Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"1991: HARIAN YOGYA POS"
:
14 Documents
clear
KELUARGA BERENCANA PADA GENERASI MUDA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.389 KB)
Ide dasar meningkatkan peranan generasi muda yang harus melewati pembentukan gudep teritori desa akhirnya direalisasikan dengan penelitian operasional (operation research). Tim peneliti di samping terdiri dari berbagai unsur terkait juga dari lembaga penelitian; dan tim ini bertugas mengadakan rintisan kegiatan sekaligus mengevaluasinya secara bertahap dan kontinu.
Secara metodologis penelitian operasional dikem-bangkan pada 32 desa di DIY; dan ini berarti sebanyak 32 gudep desa terbentuk pada tahap pertama. Pada sisi yang lain setiap gudep desa minimal memiliki 20 anggota yang begabung dalam kegiatan Saka Kencana, terdiri 10 anggota pria dan 10 anggota wanita. Itu berarti secara adminitra tif dalam tahap pertama sudah terkumpul sebanyak 640 pe-muda/pemudi yang tergabung dalam kegiatan Saka Kencana; sebuah potensi yang perlu dikembangkan.
Profil kependidikan para anggota gudep yang terga bung dalam kegiatan Saka Kencana ternyata sangat menarik dicermati, karena keanggotaannya diikuti oleh pemuda dan pemudi yang berpendidikan "hanya" SD sampai yang berpen-didikan tinggi, yaitu diploma dan sarjana. Secara lebih terinci diketemukan profil kependidikan keanggotaan sbb: anggota gudep yang berpendidikan SD sebanyak 1.2%, SMTP 23,8%, SMTA 67,6%, diploma 5,1% serta sarjana 2,3%. Data ini menunjukkan bahwa kegiatan Saka Kencana yang bersi-fat sosio-edukatif sanggup menarik minat masyarakat yang kurang berpendidikan sampai yang berpendidikan tinggi.
SPG BUBAR GUDEP TERITORI TERBENTUK
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.222 KB)
Pada beberapa tahun terakhir ini Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan kepanduan di Indonesia di dalam perkembangannya terasa semakin strategis posisinya serta semakin mantap fungsinya; yaitu sebagai salah satu wadah pembinaan generasi muda. Kestrategisan posisi dan kemantapan fungsi ini mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah dan masyarakat.
Atas posisinya yang makin strategis tersebut te-lah memungkinkan bagi Gerakan Pramuka untuk menyelengga-rakan kegiatan pada berbagai aspek pembangunan, termasuk di dalamnya aspek pengendalian kependudukan dan Keluarga Berencana (KB). Tegasnya: pintu kegiatan pembangunan di bidang kependudukan dan keluarga berencana dibuka lebar-lebar bagi generasi muda, khususnya yang tergabung dalam keanggotaan pramuka.
Selanjutnya untuk lebih meningkatkan peranan gene rasi muda pramuka di bidang kependudukan dan KB tersebut dilaksanakan suatu kerja sama di antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dengan Badan Koordinasi Keluar ga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat. Adapun manifestasi kerja sama tersebut diwujudkan dalam bentuk piagam kerja sama yang ditandatangani pada tanggal 24 Mei 1985, yang kemudian diikuti pula oleh kerja sama serupa di tingkat daerah. Khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maka kerja sama di antara Kwartir Daerah (Kwarda) XII Gerakan Pramuka dengan BKKBN Propinsi DIY secara resmi dimulai pada tanggal 14 Juni 1985.
SASARAN POTENSIAL DAN KENDALA PROGRAM
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.384 KB)
Berbeda dengan sasaran siaran "umum" maka siaran televisi pendidikan bersifat lebih spesifik, namun harus jelas karena hal ini menyangkut spesifikasi program yang harus ditayangkan. Meskipun sasaran TPI sampai saat ini sudah cukup jelas akan tetapi sebenarnya masih terdapat sasaran potensial yang kiranya dapat dipertimbangkan untuk lebih mendapatkan prioritas.
