cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2018)" : 7 Documents clear
PENERAPAN MODEL PERILAKU PERAWAT TENTANG HAND HYGIENE BERBASIS TEORY OF PLANNED BEHAVIOUR DAN KEPATUHAN PERAWAT MELAKUKAN HAND HYGIENE 5 MOMENT 6 LANGKAH Apriyani Puji Hastuti; Heny Nurmayunita
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introductions: Hand washing is a way to prevent disease and is a process that mechanically removes impurities from the skin of the hands using a handrub. Hand washing has been regarded as one of the most important measures to reduce transmission of microorganisms and prevent infection for more than 150 years. In 2009 the WHO formulated a strategy for implementing 5 6-step moments for health workers. The hand washing procedure is performed before contact with the patient, before performing aseptic procedures, after exposure to fluid, after contact with the patient, after contact with the environment (Ernawati, 2014). Hand-washing behavior of nurses is one of the factors that have a major influence in preventing the occurrence of nosocomial infections. Previous research from Fatmawati, found the number of nurses who perform handwashing procedures 5 moments 6 steps there are in accordance with the stage, and some are not in accordance with the stages that have been set. It was found that more than 20% of nurses on duty only did hand washing after taking action to the patient and did not wash their hands before contact with the patient. Method: The design of this study used pre experimental design with one shot case study approach. Data analysis in this research use with univariate analysis. Result : Compliance nurse about hand washing 5 moments 6 steps of high compliance as much as 335 times the action (70%) and low compliance as much as 65 times the action (14%). While for 5 moments most have low compliance as much as 289 times action (61%) and a small part 86 times action (18%). The nurse performs hand wash in step 1 as much as 439 (99,7%), step 2 count 413 (93,86%), step 3 counted 421 (95,68%), step 4 342 (77,3%), 5 as many as 335 (76.14%) and step 6 of 335 (76.14%). The nurse performs handwashing at moment 1 of 78 (18%), moment 2 is 61 (14%), moment 3 is 276 (73%), moment 4 and moment 5 are 440 (100%).
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PERILAKU CARING PERAWAT Nur Aini
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Masyarakat semakin menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Ukuran keberhasilan suatu pelayanan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat diwujudkan bila perawat memiliki dan menerapkan perilaku caring. Namun permasalahan yang mendasar pada profesi keperawatan saat ini adalah rendahnya perilaku caring. Perilaku caring bisa dipelajari oleh semua perawat, bukan merupakan sifat bawaan dan dipengaruhi oleh faktor psikologis dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tipe kepribadian dan budaya organisasi dengan perilaku caring perawat. Metode : Jenis penelitian adalah deskriptif analitik. Tempat RST Dr. Soepraeon Malang pada bulan Agustus 2017. Sampel sejumlah 15 orang perawat pelaksana di ruang rawat inap yang diambil dengan teknik total smpling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis data dengan uji satistik Chi Square dan korelasi Spearman. Hasil : Perilaku caring perawat terbanyak adalah kategori kurang sejumlah 9 orang (60 %), tipe kepribadian mayoritas ekstrovert 8 orang (53,33 %) dan budaya organisasi terbanyak adalah kategori kurang (53,33 %). Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikansi (p value) pada tipe kepribadian adalah 0,773 sedangkan pada budaya organisasi 0,018. Sehingga dapat disimpulkan hanya budaya organisasi yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku caring perawat. Diskusi : Budaya organisasi turut membentuk seseorang dalam berperilaku. Budaya organisasi akan menjadi pendorong bagi karyawan untuk bersikap positif, dedikatif dan produktif sehingga akan berdampak pada peningkatan efektivitas kinerja seseorang. Disarankan kepada institusi rumah sakit, agar terus memperbaiki budaya organisasi dan mempertahankan aspek-aspek budaya organisasi yang sudah positif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA KONTRUKSI DI PT X KABUPATEN PASURUAN erma wahyu mashfufa
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung diri adalah seperangkat alat keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari kemungkinan adanya paparan potensi bahaya lingkungan kerja terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kepatuhan menggunakan APD pada pekerja konstruksi. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 di PT X Kabupaten Pasurun. Jumlah Sampel 41 Pekerja, pengambilan sampel menggunakan teknikTotal Sampling , dengan menggunakan kuisioner pengetahuan alat pelindung diri dan Lembar Observasi untuk kepatuhan menggunakan alat pelindung diri. Analisa data dilakukan dengan Uji Spearman Rank.Hasil penelitian didapatkan Pengetahuan Alat Pelindung Diri yaitu Sedang dengan jumlah 35 responden (85,4%) dan kepatuhan Alat pelindung diri dengan kategori tidak patuh didapatkan sebanyak 34 responden (87,8%).Pengetahuan dan kepatuhan menggunakan alat pelindung dir pada pekerja konstruksi dengan perhitungan Uji Spearman Rank dengan probabilitas (sig.)= 0.290 > α = 0.05, maka H1 ditolak. Sehingga, didapatkan hasil penelitian tidak ada hubungan pengetahuan alat pelindung diri dengan kepatuhan menggunakan Alat pelindung diri pada pekerja Konstruksi.
