cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
DIMENSI
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Penggunaan Media Puzzle Piramida Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Widiyanti, Desi
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang masalah, siswa kurang memperhatikan guru ketika proses belajar mengajar berlangsung, siswa beranggapan bahwa mata pelajaran IPS menjenuhkan dan membosankan, selama KBM berlangsung media atau alat peraga kurang menarik, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara emperik membuktikan adanya peningkatan prestasi belajar IPS dengan menggunakan media puzzle piramida. Pada siklus I ini dari 27 siswa hanya 11 siswa yang mendapat nilai tuntas, walau sudah ada kemajuan peneliti tetap masih mengalami kegagalan, yang disebabkan oleh 1) Penyampaian materi belum tuntas, 2) Tidak menggunakan media secara maksimal 3) Siswa belum jelas dengan konsep serta materi yang diberikan. Setelah diadakan perbaikan siklus II, siswa yang memperolah nilai ketuntasan belajar dari 27 siswa ada 27 siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar dan dikatakan telah tuntas. Dari perolehan hasil tes formatif siklus II rata-rata nilai 81.22 dengan prosentase 100 % dengan demikian hasil tes formatif siklus II. Dari hasil yang telah dicapai pada siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media puzzle piramide dapat meningkatkan prestasi belajar siswa., juga meningkatkan motivasi belajar siswa karena dengan media puzzle siswa dapat belajar sambil bermain, bereksplorasi dan bersosialisasi, juga pembelajaran berlangsung lebih menarik, menyenangkan dan tidak menjemukan. Kata Kunci : Media, Puzzle, Piramida, Prestasi, Belajar, IPS
Pengaruh Penerapan Metode Resitasi Terhadap Hasil Pembelajaran Mata Pelajaran IPS Bagi Peserta Didik Sularso, Yohanes
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah metode pembelajaran yang digunakan di SMP N 2 Tengaran masih terfokus pada aktivitas guru yang aktif menyampaikan ceramah, sehingga siswa kurang aktif dalam memahami materi pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan tidak seimbangnya kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik, misalnya pembelajaran yang monoton dari waktu ke waktu, guru yang bersifat otoriter dan kurang bersahabat dengan siswa, sehingga siswa merasa bosan dan kurang minat belajar. Untuk mengatasi hal tersebut maka guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik harus selalu meningkatkan kualitas profesionalismenya yaitu dengan cara memberikan kesempatan belajar kepada siswa dengan melibatkan siswa secara efektif dalam proses pembelajaran. Masalah yang dirumuskan adalah; adakah pengaruh yang signifikan antara penerapan metode resitasi terhadap Peningkatan Prestasi Belajar pada materi Pembelajaran Sejarah Peserta Didik Kelas VIII SMP N 2 Tengaran Semester II Tahun 2010/2011? Dengan demikian tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode resitasi terhadap Peningkatan Prestasi Belajar pada materi Pembelajaran Sejarah Peserta Didik Kelas VIII SMP N 2 Tengaran Semester II Tahun 2010/2011. Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Tengaran sebanyak 112 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Uji validitas dan reliabilitas dilaksanakan pada 20 orang anak kelas VIII yang tidak menjadi sampel. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil analisis dan uji hipotesis dapat diketahui bahwa pengaruh antara variabel metode resitasi (X) dengan variabel hasil belajar mata pelajaran IPS (Y) sangat positif dan signifikan dan F hitung sebesar 92,78 yang menunjukan pengaruh yang signifikan. Hal ini terbukti lebih besar dari F tabel baik untuk kesalahan 95% (kepercayaan 95) maupun kesalahan 1% (signifikan 99%) maupun kesalahan 1% (signifikansi 99%) atau F hitung sebesar 92,78 > F tabel 5% (3,06) dan F tabel 1% (4,80). Saran yang disampaikan adalah guru perlu menerapkan metode yang tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat dimaksimalkan. Kata Kunci : Penerapan, Resitasi, Pelajaran IPS
