Articles
10 Documents
Search results for
, issue
" Vol 1, No 2 (2013)"
:
10 Documents
clear
Upaya Mengurangi Kecemasan Menghadapi Ujian Melalui Konseling Rasional Emotif Teknik Relaksasi Pada Siswa
Aisiyah, Nasiatul
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecemasan merupakan suatu keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan perasaan tegang secara subjektif, keprihatinan dan kekhawatiran disertai dengan getaran susunan syaraf otonom dengan derajat yang berbeda-beda. Sumber kecemasan yang paling menonjol dan yang paling sering dialami siswa di sekolah selain kaitannya dengan guru yakni kekhawatiran mengalami kegagalan dalam ujian atau tes. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas konseling rasional emotif teknik relaksasi dalam mengurangi kecemasan menghadapi ujian siswa MA Taqwal Illah Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa konseling rasional emotif teknik relaksasi yang dilaksanakan di MA Taqwal Illah Semarang belum ideal. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi ujian. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, maka perlu dilaksanakan PTBK dengan menerapkan konseling rasional emotif teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian. Hasil pelaksanaan tindakan menunjukan kecemasan siswa menghadapi ujian mengalami penurunan. Rata-rata nilai pretest untuk tingkat kecemasan menghadapi ujian adalah 75,25. Nilai tersebut masuk pada kategori tinggi. Rata-rata skor posttest (setelah pelaksanaan tindakan) adalah 43,25.. Data ini menunjukan bahwa konseling rasional emotif teknik relaksasi efektif dalam mengurangi kecemasan menghadapi ujian siswa MA Taqwal Illah Semarang. Kata Kunci :  konseling rasional emotif teknik relaksasi, siswa MA, kecemasan menghadapi ujian
Upaya Meningkatkan Karakter Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama
Rumlah, Rumlah
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang penelitian ini adalah bahwa di kelas VIII A MTs Al Muttaqin Rengging Pecangaan Jepara masih banyak ditemukan siswa yang mempunyai karakter rendah. Asumsi ini didasarkan  pada hasil observasi dengan guru bimbingan dan konseling di MTs tersebut melalui catatan pribadinya yang menunjukkan masih ada beberapa siswa yang tidak menghormati guru dan juga cara berpakaian seragam yang tidak menunjukkan kerapiannya.Oleh karena itu perlu adanya layanan bimbingan kelompok yang khusus terhadap siswa-siswa tersebut. Dengan demikian maka peneliti perlu bekerja sama dengan guru BK untuk melakukan tindakan peningkatan karakter siswa tersebut melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama agar tercapai tujuan pendidikan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya karakter siswa kelas VIII A MTs Al Muttaqin Rengging Pecangaan Jepara. (2) untuk meningkatkan karakter siswa kelas VIII A MTs Al Muttaqin Rengging Pecangaan Jepara melalui teknik sosiodrama dalam bimbingan kelompok. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik observasi. Layanan ini khusus diberikan kepada siswa kelas VIII A MTs Al Muttaqin yang  memiliki karakter rendah. Prosedur penelitian ini dilakukan dengan dua siklus yang berkelanjutan yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan pada kurun waktu dua minggu. Setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi (pengamatan), dan refleksi. Hasil dari data yang di peroleh melalui observasi, karakter siswa dalam bertata krama dengan guru dan kerapian berpakaian sebelum dilaksanakan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama (pra siklus) berada pada kategori sangat kurang dengan prosentase sebesar 34%. Setelah tindakan siklus I, karakter siswa sudah meningkat namun masih pada kategori kurang baik dan hasil prosentasenya adalah 51%. Sedangkan di akhir siklus II, karakter siswa meningkat menjadi 94% dan berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian dapat diketahui bahwa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatkan karakter siswa dalam bertata krama dengan guru dan kerapian berpakaian seragam. Saran-saran yang dapat disampaikan adalah (1) Bagi guru, baik guru BK maupun guru mata pelajaran agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif, dan inovatif yang selalu mengenalkan dan menerapkan pendidikan karakter terhadap peserta didiknya. (2) bagi siswa, agar lebih semangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah serta selalu berusaha untuk berkarakter yang positif yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kata Kunci : Karakter siswa, bimbingan kelompok, sosiodrama
