cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Craft
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Craft section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of craft both as traditional and contemporary artifacts. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from tranforming forms, materials, meanings and values of textiles and/or ceramics into one-of-a kind objects in the form of clothes, deskwares, jewellry, and fashion accesories among others.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2013)" : 32 Documents clear
PEMANFAATAN SABUT KELAPA DAN PEWARNA ALAM INDIGOFERA SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF PADA PRODUK KRIYA Andini, Septia; Widiawati, Dian
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Sabut kelapa merupakan salah satu serat yang memiliki struktur yang kuat. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki sabut kelapa antara lain tidak gampang membusuk dan berjamur dan tahan lama. Indonesia merupakan negara penghasil sabut kelapa terbesar di dunia karena Indonesia merupakan Negara kepulauan. Pada kenyataannya Indonesia masih belum mengolah sabut kelapa dengan maksimal. Setiap tahunnya dari keseluruhan persediaan sabut kelapa di Indonesia hanya sebesar 15% yang diolah kembali oleh masyarakat sedangkan sisa sabut kelapa yang menumpuk dibiarkan menjadi limbah yang kemudian mengering dan pada akhirnya dibakar. Sangat disayangkan minimnya usaha untuk memanfaatkan sabut kelapa tersebut melihat peluang yang besar dalam pengolahan sabut kelapa terhadap perdagangan dunia. Terlebih sabut kelapa belum dikenal dengan luas dalam lingkup kriya. Saat ini penggunaan kembali bahan-bahan alam dalam dunia kria sangatlah tinggi, hal itu memberikan peluang besar dalam pemanfaatan sabut kelapa. Sabut kelapa akan diolah menjadi material alternatif dalam pembuatan produk kriya. Kemudian munculah ide untuk menambah lagi nilai jual sabut kelapa. Sabut kelapa akan lebih menarik lagi apabila dipadu dengan pewarna alam yang dapat menambah nilai jual sabut kelapa tersebut. Pewarna alam indigofera cocok untuk dipadukan dengan sabut kelapa karena pewarna alam indigofera merupakan pewarna alam berkualitas tinggi yang juga telah dipakai sejak dulu oleh masyarakat. Untuk memadukan sabut kelapa dan pewarna alam indigofera maka di lakukan eksplorasi teknik tekstil dalam menemukan cara terbaik untuk menghasilkan material alternatif yang baru. Setelah dilakukan eksplorasi-eksplorasi dan pada hasilnya teknik tekstil yang paling tepat untuk pengolahan sabut kelapa dan pewarna alam indigofera berupa penggabungan teknik kempa, teknik jahit, bordir, dan teknik anyam.// // //
EKSPLORASI VISUAL KAIN TRADISIONAL UIS GARA PADA PRODUK BUSANA SIAP PAKAI WANITA Arihta, Tantri; Saftyaningsih, Ken Atik
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Eksplorasi Visual Kain Tradisional Uis Gara Pada Produk Busana Siap Pakai Wanita dimaksudkan untuk memperkenalkan kain tradisional Karokepada masyarakat luas melalui bentuk produk yang dapat merepresentasikan kegunaan awal salah satu kain tradisional Karo yaitu Kain Uis Garayang awalnya dibuat untuk dipakai sehari-hari oleh wanita Karo. Busana ready-to-wear atau busana siap pakai merupakan salah satu produk masalyang terus berinovasi agar tetap diminati masyarakat. Inovasi tersebut menyangkut teknik pembuatannya yang terus berkembang serta bentuk visualyang menarik tetapi dapat dipakai sehari-hari. Berdasarkan hal itulah, digali karakteristik visual kain dan motif tradisional Indonesia yang terdapatpada Uis Adat Karo selain batik ataupun tenun ikat yang belakangan ini sering diaplikasikan pada busana siap pakai yang dapat dipakai sehari-hari.// //
APLIKASI TEKNIK BORDIR PADA PRODUK FESYEN BERTEMAKAN BORDIR Oktavia, Theresa Gestani; Panggabean, Ratna
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Burlesque secara umum adalah seni panggung yang berasal dari Italia, berkembang di Eropa dan menemukan “rumah baru” di panggung broadway New York. Dari yang awalanya adalah hiburan kelas rendah berupa dagelan dan acara musik, hingga panggung megah menampilkan showgirls berpakaian minim dan glamour. Teknik bordir digunakan untuk merealisasikan gaya burlesque terhadap produk fesyen. Teknik ini memiliki karakter yang khas dan kuat dan dapat mewujudkan efek yang diinginkan dalam menciptakan image burlesque. Karya ini mengadepankan karya visual yang cantik dan berani, di buat untuk memperkaya wawasan bangsa Indonesia akan gaya burlesque, sekaligus membuktikan sekali lagi bahwa teknik bordir tidak lekang oleh waktu. Karya ini dibuat bagi para wanita yang tidak takut untuk mengeksplor sensualitasnya, juga menghargai ironi hidup dan perbedaan.// //
