cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
DIMENSI
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Implementasi Metode Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Perkembangan Individu Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Uslistiyawati, Arum
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berdasarkan asumsi dasar bahwa hasil proses pembelajaran mata pelajaran IPS untuk peserta didik MA Darul Amanah Sukorejo Kabupaten Kendal masih rendah, dimungkinkan dipengaruhi oleh metode pengembangan pola pembelajarannya. Penggunaan model pembelajaran diasumsikan berpengaruh dominan terhadap hasil pembelajaran mata pelajaran Sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana proses belajar-mengajar mata pelajaran sejarah dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching di kelas XI MA Darul Amanah  Sukorejo Kendal?. 1) Apakah pembelajaran sejarah dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan perkembangan dalam belajar individu siswa Kelas XI Semeter Gasal MA Darul Amanah Sukorejo Kendal ?. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik  kelas XI IPA1 pada MA Darul Amanah Sukorejo Kabupaten Kendal dengan jumlah 36 peserta didik. Penelitian tidakan kelas ini dilakukan dua kali tindakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus memuat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas anak dalam proses pembelajaran dan aktivitas guru selama mengajar. Teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar anak didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dan teknik dokumentasi digunakan sebagai pencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa tulisan yang berhubungan dengan obyek penelitian. Sedangkan teknik wawancara digunakan sebagai pengumpulan data dengan cara metode tanya jawab sepihak secara sistematis berlandaskan pada tujuan penelitian. Indikator pencapaian dalam penelitian ini adalah sebanyak  80% peserta didik mampu memperoleh nilai 70 sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal dan 80% peserta didik terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Semua data hasil penelitian dianalisis menggunakan deskriptif prosentase. Dimana hasil penelitian dianalisis dua kali, yaitu analisis ketuntasan belajar secara individu dan ketuntasan belajar secara klasikal. Rumus yang digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar secara individual adalah sebagai berikut:Skor yang dicapaiNilai =                                        X 100                                     Skor maksimalsedangkan rumus ketuntasan belajar secara klasikal sebagai berikut . Hasil dari penelitian ini menunjukkan  peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan (sebelum siklus), dari 36 siswa baru 4 peserta didik yang mendapat nilai 50-59, sejumlah 17 peserta didik yang mendapat nilai 60-69, sejumlah 15 peserta didik yang mendapat nilai 70-79, sehingga terdapat 21 peserta didik belum tuntas belajar dan 15 peserta didik yang tuntas belajar. Pada siklus 1, peserta didik yang mendapat nilai 50-59 berjumlah 3 peserta didik, peserta didik yang mendapat nilai 60-69 berjumlah 10, peserta didik yang mendapat nilai 70-79 berjumlah 19, peserta didik yang mendapat nilai 80-89 berjumlah 4. Sehinnga dapat diperoleh data menunjukkan bahwa ada 13 peserta didik yang belum tuntas dan 23 peserta didik yang sudah tuntas. Pada siklus II terdapat 4 peserta didik yang mendapat nilai 60-69,26 peserta didik yang mendapat nilai 70-79, 6 peserta didik yang mendapat nilai 80-89, sehingga menunjukkan keberhasilan bahwa indikator keberhasilan peserta didik telah tercapai yaitu 89%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui implementasi metode pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan perkembangan minat belajar tiap individu siswa kelas XI IPA1 MA Darul Amanah Sukorejo Kendal semerter gasal tahun pelajaran 2011/2012. Penulis menyarankan  untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, kepada guru hendaknya menggunakan penerapan metode quantum teaching