Peranan Wayang Kulit Dalam Pengembangan Budaya Islam Zulaela, Woro
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah : wayang kulit adalah salah satu warisan dari walisangga dalam penyebaran agama Islam. Di Kendal ulama yang berperan dalam penyebaran ajaran-ajaran agama Islam adalah Sunan Katong yang masih mempunyai silsilah keluarga dengan Sunan Kalijaga. Pertunjukkan wayang yang jalan ceritanya digubah dari kitab aslinya yaitu kitab Mahabharata dan Ramayana, semuanya mempunyai tujuan utama yaitu memberi petunjuk kepada manusia ke jalan yang baik dan benar, ke jalan yang dikehendaki oleh Allah SWT untuk memacu cipta, rasa dan karsa manusia. Oleh karena itu wayang kulit sangat berpengaruh dalam pengembangan budaya Islam khususnya di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Masalah yang dirumuskan adalah : (1) Bagaimana sejarah masuknya wayang  kulit di Kendal ?, (2) Bagaimana eksistensi wayang kulit di Kendal ?, (3) Bagaimana perkembangan agama Islam di Kendal ?, (4) Bagaimana pengaruh wayang kulit terhadap pengembangan budaya Islam di Kendal ?, (5) Bagaimana narasi pertunjukkan wayang kulit dalam pengembangan budaya Islam ? Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui tentang masuknya wayang kulit di Kendal, (2) Untuk mengetahui eksistensi wayang kulit di Kendal, (3) untuk mengetahui perkembangan agama Islam, (4) untuk mengetahui pengaruh wayang kulit terhadap pengembangan budaya Islam di Kendal, (5) Untuk mengetahui narasi pertunjukkan wayang kulit dalam pengembangan budaya Islam. Metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Wirosari Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Sasaran penelitian ini adalah paguyuban Suko Raras. Peneliti menggunakan trianggulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Trianggulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan menggunakan metode interaktif model analisis terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. proses ini dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu siklus. Dari penelitian ternyata dapat diambil kesimpulan bahwa pertunjukkan wayang kulit mempunyai peranan terhadap pengembangan budaya Islam di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Hal tersebut dapat dilihat dari makna dan simbolisme pada wayang seperti makna gunungan atau kayon yang merupakan simbolisme jagad semesta alam yang penuh melambangkan awal dan akhir kehidupan manusia juga sebagai wujud budaya Islam dalam arsitektur bangunan Masjid yang mustakanya berbentuk kerucut. Makna dari kelir yang diartikan sebagai jagad raya (dunia) dimana semua kehidupan berada didalamnya, Blencong melambangkan cahaya matahari, gedebog lambang dari bumi tempat kita berpijak. Makna dari kelir, blencong dan gedebog merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pertunjukkan wayang kulit karena ketiganya saling berkaitan yaitu melambangkan alam semesta dan matahari. Dalam budaya Islam diwujudkan dengan tekun beribadah dimana muslim yang mengimami, menghayati, mengilmui, mengamalkan dan mendakwahkan Islam serta sabar dalam berIslam sehingga hidap di Dunia ini akan mendapatkan ketenangan dan cahaya hidup. Sedangkan para punakawan adalah seorang pemomong yang bekerja tanpa pamrih memberi nasehat kepada para Pandawa, semua menuju pada kebaikan baik dari agama, kebatinan atau etika yang merupakan wujud budaya Islam dari pengajian, orang yang sering mendengarkan pengajian akan merasa tertuntun hatinya karena mengambil dari al-Qur’an dan al-Hadits. Kata Kunci : Wayang Kulit, Budaya, Islam
Hubungan Antara Pemberian Motivasi Belajar Dari Orangtua Dengan Prestasi Belajar IPS/ Sejarah Bagi Peserta Didik Umiyatun, Umiyatun