Upaya Meningkatkan Kecerdasan Emosi Melalui Bimbingan Kelompok Pada Siswa
Mulyani, Sri
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana pelaksanaan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa calon peer counselor SMK Cinde Semarang? (2) Bagaimana kontribusi layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa calon peer counselor SMK Cinde Semarang?. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui pelaksanaan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa calon peer counselor SMK Cinde Semarang; (2) Mengetahui kontribusi layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa calon peer counselor SMK Cinde Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). dengan rangkaian siklus berupa perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TKR SMK Cinde Semarang yang berjumlah 10 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini yaitu teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian : (1) Sebelum pelaksanaan bimbingan kelompok rata-rata tingkat kecerdasan emosi pada calon peer counselor adalah 124,6 dengan kategori sedang; (2) Bimbingan kelompok dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana setiap siklusnya ada 2 kali pertemuan. Pelaksanaan bimbingan kelompok hanya dibatasi pada pelatihan calon peer counselor. Prosedur pelaksanaannya mengacu pada tahapan layanan bimbingan kelompok yang meliputi tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan tahap pengakhiran; (3) Tingkat kecerdasan emosi calon peer counselor setelah diberi tindakan (siklus 1 dan siklus 2) adalah 139,2 dengan kategori tinggi. Hasil ini menunjukan bahwa bimbingan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosi pada siswa (calon peer counselor) di SMK Cinde Semarang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut berarti hipotesis kerja (Ha) yang menyatakan Bimbingan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosi siswa calon peer counselor di SMK Cinde Semarang, diterima. Kata Kunci : kecerdasan emosi, bimbingan kelompok, peer counselor
Upaya Mengurangi Kebiasaan Buruk Dalam Membolos Dan Mencontek Dengan Layanan Bimbingan Kelompok Siswa
Ervi, Neni Arni Yeti
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian bertujuan untuk mengurangi kebiasaan buruk tersebut dan merubah kebiasaan buruk tadi menjadi kebiasaan yang baik serta untuk meembuktikan apakah Layanan Bimbingan Kelompok efektif mengurangi kebiasaan buruk dalam membolos dan mencontek pada siswa SMP N 2 Purwodadi di kelas VIII D terutama untuk 10 siswa tersebut. Populasi adalah siswa kelas VIII D SMP N 2 Purwodadi, sebanyak 10 siswa.Diantaranya 8 siswa laki- laki dan 2 siswa perempuan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan bimbingan dan konseling melalui layanan bimbingan kelompok oleh ( Prayitno : 2004). Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi oleh ( Banun Sri Haksasi : 2008). Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan terhadap hasil pengamatan, analisis data pada penelitian ini adalah diskripsi kualitatif karena membandingkan tingkat kebiasaan buruk pada siswa antara kondisi awal (prasiklus) dengan siklus I dan siklus II kondisi akhir (Pasca Siklus). Pada pelaksanaan kondisi awal observasi dengan hasil yang didapat dengan jumlah rata â rata sebesar 63,8% dalam kategori Tinggi. Pada siklus I kondisi siswa sewaktu mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok dengan masuk dalam kategori Baik dengan hasil rata-rata tertinggi mencapai 64,7%. Pada Siklus II kondisi siswa sewaktu mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok masuk dalam kategori Sangat Baik dengan hasil rata-rata tertinggi mencapai 86,3%. Pada kondisi akhir jumlah rata- rata kebiasaan buruk siswa menjadi menurun menjadi 36,4%. Simpulan kebiasaan buruk siswa dalam membolos dan mencontek berkurang dengan melalui layanan bimbingan kelompok. Kata Kunci :  Kebiasaan Buruk Dalam Membolos Dan Mencontek, Layanan Bimbingan Kelompok, Siswa SMP.
