cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
GEOGRAFI
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2013)" : 10 Documents clear
Efektivitas Penggunaan Metode Kooperatif Learning Model Jigsaw Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Handayani, Ritna
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, salah satu diantaranya adalah dengan model JIGSAW materi biosfer yang dipelajarinya. Dengan model JIGSAW bagaimana waktu yang tersedia dijam sekolah digunakan dengan sebaik - baiknya untuk belajar dengan litateratur serta disiplin waktu yang telah diterapkan, sehingga siswa yang diterapkan , sehingga siswa siswa yang bersangkutan akan berhasil dalam menempuh ujian atau ulangan yang akan diikutinya. Dengan demikian faktor keberhasilan hasil belajar siswa banyak faktor, salah satunya adalah model JIGSAW merupakan model yang penting dalam proses belajar mengajar. Tujuan Dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa metode kooperatif learning model  JIGSAW dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS ISMA Negeri 2 Demak. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA NEGERI 2 DEMAK yang terdiri dari 13 siswa putra dan 23 siswa putri. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan menggunakan  metode pembelajaran kooperatif learning model jigsaw. Sedangkan metode untuk pengumpulan data dengan menggunakan tes, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelilitian yang ditemukan peneliti dilapangan adalah sebagai berikut: (1) Penggunaan pembelajaran kooperatif learning model jigsaw sebagai tindakan dalam pembelajaran sangat efektif  dapat meningkatkan hasil belajar pada pokok bahasan biosfer siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Demak. Peningkatan terjadi prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan yang terjadi sebesar 8,17 % dari prasiklus ke siklus I dan 7,06 % dari siklus I ke siklus II. Jumlah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Demak ada 36 siswa yang mendapat nilai dibawah KKM pada prasiklus: 16 siswa, pada siklus I: 6 siswa dan pada siklus II: 1 siswa. Nilai rata-rata kelas untuk siklus I sebesar 78,75 dan siklus II sebesar 84,31. Perolehan nilai tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw sangat efektif digunakan dalam pembelajaran, karena berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Demak. ( 2 ) Perubahan prilaku juga terjadi pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Demak, setelah mengikuti pembelajaran pokok bahasan biosfer dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Pembahasan prilaku terjadi dalam pembelajaran pada siklus I ke siklus II yaitu dari perilaku kurang berminat menjadi lebih berminat, prilaku kurang berminat dapat ditunjukkan pada siklus I yaitu masih ada siswa yang ngobrol pada saat peneliti memberikan penjelaskan materi, sedikit ramai pada saat diskusi, terutama pada saat diskusi kelompok. Peningkatan perilaku lebih berminat ditunjukkan dengan sikap siswa pada saat pelaksanaan siklus II baik aktifitas dalam diskusi atau pelaporan hasil diskusi. Adanya peningkatan, partisipasi dalam pembelajaran sikap aktif melaksanakan pelaksanaan diskusi kelompok, memimpin diskusi mengangkat tangan untuk bertanya maupun menghargai pendapat orang lain sehingga proses pembelajaran aktif, inofatif, kreatif, dan menyenangkan. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah sebagai berikut: (1) Guru geografi dalam menyelenggarakan pembelajaran biosfer dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif model jigsaw. Hal tersebut disebabkan oleh adanya bukti terjadinya peningkatan hasil belajar siswa dan perubahan perilaku kearah yang positif dalam pembelajaran yang semangat, siswa aktif, kreatif, inofatif, dan menyenangkan. (2) Jangan pernah merasa enggan untuk memberikan dan melakukan perubahan dalam pembelajaran geografi bisa dihilangkan atau dirubah menyenangkan dengan metode pembelajaran yang ada. Kata Kunci : metode kooperatif, model jigsaw, hasil belajar
