cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN SIKAP DAN PERCEIVED BEHAVIOR CONTROL DENGAN INTENSI DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI IGD MENGGUNAKAN THEORY OF PLANED BEHAVIOR Ardhiles Wahyu Kurniawan
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja IGD yang kompleks akan mempengaruhi kualitas perawatan, pelayanan kesehatan, termasuk dokumentasi yang dilakukan tidak tepat atau tidak lengkap. Dokumentasi keperawatan yang tidak lengkap menunjukkan proses asuhan keperawatan tidak berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Theory of Planed Behavior (TPB) telah digunakan untuk menjelaskan perilaku seseorang dan mengidentifikasi faktor-faktor penting yang mempengaruhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan perceived behavior control dengan intensi dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat menggunakan Theory of Planed Behavior. Desain penelitian menggunakan analysis observational dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian perawat pelaksana di IGD RS dr Soepraoen, IGD RS Panti Waluya Sawahan dan IGD RS Islam Malang. Sampel berjumlah 45 perawat IGD dan 341 dokumen dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil analisis uji statistik partial least square menunjukkan terdapat hubungan hubungan sikap dan perceived behavior control dengan intensi dibuktikan dengan masing-masing nilai T-Statistik sebesar >1,68. Rumah Sakit dan perawat IGD diharapkan mengembangkan sikap positif serta PBC yang baik sehingga menyebabkan intensi yang baik selanjutnya terbentuk perilaku pendokumentasian keperawatan yang baik pula.
IDENTIFIKASI TINGKAT FAMILY BURDEN ORANG TUA ANAK TYPE 1 DM (T1DM) DI IKADAR KOTA MALANG dian pitaloka priasmoro
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type 1 Diabetes mellitus atau T1DM adalah salah satu penyakit yang terjadi sejak masa anak dan remaja. Mereka membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup dengan mengandalkan injeksi insulin. Keluarga dari anak T1DM diminta untuk berkomitmen dan mendukung perubahan gaya hidup. Kondisi ini dapat mengakibatkan keterbatasan, ketidakmampuan, kecacatan, komplikasi maupun pengalaman yang tidak menyenangkan yang dirasakan orang tua disebut sebagai family burden atau beban keluarga. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan mengidentifikasi family burden orang tua anak T1DM. Yang dilaksanakan melalui kunjungan rumah pada orang tua yang tergabung di IKADAR Kota Malang pada bulan Juni-Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki remaja T1DM yang berusia 10-19 tahun. Sampel diambil dengan metode total sampling sejumlah 25 responden. Data yang diperoleh selanjutnya ditabulasi dan di analisis serta disajikan datanya dalam bentuk mean, modus, median, min-mak. Dari data uji statistik deskriptif didapatkan hasil sebagian besar responden tidak ada burden sejumlah 14 orang(56%), burden ringan sejumlah 9 orang(36%) dan burden sedang sejumlah 2 orang (8%). Tidak ada burden keluarga dimungkinkan dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, lama terdiagnosa, dan lama tergabung di Ikadar. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar keluarga senantiasa aktif mencari sumber dukungan utamanya melalui kelompok.
Faktor Pendukung Timbulnya Gestasional DM pada Ibu Hamil di BPS Nunung Ernawati
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gestasional Diabetes Mellitus (GDM) menjadi masalah kesehatan masyarakat sebab penyakit ini berdampak langsung pada kesehatan ibu dan janin. Angka GDM di Indonesia sangat sukar ditemukan karena kurangnya kemampuan dalam melakukan deteksi dini pada ibu hamil. Kondisi diatas biasanya mulai terjadi pada kehamilan 24 minggu dan pada sebagian penderita akan kembali normal setelah melahirkan, namun hampir setengah angka kejadiannya, diabetes akan muncul kembali.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya factor resiko gestasional diabetes mellitus.pada Ibu hamil. Metode penelitian menggunakan deskriptif . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang control ke BPS A dan B Kabupaten Malang kurang lebih 50 orang, sampel berjumlah 30 orang, diambil menggunakan purposive sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar chek list berupa penilaian resiko GDM kemudian data yang diperoleh diolah dengan prosentase dan diinterprestasikan ke dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor pendukung resiko gestasional diabetes mellitus pada riwayat obstetric responden adalah pernah mengalami melahirkan bayi macrosomia (43%), riwayat abortus berulang (25%), riwayat pre eclampsia (14%), Polihidramnion (11%) dan IUFD (7%). sedangkan factor medis gestasional diabetes mellitus pada ibu hamil adalah riwayat keluarga yang menderita DM (49%), peningkatan BB berlebihan (38%), riwayat menderita DM sebelumnya (8%) dan usia >35 tahun (5%). Sedangkan rerata kadar glukosa acak responden adalah 173,5, glukosa puasa 117,57 dan TTGO 155,8. Berdasarkan hasil penelitian diatas utnuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin selama fase kehamilan sampai dengan persalinan, perlu adanya screening awal saat ANC untuk mengidentifikasikan adanya gangguan metabolism glukosa seperti gestasional diabetes mellitus.