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah adalah akhir-akhir ini orang tua banyak disibukkan sekali dengan pekerjaan, sehingga perhatian terhadap belajar anak sangat berkurang. Padahal salah satu faktor eksternal yang berperan dalam belajar anak adalah pemberian motivasi dari orangtua. Akibatnya, prestasi belajar siswa menjadi menurun karena siswa kurang termotivasi dalam belajarnya. Masalah yang dirumuskan adalah; Bagaimanakah pemberian motivasi oleh orangtua terhadap peserta didik kelas IV SD N Baran 01?Bagaimanakah prestasi belajar IPS peserta didik kelas IV SD N Baran 01? Adakah hubungan pemberian motivasi belajar dari orangtua dengan prestasi belajar IPS/ sejarah bagi peserta didik kelas IV SD Negeri Baran 01 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011?. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan menggunakan angka-angka statistik dalam pembahasannya. Lokasi penelitian ini di SD N Barang 01 Ambarawa. Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas IV sebanyak 24 orang anak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Try out dilaksanakan pada 20 siswa kelas IV SD N Baran 02 yang berdekatan dengan SD N Baran 01. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini diketahui bahwa r hitung sebesar 0,554 yang jika dibandingkan dengan r tabel 5% yang bernilai 0,404 dan r tabel 1% yang bernilai 0,515 memiliki nilai yang lebih besar. Oleh karena itu maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi: Ada hubungan pemberian motivasi dari orangtua terhadap prestasi belajar peserta didik kelas IV SD N Baran 01 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang terbukti dan diterima kebenarannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pemberian motivasi dari orangtua terhadap prestasi belajar peserta didik kelas IV SD N Baran 01 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, yang ditunjukkan oleh nilai r hitung sebesar 0,554 yang lebih besar dari r tabel dengan taraf signifikansi 1% maupun 5%. Saran yang dapat disampaikan adalah perlu adanya bimbingan kepada guru agar lebih terampil dalam menerapkan peran guru memberi motivasi dalam rangka menciptakan efektifitas pembelajaran, dalam proses pembelajaran guru hendaknya memilih pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada keaktifan siswa dan memilih pendekatan pembelajaran yang tepat untuk materi pokok tertentu, dan bagi guru di lingkungan Sekolah Dasar hendaknya dapat menggunakan serta menerapkan bimbingan dan memotivasi siswa sehingga dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan kemampuan akademik siswa. Kata Kunci : Pemberian, Motivasi, Prestasi, Belajar, Sejarah
Hubungan Penerapan Metode Ceramah, Diskusi Dan Penugasan Dengan Hasil Pembelajaran Mata Pelajaran IPS / Sejarah Bagi Peserta Didik Sunarti, Sri
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berdasarkan asumsi dasar bahwa proses pembelajaran dan hasilnya dimungkinkan dipengaruhi berbagai factor, baik factor internal maupun eksternal. Berbagai strategi pembelajaran dengan terapan metode pembelejarann dimungkinkan memiliki kaitan yang signifikan, terutam terapan meetode kombinasi antara metode ceramah, diskusi dan penugasan yang dewasa ini dianggap lebih relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran mata pelajaran IPS. Terapan tersebut seperti yang telah dilaksanakan di ..di SMP Islam Sudirman Ambarawa selama ini. Adapun masalah  yang diteliti adalah tentang kemungkinan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan metode ceramah, diskusi dan penugasan dengan hasil pembelajaran mata pelajaran IPS/Sejarah bagi peserta didik kelas VII di SMP Islam Sudirman Ambarawa pada semester ganjil tahun pelajaran 23009/2010. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) mengetahui tingkat hubungan  antara penerapan metode ceramah, diskusi dan penugasan dengan hasil pembelajaran mata pelajaran IPS/Sejarah bagi peserta didik , khususnya di SMP Islam Sudirman Ambarawa;  dan (2) membuktikan apakah terdapat hubungan   yang positif dan signifikan antara penerapan metode ceramah, diskusi dan penugasan dengan hasil pembelajaran mata pelajaran IPS/Sejarah, khususnya  bagi peserta didik kelas VII  di SMP Islam Sudirman Ambarawa  Kabupaten Semarang  semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010. Bentuk pendekatan dan terapan metode yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan olahan data melalui analisis statistika. Sampel penelitian ini ditentukan dengan perhitungan nomogram Herry King sebanyak 48 orang ( peserta didik ) .  