cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
DIMENSI
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA GOA KREO TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Ginting, Yus Agustanto
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goa Kreo termasuk sebagai kawasan hinterland Kota Semarang. Sebagai kawasan pinggiran, daerah ini mampu berperan sebagai sumber pendapatan masyarakat Kandri Kecamatan Gunungpati. Ditemukannya manfaat lahan penghasilan baru di bidang dagang dan jasa membawa perubahan bagi masyarakat. Perubahan kondisi ekonomi, sosial-budaya masyarakat dari tahun 2000 mulai terjadi berkat pengembangan pariwisata di Goa Kreo. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah Sejarah perkembangan obyek wisata Goa Kreo?bagaimanakah kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar Goa Kreo?faktor-faktor dan hambatan apa sajakah yang memprngaruhi perkembangan obyek wisata Goa Kreo?Bagaimanakah dampak sosial ekonomi dari perkrmbangan obyek wisata Goa Kreo terhadap masyarakat Kandri kecamatan Gunungpati?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  sejarah perkembangan obyek wisata Goa Kreo,Untuk mengetahui dinamika kehidupan sosial dan budaya, Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pekembangan obyek wisata Goa Kreo Gunungpati Semarang, Untuk mengetahui dampak sosial ekonomi dari  perkembangan obyek wisata Goa Kreo Gunungpati Semarang. Penelitian ini dilakukan di desa Kandri, Gunungpati, Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan selama proses observasi, adapun yang dianalisis obyek wisata Goa Kreo di Desa Kandri, Gunungpati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran objek wisata Goa Kreo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibidang ekonomi, sosial dan budaya bersumber pada tiga unsur pokok, yaitu terbukanya kesempatan berusaha, lapangan kerja dan jasa seperti; kerajinan tangan, berjualan/berdagang dan menjadi guide/pemandu wisata lokal dll. Pemanfaatan peluang objek wisata Goa Kreo telah membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya. Terciptanya wisata alam dan wisata sejarah sebagai objek kajian pendidikan untuk lebih mengenal Goa Kreo sebagai aset wisata yang memiliki nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Pada akhirnya keberadaan dan pengembangan objek wisata ini sangat berpotensi positif kebermanfaatannya terhadap berbagai pihak, pemerintah, masyarakat dan wisatawan atau pengunjung. Sikap strategis pemerintah sebagai pemangku kebijakan dalam upaya pengembangan obyek wisata Goa Kreo dan Kandri sebagai wilayah aktivitas masyarakat pelaku pariwisata memberikan kontribusi positif terhadap kondisi masyarakat Kandri. Dengan demikian saran untuk Goa Kreo. Kandri dan Pemerintah agar saling koordinasi dan bekerjasama dalam meningkatkan komitmen agar dapat mempertahankan eksistensi Goa Kreo dan dapat meningkatkan kualitas masyarakat melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci : Goa Kreo, Sosial Ekonomi, Sosial Budaya
PERKEMBANGAN KESENIAN WAYANG KULIT DALAM PENGUATAN KEARIFAN LOKAL DI DESA KETANGIREJO KECAMATAN GODONG Handayani, Sri
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang dalam penelitian ini adalah wayang ada 2 jenis wayang yang dimainkan yaitu wayang yang dimainkan oleh orang dan wayang yang berwujud boneka yaitu wayang kayu,wayang kulit serta wayang rumput, wayang juga merupakan kearifan local yang tidak melanggar syariat islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) eksistensi wayang kulit di Desa Ketangirejo Kecamatan Godong; (2) perkembangan kesenian wayang kulit di Desa Ketangirejo Kecamatan Godong;(3) Simbol-simbol pada pergelaran wayang kulit; (4) sumbangan kesenian wayang kulit terhadap penguatan kearifan lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.Sumber data dalam penelitian kulitatif meliputi sumber lisan, sumber tertulis serta sumber lapangan. Metode pengumpulan data di dalam penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara terstruktur. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa (1) Eksistensi kesenian wayang kulit di Desa Ketangirejo Kecamatan godong mengalami pasang surut pada tahun 1990 hingga tahun 2000an mengalami kemunduran terlebih ketika terjadi krisis moneter namun pada tahun 2000an hingga saat ini eksistensi wayang mengalami kemajuan dibuktikan dengan masih adanya pengemar wayang yang mengadakan pagelaran wayang meski dengan biaya yang tidak sedikit (2) perkembangan wayang kulit di Desa Ketangirejo Kecamatan Godong pasti mengalami pasang surut seperti eksistensinya perkembangan ini terlihat pada fungsinya yang pada zaman nenek moyang wayang dijadikan alat sebagai pemujaan,sebagai penyebar agama islam dan semakin hari wayang kulit mempunyai fungsi yang bertambah salah satunya dapat dijadikan wadah untuk mengkritik suatu kelompok (3) dalam pertunjukkan wayang terdapat 2 simbol yaitu simbol material yaitu simbol yang berwujud yang dapat dilihat oleh pancaindera dan simbol immaterial yaitu simbol yang tidak Nampak oleh pancaindera (4) Sumbangan kesenian wayang kulit terhadap penguatan kearifan local meliputi8 sumber kehidupan yang menghubungkan manusia dengan bumi, air, api, angin, bulan, matahari, tumbuh-tumbuhan serta binatang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah wayang di Desa Ketangirejo kecamatan godong eksistensi dan perkembangannya mengalami pasang surut, dalam pagelaran wayang pasti terdapat simbol-simbol yang melambangkan kehidupan manusia simbol ini meliputi simbol materiil serta immateriil,dalam pagelaran wayang mengandung nilai-nilai yang berhubungan dengan kearifan lokal. Kata Kunci : Kesenian wayang kulit, kearifan local