Pengaruh Budidaya Jambu Air Terhadap Tingkat Sosial Ekonomi Penduduk Ardianto, Didik
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan pangan manusia tidak hanya berfokus pada makanan pokok berupa beras dan jagung saja akan tetapi masih membutuhkan makanan yang lain seperti hasil hortikultura dan lain-lainnya. Hasil-hasil holtikultura yang berupa buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai sumber vitamin, mineral dan protein merupakan bagian yang penting dalam susunan menu yang dibutuhkan negara  Indonesia pada umumnya. Pada saat ini sejalan dengan meningkatnya pembangunan fisik dan mental bangsa Indonesia, maka pendidikan, ilmu pengetahuan dan peningkatan pendapatan penduduk sampai merata sampai pelosok desa yang jauh dari kota. Salah satu perhatian orang ialah untuk lebih banyak memanfaatkan pendapatan dari pekarangan. Pemerintah kabupaten Demak, Jawa Tengah, menghimbau masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah, wargapun menanam mangga, jambu, blimbing, dan jambu air, pilihan budidaya jambu air, ternyata tidak sia-sia kini, hasil buah itu dapat menambah penghasilan petani. Masayarakat demikian antusias menanam jambu air. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan antara budidaya jambu air dengan peningkatan sosial ekonomi penduduk Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. a) Untuk mengetahuif aktor-faktor yang mendukung usaha budidaya jambu air di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. b) Untuk mengetahui besarnya pengaruh produktifitas jambu air terhadap tingkat sosial ekonomi penduduk Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Populasi dalam penelitian ini adalah 1.283 Kepala Keluarga,  dari 2 Desa yaitu, desa Tempuran dan desa Singorejo yang meliputi 63 sampel. Dalam kegiatan pengambilan dan pengolahan data penelitian menggunakan metode a) observasi, b) interviu, c) kuesioner (angket). Sedangkan analisa data untuk menguji hipotesis dengan cara mengadakan perhitungan lebih lanjut dengan analistik statistik yang menggunakan rumus korelasi product moment. Dengan mengunakan analisis regresi liner diperoleh hasil r hitung sebesar 0,564 dengan menggunakan taraf signifikan 5% r hitung sebesar 0,244 karena r hutung lebih besar dari pada r tabel maka hipotesis berbunyi, “Ada pengaruh yang signifikan antara budidaya jambu air terhadap tingkat sosial ekonomi penduduk Kecamatan Demak Kabupaten Demak”. Koefisien determinasi atau besarnya pengaruh antara budidaya jambu air terhadap tingkat sosial ekonomi penduduk Kecamatan Demak, Kabupaten Demak sebesar 31,8%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ternyata ada pengaruh antara budidaya jambu air terhadap tingkat sosial ekonomi penduduk Kecamatan Demak Kabupaten Demak sebagai berikut : 1) Dari hasil perhitungan prosentase pelaksanaan budidaya jambu air di Kecamatan Demak kabupaten Demak termasuk dalam kategori rendah, dimana jambu air asal ditanam tanpa perawatan yang cukup. 2) Kondisi sosial ekonomi di Kecamatan Demak Kabupaten Demak sudah baik, masyarakat demak memiliki standar kesehatan yang baik serta tempat tinggal yang layak. 3) Analisis  merupakan tujuan penelitian yang membuktikan bahwa pengaruh bubidaya jambu air terhadap tingkat sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Demak Kabupaten Demak ada korelasi. Hipotesis yang menyatakan ada pengaruh yang positif antara bubidaya jambu air terhadap tingkat sosial ekonomi masyarakat diterima. Hal ini dapat dibuktikan pada hasil perhitungan  : 0,564, penulis mengkonsultasikan dengan harga kritik pada tabel product moment dengan N : 63 taraf signifikansi 5 % dan 1 % diperoleh harga r tabel pada signifikansi 5 % : 0,244, sedangkan pada taraf signifikansi 1 % : 0,317. Dengan demikian harga  lebih besar dari , baik taraf signifikansi 5 % atau 1 %. maka ada pengaruh yang signifikan antara budiaya jambu air terhadap tingkat sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Demak Kabupatern Demak. 4) Budidaya jambu air berpengaruh terhadap Tingkat sosial ekonomi di Kecamatan Demak kabupaten Demak, bessarnya pengaruh budidaya jambu air terhadap tingkat sosial ekonomi adalah 31,8%. Kata Kunci : jambu air, social ekonomi, budidaya
