cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN PEREMPUAN SURABAYA MENGENAI IKLAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY REVLON KISS FOR LIFE MELALUI MEDIA ABOVE DAN BELOW THE LINE Vera Arindita
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.556 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan perempuan Surabaya mengenai iklan CSR Revlon Kiss for Life melalui media above dan below the line. Televisi, majalah, facebook, dan folder digunakan untuk mengkomunikasikan iklan Kiss for Life. Elemen iklan yaitu penggambaran visual turut berperan sebagai indikator untuk mengukur tingkat pengetahuan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pengetahuan perempuan Surabaya mengenai iklan CSR Revlon Kiss for Life melalui media above dan below the line tergolong sedang.
Representasi Budaya Maluku dalam Film Cahaya dari Timur: Beta Maluku Tanita Pristiwani Sari Pattiasina
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): VOL 6, NO 1 FEBRUARY 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.296 KB)

Abstract

Untuk pertama kalinya layar kaca Indonesia mengangkat sebuah film tentang tanah Maluku, mengisahkan tentang masyarakat, konflik, dan sepak bola. Diputar selama satu bulan penuh pada bioskop – bioskop di Maluku, film yang dibuat dengan menekankan pada pendekatan sosial budaya ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi masyarakat setempat. Dari hal tersebut, peneliti melihat bagaimana budaya Maluku direpresentasikan dalam film “Cahaya dari Timur : Beta Maluku”. Berdasarkan tujuh unsur budaya dari Koentjaraningrat dengan menggunakan metode semiotika, peneliti menemukan beberapa hal sebagai berikut: Budaya Maluku direpresentasikan lewat agama sebagai jati diri; Seni musik dan suara adalah bagian dari kehidupan sehari – hari orang Maluku; Rendahnya tingkat penggunaan Bahasa Tanah dalam kehidupan sehari – hari masyarakat Maluku; Tingkat ekonomi yang rendah; Sistem teknologi dan pengetahuan tradisional menjadi dampak dari pola pikir yang cepat: Sepak bola sebagai ciri khas baru yang menyatukan; dan Sistem Saniri Negeri yang satu arah. Dengan temuan tersebut disimpulkan bahwa dalam film “Cahaya dari Timur: Beta Maluku,” budaya Maluku direpresentasikan sebagai budaya yang terdestruksi oleh hal – hal baru yang lebih memikat yakni agama. Selain itu, Budaya Maluku juga mengalami pengikisan akibat pewarisan yang tidak konsisten kepada generasi berikut, serta tuntutan dan gaya hidup masyarakat Maluku yang menyebabkan kerentanan akan destruksi budaya tersebut.
Representasi Homoseksual dalam Film The Imitation Game Jessica Belinda Kaya
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 1 (2016): FEBRUARY 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.193 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi homoseksual di dalam film The Imitation Game. Film The Imitation Game mencoba mematahkan stereotipe negatif homoseksual di media massa dengan penggambaran positif. Homoseksual digambarkan secara positif dan berusaha mendobrak stereotipe negatif yang sudah melekat di media massa dan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dan dilihat melalui kode-kode kode televisi John Fiske. Tiga level yang dilihat melalui kode-kode televisi yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa homoseksual dalam Film The Imitation Game digambarkan sebagai pahlawan yang berjasa atas kemenangan Inggris di Perang Dunia II. Meskipun homoseksual digambarkan secara positif yaitu sebagai pahlawan, terdapat beberapa stereotipe negatif tentang homoseksual yang masih terlihat di dalam film ini seperti memiliki sisi feminin, suka menyendiri, takut untuk menunjukkan orientasi seksualnya, tidak diterima di masyarakat, sulit bersosialisasi dan merupakan minoritas dibandingkan homoseksual.
THE PORTRAYAL OF EAST JAVA IN PUBLIC SERVICE ANNOUNCEMENTS PRODUCED BY JTV Melarissa Benedicta Sjarief
Jurnal e-Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.639 KB)