PERAN ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA DALAM PELAKSANAAN PEMILU LEGESLATIF 2014 Anwar, Abdul Afif
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah Muhammadiyah sebagai organisasi yang berkiprah dalam kegaiatan sosial kemasyarakatan juga banyak berperan dalam bidang lain terutama pendidikan. Di wilayah kabupaten Kendal khususnya di kecamatan Sukorejo peran Muhammadiyah dalam pendidikan telah memberikan kontribusi antara lain didalamnya lembaga pendidikan. Taman pendidikan Al Qur’an dan kajian – kajian keIslaman. Disamping usaha mengembangkan pendidikan akademik juga memperhatikan nilai – nilai spiritual keagamaan dengan dimasukkan mata pelajaran menjad ciri khusus Muhammadiyah berupa pendidikan akhlak, ibadah, tarikh, al Qur’an dan Hadits dan ke-Muhammadiyahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran umum wilayah Sukorejo ditinjau dari segi pendidikan; (2) Bagaimana proses masuknya Muhammadiyah di kecamatan Sukorejo; (3)Peran organisasi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan di wilayah kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal; (4) Bentuk – bentuk penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah di wilayah kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal; (5) Kontribusi yang diberikan organisasi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan di kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal; (6) Hambatan dan tantangan dalam perkembangan pendidikan di kecamatan Sukorejo; (7) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menghadapi hambatan dan tantangan serta hasil yang telah dicapai dalam usaha peningkatan pendidikan oleh organisasi Muhammadiyah. Jenis penelitian ini menggunakan teknik deskriptif interaktif dengan dua variabel yakni Organisasi Muhammadiyah dan Bidang Pendidikan. Obyek  penelitian adalah masyarakat kecamatan Sukorejo pada umumnya, Pimpinan  Muhammadiyah Sukorejo. Instrumen penelitian dengan menggunakan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Validitas data didapatkan dengan menggunakan teknik triangulasi data, yaitu dengan cara membandingkan dan mengecek balik derajat kebenaran suatu informasi yang diperoleh dari alat dan waktu yang berbeda dengan hasil observasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan organisasi Muhammadiyah sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan di kecamatan Sukorejo. Bagi organisasi Muhammadiyah sendiri diharapkan untuk makin merapatkan barisan dengan cara mengintegrasikan intern dan meningkatkan kerjasama antar amal usaha Muhammadiyah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan keilmuan tentang manajemen pengelolaan sekolah, serta penerbitan siteplan tentang garis – garis besar jangka panjang pengelolaan sekolah – sekolah Muhammadiyah. Kata Kunci : Nahdlatul Ulama, Pemilu Legislatif
PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA NU SAFINATUL HUDA KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA Mubarok, Anwar
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)  pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar sejarah di MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa, (2) kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam menggunakan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar sejarah, (3) cara mengatasi kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam menggunakan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar sejarah di  MA.NU Safinatul Huda Karimunjawa Kabupaten Jepara tahun 2013-2014 ? (2) Kendala-kendala apa saja yang dihadapi siswa dalam menggunakan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar sejarah? (3) Bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam menggunakan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar sejarah?. Penelitian ini menggunakan  penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif dengan kompenen reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mata pelajaran IPS, koleksi bahan berupa buku berjumlah 221 eksemplar dari jumlah keseluruhan buku di perpustakaan sekolah 1413 eksemplar, terdiri buku mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Agama, IPA, PPKn dan Karya Umum. Kendala-kendala yang dihadapi siswa adalah tingkat partisipasi guru yang masih rendah, siswa mempunyai waktu sedikit saat istirahat, jam layanan perpustakaan relative pendek, masih minimnya sarana dan prasarana perpustakaan, minimnya tenaga pengelola. Cara mengatasi kendala-kendala adalah tenaga perpustakaan, layanan perpustakaan, promosi, peralatan dan perlengkapan, pembiayaan, koleksi bahan pustaka, pembinaan minat baca, penjadwalan. Kata Kunci: Perpustakaan Sekolah, Sumber Belajar Sejarah, Karimunjawa.