Hubungan Antara Tingkat Sosial Ekonomi Dengan Sanitasi Lingkungan Di Asrama Polisi Sari, Anita
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan dapat di artikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan dan mempertahankan standar kondisi lingkungan yang mendasar yang mempengaruhi kesejahteraan manusia. Sehingga sanitasi sangat berperan penting dalam mewujudkan kondisi kesehatan penghuninya. Permasalahan yang diajukan : Apakah kondisi sosial ekonomi masyarakat ada hubungannya dengan kondisi sanitasi lingkungan di Asrama Polisi Sendangmulyo Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang? Sehingga diperoleh hasil ada hubungan positif dan signifikan antara tingkat sosial ekonomi dengan sanitasi lingkungan di Asrama Polisi Sendangmulyo Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui kondisi sanitasi di daerah Asrama Polisi Sendangmulyo Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Untuk keperluan tersebut penelitian dilakukan kepada seluruh warga yang berjumlah 242 KK, namun karena jumlah tersebut dirasa terlalu besar maka dilakukan penelitian secara sampel (ditetapkan) 25% sehingga ditemukan sampel sabanyak 61 KK atau orang. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah dokumentasi dan angket.Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data : jumlah warga setiap RT, nama – nama warga, jumlah masyarakat berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat kesejahteraan, mata pencaharian dan data lain seperti dalam monografi kelurahan. Sedangkan angket digunakan untuk mengungkap ada atau tidaknya hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan sanitasi lingkungan yang dibagi menjadi dua variabel yaitu sosial ekonomi (x) dan sanitasi lingkingan (y). Hasil analisis data hasil penelitian tingkat sosial ekonomi diperoleh hasil sebanyak 55,74% responden menyatakan bahwa tingkat sosial ekonomi penghuni Asrama Polisi Sendangmulyo Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang tergolong sangat tinggi, sebanyak 40,98% termasuk kategori tinggi,serta sebanyak 3,28% termasuk cukup dan tidak ada yang termasuk dalam kategori rendah.  Hasil peneltiian sanitas lingkungan diperoleh hasil sebanyak 49,18% responden dengan tingkat sanitas lingkungan yang termasuk dalam kategori sangat tinggi, sebanyak 47,54% responden dengan tingkat sanitas lingkungan yang termasuk dalam kategori tinggi serta 3,28% responden dengan sanitasi lingkungan yang termasuk dalam kategori cukup. Kesimpulan yang diperoleh adalah (1) tingkat sosial ekonomi di Asrama Polisi Sendangmulyo Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang tergolong tinggi. (2) Tingkat sanitasi lingkungan di Asrama Polisi Sendangmulyo Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang tergolong tinggi. (3) Ada hubungan positif dan signifikan antara tingkat sosial ekonomi dengan sanitasi lingkungan di Asrama Polisi Sendangmulyo Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Saran yang dapat disampaikan adalah Pentingnya selalu menjaga sanitasi lingkungan, hal ini dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan seperti pembersihan saluran air setiap minggu, pembuangan sampah pada tempatnya dan tidak disaaluran yang akan menghambat saluran air. Kata Kunci : sanitasi, sosial ekonomi, asrama polisi
Pengaruh Pemanfaatan Ekosistem Mangrove Dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Masyarakat Hartanto, Eko Febri