MENGURANGI NYERI ISCHIALGIA DENGAN AKUPUNKTUR METODE JIN’S 3 NEEDLES Puspo Wardoyo
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ischialgia merupakan salah satu nyeri muskulos keletal di daerah lumbosakralis yang menjalar ke pantat bahkan sampai lateral ujung kaki. Tata laksana Ischialgia secara konvensional dilakukan antara lain dengan pengobatan farmakologi, rehabilitasi medik dan operasi. Meskipun dengan efek samping yang menyertai, tindakan kuratif tersebut masih dilakukan. Sedangkan terapi akupunktur juga bermanfaat untuk berbagai kasus nyeri terutama pada ischialgia perlu dibuktikan kemanfaatannya melalui berbagai penelitian. Sampai saat ini pengobatan akupunktur yang secara resmi diakui oleh kedokteran konvensional adalah kemanfaatannya untuk berbagai kasus nyeri. Mengingat pengobatan akupunktur berawal dari pendekatan falsafah tradisional maka masih banyak yang belum terungkap secara ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini merupakan penelitian pemula yang dilakukan untuk membuktikan pengaruh terapi akupunktur metode Jins 3 Needles terhadap intensitas nyeri penderita ischialgia. Diharapkan metode Jins 3 Needles yang menggunakan sedikit jarum ini menjadi alternatif terpilih untuk berbagai kasus nyeri, termasuk ischialgia sehingga responden lebih nyamandan aman memilih pengobatan alami yang relatif tanpa efek samping ini. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita Ischialgia yang memanfaatkan pengobatan akupunktur di Laboratorium Klinik Akupunktur Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposiv Sampling dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Tindakan terapi akupunktur dilakukan berdasarkan standar prosedur operasional dan syarat tata laksana terapi. Dalam penelitian ini terapi dilakukan 3x/minggu dengan interval dua hari sekali selama 12 kali terapi. Untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah terapi maka data penelitian yang sudah terkumpul perlu diolah dan dianalisis. Uji hipotesis ditegakkan untuk membuktikan signifikansi pengaruh terapi akupunktur metode Jins 3 Needles terhadap intensitas nyeri penderita ischialgia menggunakan Uji Wilcoxon’s Signed Ranks Test. Hasilnya menyatakan bahwa t hitung lebih kecil dari pada t tabel. Karena H0 ditolak berati ada pengaruh perlakuan terapi Akupunktur metode Jin’s 3 Needles terhadap nyeri ischialgia.
Hubungan Respiratory Rate (RR) dan Oxygen Saturation (SpO2) Pada Klien Cedera Kepala Riki Ristanto
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Evaluasi fungsi respirasi pada pasien cedera kepala merupakan intervensi penting saat penatalaksanaan pasien cedera kepala. Evaluasi fungsi respirasi dilakukan melalui pengukuran RR dan SpO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara RR dan SpO2 pada klien yang mengalami cedera kepala. Metode. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain cohort retrospektif ini dilaksanakan di Rumah Sakit dr. Iskak Tulungagung pada bagian Rekam Medis. Data diambil dari semua rekam medis pasien bulan Januari 2016 hingga Juli 2017 berjumlah 150 rekam medis. Variabel yang digunakan adalah jumlah RR dan Kadar SpO2 saat pasien masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Data yang didapatkan kemudian diolah dengan SPSS 20.0 menggunakan Uji Korelasi Spearman’s Rho. Hasil. Berdasarkan hasil analisis Uji Korelasi Spearman’s Rho didapatkan p= 0,002, r= -0,247. Kesimpulan. Pada pasien cedera kepala, komponen RR memiliki hubungan yang bermakna dengan kadar SpO2 dengan kekuatan lemah dan arah korelasi negatif.
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS DENGAN PENGETAHUAN SEKS REMAJA AWAL DI SMP PGRI 01 DAMPIT elsa budi sihsilya rahmawati
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pola komunikasi orang tua dalam memberikan pendidikan seks dengan pengetahuan seks remaja awal di SMP PGRI 01 Dampit. Saran: pihak sekolah dapat membentuk forum wali murid dan menjelaskan pentingnya pendidikan seks bagi remaja, selain itu juga dengan tetap memberikan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.
INGKAT KETERGANTUNGAN PASIEN ASMA SETELAH DIBERIKAN ALAT BANTU NAFAS SEDERHANA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG kumoro asto lenggono
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Alat bantu nafas sederhana di rancang secara sederhana dengan prinsip penghangat dan pelembab bagi penderita gangguan saluran pernafasan. Penderita asma sering mengalami keluhan sesak sehingga menyebabkan kebutuhan dasar/aktifitas sehari-hari terganggu seperti makan minum, aktifitas berjalan pemenuhan BAB atau BAK dan istirahat. Pemberian alat bantu sederhana di rancang secara sederhana dari bahan water pump aquarium dimodifikasi dengan humidifier yang berfungsi sebagai pelembab udara dan penghangat untuk mengurangi respon alergi dan sesak pada pasien asma. Kemudahan alat sederhana ini dapat dibawa kemana-mana serta bisa dipakai sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan pasien asma. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kemandirian pasien asma setelah diberikan alat bantu nafas sederhana di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malang dengan responden sejumlah 30 orang penderita asma. Rancangan penelitian menggunakan diskriptif. pengukuran kemandirian menggunakan index barthel yang meliputi kemampuan pemenuhan aktifitas makan, mandi, perawatan diri, berpakaian , BAK/BAB dan mobilitas. Analisis data menggunakan prosentase dan disajikan dalam tabel distribusi frekwensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemandirian setelah menggunakan alat bantu nafas sederhana. Dari tingkat ketergantungan mandiri 3% meningkat menjadi 10% setelah menggunakan alat bantu nafas sederhana.Termasuk ada peningkatan aktifitas dari katagori ringan 17% menjadi 30%. Penurunan kategori aktifitas berat sebelum menggunakan 20 % menurun menjadi 17%. Rekomendasi berdasarkan pemberian alat bantu nafas sederhana dapat membantu untuk meningkatkan kemandirian pasien asma dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penggunaan alat bantu sederhana ini sangat efektif dan ekonomis dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bagi penderita asma. Keyword : tingkat ketergantungan, Pasien Asma, alat bantu nafas

Page 1 of 1 | Total Record : 7