PERAN ORGANISASI MUHAMMADIYAH DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN KENDAL Rokhim, Rokhim
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah Muhammadiyah sebagai organisasi yang berkiprah dalam kegaiatan sosial kemasyarakatan juga banyak berperan dalam bidang lain terutama pendidikan. Di wilayah kabupaten Kendal khususnya di kecamatan Sukorejo peran Muhammadiyah dalam pendidikan telah memberikan kontribusi antara lain didalamnya lembaga pendidikan. Taman pendidikan Al Qur’an dan kajian – kajian keIslaman. Disamping usaha mengembangkan pendidikan akademik juga memperhatikan nilai – nilai spiritual keagamaan dengan dimasukkan mata pelajaran menjad ciri khusus Muhammadiyah berupa pendidikan akhlak, ibadah, tarikh, al Qur’an dan Hadits dan ke-Muhammadiyahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran umum wilayah Sukorejo ditinjau dari segi pendidikan; (2) Bagaimana proses masuknya Muhammadiyah di kecamatan Sukorejo; (3)Peran organisasi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan di wilayah kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal; (4) Bentuk – bentuk penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah di wilayah kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal; (5) Kontribusi yang diberikan organisasi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan di kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal; (6) Hambatan dan tantangan dalam perkembangan pendidikan di kecamatan Sukorejo; (7) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menghadapi hambatan dan tantangan serta hasil yang telah dicapai dalam usaha peningkatan pendidikan oleh organisasi Muhammadiyah. Jenis penelitian ini menggunakan teknik deskriptif interaktif dengan dua variabel yakni Organisasi Muhammadiyah dan Bidang Pendidikan. Obyek  penelitian adalah masyarakat kecamatan Sukorejo pada umumnya, Pimpinan  Muhammadiyah Sukorejo. Instrumen penelitian dengan menggunakan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Validitas data didapatkan dengan menggunakan teknik triangulasi data, yaitu dengan cara membandingkan dan mengecek balik derajat kebenaran suatu informasi yang diperoleh dari alat dan waktu yang berbeda dengan hasil observasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan organisasi Muhammadiyah sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan di kecamatan Sukorejo. Bagi organisasi Muhammadiyah sendiri diharapkan untuk makin merapatkan barisan dengan cara mengintegrasikan intern dan meningkatkan kerjasama antar amal usaha Muhammadiyah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan keilmuan tentang manajemen pengelolaan sekolah, serta penerbitan siteplan tentang garis – garis besar jangka panjang pengelolaan sekolah – sekolah Muhammadiyah. Kata Kunci : muhammadiyah sukorejo, bidang pendidikan
PERANAN KEBERADAAN MASJID AGUNG DEMAK DALAM PERKEMBANGAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT KELURAHAN BINTORO KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK Purwanto, Purwanto
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Agung Demak merupakan akulturasi budaya Hindu dan Islam, merupakan bukti kebesaran Kerajaan Demak. Wali Sanga beserta dukungan masyarakat berhasil mendirikan masjid ini pada tahun 1479 Masehi. Pada permulaannya Masjid ini digunakan untuk kegiatan syiar agama Islam. Di dalam perkembangannya, Masjid Agung Demak dipergunakan tidak untuk kegiatan peribadatan saja, tetapi aktifitas sosial ekonomi dan budaya masyarakat mewarnai keberadaan masjid yang bernilai historis adan artistik yang tinggi ini. Dengan aktifitas sosial ekonomi dan budaya di masjid tersebut, menjadikannya sebagai salah satu destinasi masyarakat di kota Demak. Kenyataan ini menjadikan Masjid Agung Demak berperan di dalam perkembangan kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak Kabupaten Demak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan masyarakat Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak, mengetahui sejarah perkembangan Masjid Agung Demak, mengetahui peranan keberadaan Masjid Agung Demak dalam perkembangan kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak, dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi, upaya dan hasil yang sudah dicapai masyarakat Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan mengambil subjek penelitian masyarakat Kelurahan Bintoro, tokoh masyarakat, pedagang di kawasan Masjid Agung, Pemerintah Desa, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Demak. Instrumen penelitian menggunakan interview, observasi, dan dokumentasi. Validitas didapatkan dengan menggunakan triangulasi data, yaitu dengan cara membandingkan dan mengecek balik derajat kebenaran suatu informasi yang diperoleh dari alat dan waktu yang berbeda dari penelitian kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Masjid Agung Demak sangat berpengaruh terhadap kegiatan sosial ekonomi dan budaya masyarakat Kelurahan Bintoro. Pemugaran Masjid Agung yang dilakukan dari tahun 1480 hingga tahun 1987 merupakan usaha untuk  menjaga dan melestarikan situs dan artefak bersejarah, sehingga aktifitas sosial di  Masjid Agung dan sekitarnya semakin meningkat. Masyarakat Kelurahan Bintoro dan sekitrnya telah merasakan dampak secara langsung yaitu; kesejahteraan dan kemakmuran. Dari aktifitas sosial di lingkungan Masjid tersebut dapat dianalisa kendala yang dihadapi masyarakat, upaya dan hasil yang dapat dicapainya. Koordinasi dan komunikasi adalah salah satu jalan yang sudah ditempuh, sehingga dapat meningkatkan kerjasama, dukungan, dan hubungan yang saling menguntungkan antara pihak pemerintah, pengelola Masjid Agung, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sosial ekonomi dan budaya masyarakat di kawasan Masjid Agung Demak dan sekitarnya. Kata Kunci : Masjid Agung Demak, sosial ekonomi dan budaya
PELESTARIAN MOTIF BATIK BATANG - PEKALONGAN : UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM KURUN 5 TAHUN (2009-2014) Wijayanti, Emilda Evi Yuli
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik adalah salah satu busana tradisional di Indonesia yang menggambarkan salah satu karya agung bangsa kita. Proses pembuatannya mengandung makna kesabaran yang cukup tinggi. Begitu pun dalam hal pemakaian, batik tidak boleh sembarangan, ada caranya, digunakan untuk apa, dan harus disesuaikan motifnya. Kain batik yang ada di daerah-daerah seluruh Indonesia mempunyai atau dicirikan dengan motif yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a)Untuk mengetahui corak motif batik Batang dan Pekalongan. (b) Untuk mengetahui bagaimana peran motif batik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batang dan Pekalongan. (c) Untuk mengetahui bagaimana upaya pelestarian motif batik. (d) Untuk mengetahui kendala di dalam pembuatan batik.       Jenis Penelitian ini adalah kualitatif penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Batik Batang dan Pekalongan memiliki corak motif yang berbeda misalnya dari pewarnaan sendiri, batik Pekalongan memiliki pewarnaan yang warna-warni dan menarik, sedangkan di Batang memiliki warna yang agak gelap seperti warna laseman dan slogan, batik Batang memang kurang dikenal oleh masyarakat karena warnanya yang kurang menarik. Contoh batik tulis tiga negeri seperti batik motif hias tambal, motif materos, motif pelo ati, motif kotak-kitir, motif lancur yang coraknya berbeda dengan daeah lain. Dengan adanya home Industri batik di Batang dan Pekalongan kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera, karena  pekerjaan membatik bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan bisa mensekolahkan anak-anak, dan juga bagi penerus usaha batik bisa mencukupi kebutuhan keluarga dari kebutuhan primer maupun sekunder. Terutama di dalam pembuatanya batik banyak mengalami kendala saat musim hujan, karena pengeringan lebih bagus menggunakan sinar  matahari.Di dalam usaha turun temurun usaha batik  juga mengalami kendala seperti adannya persaingan batik yang sekarang mengalami kemajuan dan persaingan dengan pengusaha batik, menggunakan alat modern, dan pabrik-pabrik batik yang semakin canggih yang dapat memproduksi batik secara besar-besaran. Kata Kunci : Pelestarian Motif batik batang-pekalongan meningkatkan kesejahteraan.