Peningkatan Intensitas Belajar Mandiri Dengan Layanan Informasi Di Kelas
Anwar, Mochamad
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang masalah penelitian ini adalah di lingkungan Sekolah Menengah Pertama anak didik dibimbing untuk belajar, dengan cara mandiri ataupun dengan cara berkelompok untuk merangsang sosialisasi anak. Kemandirian anak dalam aktivitas belajar bertujuan agar anak mengetahui secara sadar apa yang dilakukannya dan tahu apa yang menjadi tujuannya.  Anak akan merasa bahagia bahwa ia mempunyai arti bagi diri dan orang lain, ia mampu mengenali diri, mengetahui kekurangan dan kelebihan, dapat menerima diri dan orang lain seperti apa adanya, dapat bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya, pantang mundur meski ada kekurangan pada dirinya dan juga berani menghadapi kenyataan yang ada. Namun  pada  kenyataannya  di  kelas  VIII E  SMP  Negeri  1  Kradenan  bahwa dari 12 orang siswa hanya 4 orang yang sering mandiri dalam aktivitas belajar sedangkan 8 orang siswa cenderung belum dapat mandiri dalam aktivitas belajar. Kondisi ini terlihat dari adanya perilaku yang malas belajar. Kebanyakan dari mereka dalam menyelesaikan pekerjaan rumah hanya menyalin dari teman atau sama sekali tidak mengerjakannya. Kemandirian pada anak berawal dari keluarga dan dipengaruhi oleh pola pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang berperan dalam membimbing, membantu dan mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peningkatan intensitas belajar mandiri siswa kelas VIII di SMP N 1 Kradenan . 2) Untuk mengetahui bagaimana layanan informasi dapat membantu belajar siswa kelas VIII di SMP N 1 Kradenan.Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2013 di SMP negeri 1 Kradenan. Subjek penelitian 12 siswa kelas VIII E. Studi penelitian menggunakan siklus I dan siklus II dengan media diskusi dengan lima kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukan pembekalan Layanan informasi dapat meningkatkan jumlah siswa yang mandiri dalam aktivitas belajar yaitu 3 orang atau 25% pada siklus I dengan dua kali pertemuan, meningkat menjadi 9 orang atau 75% pada siklus II dengan tiga kali pertemuan. Kesimpulan Layanan Informasi dapat meningkatkan intensitas siswa yang mandiri dalam aktivitas belajar yaitu 3 orang atau 25% pada siklus I, meningkat menjadi 9 orang atau 75% pada siklus II. Hasil ini menunjukkan telah memenuhi indikator kinerja dan hipotesis tindakan yang berbunyi : âjika digunakan layanan informasi maka belajar mandiri pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kradenan dapat ditingkatkan. Pemberian layanan informasi dapat meningkatkan motivasi dan kemandirian siswa dalam belajar bila guru bimbingan konseling dan individu siswa sama-sama lebih aktif. Kata Kunci : peningkatan, intensitas, belajar mandiri, layanan informasi
Upaya Meningkatkan Motivasi Berwirausaha Melalui Konseling Karir Pada Siswa
Astuti, Tri Yuni
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penanaman motivasi berwirausaha akan menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi masalah pengangguran. Oleh sebab itu, pendidikan kewirausahaan seharusnya sudah mulai ditanamkan kepada siswa sedini mungkin, sehingga motivasi berwirausaha benar-benar dapat tertanam pada diri siswa. Salah satu media intervensi yang dapat digunakan adalah layanan konseling akrir. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas layanan konseling karir dalam meningkatkan motivasi berwirausaha pada siswa SMA Institut Indonesia Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa layanan konseling karir yang dilaksanakan di SMA Institut Indonesia Semarang belum terintegrasi dengan pendidikan kewirausahaan, sehinga tingkat motivasi berwirausaha beberapa siswa di sekolah tersebut cenderung rendah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan tersebut perlu dilaksanakan layanan konseling karir yang secara khusus ditujukan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha siswa dalam wadah PTBK. Hasil pelaksanaan tindakan menunjukan motivasi berwirausaha siswa mengalami peningkatan. Sebelum pelaksanaan layanan konseling karir skor rata-rata motivasi berwirausaha siswa adalah 57,5. Setelah pelaksanaan tindakan skor rata-rata motivasi berwirausaha siswa adalah adalah 96,5. Hasil ini menunjukan bahwa layanan konseling karir efektif dalam meningkatkan motivasi berwirausaha siswa di SMA Institut Indonesia Semarang. Kata Kunci : layanan konseling karir, siswa SMA, motivasi berwirausaha
Upaya Meningkatkan Motivasi Membaca Melalui Layanan Bimbingan Belajar Teknik SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) Pada Siswa
Rohman, Minanur
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagai bagian integral dalam diri siswa, motivasi memiliki kontribusi paling besar untuk kemajuan siswa menuju aktivitas membaca dan memanfaatkan media-media belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas layanan bimbingan belajar teknik SQ3R dalam meningkatkan motivasi membaca siswa di MTs Bandar Alim Jungpasir Wedung Demak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan di MTs Bandar Alim Demak, dapat disimpulkan bahwa banyak keluhan dari para guru mata pelajaran mengenai animo siswa untuk membaca sangat lemah. Berdasarkan hasil prasurvey tersebut maka perlu dilaksanakan PTBK dengan mengimplementasikan layanan bimbingan belajar teknik SQ3R untuk meningkatkan motivasi membaca siswa. Hasil pelaksanaan tindakan menunjukan motivasi membaca siswa mengalami peningkatan. Rata-rata skor sebelum pelaksanaan tindakan adalah 55% (masuk dalam kategori rendah), setelah siklus 1 adalah 69% (masuk dalam kategori sedang), dan setelah siklus 2 adalah 80,75% (masuk dalam kategori tinggi). Data ini menunjukan bahwa layanan bimbingan belajar teknik SQ3R secara efektif dapat meningkatkan motivasi membaca siswa di MTs Bandar Alim Jungpasir Wedung Demak. Kata Kunci : layanan bimbingan belajar teknik SQ3R, motivasi membaca, siswa MTS