kelas VII  SMP Islam Sudirman Ambarawa pada semester ganjil  tahun pelajaran 2009/2010. dengan teknik proporsional random  sampling dari tujuh kelass VII parallel di sekolah tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket untuk  variable bebas ( penerapan metode ceramah, diskusi dan penugasan) dan teknik tes untuk data variable terikat ( hasil pembelajaran mata pelajaran IPS/Sejarah). Pengolahan data dilakukan analisis statistika dengan terapan rumus korelasi Product Moment dari Spearman Brown. Hasil penelitian diperoleh pembuktian bahwa terdapat hubungan  yang positif dan  signifikan  antara penerapan metode ceramah, diskusi dan penugasan penerapan metode ceramah, diskusi dan penugasan dengan hasil pembelajaran mata pelajaran IPS/Sejarah bagi peserta didik kelas VII di SMP Islam Sudirman Ambarawa  semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010. Hal ini ditunjukkan bahwa hasil uji rhitung sebesar 0,548 > rtabel    ( 0,284 untuk araf signifikan 5% dan 0,368 untuk taraf signifikansi 1% ). Dengan demikian terdapat hubungan  yang positif dan  signifikan antara kedua variabel tersebut. Hipotesis kerja ( Ha ) terbukti dan diterima kebenarannya adanya hubungan  yang positif dan signifikan antara penerapan metode ceramah, diskusi dan penugasan dengan  hasil pembelajaran mata pelejaran IPS/sejarah bagi peserta didik kelas VII di SMP Islam Sudirman Ambarawa pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010. Saran atau rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah : (1) perlunya teknik pengembangan pola pembelajaran yang lebih efektif dan perlunya terapan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan muatan bahan ajar, terutama dalam prosesa pembelajaran mata pelajaran IPS/Sejarah agar hasil yang dicapai dapat lebih maksimal.;  (2) perlunya peningkatan pola pengembangan system pembelajaran mata pelajaran IPS/Sejarah yang selama ini gairah dan kesungguhan belajar pada mata pelajaran tersebut belum memuaskan hasilnya. Kata Kunci : Metode, Ceramah, Diskusi, Penugasan, IPS  /  Sejarah
Penerapan Metode Pembelajaran Cooperatif Learning Tipe TGT ( Teams Game Tournament ) Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Mendiskripsikan Materi Pelajaran IPS Aminah, Siti
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa kelas VII MTs mempunyai ciri atau sifat-sifat sebagai anak SD masih demikin kental. Proses adaptasi dari tingkat dasar ke MTs untuk sebagian besar siswa kelas VII menjadi hal yang paling sulit. Proses adaptasi dengan lingkungan, sosialisasi dengan teman-teman yang baru dan sistem pembelajaran yang jauh berbeda antara SD membuat sebagian besar siswa ”kaget”. Akibatnya nilai prestasi belajar yang dicapai siswa tidak seperti yang diharapkan. Kondisi Riil Di kelas VII selama ini siswanya masih kurang aktif dalam hal bertanya dan menjawab, siswa yang yang aktif hanya 55 %, dan siswa yang mempunyai kemampuan menjawab 40% sementara daya serap siswa kurang dari 50% atau tepatnya hanya 48% saja atau nilai rata-rata kelas kurang dari KKM. Pembelajaran menggunaan Metode Cooperatif Learning Tipe TGT (Team Game Tournament ) sangat penting, karena dapat memudahkan penyampaian materi yang sifatnya abstrak menjadi kongkret. Metode cooperative learning akan menghindari persepsi yang bermacam-macam antara siswa yang satu dan lainnya, sehingga terhindar dari verbalisme. Permasalahan Pengunaan Metode Coperatif Learning  berikut: 1) Metode apa sajakah yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa  dalam pengajaran IPS?, 2) Bagaimanakah cara menggunakan Metode cooperative learning tipe TGT untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menioskripsikan materi pelajaran IPS?, 3) Kendala-kendala apa sajakah yang dihadapi guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mendiskripsikan materi pelajarn IPS?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam metode Pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mendiskripsikan materi pelajaran IPS  di kelas VII MTs Ishlahul Akhlaq Jati Plantungan Kendal Tahun Pelajaran 2010/2011, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru menggunakan metode TGT (Team Game Tournament). Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang penggunaan metode cooperative Learning Tipe TGT ( Team Game Tournament ) pada pengajaran IPS di kelas VII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif kualitatif, dengan populasi 40 siswa kelas VII  MTs Ishlahul Akhlaq Jati Plantungan Kendal. Variable pada penelitian ini Pengajran IPS meliputi: 1) Kondisi awal  siswa sebelum menggunakan metode cooperative tipe TGT (Team Game Tournament )di terapkan 2) Penerapan metode cooperative learning tipe TGT ( Team Game Tournament ) kepada siswa kelas VII MTs Ishlahul Akhlaq Jati Plantungan Kendal,Penerapan metode ini menjadi titik perhatian 3) Hasil pembelajaran yang diperoleh  setelah guru menerapkan metode pembelajaran cooperative learning  tipe TGT (Team Game Tournament). Rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal meningkat dari pra siklus ke siklus I, yaitu 55,625 menjadi 66,6. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat dari 66,6 menjadi 86,7. Hal ini membuktikan bahwa Penerapan Teams Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mendiskrisikan materi pelajaran IPS kelas VII Pada MTs Ishlahul Akhlaq  tahun ajaran 2010/2011 diterima oleh siswa dengan baik. Kata Kunci : Metode, Pembelajaran, Cooperatif Learning Tipe TGT Siswa Materi, Pelajaran, IPS
Persepsi Dan Partisipasi Generasi Muda Terhadap Pelestarian Kebudayaan Dan Kesenian Tradisional Kuda Lumping Sardi, Sardi
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan kehidupan budaya nasional yang beragam dalam kesatuan bangsa dewasa ini kiranya perlu bagi generasi muda memiliki persepsi yang positif dan perlu mendukung untuk perpartisipasi dalam upaya melestarikan budaya leluhurnya.  Begitu pula seperti keberadaan kesenian tradisional kuda lumping yang sampai sekarang masih dilestarisukan oleh masyarakat, terutama masyarakat Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal. Seperti keberadaan kebudayan dan kesnian tradsional kuda lumping tersebut hingga saat ini tampak masih dilestarikan oleh sebagian masyarakat, khususnya generasi muda di Indonesia. Namun demikian dalam perkembanganya pola dan dinamika kehidupan masyarakat dengan adanya pengaruh kebudayaan modem dengan latar yang menjadi beragam dimungkinkan pula terjadinya pergeseran persepsi dan partisipasi masyarakat setempat terhadap upaya pelestarian kebudayaan dan kesenian tradisional Kuda Lumping di Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal.. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dirasa perlu dan penting artinya untuk dilakukan penelitian tentang persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap upaya pelestarian kebudayaan dan kesenian tradisional Kuda Lumping di Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal. Subjek penelitian adalah warga masyarakat, khususnya genrasi muda di Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, maka teknik sampling yang digunakan adalah dengan teknik purposive sampling  , yaitu teknik cuplikan secara selektif dengan pemilihan dan penetapan sebanyak 25 informan  sesuai kebutuhan penelitian.Analisis dengan menggunakan teknik  model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah : (1) generasi muda di Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal memiliki persepsi yang positif  terhadap pelestarian kebudayaan dan kesenian tradisional kuda lumping di Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal ; (2) tingkat partisipasi generasi muda  dalam upaya pelestarian kebudayan dan kesnian tradisional kuda lumping di Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal  diketahui adanya sikap partisipatif yang tingi dari warga masyarakat, terutama bagi para genersi muda  ; dan (3) masih ditemukannya adanya hambatan atau kendala mengenai masalah keterbatasan pendanaan untuk pengembangan budaya dan kesenian daerah.. Adanya bantuan dana dari pemerintah dan dari swadaya masyarakat irasa masih terbatas. Saran dari hasil penelitian ini adalah: (1)  perlunya upaya peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat terhadap  pelestarian budaya dan  kesenial tradisional; dn (2) perlunya uluran bantuan dana dan dukungan  berbagai pihak  untuk upaya pelestariannya.  Kata Kunci : Persepsi, partisipasi, kesenian tradisional, kuda lumping, pelestarian