Abstract

In today’s culture, the modern society is constantly bombarded with prejudicial and discriminatory images and ideas which can shape stereotype of certain context. The consistency and pervasiveness of cultural stereotypes suggest another route of transmission, namely the television. JTV has been producing Public Service Announcements (PSAs) frequently that portray the cultural daily lives of East Java. This may embed certain level of stereotype to audience minds about East Java. Therefore, the research objective is to see the portrayal of East Java in PSAs produced by JTV. With the research method of quantitative content analysis was undertaken to examine the construction of East Java by using the components of portrayal of culture in media as a gauge. The findings as overall are the components that present and consistently shown in JTV PSAs tend to depict stereotypical traits of East Java culture. The results give a strong foundation that it likely displays hegemony process by JTV through the imagery shown in its PSAs. It highlights the tendency of traditional value when associated with modernism concept. The portrayals of East Java were appropriated with the discourse of “traditional” and “modern” distinctions, which more likely show the traditional value of East Java. This study can be used as a foundation for further research about media portrayal. Also, this study contributes to media institutes as consideration for the production concept.
Analisis isi pesan bullying dalam serial Netflix “13 Reasons Why” Lisyeana Prawiyadi; Agusly Irawan Aritonang; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.56 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bentuk bullying yang terdapat dalam serial Netflix “13 Reasons Why”. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori bullying dengan indikator bullying verbal, bullying fisik, bullying relasional, bullying seksual verbal, bullying seksual fisik, dan bullying seksual relasional yang dicetuskan oleh Barbara Coloroso (2006); bullying emosional atau psikologis oleh Marcel Lebrun (2009); dan cyberbullying oleh Chisholm (2014). Selain itu ada pula variabel tambahan yakni tempat terjadinya bullying. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Peneliti mengoding dan menganalisis pesan bullying dalam seluruh populasi yakni sebanyak 13 episode, yang diuraikan seluruhnya menjadi satuan scene. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam serial Netflix “13 Reasons Why”, bentuk bullying yang paling banyak dimunculkan adalah bullying verbal dan relasional dengan jumlah yang sama. Bullying verbal paling banyak muncul karena dilakukan dengan cara komunikasi sehingga begitu mudah dilakukan, tanpa terdeteksi. Sedangkan bullying relasional juga banyak terdapat karena merupakan jenis yang paling sulit dideteksi dari luar sehingga sulit dicegah atau ditangani. Bullying sebagian besar terjadi ketika tidak ada pengawasan yang memadai dan tingkat kesadaran (awareness) guru dan murid di sekolah yang masih rendah terhadap bullying.
Teknik Humor dalam Film Warkop DKI Lisa Hartono
Jurnal e-Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal E-Komunikasi
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.8 KB)

