengenai Tingkat Pengetahuan Pengguna XL di Surabaya Mengenai Logo Baru XL. Untuk mengetahui jawaban tersebut, peneliti melakukan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan cara membagikan kuesioner kepada masyarakat Surabaya. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Adapun teori yang digunakan adalah Tingkat Pengetahuan, Logo, dan teori S-O-R. Hasil akhir penelitian ini secara keseluruhan adalah pengguna XL di Surabaya memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai logo baru XL, dari elemen bentuk, warna, dan tipografi.
REPRESENTASI WHITENESS DALAM FILM “MACHINE GUN PREACHER” Davin Wiratama
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.465 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti akan meneliti tentang Representasi Whiteness Dalam Film “Machine Gun Preacher”. Dalam pembuatan film bertema Afrika, sineas Hollywood sebagian besar memakai orang kulit putih sebagai pemeran utama dalam film tersebut sedangkan orang kulit hitam berperan sebagai pendamping tokoh utama atau terkadang dijadikan tokoh antagonis sebagai lawan orang kulit putih. Pada penelitian ini digunakan konsep “whiteness” yang ditujukan untuk memberikan identitas rasial dan terhubung ke dalam makna sosial terkait dengan perbedaan ras. Metode yang dipakai oleh peneliti berupa metode semiotika yang akan dikaitkan dengan kode-kode televisi Fiske. Hasil yang didapat peneliti bahwa film ini mengukuhkan gambaran orang kulit putih sebagai orang yang lebih superior di hadapan orang kulit hitam, sekaligus kian mengukuhkan ideologi whiteness yang sudah berlangsung puluhan tahun dalam film-film Hollywood.
Proses Pengambilan Keputusan yang dilakukan oleh murid di sekolah “Premiere School Of Ballet” Christine Tedjasukmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.257 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh murid dalam memilih dan mengikuti kelas balet di sekolah “Premiere School Of Ballet”. Tahapan tersebut ada 4 menurut Kotler, yaitu (1) pengenalan masalah, (2) pencarian informasi, (3) evaluasi alternatif, dan (4) keputusan membeli. Pengambilan keputusan menurut Kotler dipengaruhi beberapa faktor, antara lain (1) faktor kebudayaan (budaya, sub-budaya, kelas sosial) (2) faktor sosial (kelompok referensi, keluarga (orientasi, prokreasi, peran dan status)) (3) faktor pribadi (umur dan tahapan siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri), dan (4) faktor psikologis (motivasi, presepsi, proses belajar, kepercayaan dan sikap). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang akan menjelaskan secara detail dan lengkap mengenai pengambilan keputusan yang dilakukan oleh murid di sekolah “Premiere School Of Ballet”. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara kepada informan dan observasi untuk mendapatkan data tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan murid termasuk ketiga narasumber yang peneliti wawancarai memilih dan mengikuti kelas balet di sekolah “Premiere School Of Ballet” dikarenakan adanya pengaruh dari diri sendiri, keluarga, teman sekitar, film dan opera, penerimaan kriteria khusus yang berbeda dari kriteria balerina profesional sebenarnya, manfaat objektif dari balet, dan manfaat untuk diri sendiri.
Tingkat Pengetahuan Karyawan Zoom Hotel Surabaya Mengenai Corporate Identity Christian Utama
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.68 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan karyawan Zoom Hotel Surabaya mengenai corporate identity. Zoom Hotel Surabaya sebagai butik hotel dengan konsep teknologi, melihat pentingnya hubungan antara karyawan dengan identitas korporat, sehingga mengkomunikasikan identitas korporat kepada karyawan melalui berbagai media dan aktivitas komunikasi menjadi hal yang substansial, guna mencapai pengetahuan karyawan mengenai identitas korporat. Elemen-elemen corporate identity Zoom Hotel Surabaya yang dikomunikasikan meliputi desain visual, budaya perusahaan dan media komunikasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik penskalaan Likert. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan Zoom Hotel Surabaya yang berjumlah 60 orang. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan karyawan Zoom Hotel Surabaya mengenai corporate identity yaitu tinggi.
Komunikasi Keluarga antara orang tua dan adik terhadap kakak penyandang autisme Jason Sukmadie
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.495 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi keluarga antara orang tua dan adik terhadap kakak yang merupakan penyandang autisme. Dengan keadaan yang dialami oleh keluarga ini, membuat ayah, ibu dan adik untuk dapat berkerja sama dalam melakukan komunikasi dengan kakak yang merupakan orang berkebutuhan khusus atau bisa disebut autism dengan perannya masing-masing didalam keluarga. Penelitian ini menggunakan elemen Sven Wahlroos dan hasil yang didapat kemudian dianalisis, komunikasi keluarga ini memiliki dasar komunikasi keluarga yaitu pada elemen keamanan batin. Hal tersebut terlihat dari cara mereka mengucapkan kata-kata negatif pada saat berkomunikasi dengan kakak dan juga supaya tidak menyakiti perasaan dari kakak. Dan hasil lain dari penelitian ini adalah sosok seorang ibu yang menjadi sosok pemimpin dalam mendidik anak-anaknya.
ROLE TALK DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK PENGURUS KOMUNITAS KLOSS (KOREA LOVERS SURABAYA) Ivana Christabel
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.553 KB)

Abstract

Fenomena komunikasi kelompok pada penelitian ini terjadi dalam komunikasi kelompok kecil antar pengurus dari komunitas KLOSS (Korea Lovers Surabaya). Jenis komunikasi kelompok kecil yang muncul disebut role talk atau komunikasi peran, yang mengenalkan lima peran informal, yaitu: pemimpin tugas, pembimbing sosial-emosional, pusat negatif, pelepas ketegangan dan penyedia informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana permainan peran informal dalam kepengurusan KLOSS terjadi, lewat gaya berkomunikasi masing-masing pengurus yang mencerminkan peran apa yang mereka mainkan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan pelaksanaan observasi dan wawancara secara mendalam. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah empat dari sejumlah sembilan pengurus yang bersedia untuk meluangkan waktu menjadi informan. Dengan menggunakan metode studi kasus jenis tunggal, hasil dari penelitian ini adalah adanya role talk yang terjadi dalam kepengurusan KLOSS, yang ditandai dengan munculnya lima peran informal. Meskipun kelima peran tersebut dimainkan, terdapat beberapa kekurangan dalam permainan peran tersebut, seperti adanya role rigidity.

Page 55 of 134 | Total Record : 1336