Perkembangan SD Ma’had Islam Semarang Tahun 1958 – 2005, Sebuah Proses Menjadi Pendidikan Indonesia Noviasari, Nur Indah
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah mengungkap sejauh mana proses menjadi Indonesia telah terjadi di SD Ma’had Islam Semarang dalam kurun waktu 1958-2005 serta apa saja dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini mengkaji tentang proses akulturasi budaya masyarakat Koja Semarang tahun 1958-2005 melalui dunia pendidikan dan mengungkap sejauhmana proses menjadi Indonesia telah terjadi di SD Ma’had Islam Semarang dalam kurun waktu 1958-2005 serta apa saja dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini juga mengkaji yang terkait dengan kebijakan pemerintah pada masa itu antara lain sistem pendidikan, kurikulum yang digunakan, jumlah guru, jumlah murid, kondisi fisik dan lain-lain. Penelitian ini mengggunakan beberapa konsep dari ilmu pendidikan dan sosiologi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan bantuan pengetahuan konsep-konsep dan teori-teori ilmu sosial, yaitu ilmu sosiologi dan pendidikan. Pendekatan pendidikan terkait dengan pendekatan penelitian sosial (social studies approach). Model pendekatan studi sosial ini sangat tepat untuk mengetahui proses berlangsungnya suatu usaha pendidikan agama atau sisi operasional suatu usaha pendidikan, karena memungkinkan orang untuk melihat dan memperlakukan fakta-fakta sebagaimana adanya. Metodologi sejarah yang  di gunakan meliputi heuristic,  kritik sumber, analisa dan sintesa. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa pada awalnya SD Ma`had Islam merupakan lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh sekelompok masyarakat Koja yang berada di Semarang, Lembaga poendidikan yang cenderung ekslusif ini perlahan-perlahan berubah menjadi inklusif seiring dengan perubahannya untuk menjadi indonesia. Telah terjadi  perubahan orientasi etnis menuju pada orientasi nasional yang mempunyai tujuan untuk mendidik dan membimbing anak-anak dari kelompok tersebut. Pelaksanaan pendidikan di SD Ma’had Islam telah berkembang sedemikian rupa sehingga dari tahun ke tahun telah menunjukkan hasil yang signifikan dan cukup pesat. Hal ini juga diikuti dengan perkembangan pengadaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Selain itu juga karena adanya kesinambungan antara aktivitas proses pembelajaran, baik jumlah siswa, jumlah tenaga pendidik, dan juga pergantian Kepala Sekolah maupun pengurus Yayasan Ma’had Islam, sekolah ini sering mendapatkan prestasi akademik baik di tingkat rayon, maupun tingkat kota sehingga diperhitungkan oleh sekolah lain yang setingkat. Itu semua diperoleh berkat kegigihan para pendidik, keseriusan siswa dan dukungan dari orang tua murid.Kata Kunci : Perkembangan, Proses, Pendidikan, Indonesia
Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Terpadu Dengan Menggunakan Sistem Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan ( PAIKEM ) Tipe Jigsaw dan Stad Pada Siswa Mukaromah, Mukaromah
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah, adanya permasalahan dalam pembelajaran sejarah saat ini dari kurikulum yang teks book hingga kurang kreatifnya guru dalam mengembangkan materi menyebabkan siswa kurang tertarik dengan pelajaran sejarah. Akibatnya banyak siswa yang tidak memperoleh nilai tuntas dalam mata pelajaran sejarah. Maka peneliti merencanakan pembelajaran dengan metode PAIKEM sebagai solusi. Beradasarkan latar belakang masalah seperti yang telah diuraikan di atas maka beberapa masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah melalui strategi pembelajaran Model PAIKEM dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Terpadu bagi siswa kelas VIII C SMP 2 Sukorejo, 2. Apakah Strategi Pembelajaran PAIKEM merupakan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan materi IPS Terpadu bagi siswa kelas VIII C SMP 2 Sukorejo. Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Analisis data dengan deskriptif komparatif dan secara kualitatif maupun kuantitatif.Data penelitian diperoleh dengan cara wawancara observasi dan dokumentasi. Indikator keberhasilan diperoleh jika tingkat ketuntasan pembelajaran minimal tercapai 75 %. Prosedur penelitian dalam 3 siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu tahap 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan, 3. Observasi dan 4. Refleksi. Melalui tindakan kelas ini maka skripsi yang berjudul Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Terpadu dengan Menggunakan Sistem Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan ( PAIKEM ) Pada Siswa Kelas VIII C SMP 2 Sukorejo Kendal Tahun Pelajaran 2010 / 2011  Diperoleh kesimpulan bahwa pada awal penelitian / pra siklus siswa yang tidak tuntas 37 % setelah dilakukan tindakan siklus I menurun menjadi 27,5 % dan seterlah siklus II prosentasenya menurun menjadi 10 %. Maka penelitian dikatakan berhasil. Saran – saran dari peneliti antara lain Guru dapat menggunakan model pembelajaran PAIKEM sebagai variasi dalam pembelajaran. Hal ini dapat menghindari rasa bosan pada siswa.Guru lebih kreatif dalam menggunakan model pembelajaran PAIKEM dalam pembelajaran agar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.Kepada siswa disarankanSiswa lebih aktif dan berani untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat setelah mengetahui dan memahami model pembelajaran PAIKEM.Siswa lebih konsentrasi dan fokus pada waktu proses pembelajaran berlangsung  dalam pelajaran IPS Terpadu kelas VIIIC SMP Negeri 2 Sukorejo. Kata Kunci : Kualitas, Pembelajaran IPS, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan
Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri Untuk Peningkatan Hasil Pembelajaran IPS Bagi Peserta Didik Anam, Khaerul
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berdasarkan asumsi dasar bahwa hasil proses pembelajaran mata pelajaran IPS untuk peserta didik MI Ma’arif NU Harjodowo masih rendah, dimungkinkan dipengaruhi oleh strategi pengembangan pola pembelajaran. Penggunaan metode pembelajaran diasumsikan berpengaruh  dominan terhadap hasil pembelajaran   mata   pelajaran  IPS.  Rumusan masalah dalam penelitian ini : “bagaimana penerapan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil pembelajaran IPS bagi peserta didik kelas IV MI Ma’arif NU Harjodowo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal?”. Subjek penelitian tidakan kelas ini adalah anak didik kelas IV pada MI Ma’arif  NU Harjodowo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal dengan jumlah siswa 14 anak terdiri dari 4 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan tiga kali tindakan dalam tiga siklus, di mana setiap siklus memuat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas anak dalam proses pembelajaran dan untuk mengetahui aktivitas guru selama mengajar. Sedangkan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar anak didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan (sebelum siklus), dari 14 siswa baru 5 siswa (36%) yang mendapat nilai tuntas yaitu 65 sedangkan 9 siswa (64%) belum mencapai batas tuntas. Pada siklus 1, siswa yang mendapat nilai 65 atau lebih berjumlah 8 siswa atau 57% sedangkan yang belum mencapai batas tuntas berjumlah 6 siswa atau 43%. Pada siklus II siswa yang mendapatkan nilai 65 atau lebih sudah mencapai 10 siswa atau 71% sedangkan yang belum mencapai nilai 65 sebanyak 4 siswa atau 29%. Pada siklus III siswa yang mendapatkan nilai 65 atau lebih mencapai 13 siswa atau 93% sedangkan yang belum mencapai nilai 65 hanya 1 siswa atau 7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil pembelajaran IPS bagi peserta didik kelas IV MI Ma’arif NU Harjodowo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Semester Genap Tahun Pelajaran 2010/2011. Kata Kunci : Strategi, Inkuiri, Pembelajaran IPS