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini memiliki tujuan untuk dapat mengidentifikasi dan menganalisa kondisi ekosistem mangrove, mengetahui kerusakan mangrove dan penyebab kerusakan tersebut agar dapat mencari jalan keluar guna melestarikan ekosistem mangrove secara berkelanjutan, memberikan pengetahuan akan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem, dan menilai secara ekonomis manfaat langsung dari sumber daya hutan mangrove yang ada di Desa Banjarsari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Permasalahan yang ingin diteliti yaitu tentang kondisi ekosistem mangrove yang membaik, yaitu karena masyarakat mulai sadar bahwa kawasan ekosistem mangrove yang baik akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Maka dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis : “ekosistem mangrove mampu mempengaruhi pendapatan ekonomi masyarakat di desa Banjarsari kecamatan Sayung kabupaten Demak”. Setelah melakukan penelitian, maka peneliti dapat membuktikan bahwa hipotesis yang penulis ajukan dapat diterima. Data penelitian ini diambil dari monografi Desa Banjarsari. Jumlah populasi dari ketiga dukuh, yaitu dukuh Dombo, dukuh Karang Sambung dan dukuh Mororejo sebanyak 470 KK, dan jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus Harry King dengan tingkat kesalahan 10%, dan didapatkan hasil 38 responden. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil data dengan metode 1) observasi, 2) wawancara, 3) angket. Sedangkat metode analisis yang digunakan antara lain analisis SWOT serta metode validasi dan reliabilitas angket dengan cara membuat korelasi skor pada setiap skor pertanyaan tentang pemanfaatan ekosistem mangrove dan kondisi ekosistem mangrove yang diajukan kepada responden dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment. Pada taraf signifikan 5% = 0,320 dan pada taraf 1% = 0,413 dan dari hasil penghitungan korelasi menggunakan Produt Moment memiliki hasil 0,870 sehingga menjadi 0,320<0,870>0,413, maka dengan demikian hasil penghitungan korelasi lebih besar dari rhitung dan rtabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid dan reliable. Kata Kunci : mangrove, ekosistem, pemanfaatan, desa Banjarsari
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Computer Assisten Instruction Pada Mata Pelajaran IPS Maskuri, Maskuri
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberlajaran Model CAI (Computer Assisten Instruction) merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dengan bantuan komputer yang menggabungkan media gambar, gambar bergerak (animasi), vidio, simulasi, suara, maupun teks berjalan, sehingga dalam kegiatan pembelajaran tidak terkesan monoton. Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas maka permasalah yang timbul adalah : (1) Apakah Model pembelajaran CAI dapat  meningkatkan Prestasi belajar IPS pada siswa Kelas VII.A SMP Hasanuddin 2 Semarang ? (2) Bagaimana pelaksanaan Model CAI  pada pembelajaran dalam upaya meningkatkan prestasi pada mata pelajaran IPS siswa Kelas VII SMP Hasanuddin 2 Semarang ?. Tujuan dalamW penelitian ini adalah untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut, sehingga peneliti mengadakan penelitian dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada penelitian PTK ini termasuk dalam penelitian deskriftif kualitatif dengan jenis kolaboratif partisipatoris. Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini antara lain : 1)perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan dan 4) refleksi. Hasil analisis data, menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model Computer Assisten Instruction (CAI) ini mampu meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SMP Hasanuddin 2 Semarang. Dengan semangat dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran, begitu juga dari hasil evaluasi kegiatan pembelajaran yang menajadi indikator prestasi belajar siswa dapat berjalan dengan baik, hal ini terbukti prosentase prestasi hasil belajar siswa mulai dari pretes, siklus I, sampai dengan siklus II mengalami peningkatan mulai dari 42,9% menjadi 71,4% dan meningkat lagi menjadi 96,4%, serta rata-rata nilai kelas secara klasikal juga mengalami peningkatan dari 67,5 menjadi 73,2 dan menjadi 85,1. Dari data diatas telah mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan yakni 70 dan nilai rata-rata klasikal kelas sebesar 85%. Kata Kunci : Prestasi Belajar, Model Pembelajaran Computer Asisten Instruction (CAI), Ilmu Pengetahuan Sosial.