dalam penyampaian materi yang berupa proses atau bahan ajar yang berupa kemampuan psikomotorik. Kepada kepala sekolah dan pengurus yayasan hendaknya dilengkapi sarana dan prasarana yang sekiranya menunjang keberhasilan metode yang digunakan, dalam perpustakan hendaknya buku-buku yang bersifak kebangsaan lebih dilengkapi dan kepada siswa hendaknya dibiasakan untuk membaca buku-buku yang berwawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari serta kepada orang tua hendaknya mendukung dan membantu program belajar yang didesain sekolah dan memantau kegiatan anak dirumah. Kata Kunci : Implementasi metode, pembelajaran quantum teaching, sejarah
Hubungan Antara Pemberian Motivasi Belajar Dari Orangtua Dengan Prestasi Belajar IPS/ Sejarah Bagi Peserta Didik Umiyatun, Umiyatun
DIMENSI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah akhir-akhir ini orang tua banyak disibukkan sekali dengan pekerjaan, sehingga perhatian terhadap belajar anak sangat berkurang. Padahal salah satu faktor eksternal yang berperan dalam belajar anak adalah pemberian motivasi dari orangtua. Akibatnya, prestasi belajar siswa menjadi menurun karena siswa kurang termotivasi dalam belajarnya. Masalah yang dirumuskan adalah; Bagaimanakah pemberian motivasi oleh orangtua terhadap peserta didik kelas IV SD N Baran 01?Bagaimanakah prestasi belajar IPS peserta didik kelas IV SD N Baran 01? Adakah hubungan pemberian motivasi belajar dari orangtua dengan prestasi belajar IPS/ sejarah bagi peserta didik kelas IV SD Negeri Baran 01 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011?. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan menggunakan angka-angka statistik dalam pembahasannya. Lokasi penelitian ini di SD N Barang 01 Ambarawa. Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas IV sebanyak 24 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Try out dilaksanakan pada 20 siswa kelas IV SD N Baran 02 yang berdekatan dengan SD N Baran 01. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini diketahui bahwa r hitung sebesar 0,554 yang jika dibandingkan dengan r tabel 5% yang bernilai 0,404 dan r tabel 1% yang bernilai 0,515 memiliki nilai yang lebih besar. Oleh karena itu maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi: Ada hubungan pemberian motivasi dari orangtua terhadap prestasi belajar peserta didik kelas IV SD N Baran 01 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang terbukti dan diterima kebenarannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pemberian motivasi dari orangtua terhadap prestasi belajar peserta didik kelas IV SD N Baran 01 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, yang ditunjukkan oleh nilai r hitung sebesar 0,554 yang lebih besar dari r tabel dengan taraf signifikansi 1% maupun 5%. Saran yang dapat disampaikan adalah perlu adanya bimbingan kepada guru agar lebih terampil dalam menerapkan peran guru memberi motivasi dalam rangka menciptakan efektifitas pembelajaran, dalam proses pembelajaran guru hendaknya memilih pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada keaktifan siswa dan memilih pendekatan pembelajaran yang tepat untuk materi pokok tertentu, dan bagi guru di lingkungan Sekolah Dasar hendaknya dapat menggunakan serta menerapkan bimbingan dan memotivasi siswa sehingga dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan kemampuan akademik siswa. Kata Kunci : Pemberian, Motivasi, Prestasi, Belajar, Sejarah
Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Terpadu Dengan Menggunakan Sistem Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan ( PAIKEM ) Tipe Jigsaw dan Stad Pada Siswa Mukaromah, Mukaromah