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Bimbingan Kelompok Pada Siswa
Sampurnawati, Endang
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Motivasi merupakan faktor yang penting dalam kegiatan belajar. Motivasi akan membuat siswa belajar dengan giat. Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila anak yang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK Perintis 29 Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Hasil prasurvey menunjukan bahwa: (1) layanan bimbingan kelompok di SMK Perintis 29 Semarang belum sesuai dengan ketentuan formal pelaksanaan layanan; (2) tingkat motivasi belajar beberapa siswa di SMK Perintis 29 Semarang masih rendah. Oleh karena itu diperlukan strategi khusus dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok secara ideal sesuai dengan ketentuan formal pelaksanaan layanan. Hasil pelaksanaan tindakan menunjukan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan. Rata-rata skor sebelum pelaksanaan tindakan adalah 56% (kategori rendah), pasca siklus 1 adalah 74% (kategori tinggi), dan pasca siklus 2 adalah 84 (kategori tinggi). Peningkatan skor tersebut membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK Perintis 29 Semarang. Kata Kunci : layanan bimbingan kelompok, siswa SMK, motivasi belajar
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Hubungan Interpersonal Siswa
Ambarini, Retno
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; masih adanya sebagian siswa yang mengalami kesulitan dalam hubungan interpersonal sehingga siswa mengalami kesulitan dalam pergaulan dan dalam penyesuaian dengan lingkungan. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, sebab semakin lama akan bisa mengalami kegagalan dalam belajar. Di sisi lain, permasalahan tersebut tidak hanya dilakukan seorang siswa sehingga pelaksanaannya secara kelompok, dengan harapan pelaksanaan bimbingan kelompok akan dapat meningkatkan  hubungan interpersonal siswa. Permasalahannya adalah: (1) bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan kelompok, bagaimana hubungan interpersonal siswa, dan (3) bagaimana efektivitas layanan bimbingan kelompok terhadap hubungan interpersonal siswa SMK Bardan Wasalaman Batang. Subjek penelitian sebanyak 73 siswa, namun penelitian dilakukan secara sampel kepada 12 siswa yang mengalami masalah tentang hubungan interpersonal. Alat pengumpul data yang digunakan adalah dokumentasi dan angket. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif persentase (DP) dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian: (1) pelaksanaan layanan bimbingan kelompok diperoleh skor 91,67% yang dinyatakan oleh 11 dari 12  responden dengan kriteria sangat baik, (2) hubungan interpersonal  siswa  diperoleh skor 75% yang dinyatakan oleh 9 dari 12 responden dengan kriteria sangat tinggi, dan (3) pelaksanaan layanan bimbingan kelompok memiliki efektivitas meningkatkan kemampuan hubungan interpersonal siswa dengan diperoleh skor 0,958, sedangkan angka dalam tabel untuk N (subjek) 12 = 0,576, karena 0,958 > 0,576 maka hipotesis kerja (Ha): âLayanan bimbingan kelompok memiliki efektivitas terhadap hubungan interpersonal siswa SMK Bardan Wasalaman Kabupaten Batangâ diterima, ini berarti bahwa  semakin baik layanan bimbingan kelompok akan semakin tinggi kemampuan siswa dalam memahami hubungan interpersonal dengan siswa dan orang lain.   Kata Kunci : Layanan bimbingan kelompok, hubungan interpersonal.
Hubungan Layanan Informasi Dengan Kreativitas Belajar Siswa
Rahayu, Sri
KES Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : KES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kreativitas merupakan bakat yang secara potensial dimiliki setiap orang, dapat diidentifikasi dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat. Layanan informasi sebagai salah satu bentuk layanan dalam program BK memiliki peran yang strategis dalam mengembangkan kreativitas belajar pada diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana hubungan layanan informasi dengan kreativitas belajar siswa di SMK Pancasila Purwodadi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Hubungan layanan informasi belum diketahui secara pasti dalam mengembangkan potensi siswa di SMK Pancasila Purwodadi, termasuk di dalamnya adalah kreativitas belajar, karena tidak pernah dilaksanakan evaluasi/penilaian secara berkala pada setiap pelaksanaan layanan. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikansi antara layanan informasi dan kreativitas belajar siswa kelas XI SMK Pancasila Purwodadi.Perhitungan dengan menggunakan rumus korelasi product moment menunjukkan hasil bahwa rxy atau rhitung sebesar 0,3075. Apabila dikonsultasikan dengan rtabel pada taraf kepercayaan 5% yaitu 0,195 maka rhitung > rtabel. Kata Kunci : layanan informasi, kreativitas belajar, siswa SMK