Hubungan Budidaya Tanaman Salak Pondoh Dengan Tingkat Pendapatan Ekonomi Masayarakat Tohar, Tohar
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah berisi tentang budidaya tanaman salak pondoh telah meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga terutama masyarakat Desa Suroyudan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Kemudian di cari faktor- faktor apa sajakah yang berhubungan dengan meningkatnya ekonomi tersebut, X terdiri dari 3 indikator yaitu : Luas lahan, Aktivitas kerja, Cara budidaya dan Y tidak ada indikator. Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengetahui hubungan antara luas lahan pekarangan dengan tingkat pendapatan petani salak pondoh, (b) Untuk mengetahui hubungan antara aktifitas kerja dengan tingkat pendapatan petani salak pondoh, (c) Untuk mengetahui hubungan antara cara budidaya dengan tingkat pendapatan petani salak pondoh. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (a) Adakah hubungan antara luas lahan pekarangan dengan tingkat pendapatan petani salak pondoh, (b) Adakah hubungan antara aktifitas kerja dengan tingkat pendapatan petani salak pondoh, (c) Adakah hubungan antara cara budidaya dengan tingkat pendapatan petani salak pondoh. Jawaban dari permasalahan dalam penelitian ini adalah : Sebaiknya dalam melakukan budidaya tanaman salak pondoh, masyarakat desa Suroyudan melakukan dengan tehnik yang baik dan benar agar hasil panen mendapatkan keuntungan yang maksimal sehingga mampu menambah perekonomian keluarga. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Berdasarkan titik tolak dan latar belakang permasalahan, maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut : Ho Ditolak : Tidak ada hubungan yang signifikan antara budidaya tanaman salak pondoh dengan tingkat pendapatan ekonomi masyarakat di Desa Suroyudan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian ini menggunakan metode pengambilan data angket, observasi dan wawancara. Untuk mengetahui Hubungan Budidaya Tanaman Salak Pondoh Dengan Tingkat Pendapatan Ekonomi Masyarakat Desa Suroyudan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo, dengan menggunakan angket  sebanyak 29 item dari 48 responden. Hal tersebut untuk mencari validitas dan reabilitas angket. Berdasarkan dari perhitungan product Moment, dengan N = 48 diperoleh nilai koefisien korelasi atau (rxy) sebesar 0,592, kemudian hasil tersebut dikonsultasikan dengan tabel r, dengan responden 48 dengan taraf 5% diperoleh dari tabel 0,284 dan signifikansi 1% diperoleh dari tabel 0,368. Bila dibandingkan ternyata r0 = 0,592> 0,284  dan 0,592> 0,368, dan  Koefisien determinasi diperoleh nilai R2 = 0,592² = 0,350 % ini berarti variabel budidaya tanaman salak pondoh ada hubungan dengan variabel tingkat pendapatan ekonomi masyarakat sebesar 35,0 % dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Ini berarti variabel budidaya tanaman salak pondoh secara statistik ada hubungan yang signifikan dengan variabel tingkat pendapatan ekonomi masyarakat di Desa Suroyudan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Saran yang diajukan adalah sebagai berikut  : Sebaiknya dalam melakukan budidaya tanaman salak pondoh, masyarakat desa Suroyudan melakukan dengan tehnik yang baik dan baik agar hasil panen mendapatkan keuntungan yang maksimal sehingga mampu menambah perekonomian keluarga. Kata Kunci : Budidaya, salak, ekonomi
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Widjdati, Yusri