Abstract

Film Warkop DKI muncul dan jaya di era 1980-an. Bahkan hingga saat ini film-film tersebut masih sering ditayangkan pada stasiun televisi swasta nasional Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu hal yang menunjukkan bahwa Film Warkop DKI masih disukai oleh masyarakat hingga saat ini. Sebagai film bergenre komedi, film Warkop DKI memberikan pesan humor melalui teknik humor. Dengan menggunakan teknik humor Berger (2012), peneliti ingin mengetahui teknik humor apa saja yang digunakan dalam film Warkop DKI. Dari 34 film Warkop DKI, didapat 5 film terlaris Warkop DKI sebagai sampelnya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa semua teknik humor Berger (2012) digunakan dalam film Warkop DKI, yakni language (39%), logic (34%), identity (18%), dan action (9%). Penelitian ini juga menunjukkan pola teknik humor yang digunakan dalam film Warkop DKI. Bila diurutkan mulai dari yang paling banyak digunakan hingga paling sedikit, berturut-turut: language, logic, identity, dan action. Di samping keempat teknik humor itu, didapati pula humor dalam bentuk gerakan tubuh dan ekspresi wajah, yang disebut clownish behavior dan peculiar face pada teknik humor Berger (1998).
Peran Gender Perempuan Dalam Film Seri The Hunger Games Janice Gwendyd Daeli
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, NO 2 AUGUST 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.782 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran gender perempuan yang ada dalam film seri The Hunger Games. Peran Gender Perempuan merupakan sebuah script yang digunakan sebagai acuan, bagaimana seharusnya seorang perempuan berperilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Peneliti menggunakan Female Gender Role yang di bagi menjadi tiga jenis oleh Moser (1993), yaitu peran reproduktif, peran produktif, dan peran masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis isi deskriptif dengan menggunakan 4 film seri The Hunger Games yang terdiri dari 14 tokoh perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan dari ketiga jenis peran gender perempuan yang ada, peran masyarakat merupakan peran yang paling dominan dalam trilogi The Hunger Games, khususnya pada indikator mengikuti organisasi kolektif sosial. Pembagian peran tokoh menunjukkan tokoh Sidekick dan tokoh protagonis yang paling dominan dalam melakukan peran gender perempuan. Film ini mau menggambarkan sosok yang baik adalah mereka yang mengikuti jalur yang benar dengan mengikuti organisasi kolektif sosial di masyarakat. Diposisi kedua adalah peran produktif, dan diposisi terakhir adalah peran reproduktif. Diharapkan melalui penelitian ini, bisa menambah pengetahuan untuk perempuan indonesia tentang pentingnya peran perempuan.
Evaluasi Program Community Relations Perusahaan X Alvia Maya Taurissa
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.733 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi program community relations Perusahaan X yang dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2016. Evaluasi program terdiri atas pra program, program, dan pasca program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, menggunakan teknik wawancara mendalam. Untuk temuan data dan analisis data menggunakan program computer QSR NVivo 10. Temuan hasil penelitian ini adalah selama enam bulan perusahaan menjalin hubungan dengan tiga komunitas dan mengadakan tujuh kegiatan. Pada pra program, community activator mencari komunitas untuk menjalin kerjasama, setelah itu bekerjasama dengan komunitas, dan memberikan rekomendasi tempat dari salah satu unit property untuk lokasi kegiatan. Community activator juga melakukan persiapan dan koordinasi dengan komunitas. Pada saat program, community activator melakukan monitoring pada hari H kegiatan, melakukan dokumentasi, dan memastikan keberlangsungan kegiatan. Pada pasca program, community activator melakukan evaluasi langsung setelah kegiatan. Hasil evaluasinya community activator tidak melakukan riset sebelum pembuatan program community relations. Peneliti memberikan rekomendasi bahwa program community relations perlu diperbaiki dari tahap pra program, program, dan pasca program.
ANALISIS PENERIMAAN PEMBACA TERHADAP BERITA TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN AHOK DI MAJALAH DETIK Joan Sabrina
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.318 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan pembaca terhadap berita tentang gaya kepemimpinan Ahok di Majalah Detik. Setiap orang mempunyai penerimaan atau pemaknaan yang berbeda-beda meskipun teks yang dibaca sama. Jenis penelitian deskriptif ini menggunakan metode Reception Analysis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis penerimaan dan teori gaya kepemimpinan. Informan penelitian ini adalah pembaca Majalah Detik sesuai dengan segmen pembaca majalah dan teori Sugiono. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ketiga informan sepaham dengan teks berita tentang gaya kepemimpinan Ahok di Majalah Detik.
Efektivitas Instagram Common Grounds Michelle Wifalin
Jurnal e-Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.229 KB)

Abstract

Efektivitas Instagram Common Grounds merupakan rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini. Efektivitas Instagram diukur menggunakan Customer Response Index (CRI), dimana responden diukur dalam berbagai tingkatan, mulai dari awareness, comprehend, interest, intentions dan action. Tingkatan respons inilah yang digunakan untuk mengukur efektivitas Instagram Common Grounds. Teori-teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini yaitu teori marketing Public Relations, teori iklan, efektivitas iklan, media sosial, social media marketing, dan fitur-fitur Instagram.  Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pada tingkatan awareness Instagram dinilai efektif, namun pada tingkatan action penggunaan Instagram dinilai belum efektif.

Page 90 of 134 | Total Record : 1336