DIMENSI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah, adanya permasalahan dalam pembelajaran sejarah saat ini dari kurikulum yang teks book hingga kurang kreatifnya guru dalam mengembangkan materi menyebabkan siswa kurang tertarik dengan pelajaran sejarah. Akibatnya banyak siswa yang tidak memperoleh nilai tuntas dalam mata pelajaran sejarah. Maka peneliti merencanakan pembelajaran dengan metode PAIKEM sebagai solusi. Beradasarkan latar belakang masalah seperti yang telah diuraikan di atas maka beberapa masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah melalui strategi pembelajaran Model PAIKEM dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Terpadu bagi siswa kelas VIII C SMP 2 Sukorejo, 2. Apakah Strategi Pembelajaran PAIKEM merupakan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan materi IPS Terpadu bagi siswa kelas VIII C SMP 2 Sukorejo. Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Analisis data dengan deskriptif komparatif dan secara kualitatif maupun kuantitatif.Data penelitian diperoleh dengan cara wawancara observasi dan dokumentasi. Indikator keberhasilan diperoleh jika tingkat ketuntasan pembelajaran minimal tercapai 75 %. Prosedur penelitian dalam 3 siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan, 3. Observasi dan 4. Refleksi. Melalui tindakan kelas ini maka skripsi yang berjudul Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Terpadu dengan Menggunakan Sistem Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan ( PAIKEM ) Pada Siswa Kelas VIII C SMP 2 Sukorejo Kendal Tahun Pelajaran 2010 / 2011  Diperoleh kesimpulan bahwa pada awal penelitian / pra siklus siswa yang tidak tuntas 37 % setelah dilakukan tindakan siklus I menurun menjadi 27,5 % dan seterlah siklus II prosentasenya menurun menjadi 10 %. Maka penelitian dikatakan berhasil. Saran – saran dari peneliti antara lain Guru dapat menggunakan model pembelajaran PAIKEM sebagai variasi dalam pembelajaran. Hal ini dapat menghindari rasa bosan pada siswa.Guru lebih kreatif dalam menggunakan model pembelajaran PAIKEM dalam pembelajaran agar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.Kepada siswa disarankanSiswa lebih aktif dan berani untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat setelah mengetahui dan memahami model pembelajaran PAIKEM.Siswa lebih konsentrasi dan fokus pada waktu proses pembelajaran berlangsung  dalam pelajaran IPS Terpadu kelas VIIIC SMP Negeri 2 Sukorejo. Kata Kunci : Kualitas, Pembelajaran IPS, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan
Revitalisasi Situs Tugurejo Sebagai Sarana Edukasi Dan Pengembangan Potensi Wisata Budaya Di Kecamatan Tugu Susanto, Adi
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revitalisasi situs Tugurejo dirasa sangat penting guna untuk menjaga dan melestarikan salah satu peninggalan sejarah yang ada di kota Semarang. Hal ini harus dilakukan agar kondisi situs yang saat ini terabaikan dan cenderung tidak terawat dapat divitalkan kembali. Selain itu tindakan revitalisasi diharapkan mampu memanfaatkan situs Tugurejo sebagai salah satu tujuan wisata di kota Semarang. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah keadaan geografis desa Tugurejo, Bagaimana kondisi dari situs Tugurejo yang ada di kota Semarang, Bagaimanakah pengembangan revitalisasi kawasan situs Tugurejo terutama dikaitkan dengan aspek kepariwisataan dan fungsi sosial ekonomi budaya serta untuk lebih memacu daya tarik wisata dan juga menumbuhkembangkan wisata budaya sejarah, upaya-upaya apa yang bisa dilakukan dalam proses revitalisasi benda cagar budaya termasuk situs Tugurejo, kendala-kendala apa yang dialami dalam proses revitalisasi situs Tugurejo? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geografis daerah dimana situs Tugurejo ini berada, Untuk mengetahui bagaimana kondisi dari situs Tugurejo yang ada di kota Semarang, untuk membangun revitalisasi kawasan situs Tugurejo ditinjau dari sisi kepariwisataan untuk memacu daya tarik wisata dan menumbuhkembangkan wisata budaya sejarah, untuk mengetahui upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam proses revitalisasi benda cagar budaya termasuk situs Tugurejo, untuk mengetahui kendala yang dialami dalam proses revitalisasi situs Tugurejo. Penelitian ini dilakukan di kawasan situs Tugurejo yang ada di desa Tugurejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan selama proses observasi, adapun yang dianalisis