DAMPAK TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT NELAYAN DI DESA BAJOMULYO KECAMATAN JUWANA KABUPATEN PATI Kusuma, Hangga Surya
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat Pelelangan Ikan atau yang dapat disebut dengan TPI,yang berada di Desa Bajomulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati merupakan salah satu Tempat Pelelangan Ikan terbesar di Kabupaten Pati. Dengan keberadaan dari Tempat Pelelangan Ikan ini penulis akan menguraikan pengaruh Tempat Pelelangan Ikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di desa Bajomulyo. Rumusan masalah dalam skipsi ini adalah bagaimana Sejarah tentang berdirinya TPI di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, bagaimana karakteristik masyarakat di sekitar TPI di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, bagaimana budaya lokal masyarakat di sekitar TPI di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, bagaimana dampak TPI terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, bagaimana dampak  TPI terhadap kondisi sosial budaya masyarakat di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, Apa saja yang menjadi hambatan dalam pengelolaan TPI di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, serta upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk menghadapi hambatan yang muncul dalam pengelolaan tempat pelelangan ikan?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejarah tentang berdirinya TPI di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, untuk mengetahui karakteristik masyarakat di sekitar TPI di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, untuk mengetahui budaya lokal masyarakat di sekitar TPI di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, untuk mengetahui dampak TPI terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, untuk mengetahui dampak TPI terhadap kondisi sosial budaya masyarakat di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan dalam pengelolaan TPI di desa Bajomulyo kecamatan Juwana kabupaten Pati, serta untuk mengetahui upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk menghadapi hambatan yang muncul dalam pengelolaan tempat pelelangan ikan. Penelitian ini dilakukan di kawasan TPI yang ada  di desa Bajomulyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan selama proses observasi,  adapun yang di analisis adalah kondisi dari TPI dan Masyarakat nelayan. Kata Kunci : Tempat Pelelangan Ikan, Kehidupan Sosial Ekonomi Dan Budaya, nelayan
PENGARUH AGAMA ISLAM TERHADAP KEBUDAYAAN DAN TRADISI JAWA DI KECAMATAN SINGOROJO KABUPATEN KENDAL Hemawan, Jati
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tentang seberapa besar pengaruh kebudayaan agama Islam terhadap kebudayaan Jawa , penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersumber dari data-data yang diperoleh secara langsung melalui penelitian lapangan, penelitian yang dilakukan ini adalah untuk melihat kondisi yang sebenarnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan bertemu sumber-sumber yang dapat menjelaskan duduk perkara dan persoalan yang diteliti, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data dapat diketahui bahwa agama Islam terhadap terhadap kebudayaan Jawa  di Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat, agama Islam yang ada di Singorojo berkembang pesat berkat adanya akulturasi antara agama Islam dan budaya Jawa, pengaruh ini masih terlihat dari beberapa tradisi yang ada di Kecamatan Singorojo, nilai-nilai  jawa yang berupa simbol-simbol penuh makna, kemudian di masukan dalam penyebaran agama Islam di Kecamatan Singorojo sehingga membuat agama ini menjadi agama terbesar di Kecamatan Singorojo dan tradisi Jawa-Islam merupakan salah satu tata cara utama dalam beribadah kepada Allah SWT. Tradisi yang masih berkembang yang syarat dengan nuansa kebudayaan jawa dan agama Islam dapat terlihat dari Nyadran makam Kiai Doseno dan Kiai Silaut dan peringatan Makam Kiai Dapu, kedua tradisi ini menggunakan Tumpeng yang merupakan bagian dari tradisi jawa, namun saat ini muatan yang berbentuk mantra ini dirubah menjadi doa-doa dalam agama Islam, dalam penyampaian agama Islam di Kecamatan Singorojo mengalami banyak rintangan, namun dengan kesamaan visi dan misi serta tujuan yang sama dalam berbagai pandangan diantaranya tentang tujuan hidup, keprcayaan kepada Gaib serta pandangan dalam bermasyarakat membuat agama Islam dan Kebudayaan Jawa mampu berpadu sampai saat ini dan masa akan datang. Bahwa kebudayaan Tradisonal Jawa yang berkembang di Kecamatan Singorojo mempunyai banyak kesamaan, sehingga masyarakat cenderung mudah untuk menerima perpaduan antara ajaran Islam dan kebudayaan Jawa. Kata Kunci : agama islam, tradisi jawa
