Visual Art
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Articles
27 Documents
Search results for
, issue
" Vol 3, No 1 (2014)"
:
27 Documents
clear
PENGHORMATAN KEPADA SANENTO YULIMAN MELALUI IMBA
Anindita, Puja;
Siregar, Aminudin T.H
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Penulis tumbuh tanpa sosok ayah. Ayah penulis, Sanento Yuliman, meninggal saat penulis berusia satu tahun. Secara personal penulis tidak pernah mengenal sang ayah, dengan demikian penulis sama sekali tidak memiliki memori apapun tentang sang ayah. Penulis mencari tahu sosok sang ayah dengan mewawancarai teman-teman sang ayah serta kakak dan adik sang ayah yang memang memiliki memori tentang Sanento Yuliman Pencarian penulis tak hanya mengenai seperti apa rupa sang ayah tetapi juga mengenai sosok sang ayah. Penulis mengangkat permasalahan tersebut karena segala proses yang dilakukan oleh penulis adalah proses mengenal dan mencari tahu sosok Sanento Yuliman.// //
Realitas dalam Grid
Onie, Rheza Rynaldo;
Sayahdikumullah, Dikdik
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Kerang dan koral merupakan benda dari masa lalu, bahkan mungkin sudah ada sejak saya belum ada, sesuatu yang jauh dan tak tersentuh. Penulis memiliki ketertarikan personal terhadap bentuknya. Penulis juga tertarik dengan lukisan realis, di mana dalam prakteknya lukisan realis memiliki kesadaran meniru objek semirip mungkin dengan realitas yang hadir saat ini di masa penulis hidup.Selama ini, penulis secara sadar menggunakan metode yang sama dengan fotorealis ketika melukis untuk menyampaikan suatu realitas baru, yakni dengan menggunakan bantuan foto sebagai sketsa, menggunakan metode tertentu dalam memindahkan gambar foto, yakni menggunakan metode grid untuk memindahkan image foto ke dalam lukisan.Berdasarkan paparan diatas, penulis akan menghadirkan ketertarikan penulis terhadap bentuk kerang dan koral pada lukisan realis dengan menggunakan metode fotorealis. Penulis membutuhkan gaya lukisan realisme, yakni merepresentasikan sesuatu, dalam konteks karya penulis, untuk merepresentasikan realitas dalam lukisan fotorealis dan mencari nilai estetiknya.// //
AKAL RAGA
Rudiman, Adriano Firmanza;
Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Penulis memiliki latar belakang keluarga yang bekerja sebagai tenaga medis, sehingga sejak kecil penulis sudah akrab dengan pencitraan-pencitraan tubuh manusia dalam ilmu medis, baik dalam bentuk ilustrasi, foto maupun video. Keterbiasaan ini membawa penulis ke dalam suatu ranah pemikiran yang baru saat melihat kecenderungan masyarakat yang memperlihatkan emosi takut atau rasa terganggu saat melihat pencitraan tubuh dalam bentuk dan gaya visual medis, khususnya saat melihat organ bagian dalam dengan segala praktik medis terhadap tubuh manusia seperti operasi.Ambivalensi yang dimiliki manusia saat menghadapi citraan-citraan semacam itu menjadi landasan penulis untuk menciptakan konsep rasa takut dan muak yang timbul dari pencitraan tubuh manusia untuk divisualisasikan lewat bentuk karya seni rupa dalam medium video installation. Penulis menemukan ketertarikan untuk mempertemukan pengetahuan dan pengalamannya akan pencitraan organ dalam tubuh manusia yang didapat dari latar belakang medis keluarganya dengan disiplin ilmu seni rupa khususnya seni intermedia dari latar belakang pendidikannya. Penulis ingin menawarkan sebuah pengalaman visual yang pada konteksnya menampilkan sebuah karya instalasi video yang menampilkan visualisasi organ dalam tubuh manusia di proses operasi medis secara detail dan intens, apakah rasa takut dan muak yang dialami manusia terkait dengan cara manusia memandang tubuhnya sendiri.Hasil karya ini diharapkan dapat menciptakan ruang yang menawarkan pengalaman visual yang baru, yang dapat mendekatkan manusia kepada pemahaman yang lebih dalam akan rasa takut terhadap pencitraan yang dapat dimunculkan lewat tubuh manusia. Selain itu karya Tugas Akhir ini diharapkan dapat membuat sebuah kesan yang tidak terlupakan, sebuah pengalaman visual yang akan menyentil kejiwaan namun juga mempurifikasi ketakutan pengamat terhadap tubuhnya sendiri.