adalah kondisi dari situs Tugurejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan dari situs sangat tidak terawat. Sehingga perlu usaha yang konkrit agar keberadaan dan kondisi dari situs Tugu ini bisa lebih terawat. Untuk itu proses revitalisasi dirasa sangat penting untuk dilakukan. Dimana revitalisasi dapat digunakan untuk menggali keunikan-keunikan dan daya tarik yang dimiliki oleh situs Tugu agar dapat diketahui oleh masyarakat luas. Proses revitalisasi diupayakan agar dapat membantu upaya pelestarian dari situs Tugurejo. Selain itu dengan proses revitalisasi diharapkan situs Tugurejo ini dapat lebih terawat dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Dengan demikian juga dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar situs Tugurejo. Saran yang bisa diberikan agar proses revitalisasi dapat berjalan dengan lancar adalah dengan kerjasama dari semua pihak, baik dari masyarakat maupun pemerintah setempat. Tanpa adanya kerjasama dari semua pihak proses revitalisasi tidak akan bisa berjalan. Kata Kunci : Situs Tugurejo, Revitalisasi, Wisata.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Tradisi Sadranan Di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan Susilowati, Tri
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan merupakan elemen yang tidak bisa di lepaskan dari kehidupan manusia, tradisi adalah bagian dari budaya yang  perlu di lestarikan keberadaanya. Salah satu tradisi yang perlu di lestarikan adalah tradisi sadranan yang ada di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan. Peran serta masyarakat sangat di butuhkan dalam melestarikan tradisi sadranan yang ada di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan agar tradisi ini dapat di nikmati generasi selanjutnya. Dengan uraian di atas penelitian ini bermaksud mengungkap permasalahan antara lain bagaimanakah kondisi kehidupan masyarakat  sekitar Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, proses berjalanya tradisi sadranan. partisipasi dan persepsi masyarakat terhadap tradisi sadranandi Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, serta hambatan-hambatan yang di temui dan upaya pemecahanya untuk melestarikan Tradisi Sadranan. Tujuan yang di ambil dalam penelitian ini adalah, untuk mengetahui kondisi kehidupan masyarakat sekitar Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, untuk mengetahui proses berjalanya Tradisi Sadranan di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, untuk mengetahui partisipasi masyarakat sekitar Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan dan untuk mengetahui hambatan-hambatan dan cara pemecahanya dalam melestarikan Tradisi Sadranan di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan. Melalui pendekatan kualitatif , penelitian ini dapat memaparkan gambaran dari berbagai makna yang digali melalui informasi masyarakat. Teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik cuplikan yang bersifat purposif, artinya selektif dalam memilih informan. Tidak semua yang menjadi warga Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan menjadi informan, namun hanya memilih orang yang tahu secara detail Tradisi Sadranan tersebut. Obyek penelitian adalah manusia dengan mengambil lokasi di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, Informan yang di pilih sebanyak sepuluh orang. Sumber data dari dua jenis sumber data yaitu sumber lisan dan sumber tulisan, teknik pengumpulan data dari wawancara kepada informan, dokumentasi yang berupa buku-buku, observasi langsung. Untuk menjaga validitas data di gunakan tri anggulasi pengumpul data, Teknik analisis yang di gunakan adalah analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang diperoleh bahwa masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan adalah masyarakat yang penduduk kebanyakan beragama Islam, dengan mata pencarian sebagian besar masyarakatnya sebagai petani dan buruh,   tradisi sadranan merupakan tradisi yang di miliki masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan khususnya dan masyarakat