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah. Prestasi belajar merupakan penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka serta nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum setelah dilakukan kegiatan evaluasi. kemampuan ekonomi keluarga akan memberikan pengaruh baik langsung maupun tidak langsung pada pendidikan dan pekerjaan atau jabatan serta mempertimbangkan hasil yang dicapai pada pendidikan dan pekerjaan. Melihat uraian tersebut jelas terlihat bahwa status sosial ekonomi orang tua memiliki peran cukup penting dalam pendidikan siswa, khususnya terhadap prestasi belajar siswa. Anak akan dengan mudah mengikuti proses belajar pada saat di sekolah, karena semua sarana dan prasarana pendukung dari proses pembelajaran dapat terpenuhi oleh orang tuanya. Sebaliknya, ketika status sosial ekonomi keluarga rendah maka anak akan mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah, karena sarana dan prasarana pendukung dari proses pembelajaran tidak terpenuhi oleh orang tuanya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa MTs Asyariyah Tegalarum Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak; (2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa MTs Asyariyah Tegalarum Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan expost facto. Sedangkan sampel penelitian adalah siswa MTs Asyariyah Tegalarum Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, Tahun Pelajaran 2012-2013 kelas II sebanyak 95 orang. Pengumpulan data yang digunakan dokumentasi dan angket. Alat analisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji regresi linier sederhana, uji F dan koefisien determinasi.  Hasil yang diperoleh yaitu status sosial ekonomi orang tua memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, dengan nilai signifikasi F 0,000 lebih rendah dari 0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan “Ada pengaruh positif dan signifikan status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa MTs Asyariyah Tegalarum Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak” dapat diterima. Ada pengaruh positif variabel status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar. Dengan nilai regresi sebesar 0,868 yang menggambarkan semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua, maka prestasi belajar akan mengalami peningkatan. Artinya bahwa setiap peningkatan status sosial ekonomi orang tua, akan meningkatkan prestasi belajar sebesar 86,8pp %. Besarnya pengaruh variabel status social ekonomi orang tua ( x ) terhadap variabel prestasi belajar ( y ) menggunakan uji koefisien determinasi ( R2 ) guna mengetahui seberapa besar prosentase variasi variabel bebas pada model dapat diterangkan oleh variabel terikat diperoleh nilai R Square sebesar 0,529 yang menunjukkan sebesar 52,9 % prestasi belajar ( y ) dapat dijelaskan oleh variabel status social ekonomi orang tua ( x ) sedangkan selebihnya yaitu (100 % - 52,9 %) sebesar 47,1 % prestasi belajar dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terisi misalnya minat belajar, cara guru mengajar, dan lain sebagainya. Saran yang diajukan yaitu bagi sekolah, diharapkan sekolah mampu menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa. Sehingga bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu mereka tetap bisa berprestasi di sekolah. Bagi guru, kesediaan guru dalam memberikan bimbingan atau layanan konsultasi belajar bagi siswa yang membutuhkan sangat diperlukan. Karena hal ini mampu membantu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Bagi siswa, diharapkan siswa tetap memiliki semangat dan motivasi dalam belajar. Siswa tidak boleh bergantung pada fasilitas orang tua. Siswa hendaknya dapat menjadi pribadi yang mandiri. Kata Kunci : Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Prestasi Belajar.
