cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Sikap Pembaca Jawa Pos di Surabaya Terhadap Iklan Honda BR-V versi Happy Wednesday Axel Agathon Lemasoa
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.01 KB)

Abstract

Sikap Pembaca Jawa Pos Terhadap Iklan Honda BR-V versi Happy Wednesday terbit di surat kabar Jawa Pos pada tanggal 15 Februari 2017. Iklan berjenis remind ini diproduksi oleh Honda Surabaya Center selaku main dealer Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara merupakan rumusan masalah yang peneliti angkat dalam penelitian ini. Sikap pembaca terhadap iklan ini diukur menggunakan metode survei dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap pembaca Jawa Pos terhadap iklan Honda BR-V versi Happy Wednesday. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan yang dimiliki pembaca Jawa Pos positif (kognitif), khususnya pada elemen copy. Perasaan suka (afektif) positif berdasarkan elemen art, dan kecenderungan bertindak (konatif) juga positif berdasarkan elemen art iklan tersebut.
Penerimaan Masyarakat Terhadap Kritik Sosial Dalam Video Speech Composing Karya Eka Gustiwana Di Youtube Masato Angkawijaya
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.746 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana penerimaan masyarakat terhadap kritik sosial dalam video speech composing karya Eka Gustiwana di YouTube. Video kritik sosial yang dimaksud adalah video kritik kepada pejabat yang melakukan korupsi. Penelitian yang menggunakan metode reception ini dilakukan karena dalam menerima pesan yang ada, audiens bukanlah individu yang pasif. Audiens dianggap sebagai bagian dari interpretive communities yang aktif dalam memproduksi makna. Dalam memproduksi makna, ada faktor kontekstual yang memengaruhi. Pada penelitian ini, 5 informan dominant terhadap teks dan 1 informan bersifat negotiated. Faktor kontekstual yang memengaruhi penerimaan informan adalah isu korupsi di Indonesia, pengalaman, pengetahuan, profesi, agama, keluarga dan kondisi ekonomi.
PENERIMAAN PEREMPUAN MENGENAI WACANA DYSMORPHOPHOBIA DALAM FILM 200 POUNDS BEAUTY Djinna Soesanto
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.126 KB)