jawa pada umumnya. Tradisi Sadranan tersebut bertujuan untuk mendoakan arwah leluhur supaya tentram dan tenang di sisi Allah SWT. Prosesi tradisi di mulai dengan bersih kubur, keesokan harinya di adakan di pemakaman dengan urutan prosesi adalah membaca solawatan, membaca Al-Qur’an sebanyak tiga puluh juz,tahlilan, istirahat sambil mendengarkan mau’izhatil hasanah. Keberadaan tradisi ini di dukung masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, mereka secara iklas menyumbangkan tenaga, fikiran dan biaya untuk terlaksana tradisi tersebut. Persepsi masyarakat terhadapTradisi Sadranan ini sangat setuju dan mendukung sekali begitu pula pemerintah desa juga ikut memandang positif terhadap tradisi sadranan yang ada di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, hal ini di buktikan dengan  menyumbang dana dalampelaksanaan Tradisi Sadranan di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan. Kendala yang di hadapi masalah dana dapat di atasi dengan sumbangan dari masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan serta bantuan dari pemerintah desa, mengenai pelaksanaan supaya masyarakat yang  dapat mengikuti tradisi ini maka di laksanakan pada hari Minggu. Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan sebagian besar adalah petani dan buruh, masyarakat masih memegang tradisi yang di wariskan leluhur mereka, kehidupan masyarakat masih bersifat kegotong royongan dan tolong menolong. Sadranan merupakan salah satu tradisi masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan yang perlu di lestarikan. Saran yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah untuk tetap menanamkan sifat kegotong royongan dan tolong menolong terhadap sesama warga masyarakat, keberadaan Tradisi Sadranan perlu di lestarikan karena tradisi ini merupakan peninggalan nenek moyang. Perlu adanya bimbingan daripihak yang terkait supaya kemurnian Tradisi Sadranan tetap terjaga. Kata Kunci : partisipasi, pelestarian, sadranan
Peranan Wayang Kulit Dalam Pengembangan Budaya Islam Zulaela, Woro
DIMENSI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah : wayang kulit adalah salah satu warisan dari walisangga dalam penyebaran agama Islam. Di Kendal ulama yang berperan dalam penyebaran ajaran-ajaran agama Islam adalah Sunan Katong yang masih mempunyai silsilah keluarga dengan Sunan Kalijaga. Pertunjukkan wayang yang jalan ceritanya digubah dari kitab aslinya yaitu kitab Mahabharata dan Ramayana, semuanya mempunyai tujuan utama yaitu memberi petunjuk kepada manusia ke jalan yang baik dan benar, ke jalan yang dikehendaki oleh Allah SWT untuk memacu cipta, rasa dan karsa manusia. Oleh karena itu wayang kulit sangat berpengaruh dalam pengembangan budaya Islam khususnya di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Masalah yang dirumuskan adalah : (1) Bagaimana sejarah masuknya wayang  kulit di Kendal ?, (2) Bagaimana eksistensi wayang kulit di Kendal ?, (3) Bagaimana perkembangan agama Islam di Kendal ?, (4) Bagaimana pengaruh wayang kulit terhadap pengembangan budaya Islam di Kendal ?, (5) Bagaimana narasi pertunjukkan wayang kulit dalam pengembangan budaya Islam ? Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui tentang masuknya wayang kulit di Kendal, (2) Untuk mengetahui eksistensi wayang kulit di Kendal, (3) untuk mengetahui perkembangan agama Islam, (4) untuk mengetahui pengaruh wayang kulit terhadap pengembangan budaya Islam di Kendal, (5) Untuk mengetahui narasi pertunjukkan wayang kulit dalam pengembangan budaya Islam. Metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Wirosari Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Sasaran penelitian ini adalah paguyuban Suko Raras. Peneliti menggunakan trianggulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Trianggulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan menggunakan metode interaktif model analisis terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. proses ini dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu siklus. Dari penelitian ternyata dapat