Pengaruh Pemberian Tugas Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Geografi Wati, Zunita Riana
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar yang merupakan proses kegiatan untuk mengubah tingkah laku siswa, ternyata banyak faktor yang mempengaruhinya. Dari beberapa faktor yang mempengaruhi itu, secara garis besar dapat dibagi  dalam klasifikasi faktor intern (dari dalam) diri siswa antara lain : motivasi, minat, bakat, konsentrasi serta pemahaman. Faktor ekstern (dari luar) dari siswa adalah faktor yang datang dari luar diri siswa, antara alain : lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan teman bermain serta sarana prasarana, dan yang tidakkalah penting adalah metode mengajar guru. Beberapa alasan penulis untuk melakukan penelitian Pengaruh Pemberian Tugas Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Geografi Pada Kelas X Di SMA Walisongo Pecangaan Jepara Tahun 2012/2013 adalah sebagai berikut : 1) masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, slah satunya adalah ketergantungan pada orang lain. 2) guru bertanggung jawab untuk membantu mengatasi siswa yang mengalami masalah belajar. 3) guru sudah berupaya membantu mengatasi kesulitan belajar siswa, tetapimasih ada beberapa siswa yang perlu mendapatkan perhatian, sehingga perlu bantuan bimbingan belajar yang lebih efektif. 4) pemberian tugas kepada siswa belum dilaksanakan secara terprogram sehingga hasilnyapun kurang maksimal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : dokumentasi, wawancara dan angket. Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui data penggunaan metode pemberian tugas. Dokumentasi yang digunakan adalah daftar nilai dan data pribadi siswa. Berdasarkan analisis product moment besarnya thitung 0,484% lebih besar daripada rtabel dengan taraf signifikan 5% N=30 yaitu 0,036, menunjukan bahwa hubungan itu signifikan. Sedangkan besarnya pengaruh dapat dihitung dengan R2x100%.atau 0,484x100%= 48,4% atau dapat dikatakan besarnya prestasi belajar siswa adalah 48,4%, sedangkan yang 51,6% di pengaruhi oleh faktor lain. Maka Ha : (ada hubungan yang signifikan antara pemberian tugas dengan prestasi belajar kelas X SMA Walisongo Pecangaan Jepara), diterima dan Ho : (tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian tugas dengan prestasi belajar siswa kelas X SMA Walisongo Pecangaan Jepara). Saran-saran : 1) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa salah satunya dengan menggunakan layanan bimbingan belajar dengan pemberian tugas, baik tugas di sekolah maupun tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dirumah yang berhubungan materi pelajaran yang diajarkan. 2) siswa untuk dapat memperoleh prestasi yang baik harus latihan soal-soal, terutama mengerjakn tugas-tugas  yang diberikan oleh guru di sekolah. Dengan mengerjakan tugas tersebut maka siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan di sekolah. Kata Kunci : Pemberian Tugas Dengan Prestasi Belajar Siswa.
Analisis Dampak Pembangunan Permukiman Terhadap Kualitas Air Bersih Di Desa Growong Lor Desanta, Hendra Tri
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak pembangunan permukiman terhadap kualitas air bersih di Desa Growong Lor Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Data penelitian ini diambil dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pati mengenai kualitas air sumur warga Desa Growong Lor Kecamatan Juwana Bulan Januari sampai Juni Tahun 2013. Untuk penelitian ini, peneliti mengambil sampel 12% dari populasi 253 sumur air di Desa Growong Lor yaitu sebanyak 30 sumur air.   Dalam penelitian ini, peneliti mengambil data menggunakan metode Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan Laboraturium. Sedangkan untuk menganalisis data digunakan rumus proyeksi (geometri). Pn menunjukkan hasil proyeksi 12 bulan, Po menunjukkan hasil pada bulan dasar, r menunjukkan rata-rata bulan Januari sampai Mei, sedangkan n menunjukkan interval proyeksi.  