EKSPLORASI PEMANFAATAN KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TEKNIK LUKIS SUTERA Dewi, Tiara Nurmalita; Widiawati, Dian
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Eksplorasi pemanfaatan kayu secang (Caesalpinia sappan Linn) sebagai pewarna alami pada teknik lukis sutera menonjolkan keunikan dari salah satu teknik pengolahan tekstil, yaitu lukis yang menggunakan ekstrak kayu secang sebagai zat pewarnanya. Selain mencoba untuk meneliti keungkinan alternatif penggunaan kayu secang sebagai pewarna alami di bidang tekstil, penulis juga mencoba mengembangkan teknik dari lukis diatas kain sutra yang hingga kini masih menggunakan zat pewarna sintetis. Meskipun sampai sekarang pemanfaatan utama kayu secang masih sebagai pewarna dalam industri pangan dan kemungkinan pengembangannya di bidang medis, pengkajian sebagai alternatif bahan pewarna alami teknik lukis sutera menjadi daya tarik utama bagi penelitian. Terbatasnya pengetahuan terhadap nilai lebih yang dimiliki pewarna alam menyebabkan pewarna sintetis lebih banyak dipilih. Melalui penelitian tugas akhir ini penulis berharap dapat menarik perhatian dan rasa kepedulian masyarakat terhadap penggunaan pewarna alami dengan mengembangkan bahan-bahan yang memiliki potensi baik untuk menjadi dasar dari zat pewarna alami. Selain itu diharapkan dapat tercipta karya-karya estetik yang memiliki nilai ketekunan tangan yang tinggi sehingga dapat membawa keunikan yang baru dan berbeda dalam bidang kriya.// //
EKSPLORASI TEKNIK BATIK KONTEMPORER DENGAN SABLON PUFF PADA PRODUK FASHION Fitria, Jessy Jasmine; Rais, Zaini
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Batik merupakan salah satu tekstil tradisional Indonesia dengan berbagai macam keunikan dan variasi, baik dari motif serta seluk-beluk maknanya, warna, tekstur, dan juga tekniknya. Kemudian sablon puff adalah salah satu teknik sablon dengan menggunakan campuran tinta sablon busa/puff dengan bibit pewarna, yang apabila diberi energi panas akan mengembang dan memunculkan kesan tekstur/dimensi pada permukaan kain. Beberapa pekan lalu, seorang seniman batik asal Jerman, Joachim Blank, berkunjung ke Indonesia dan juga ITB untuk memperkenalkan hasil karyanya yaitu eksplorasi teknik batik dengan pendekatan terhadap material-material yang berasal dari alam dan sekitar. Penulis terinspirasi untuk melanjutkan eksplorasi Joachim tersebut dalam pemanfaatan material alam sebagai alternatif untuk menciptakan motif baru sebagai inovasi dalam perbatikan di Indonesia. Penelitian telah dilakukan penulis secara literatur, observatif, eksperimentatif dan eksploratif menggunakan teknik batik Joachim tersebut terhadap material bahan-bahan kain tebal seperti jeans, twill, kanvas dan drill. Kemudian penulis juga menggunakan teknik sablon puff sebagai variasi teknik.// //
PENGEMBANGAN RAGAM HIAS BATIK BANTEN DENGAN TEKNIK REKA LATAR Afdianahl, Zahra; Destiarmand, Achmad Haldani
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Perkembangan industri fashion di Indonesia mulai mengikuti tren busana dunia dan meninggalkan ciri khas Indonesia yang ketimuran. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan media elektronik yang berpengaruh terhadap budaya Indonesia yang mulai ditinggalkan peminatnya, salah satunya Batik. Batik merupakan ciri Indonesia yang patut untuk lestarikan. Proses asimilasi budaya dapat mempertahankan budaya Indonesia dengan sentuhan barat tanpa menghilangkan ciri khas Indonesia. Batik sejarah peninggalan Kerajaan Islam Banten digabungkan dengan tren busana untuk perempuan muda yaitu gaun koktail. Pengerjaan tugas akhir ini menggunakan teknik batik tulis, lukis sutera, flocking, foiling, dan bordir. Produk yang dihasilkan berupa busana perempuan, gaun koktail, dengan motif pengembangan Batik Banten.// //
PENGAPLIKASIAN EKSPLORASI PEWARNA GLOW IN THE DARK UNTUK BUSANA PRIA Wira, Bhaskoro; Kahdar, Kahfiati