Apabila Depdikbud memberi rekomendasi untuk mem-prioritaskan siswa SMTP dan SMTA sebagai sasarannya maka perlu ada klarifikasi tentang siswa SMTA yang mana; apa-kah terbatas pada siswa SMTA umum saja, di dalam hal ini SMA, ataukah termasuk di dalamnya siswa SMTA kejuruan, seperti SMEA, STM, SMKK, SFMA, SPbMA, dan sebagainya. Klarifikasi tentang hal ini sudah barang tentu sangat di perlukan karena berkaitan dengan penayangan paket-paket programnya. Sedangkan sifat siaran sebagai "penunjang" untuk sementara ini sangat tepat.
Untuk memberikan ilustrasi mengenai perlunya kla-rifikasi tersebut maka berikut disajikan tabel mengenai skema persekolahan untuk jenjang SMTA di Indonesia. Pe-riksa Tabel 1 berikut.
ANALISIS TENTANG KEBUTUHAN GURU DI DIY
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.833 KB)
      Problematika pengadaan dan pengangkatan guru atau tenaga kependidikan bagi sekolah-sekolah di negara kita makin lama tidak makin simpel akan tetapi justru semakin kompleks saja; apalagi bila dihubungkan dengan efisiensi dan efektivitas pemanfaatannya.        Baru-baru ini Rektor IKIP Negeri Jakarta, Conny Semiawan, membuat pernyataan -yang bernada complain (?)- bahwa sampai sekarang ini hampir 100% guru SD di negara kita tidak ada yang lulusan IKIP (termasuk FKIP, STKIP, dan sejenisnya). Pernyataan tersebut seolah-olah ingin menggambarkan betapa masih tingginya kekurangan atas ke-butuhan guru SD di negara kita.        Akhir-akhir ini berbagai media memang memberita-kan betapa masih tingginya kebutuhan guru SD, SLTP, dan SLTA di berbagai wilayah atau propinsi. Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur adalah contoh propinsi yang masih mengalami kekurangan guru SD; demikian juga dengan berba gai propinsi di luar Jawa. Secara kuantitatif kekurangan guru di berbagai propinsi masih menunjukkan angka yang tinggi; apalagi kalau dihubungkan dengan jenis-jenis bi-dang studi yang tergolong langka.
KONSEP SINGLE TRACK SCHOOL SYSTEM
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.248 KB)
Seorang pengamat, praktisi, serta sekaligus pakar pendidikan kita, St. Vembriarto, baru saja pergi menghadap Tuhannya. Di kalangan masyarakat pendidikan Pak Vem, nama akrabnya, dikenal sebagai pakar yang sangat vokal; berani menyampaikan pendapat apabila hal itu diyakininya sebagai benar. Pak Vem juga dikenal cukup konsisten mempertahankan konsep-konsepnya, meskipun konsep-konsepnya itu seringkali banyak yang menentangnya. Pada waktu Pak Vem wafat sesungguhnya saya sedang berada di luar kota untuk mengikuti acara sosio-akademik yang bertaraf nasional; namun demikian saya menyempatkan diri untuk "kembali" ke Yogya guna memberi penghormatan yang terakhir baginya, dan bagi konsep-konsep serta pemi kiran-pemikiran pendidikannya yang sebagian belum dapat direalisasikan, bahkan tidak dapat direalisasikan sama sekali. Realitasnya memang relatif banyak konsep-konsep pendidikan Pak Vem yang sampai akhir hayatnya belum da-pat direalisasikan, atau bahkan tidak mungkin direalisa-sikan, namun demikian tetap saja sangat bermanfaat untuk memberikan alternatif atau "choices" guna memajukan sis-tem pendidikan nasional kita. Setahu saya paling tidak terdapat dua konsep pen-didikan yang dibela sampai akhir hayatnya; yaitu konsep mengenai sistem persekolahan jalur tunggal (single track school system) serta mengubah bentuk IKIP menjadi univer sitas. Dua konsep pendidikan inilah yang dipertahankan-nya sampai Pak Vem harus meninggalkan kita semua.