diambil kesimpulan bahwa pertunjukkan wayang kulit mempunyai peranan terhadap pengembangan budaya Islam di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Hal tersebut dapat dilihat dari makna dan simbolisme pada wayang seperti makna gunungan atau kayon yang merupakan simbolisme jagad semesta alam yang penuh melambangkan awal dan akhir kehidupan manusia juga sebagai wujud budaya Islam dalam arsitektur bangunan Masjid yang mustakanya berbentuk kerucut. Makna dari kelir yang diartikan sebagai jagad raya (dunia) dimana semua kehidupan berada didalamnya, Blencong melambangkan cahaya matahari, gedebog lambang dari bumi tempat kita berpijak. Makna dari kelir, blencong dan gedebog merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pertunjukkan wayang kulit karena ketiganya saling berkaitan yaitu melambangkan alam semesta dan matahari. Dalam budaya Islam diwujudkan dengan tekun beribadah dimana muslim yang mengimami, menghayati, mengilmui, mengamalkan dan mendakwahkan Islam serta sabar dalam berIslam sehingga hidap di Dunia ini akan mendapatkan ketenangan dan cahaya hidup. Sedangkan para punakawan adalah seorang pemomong yang bekerja tanpa pamrih memberi nasehat kepada para Pandawa, semua menuju pada kebaikan baik dari agama, kebatinan atau etika yang merupakan wujud budaya Islam dari pengajian, orang yang sering mendengarkan pengajian akan merasa tertuntun hatinya karena mengambil dari al-Qur’an dan al-Hadits. Kata Kunci : Wayang Kulit, Budaya, Islam
Perkembangan SD Ma’had Islam Semarang Tahun 1958 – 2005, Sebuah Proses Menjadi Pendidikan Indonesia Noviasari, Nur Indah
DIMENSI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah mengungkap sejauh mana proses menjadi Indonesia telah terjadi di SD Ma’had Islam Semarang dalam kurun waktu 1958-2005 serta apa saja dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini mengkaji tentang proses akulturasi budaya masyarakat Koja Semarang tahun 1958-2005 melalui dunia pendidikan dan mengungkap sejauhmana proses menjadi Indonesia telah terjadi di SD Ma’had Islam Semarang dalam kurun waktu 1958-2005 serta apa saja dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini juga mengkaji yang terkait dengan kebijakan pemerintah pada masa itu antara lain sistem pendidikan, kurikulum yang digunakan, jumlah guru, jumlah murid, kondisi fisik dan lain-lain. Penelitian ini mengggunakan beberapa konsep dari ilmu pendidikan dan sosiologi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan bantuan pengetahuan konsep-konsep dan teori-teori ilmu sosial, yaitu ilmu sosiologi dan pendidikan. Pendekatan pendidikan terkait dengan pendekatan penelitian sosial (social studies approach). Model pendekatan studi sosial ini sangat tepat untuk mengetahui proses berlangsungnya suatu usaha pendidikan agama atau sisi operasional suatu usaha pendidikan, karena memungkinkan orang untuk melihat dan memperlakukan fakta-fakta sebagaimana adanya. Metodologi sejarah yang  di gunakan meliputi heuristic,  kritik sumber, analisa dan sintesa. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa pada awalnya SD Ma`had Islam merupakan lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh sekelompok masyarakat Koja yang berada di Semarang, Lembaga poendidikan yang cenderung ekslusif ini perlahan-perlahan berubah menjadi inklusif seiring dengan perubahannya untuk menjadi indonesia. Telah terjadi  perubahan orientasi etnis menuju pada orientasi nasional yang mempunyai tujuan untuk mendidik dan membimbing anak-anak dari kelompok tersebut. Pelaksanaan pendidikan di SD Ma’had Islam telah berkembang sedemikian rupa sehingga dari tahun ke tahun telah menunjukkan hasil yang signifikan dan cukup pesat. Hal ini juga diikuti dengan perkembangan pengadaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Selain itu juga karena adanya kesinambungan antara aktivitas proses pembelajaran, baik jumlah siswa, jumlah tenaga pendidik, dan juga pergantian Kepala Sekolah maupun pengurus Yayasan Ma’had Islam, sekolah ini sering mendapatkan prestasi akademik baik di tingkat rayon, maupun tingkat kota sehingga diperhitungkan oleh sekolah lain yang setingkat. Itu semua diperoleh berkat kegigihan para pendidik, keseriusan siswa dan dukungan dari orang tua murid.Kata Kunci : Perkembangan, Proses, Pendidikan, Indonesia