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi, media, dan dunia hiburan merupakan faktor yang memberikan dampak besar pada perkembangan fashion, terutama industrimusik dan perfilman. Dunia hiburan sering dikaitkan pada kehidupan malam, sehingga image tersebut akan digunakan dalam pembuatan karya ini,sehingga digunakan warna-warna glow in the dark sebagai pengaplikasiannya. Teknik yang digunakan adalah screen print, celup, dan spraying.Diharapkan dengan digunakannya teknik tersebut dapat memberikan hasil eksplorasi yang berbeda. Produk yang akan dihasilkan berupa busana priasiap pakai dengan pembagian tema sesuai dengan imageboard yang didapat. Diharapkan dengan dilakukannya penelitian ini dapat memunculkan ideidebaru dalam perkembangan busana pria.// //
TENUN IKAT SUMBA SEBAGAI INSPIRASI MOTIF DENGAN TEKNIK BLOCK PRINT Martin, Isabela Dian; Zaman, Biranul Anas
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Tugas akhir ini membahas tentang aplikasi motif tenun Sumba Timur pada busana siap pakai wanita dengan menggunakan teknik block print. Pengangkatan tema tersebut didasari oleh adanya pemikiran untuk mengadaptasi budaya tradisional ke dalam bentuk yang modern dan kontemporer sehingga lebih relevan dengan kehidupan masyarakat sekarang. Penggabungan kedua jenis budaya primitif yaitu block print dan tenun tersebut, diharapkan dapat menciptakan bentuk visual yang baru dari motif-motif tenun ikat Sumba Timur dengan karakteristik yang berbeda. Generasi muda terutama desainer, seniman dan pendidik memiliki peran yang besar untuk mempertahankan eksistensi budaya tradisional tersebut salah satunya dengan melakukan pembaharuan terhadap unsur-unsur tradisional tanpa menghilangkan nilai budaya yang ada.// //
APLIKASI BENTUK MANGKOK SEBAGAI ELEMEN INTERIOR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MARBLING Nugraha, Aditya; Nansha, Hendhy
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Makan merupakan kebutuhan primer seseorang, namun dari situlah seringkali kualitas hidup seseorang di takar. Piring, mangkok, gelas, sendok,garpu, dan jenis tableware lainnya seringkali ditata secara konseptual dengan berbagai aturan tertentu di atas meja. Tata jamuan ini dicitrakan menjadisebuah karya seni. Hal ini pada masa sekarang, menunjukan bahwa tableware bukan hanya berfungsi sebagai tableware saja, namun memilikipergeseran yang cukup signifikan dalam dunia desain, yaitu menjadi instalasi seni. Pergeseran tableware menjadi instalasi seni menjadikan sebuahpajangan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Fenomena ini menjadi hal yang menarik sehingga tercetuslah sebuah gagasan untukmembuat tableware sebagai wallhanging. Jenis tableware yang dipilih adalah mangkok. Mangkok ditata sedemikian rupa dengan alur tertentu padasebuah panel kayu agar menciptakan kesan dinamis. Aplikasi wall hanging pada ruang interior diharapkan dapat menambah nilai estetis suatu ruangdan juga memperkuat konsep ruang yang dirancang tersebut.
MOTIF BATIK DENGAN APLIKASI TAMBOUR BEADING & EMBROIDERY PADA PRODUK TEKSTIL Ningrum, R.A. Dyanisa Wahyu; Panggabean, Ratna
Craft Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Kain bermotif batik, di pasar lokal maupun internasional, umumnya adalah kain dengan teknik print. Kain print bermotif batik dinilai repetitif dan monoton secara tekstur, walau tampak menarik secara visual dua dimensi. Batik memiliki ragam motif yang dapat dieksplorasi dan diaplikasikan di atas kain dengan teknik yang lebih inovatif untuk memperkaya tekstil di Indonesia.Tambour beading & embroidery, sebuah teknik bordir dan payet couture profesional sejak abad ke-18, menjadi salah satu solusi dalam mengenalkan kembali ragam motif batik dengan pendekatan baru, mengaksentuasi motif batik, dan mengangkat nilai jual kain bermotif batik tanpa menghilangkan karakter asli dari motif batik. Pada penelitian ini dilakukan penerapan teknik tambour beading & embroidery pada kain bermotif batik untuk memberikan tekstur dan elemen estetis agar dapat menambah daya jual dan menarik minat pasar baik lokal maupun internasional.Teknik bordir dan payet tambour dapat memperkaya dunia kriya bordir dan tekstil Indonesia. Pengerjaan kain dengan teknik tambour memiliki waktu yang relatif lebih cepat dibandingkan teknik bordir manual. Teknik tambour dapat menjadi tambahan pengetahuan dan teknik alternatif untuk meningkatkan kapabilitas pengrajin bordir dan payet di Indonesia.

Page 3 of 4 | Total Record : 32