BAGAIMANA MENGADILI PELAJAR YANG BERKELAHI
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.921 KB)
Jakarta "heboh"; puluhan bahkan ratusan pelajar terlibat secara langsung dalam suatu perkelahian massal. Mereka "beringas", sampai polisi yang akan menetralisasi suasana ikut menerima lemparan batu atas keberingasannya itu. Kaca-kaca jendela sekolah pecah, dan mobil polisi pun kabarnya tak luput dari sasaran perusakan. Peristiwa tak berbudaya ini pun ternyata cepat merembet di berbagai kota; Semarang, Gresik, Surabaya, dan entah di mana lagi. Benar-benar memprihatinkan! Itulah ilustrasi global tentang sudah kelewat-ba-tasnya kenakalan remaja, tepatnya kenakalan siswa. Lebih memprihatinkan lagi justru ada sementara pelajar yang bangga dapat ikut berkelahi, meskipun atas ulahnya ter-sebut banyak pihak lain yang dirugikan. Atas kenyataan tersebut wajarlah apabila kemudian Presiden Soeharto sempat menyatakan keprihatinannya; ba-gaimana mungkin para pelajar kandidat pemimpin bangsa di masa depan justru bangga melibatkan diri dalam peristiwa yang tak berbudaya. Dan, wajar pulalah apabila Mendikbud Fuad Hassan kemudian mengemukakan ketersetujuannya untuk membawa pelajar yang sering berkelahi ke pengadilan.
FENOMENA RASIONALISASI DAN KEBERADAAN PGSD
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.636 KB)
Akhir-akhir ini tersiar berita yang cukup menarik sekaligus membuat cemas atau bahkan dapat membuat stress bagi yang terkena dampaknya, yaitu akan dilaksanakannya rasionalisasi karyawan pada beberapa instansi atau perusahaan, pemerintah maupun swasta. Saat ini sejumlah besar karyawan dari tiga bank, masing-masing adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Dagang Negara (BDN) dan Bank Bumi Daya (BBD) sedang berada dalam keadaan terancam oleh PHK (pemutusan hubungan kerja). Kebenaran berita mengenai ini baru saja diyakinkan oleh Menteri Keuangan, J.B. Sumarlin, yang menyatakan adanya pengajuan usulan PHK bagi sejumlah karyawan di lingkungan kerja ketiga bank tersebut. Khabar yang cukup mencemaskan tersebut kemudian disusul berita baru dari Jawa Timur; konon Perumtel III yang berkantor pusat di Surabaya akan mengurangi 275 kar yawannya secara bertahap. Dari Jawa Timur juga diperoleh berita bahwa Perusahaan Daerah (PD) di daerah tersebut konon juga sedang memikirkan diaplikasikannya rasionalisasi karyawan demi pencapaian efektivitas dan efisiensi kerja yang optimal.
FORMAT BARU KEMITRAAN ANTARA PTN DAN PTS
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.786 KB)
Suatu waktu ada seorang pimpinan perguruan tinggi yang menanyakan pada saya, sebenarnya kemajuan apa yang dibawa oleh PP 30/1990 terhadap perkembangan pendidikan tinggi di negara kita. Lebih dari itu penanya ini secara kritis mengemukakan pendapatnya apakah perlu dibuat surat keputusan tertentu, tingkat menteri atau tingkat apa saja, untuk mewajibkan perguruan tinggi, PTS maupun PTN, agar mentaati apa-apa yang telah digariskan oleh PP yang langsung ditandatangani oleh presiden itu. Saya tidak tahu persis mengapa pertanyaan seperti itu sempat muncul di permukaan, tetapi "naluri akademik" saya mengatakan bahwa pertanyaan tersebut dibangun di a-tas setumpuk kekecewaan mengenai PP 30/1990 itu sendiri. Dalam usianya yang lebih satu tahun ternyata PP tersebut dianggapnya belum mampu membawa kemajuan yang sangat sig nifikan bagi dunia pendidikan tinggi di negara kita, dan hal ini lebih disebabkan karena belum ditaatinya beberapa aturan yang secara eksplisit ditunjukkan dalam pasal-pasal dan atau ayat-ayat PP tersebut. Untuk menghindari salah persepsi barangkali perlu dijelaskan terlebih dulu bahwa yang dimaksud PP 30/1990 adalah Peraturan Pemerintah Nomer:30 yang secara khusus memuat sejumlah aturan tentang pendidikan tinggi. Pera-turan ini dikeluarkan lebih dari setahun yang lalu, atau tepatnya 10 Juli 1990; bersamaan dengan PP 27/1990, 28/ 1990 serta 29/1990 masing-masing tentang pendidikan pra-sekolah, pendidikan dasar serta pendidikan menengah.
SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU DI PTN
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (47.646 KB)
KALAU tidak ada aral melintang hasil ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN) diumumkan besok tanggal 2 Agustus 1991 secara serentak diseluruh Indonesia; itu berarti bahwa saat ini masing-masing kandidat mahasiswa baru PTN sudah mengetahui hasil akhir dari sebuah perjuangan yang penuh romantika, berhasil atau gagal. Apabila kita membuat semacam peraturan tak tertulis (unwrited regulation) yang mewajibkan bagi kandidat yang berhasil untuk tertawa sekeras-kerasnya dan bagi kandidat yang gagal untuk menangis sejadi-jadinya, maka dapat dipastikan bahwa kerasnya tawa dari para kandidat yang gagal. Mengapa? Karena setiap ditemui satu orang yang tertawa maka di sekitarnya akan dijumpai lima orang yang menangis. Sebagaimana dengan tahun-tahun yang sebelumnya maka persaingan untuk menembus dinding PTN tahun ini masih saja sangat ketat, bahkan terlalu ketat; untuk dapat meraih satu kursi belajar maka setiap kandidat harus mau bersanding dan bersaing untuk mengalahkan enam atau tujuh kandidat yang lainnya. Ini bukan pekerjaan ringan; dan hanya bisa dilakukan oleh kandidat yang benar-benar siap, terkecuali bagi kandidat yang memang sedang mendapatkan keberuntungan.
AIDS ANGGOTA BARU PENYAKIT SEKSUAL
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1991: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.95 KB)
AIDS, Acquired Immune Deficiency Syndrome, adalah jenis penyakit yang sedemikian populer di seluruh dunia pada akhir-akhir ini; meskipun sebenarnya AIDS merupakan jenis penyakit yang relatif baru. Secara medik penyakit yang relatif "ganas" ini baru ditemukan pada awal tahun 80-an yang lalu; meskipun ada pula yang melaporkan sejak tahun 1979 AIDS sudah berhasil diidentifikasi. Penyakit yang sulit "dikendalikan" tersebut mena-rik perhatian dunia, bukan saja terbatas pada kalangan medik namun juga kalangan masyarakat umum. Penyakit ini, sebagaimana dengan berbagai penyakit lain, tidak pandang bulu dalam memilih sasaran; politisi, ilmuwan, penyanyi, olahragawan, wanita tuna susila (WTS), dan juga masyara-kat umum. Bahkan, para dokter pun tak luput dari incaran AIDS. Kalau penyanyi terkenal Freddy "Queen" Mercury ha-rus merelakan nyawanya, kalau olahragawan AS berprestasi Earvin Magic Johnson harus "bersiap-siap", dan kalau dua WTS di Gang Dolly harus kehilangan langganan, itu semua merupakan contoh konkrit dari hasil kiprahnya AIDS. Dalam era globalisasi sekarang ini penyebaran dan perkembangan informasi memang berjalan dengan cepat, be-gitu halnya dengan AIDS. Penyakit ini telah menyebar di seluruh dunia; tak terkecuali Indonesia dan negara-nega-ra ASEAN lainnya. Itulah sebabnya; ketika para menteri-menteri kesehatan se ASEAN bertemu di Jakarta awal bulan ini mereka sepakat untuk menjadikan AIDS sebagai masalah regional yang harus mendapatkan prioritas.