Upaya Peningkatan Hasil Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Dengan Model Pembelajaran Tutor Sebaya Bagi Peserta Didik Khalwani, Ahmad
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama yang diteliti adalah peningkatan hasil pembelajaran siswa melalui model pembelajaran tutor sebaya di SMK PGRI 01 Sukorejo pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan hasil pembelajaran IPS melalui implementasi model pembelajaran tutor sebaya  dapat meningkatkan hasil pembelajaran bagi peserta didik kelas XI di SMK PGRI 01 Sukorejo pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Bentuk pendekatan dan terapan metode yang digunakan adalah dengan model penelitian tindakan kelas (PTK) dalam durasi dua siklus tindakan. dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI SMK PGRI 01 Sukorejo semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 sebanak 38 anak. Pengolahan data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman berdasarkan hasil pengamatan dan hasil reflektif dari tahapan siklus tindakan kelas yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian  diperoleh pembuktian bahwa dengan pembelajaran model tutor sebaya ternyata dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa kelas XI SMK PGRI 01 Sukorejo pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil pengamatan  diketahui bahwa pada tindakan siklus I anak didik sudah terjadi perubahan  yang positif dan signifikan.dari pada  kondisi awal. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa sudah  terjadi perubahan yang signifikan dan terdapat anak didik  yang sudah menjadi lebih baik dari  konstatan  pada siklus I dan II. Hasil pembelajaran sudah ada peningkatan yaitu adanya perubahan menjadi baik sebesar  10% peningkatan sangat positif, 23,7% positif dan 47,4%. Dari 38 siswa diketahui sudah terjadi terjadi peningkatan hasil pembelajaran dari kondisi awal yang positif. Bersdarakan hasil pengamatan dari tindakan siklus II diketahui pada tingkatan yang positif  sesuai dengan hasil pembelajaran dapat dikatakan tuntas (100% berubah lebih positif dari kondisi awal). Dengan demikian pelaksanaan PTK ini dianggap telah cukup dilakukan sampai dengan tindakan siklus II  dan tidak diperlukan program lanjutan siklus berikutnya.  Adapun dengan terjadinya perubahan peringkat  kategori kurang positif ( 18,8%) pada siklus I dan 0,0% pada siklus II menunjukkan pelaksanaan PTK ini memberikan hasil yang positif. Dengan demikian , dari adanya dugaan atau hipotesis dalam penelitian ini bahwa  dengan penerapan metode tutor sebaya ternytata dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa kelas XI SMK PGRI 01 Sukorejo pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Saran berdasarkan  hasil penelitian ini adalah : (1) Perlunya peningkatan strategi pembelajaran yang lebih efektif bagi penyelenggaraan pendidikan , terutama dalam proses pembelajaran mata pelajaran ilmu-ilmu social dengan cara pemilihan dan penerapan metode yang tepat sesuai dengan kondisi akual  ( kemampuan riil ) setiap kelompok peserta. (2) Pelaksanaan dan hasil  penelitian PTK yang melibatkan fungsi dan peranan guru bagi subjek yang diteliti , maka muatan hasil kajian ini sangat bermanfaat bagi para guru IPS di sekolah Menengah  sebagai masukan untuk pengembangan model tindakan dan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam rangka mutu hasil pembelajaran di  setiap jenjang sekolah, termasuk sekolah-sekolah kejuruan.  Kata Kunci : peningkatan hasil, tutor sebaya, IPS
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Peningkatan Hasil Pembelajaran IPS Bagi Peserta Didik Agustianto, Ibnu