EFFECT OF FAMILY CHILDREN MODIFIED MODEL ON FAMILY EMPOWERMENT IN MALANG ELEMENTARY SCHOOL Apriyani Puji Hastuti; Hanim Mufarokhah Mufarokhah
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Malnutrition and over nutrition in school-age children is a serious problem because it will continue into adulthood which is a risk factor for various metabolic and degenerative diseases such as cardiovascular disease, diabetes mellitus, cancer, osteoporosis, etc. In children with malnutrition and over nutrition can also cause a variety of health problems that interfere with the quality of life such as disorders of leg growth, sleep disturbances, stop breathing for a moment and other respiratory disorders. The high number of malnutrition and over nutrition in Indonesia needs to get easy and affordable treatment by quality health services, one of which is through family empowerment called family empowerment. The family is the first and closest person that affects the child's lifestyle. Healthy lifestyles and not determined by parenting from family or family including diet, eating behavior and children's activities. The application of a balanced lifestyle to school children is not an easy thing. This requires support from various parties, namely parents, family, teachers, health workers and other parties. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of modified model family empowerment on the level of family empowerment. Methods: This study was a semi-experiment one group pre and post test design with 172 respondents were taken by purposive sampling technique. Family Empowerment was measured by using Family Empowerment Scale (FES) before and after family empowerment modified model. Family empowerment model was performed at one time and evaluate in 2 month to the family. Analysis of the data was analyzed using Wilcoxon Signed Rank test. Result The level of family empowerment of the control group before intervention was mostly 73 people (85%) and a good small portion was 13 people (15%) with a mean ± SD of 89.54 ± 5.91. The level of family empowerment in the treatment group in the pre-majority was 73 people (85%) and a small portion less than 3 people (3%) with a mean ± SD of 89.02 ± 5.65. After the intervention became quite large as many as 70 people (81%) and a small portion was enough as many as 16 people (19%) with a mean ± SD of 90.17 ± 5.28. The results showed that the Family Empowerment Modified model can increase the level of family empowerment ((Z= 4,226 dan α=0,000) Conclusion: According to the results of this research and because of knowledge increasing and understanding’s family about diet model. Family is the first and closest person that affects the child's lifestyle, it would be balance in nutrition fulfillment of children.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KESEHATAN JIWA REMAJA DI SMPN KOTA MALANG Yeni - Fitria
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gangguan jiwa pada anak dan remaja adalah perilaku yang tidak sesuai dengan tahapan usianya, menyimpang bila dibandingkan dengan norma budaya yang mengakibatkan kurangnya atau terganggunya fungsi adaptasi. Pada masa muda dengan perilaku gangguan dan penyalahgunaan zat, masalah hukum, agresi, menjadikan risiko tinggi bunuh diri pada remaja. Banyaknya masalah dan perilaku menyimpang pada masa remaja menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok risiko terhadap masalah kesehatan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan crossectional untuk mengetahui hubungan antara dukungan social keluarga dengan kesehatan jiwa pada remaja di SMPN Malang. Sampel penelitian terdiri 94 responden. Teknik sampling mengunakan proportionate stratified random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan sosial dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman rank. Hasil dan analisis: Sebagian besar responden mendapatkan dukungan sosial dari keluarga dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 81 responden (86,2%) dan lebih dari setengah responden memiliki kesehatan jiwa dalam kategori normal, yaitu sebanyak 55 responden (58,5%). Dari uji statistik didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,021 (