Selanjutnya diperoleh rata-rata (r) bulan Januari-Mei 2013, yang mencakup parameter bau yang memperoleh rata-rata 0, lalu kekeruhan 0,68, rasa 0, suhu 0,02, warna 0,112, besi 0,0225, cadmium -0,0262, khlorida 6,44, chromium heksavalen 0,00132,mangan 0,0144, nitrat 0,1956, nitrit 0,0301, pH 0,04, seng 0,351, sianida 0,00144, sulfat -0,68, timbale 0,0012, dan deterjen 0,028.             Setelah diperoleh rata-rata, selanjutnya data dapat diproyeksikan. Maka hasil proyeksi untuk 12 bulan atau (r12) adalah, parameter fisika yang meliputi bau yang memperoleh hasil uji tidak bau (sangat layak), kekeruhan memperoleh hasil uji 5,05 (sangat layak), rasa memperleh hasil uji agak asin (layak), suhu memperoleh hasil uji 27,4 (layak), warna memperoleh hasil uji 21,22 (layak). Sedangkan untuk parameter kimia yang meliputi besi yang memperoleh hasil uji 0,123 (layak), cadmium memperoleh hasil uji 0,0423 (tidak layak), khlorida memperoleh hasil uji 7,53 (sangat layak), chromium heksavalen memperoleh hasil uji 0,019 (layak), mangan memperoleh hasil uji 0,272 (tidak layak), nitrit memperoleh hasil uji 2,683 (sangat layak), nitrat memperoleh hasil uji 0,262 (sangat layak), pH memperoleh hasil uji 7,1 (sangat layak), seng memperoleh hasil uji 1,25 ( sangat layak), sianida memperoleh hasil uji 0,0239 (sangat layak), sulfat memperoleh hasil uji 138,75 (sangat layak), timbale memperoleh hasil uji 0,025 (layak), dan detergen memperoleh hasil uji 0,119 (layak). Kata Kunci : Kualitas Air Bersih
Korelasi Antara Keaktifan Siswa Mengikuti Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Geografi Siswa Kusrinah, Eni
GEOGRAFI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : GEOGRAFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara keaktifan siswamengikuti Organisasi Intra Madrasah (OSIM) dengan prestasi belajar mata pelajaran geografi kelasXI IPS MA Al-Anwar Ngemplak Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran2013/2014. Permasalahan yang ingin diteliti yaitu adakah hubungan yang signifikan antara keaktifansiswa mengikuti Organisasi Intra Madrasah (OSIM) dengan prestasi belajar mata pelajaran geografikelas XI ips MA Al-Anwar Ngemplak Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran2013/2014. Data ini diambil dari monografi MA Al-Anwar Ngemplak. Jumlah populasinya adalahsemua siswa kelas X, XI, dan kelas XII MA AL-ANWAR Ngemplak Mranggen Demak. Sejumlah 82siswa dari 3 kelas. Tehnik pengumpulan data digunakan tehnik angket, dokumentasi dan observasi.Tehnik angket mencakup keaktifan mengikuti Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dalamberbagai kegiatan : olahraga, kesenian, motifasi, keagamaan, pramuka, kesahatan pada aspekkognitif, afektif, dan psikomotor., Teknik dokumentasi yakni melihat atau memeriksa prestasi belajarsiswa yang disimpan disekolah, tehnik interviu (wawancara) digunakan untuk memperoleh datatentang sejarah berdirinya MA Al-Anwar Ngemplak Mranggen, dan teknik observasi adalahmengamati menggunakan lembar absensi tentang semua aktifitas siswa selama pelaksanaanpenelitian yaitu saat melakukan pembelajaran. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitianini adalah analisis pendahuluan, analisis lanjutan dan analisis uji Hipotesis dengan menggunakanrumus korelasi Product Moment. 2 2 2 2 . ( ) . ( )( )( )N x x N y yN xy x yrxy        Berdasarkan hasil perhitungan, dengan N = 82 diperoleh nilai koefisien korelasi ( r xy ) sebesar0,712, kemudian hasil tersebut dikonsultasikan dengan tabel r, dengan responden 82 siswa dengantaraf 5 % diperoleh dari tabel 0,217 dan signifikansi 1 % diperoleh dari tabel 0,213. Biladibandingkan ternyata ro : 0,712 > 0,217 dan 0,712 > 0,213. berdasarkan analisis data tersebutdapat diketahui bahwa hasil penelitian : ada hubungan positif antara keaktifan mengikuti OrganisasiIntra Madrasah (OSIM) dengan prestasi belajar mata pelajaran geografi siswa kelas XI ips MA Al-Anwar Ngemplak Kecamatan mranggen Kabupaten Demak tahun pelajaran 2013/2014.

Page 1 of 1 | Total Record : 10