PERANAN MAKAM SYEH ABDULLAH MUDZAKIR TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI DESA BEDONO KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Musta’in, Musta’in
DIMENSI Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui kondisi masyarakat Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Tahun 2002 - 2013. (2) Untuk mengetahui sejarah perkembangan Makam Syeh Abdullah Mudzakir  Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. (3) Untuk mengetahui peranan pemerintah Kecamatan Sayung dalam upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. (4) Untuk mengetahui peranan Makam Syeh Abdullah Mudzakir terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif subyek penelitiannya adalah masyarakat Desa Bedono yang terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, dan setafnya. Dalam pengumpulan data dan keabsahan data digunakan metode wawancara secara mendalam dan triangulasi data. Jenis penelitian adalah Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif yaitu jenis penelitian yang menggunakan keadaan yang sebenarnya dengan diwujudkan ke dalam bentuk kata-kata. Dalam hal ini peneliti mancatat secara teliti dan cermat yang berwujud kata-kata, kalimat-kalimat serta wacana-wacana. Dari data yang bersifat deskriptif itu penelitian melakukan analisis data. Hasil penelitian adalah Syeh Abdullah Mudzakir adalah salah satu murid kyai Sholeh Darat Semarang, beliau satu angkatan dengan Kyai Thohir yang di makamkan di Desa Sriwulan Sayung Demak. Peringatan Khol Syeh Abdullah Mudzakir di peringati setiap akhir bulan Dzul Qo’dah oleh warga yaitu dengan membaca tahlil dan doa bersama - sama selalu ramai dan khidmad dan penuh pengunjung yang ingin mengikuti khol Syeh Abdullah Mudzakir. Selain itu beliau juga merupakan ulama yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia di tanah pesisir pantai Sayung dari para penjajah Belanda. Peran pemerintah Kecamatan Sayung dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bedono di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Desa Bedono lebih terkenal dengan makam Syeh Abdullah Mudzakir, makam Syeh Abdullah Mudzakir sekarang sebagai tempat ziarah juga difungsikan sebagai kawasan wisata religius, Hal ini disebabkan karena banyaknya wisatawan yang mengunjungi situs bersejarah dalam penyebaran agama islam yaitu K.H Syeh Abdullah Mudzakir setiap tahunnya, sebagai kawasan wisata religius tentu saja hal ini berperan positif dengan adannya pemasukan yang cukup dari sektor pariwisata untuk menunjang otonomi daerah dan meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Bedono.  Disimpulkan bahwa kondisi masyarakat Desa Bedono di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Tahun 2002 - 2013. Bedono adalah sebuah desa yang berada di ujung pantai yang termasuk Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, sebuah wilayah yang memiliki potensi wisata religius yaitu makam Syeh Abdullah Mudzakir dan Pantai Morosari. Sebagai kawasan wisata menjadi Desa Bedono lebih menonjol dibandingkan desa - desa lainnya, karena memiliki sejarah penyebaran islam yang berada di Kecamatan Sayung, upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan ekonomi adalah dengan pemberian motivasi dan ketrampilan sehingga dapat memacu masyarakatnya dalam bidang pariwisata, Peranan makam Syeh Abdullah Mudzakir terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarak Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Berperan positif yang dapat diraih dari perkembangan pariwisata adalah menciptakan tenaga kerja. Tenaga kerja dibedakan menjadi 3 yaitu ; 1. Tenaga kerja terdidik  yaitu tenaga kerja yang melakukan jenjang pendidikan 2. Tenga kerja terlatih yaitu tenga kerja yang dihasilkan dari suatu pelatihan dan pengalaman 3. Tenaga kerja terdidik dan terlatih yaitu tenaga kerja yang dalam pekerjaannya dan pengalaman.   Kata Kunci : Makam Syeh Abdullah Mudzakir, sosial ekonomi