Abstract

Penerimaan perempuan terhadap suatu film berbeda satu dengan yang lain. Dalam film 200 Pounds Beauty terdapat wacana dysmorphophobia atau yang dikenal dengan Body Dismorphic Disorder (BDD) yang dimaknai oleh perempuan secara berbeda-beda. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori analisis penerimaan dan Body Dismorphic Disorder. BDD mencangkup beberapa aspek, yaitu aspek kognitif, afeksi, behavioral, dan hubungan sosial.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan observasi dan wawancara yang mendalam. Penelitian ini mengacu pada teori analisis penerimaan dan Body Dismorphic Disorder. Informan dalam penelitian ini adalah perempuan yang berpotensi mengalami gejala BDD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa informan yang termasuk dalam golongan perempuan yang memiliki berat badan di bawah normal memiliki penerimaan dominan mengenai wacana dysmorphophobia dalam film 200 Pounds Beauty. Sedangkan informan yang memiliki berat badan normal, kelebihan, dan obesitas memiliki penerimaan negosiasi mengenai wacana dysmorphophobia dalam film 200 Pounds Beauty.
Teknik Humor dalam Film Komedi yang Dibintangi oleh Stand Up Comedian Vania Dewi Sugiarto
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.136 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh film komedi, yang pada tahun 2013-2015 dapat meraih banyak penonton. Film-film komedi yang dapat meraih banyak penonton tersebut adalah film komedi yang dibintangi stand up comedian. Oleh karena itu, dari 69 film komedi sepanjang 2013-2015, diambil 7 film komedi terlaris yang dibintangi oleh stand up comedian untuk dijadikan sampel. Ketujuh film yang akan diteliti tersebut adalah “Cinta Brontosaurus”, “Manusia Setengah Salmon”, “Marmut Merah Jambu”, “Bajaj Bajuri the Movie”, “Comic 8”, “Comic 8 : Casino Kings Part I”, dan “Ngenest”. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis isi kuantitatif. Dengan menggunakan teori teknik humor yang dikemukakan oleh Arthur Asa Berger, yaitu 4 dimensi teknik humor dengan total indikator sebanyak 45, peneliti ingin mengetahui teknik humor apa saja yang digunakan dalam film komedi 2013-2015 yang dibintangi oleh stand up comedian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi terbesar yang digunakan adalah ridicule, yang menunjukkan bahwa sarcasm dan satire belum terbiasa digunakan dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, adanya dimensi identity sebagai dimensi terbesar kedua yang digunakan juga cocok dengan sifat masyarakat Indonesia yang cenderung ingin tahu eksistensi orang lain. Ditambah lagi, materi lawakan monolog berupa isu-isu sosial yang menjadi ciri khas tiap stand up comedian ikut diangkat dalam film yang diteliti, dan program stand up comedy juga sedang digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal-hal tersebutlah yang menyebabkan film komedi yang dibintangi oleh stand up comedian tersebut banyak disukai penonton.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PENEMBAKAN SOLIKIN DI HARIAN JAWA POS DAN DUTA MASYARAKAT Nonik Wahyu Ningsih
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.052 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis framing pemberitaan penembakan Solikin dalam surat kabar Jawa Pos dan Duta Masyarakat. Jawa Pos dan Duta Masyarakat memuat headline tepat pada 29 dan 30 Oktober 2011. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode framing menurut Robert N. Entman. Metode Robert N. Entman ini menggunakan empat perangkat sebagai alat penelitian, yakni identifikasi masalah, siapa/apa yang dianggap sebagai penyebab masalah, penilaian atas penyebab masalah dan saran penanggulangan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa surat kabar Jawa Pos dan Duta Masyarakat melakukan penonjolan isu atau membingkai masalah penembakan Solikin bahwa kepolisian bersalah dalam hal ini. Peneliti menemukan bahwa sejak awal kedua surat kabar mencondongkan pemberitaan pada kesalahan polisi.
Representasi Afro-Amerika Dalam Film “Get Out” Lisabeth Corry Sutaner; Agusly Irawan Aritonang; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2975.889 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi Afro-Amerika dalam film Get Out. Afro-Amerika di dalam film ini, Afro-Amerika dalam film ini digambarkan secara positif dan berusaha mendobrak stereotip negatif yang sudah melekat di media massa dan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dan akan dilihat melalui kode-kode televisi John Fiske. Tiga level yang akan dilihat melalui kode-kode televisi yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Afro-Amerika dalam film Get Out digambarkan memiliki kemampuan yang lebih tinggi atau superior dibandingkan orang kulit putih dalam berbagai aspek. Meskipun ada beberapa aspek menunjukkan Afro-Amerika tidak lebih baik dibandingkan orang kulit putih, namun mereka juga digambarkan tidak l
Representasi Imperialisme Budaya Amerika Dalam Music Video I Got A Boy Mega Monica Febiola
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.164 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghetahui bagaimana imperialisme budaya Amerika direpresentasikan dalam music video I Got A Boy. Dengan tema hip hop, I Got A Boy ingin memperlihatkan bagaimana Amerika menyebarkan hegemoni budayanya melewati media massa negara lain dengan sudut pandang Korea Selatan. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah semiotika berdasarkan kode-kode televise John Fiske. Perempuan cantik ideal Amerika direpresentasikan dalam music video ini mirip dengan sosok Barbie yang memiliki bentuk badan langsing dan berkulit putih. Sehingga menyebabkan perempuan Korea memiliki bentuk badan sama dengan penggambaran Barbie dan maraknya operasi plastik dan sedot lemak di Korea. Kemudian karena sering terpapar dengan kebudayaan Amerika, menyebabkan budaya Korea terkikis dan tergantikan dengan nilai – nilai yang dibawa oleh budaya Amerika. Korea juga direpresentasikan lebih menyukai budaya populer Amerika sehingga memperlihatkan kekuatan hegemonisasi budaya Amerika .
Sikap Masyarakat Surabaya Pada Iklan Televisi Teh Botol Sosro Versi “PET 450ml” Yudhi Susanto
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 3 (2014): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2216.7 KB)