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berdasarkan asumsi dasar bahwa hasil proses pembelajaran mata pelajaran IPS untuk peserta didik SMP Negeri 2 Patean masih rendah, dimungkinkan dipengaruhi oleh strategi pengembangan pola pembelajarannya. Penggunaan model pembelajaran diasumsikan berpengaruh dominan terhadap hasil pembelajaran mata pelajaran IPS. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk peningkatan hasil pembelajaran IPS bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Patean Kendal Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012?”. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik  kelas VIII pada SMP Negeri 2 Patean Kabupaten Kendal dengan jumlah siswa 28 Anak. Penelitian tidakan kelas ini dilakukan dua kali tindakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus memuat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas anak dalam pross pembelajaran dan untuk mengetahui aktivitas guru selama mengajar. Sedangkan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar anak didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan  peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan (sebelum siklus), dari 40 siswa baru 18 siswa (45%) yang mendapat nilai tuntas yaitu 65 sedangkan 22 siswa (55%) belum mencapai batas tuntas. Pada siklus 1, siswa yang mendapat nilai 65 atau lebih berjumlah 26 siswa atau 65% sedangkan yang belum mencapai batas tuntas berjumlah 14 siswa atau 35%. Pada siklus II 28 yang mendapatkan nilai 65 atau lebih bejumlah 40 siswa atau 100 % . Hasil tersebut telah mencapai indikator pencapaian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan hasil pembelajaran IPS bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Patean Kabupaten Kendal Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. Kata Kunci : Kooperatif Tipe Group Investigation, Hasil Pembelajaran, IPS 
Pengaruh Penerapan Metode Resitasi Terhadap Hasil Pembelajaran Mata Pelajaran IPS Bagi Peserta Didik Sularso, Yohanes
DIMENSI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah metode pembelajaran yang digunakan di SMP N 2 Tengaran masih terfokus pada aktivitas guru yang aktif menyampaikan ceramah, sehingga siswa kurang aktif dalam memahami materi pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan tidak seimbangnya kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik, misalnya pembelajaran yang monoton dari waktu ke waktu, guru yang bersifat otoriter dan kurang bersahabat dengan siswa, sehingga siswa merasa bosan dan kurang minat belajar. Untuk mengatasi hal tersebut maka guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik harus selalu meningkatkan kualitas profesionalismenya yaitu dengan cara memberikan kesempatan belajar kepada siswa dengan melibatkan siswa secara efektif dalam proses pembelajaran. Masalah yang dirumuskan adalah; adakah pengaruh yang signifikan antara penerapan metode resitasi terhadap Peningkatan Prestasi Belajar pada materi Pembelajaran Sejarah Peserta Didik Kelas VIII SMP N 2 Tengaran Semester II Tahun 2010/2011? Dengan demikian tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode resitasi terhadap Peningkatan Prestasi Belajar pada materi Pembelajaran Sejarah Peserta Didik Kelas VIII SMP N 2 Tengaran Semester II Tahun 2010/2011. Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Tengaran sebanyak 112 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Uji validitas dan reliabilitas dilaksanakan pada 20 orang anak kelas VIII yang tidak menjadi sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil analisis dan uji hipotesis dapat diketahui bahwa pengaruh antara variabel metode resitasi (X) dengan variabel hasil belajar mata pelajaran IPS (Y) sangat positif dan signifikan dan F hitung sebesar 92,78 yang menunjukan pengaruh yang signifikan. Hal ini terbukti lebih besar dari F tabel baik untuk kesalahan 95% (kepercayaan 95) maupun kesalahan 1% (signifikan 99%) maupun kesalahan 1% (signifikansi 99%) atau F hitung sebesar 92,78 > F tabel 5% (3,06) dan F tabel 1% (4,80). Saran yang disampaikan adalah guru perlu menerapkan metode yang tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat dimaksimalkan. Kata Kunci : Penerapan, Resitasi, Pelajaran IPS