PENGARUH TERAPI DINGIN CRYOTHERAPY TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA FRAKTUR EKSTREMITAS TERTUTUP Lenni Sastra; Lola Despitasari
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Fraktur atau patah tulang merupakan gangguan penuh atau sebagian pada kontinuitas struktur tulang. Keluhan utama yang sering ditemukan pada pasien fraktur adalah nyeri. Terapi dingin secara klinis dapat meningkatkan ambang nyeri, mencegah pembengkakan dan menurunkan performa motorik local. Salah satu cold therapy adalah cryotherapy. Cryotherapy merupakan penggunaan es (ice pack) dan air es dalam pengobatan cedera dan modalitas pengobatan yang umum digunakan dalam pengelolaan cedera.. Secara fisiologis es mengurangi aktivitas metabolisme dalam jaringan sehingga mencegah kerusakan jaringan sekunder dan mengurangi nyeri ke sistem saraf pusat. Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Cryotherapy Ice Pack terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien fraktur tertutup. Metodologi Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pre dan post test dan rancangan yang digunakan adalah rancangan one group pretest and postest design.. Sampel pada penelitian ini adalah pasien dengan fraktur terutup di ruang trauma centre RSUP DR. M. Djamil Padang sebanyak 12 orang. Teknik purposed sampling digunakan dalam penentuan sampel. Instrument yang akan digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi untuk menentukan nyeri yang dirasakan oleh responden. Analisa data menggunakan uji statistik yaitu Paired sample T Test . Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan p value 0, 00 (p value< 0,05) sehingga ada pengaruh terapi dingin cryotherapy terhadap penurunan nyeri pasien dengan ekstremitas tertutup. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi efek dari terapi dingin cryotherapy pada penurunan nyeri pasien dengan fraktur ektremitas tertutup.
Hubungan Usia Menarche dengan kejadian Menopuse pada ibu menopause Usia 40-55 Tahun Di Posandu Lansia Mawar di Kec. Poncokusumo Kab. Malang Anik Purwati
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Menarche (Haid pertama) merupakan haid yang pertama kali terjadi perdarahan pada dinding rahim dan yang dikenal dengan istilah darah haid. Haid pertama tanda kesiapan biologis, dan tanda siklus masa subur telah dimulai. Menarche adalah menstruasi yang dialami pertama kali oleh seorang perempuan. Sedangkan Menopause merupakan suatu kondisi dimana menstruasi berhenti secara permanen. Pada kondisi ini terjadi penurunan sekresi estrogen oleh folikel ovarium sehingga menimbulkan respon peningkatan sekresi gonadotropin dari hipofise, yaitu FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinising Hormone). Folikel yang tersisa tidak lagi sensitif terhadap peningkatan FSH dan LH ini, sehingga kadar estradiol tetap rendah, hal ini mengakibatkan menstruasi terhenti. Perubahan pada saat menopause dapat berupa penurunan produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesterone dari indung telur. Keluhan menopause sangat bervariasi pada wanita. Menopause berhubungan dengan menarche, semakin dini menarche terjadi, makin lambat menopause timbul, sebaliknya makin lambat menarche terjadi makin cepat terjadinya menopause. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu-ibu menopause berjumlah 49 orang, dan sampelnya adalah sebagian ibu-ibu yang mengalami menopause yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik metode purposive sampling berjumlah 46 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara, analisis data secara bivariat dengan uji statistik menggunakan Rank Spearman. Dari hasil uji statistik Rank spearman didapatkan hasil p value = .000 dengan nilai signifikansi 0,05 karena nilai p < 0,05 ( .000 < 0,05). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan usia menarche dengan kejadian menopause pada ibu menopause usia 40-55 tahun di Posyandu Mawar Kecamatan Poncokusuma Kab. Malang. Kata Kunci: Usia Menarche, Kejadian Menopause, Ibu Menopause Usia 40-55 Tahun

Page 1 of 1 | Total Record : 7