Abstract

Iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran. Iklan menjadi alat untuk mengkomunikasikan berbagai tujuan perusahaan. Media televisi dianggap paling efektif untuk menjangkau khalayak terkait dengan sifat audio visual nya. Teh Botol Sosro melakukan kegiatan iklan dengan konsep yang menarik untuk dapat merebut perhatian konsumennya. Elemen-elemen iklan televisi digabung sedemikian rupa untuk membuat sebuah iklan Teh Botol Sosro versi “PET 450ml” yang menarik.Penelitian ini dilakukan untuk melihat sikap masyarakat Surabaya pada iklan Teh Botol Sosro versi “PET 450ml”. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, peneliti ingin melihat sikap responden dari indikator kognitif, afektif dan konatif. Hasil penelitian menunjukan hasil nilai rata-rata menunjukan nilai positif.
SIKAP KOMUNITAS ALUMNI AKADEMI KOMUNITAS MENGENAI AKTIVITAS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY AKADEMI KOMUNITAS PT. PJB Aditya Pranata Halim
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.638 KB)

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu program yang di buat oleh public relations guna untuk menjadi jembatan bagi perusahaan dan masyarakat sekitar untuk berkomunikasi. Dalam rangka memenuhi kebutuhuan akan sumber daya manusia yang kompeten seiring dengan permintaan pemerintah untuk memperbesar kapasitas kelistrikan di Indonesia 35000 MW, PT. PJB (Pembangkitan Jawa Bali) membuat aktivitas CSR Akademi Komunitas. Melalui program ini PT. PJB memberikan pendidikan gratis D1 kelistrikan untuk masyarakat yang berada di sekitar Unit Pembangkit. Selain itu melalui program ini PT. PJB ingin membantu mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran yang ada disekitar PT. PJB dengan cara memberikan pekerjaan di Unit Pembangkit setelah lulus dari pendidikan D1 kelistrikan. Adapun sikap yang diukur dalam penelitian ini adalah kognitif, afektif dan konatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik total sampling sebanyak 120 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sikap komunitas alumni Akademi Komunitas mengenai aktivitas corporate social responsibility Akademi Komunitas PT. PJB adalah positif.
IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB INVESTOR RELATIONS PADA CORPORATE WEBSITE 9 PERUSAHAAN FORTUNE 2012 Patricia Rebecca
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.478 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Implementasi Tanggung Jawab Investor Relations pada Corporate Website: 9 Perusahaan Terbaik Fortune Indonesia 2012 dengan menggunakan Metode Analisis Isi Kuantitatif. Sample penelitian ini merupakan corporate website dari 9 Perusahaan Fortune Indonesia Terbaik 2012, yaitu perusahaan-perusahaan tercatat dengan peringkat tertinggi dari setiap jenis industri berbeda menurut pembagian IDX (Indonesia Exchange Index). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori Tanggung Jawab Investor Relations, yang terdiri atas Financial Reporting and Disclosure, Pemasaran Tesis Investasi Perusahaan, Komunikasi Tata Kelola Perusahaan, serta Public Presence. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa enam dari sembilan Perusahaan Terbaik Fortune Indonesia 2012 tersebut telah mengimplementasikan Tanggung Jawab Investor Relations pada Corporate Website-nya yaitu Astra International, Telekomunikasi Indonesia, United Tractors, Bank Mandiri, Bumi Resources, dan Wijaya Karya. Tiga perusahaan lainnya yaitu HM Sampoerna, SMART dan Indah Kiat Pulp and Paper belum mengimplementasikan Tanggung Jawab Investor Relations Pada Corporate Website-nya. Lebih lanjut, Implementasi Tanggung Jawab Investor Relations Pada Corporate Website Pada Corporate Website: 9 Perusahaan Terbaik Fortune Indonesia 2012 dipengaruhi oleh beberapa faktor, selain pendapatan perusahaan. Hal tersebut diantaranya visi, misi, strategi dan budaya perusahaan, governmental ownership, jenis industri perusahaan (keuangan dan teknologi), latar belakang direksi perusahaan (sekretaris perusahaan), strategi orientasi pasar saham perusahaan (domestik atau internasional), tipe investor (individual atau institutional investor), kepemilikan saham mayoritas, serta faktor eksternal perusahaan.

Page 60 of 134 | Total Record : 1336