DINAMIKA PERAN
Rahdini, Alfiah;
Salayan, Amrizal
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Kebutuhan tiap individu untuk berinteraksi dengan individu lain adalah hal yang menyebabkan individu tersebut menjadi mahluk sosial. Interaksiantar manusia melahirkan peran dalam kehidupan manusia. Di semua masyarakat yang pernah dikenal, hampir semua orang hidup terikat dalamjaringan kewajiban dan hak keluarga yang disebut hubungan peran (role relation). Maka setelah itu, manusia mulai membentuk dirinya berdasarkanperan yang diberikan oleh keluarga atau peran yang dipilih olehnya sendiri, atau juga peran yang diberikan sekaligus dipilihnya sendiri. Oleh karenaitu setiap manusia adalah peran utama dan masing-masing peran mendefinisikan peran lainnya. Maka dari itu terjadi dinamika peran, dimana kondisisebuah peran tidak pernah stabil atau selalu berubah-ubah ketika menghadapi peran lainnya. Dalam kondisi dinamika peran ini, saya ingin menikmatisetiap peran yang saya mainkan. Saya ingin menikmati hubungan dengan setiap peran yang berada dihadapan dan disekitar saya. Saya ingin merdekadan bijaksana dalam membangun dan menyutradarai peran saya yaitu dengan menghargai proses penyutradaraan peran lain disekitar saya. Dengankata lain saya pada akhirnya menempatkan diri sebagai manusia yang memiliki peran yang setara dengan manusia lainnya, yaitu peran sebagaisutradara. Dengan selalu terhubung dan berkomunikasi dengan setiap peran disekitar saya. Agar dapat mengimplementasi gagasan ini, sayamenggunakan teknik lifecasting dan metode seni instalasi untuk merekam dan menyalin gestur dan impresi realistik masing-masing peran sesuaikomunikasi peran dari naskah gestural yang coba saya tawarkan pada mereka serta membangun konfigurasi ruang untuk membuat keintimanhubungan perannya. Secara visual saya hadir dalam tiap percakapannya, dan hadirpun dalam sifat visual yang sama yaitu transparan. Yang saya cobasampaikan adalah sebuah metode penyutradaaran yang halus, yang adil menurut saya yaitu yang saling mau melihat menembus, mau memahami, maumenjadi. Maka keberhasilan dalam proses interaksi tersebut menjadi sangat penting. Apapun peran yang dipilih ataupun disematkan yang palingpenting adalah mengusahakan untuk tetap âsalingâ dalam banyak hal. âSalingâ adalah dinamika yang menyebabkan hidup terus bergulir, menandakankeberadaan orang lain disekitar kita. Saling selaras.
KAJIAN PENGARSIPAN SENI VIDEO DI INDONESIA STUDI KASUS : RUANGRUPA
Hujatnika, Agung;
Rianti, Annisa
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Karya seni dengan medium video baru mulai berkembang pada akhir 90-an di Indonesia akibat teknologi mediumnya yangbaru populer. Penelitian ini fokus pada kegiatan pengarsipan video yang dilakukan oleh ruangrupa. Untuk pendekatankeilmuan, penulis memakai kajian arsip, pelestarian, seni, maupun teknologi video, serta teori medan seni. Karya seni videomulai populer di tahun 2000-an, dimana pada saat itu perangkat video memiliki kemajuan pesat dalam bidang teknologi,yaitu digitalisasi. Terdapat kesulitan-kesulitan yang ditemui ruangrupa pada kegiatan pengarsipan karya video, sepertikontradiksi antara statusnya sebagai karya seni sementara materi penyimpannya memiliki keterbatasan usia, sampai pada isukepemilikan dari materi digital yang dapat dengan mudah disalin dan diperbanyak. Analisa yang dipaparkan mencakup padasejarah, mekanisme, sistem, serta identifikasi problematik dalam kegiatan pengarsipan video yang telah dilakukan olehruangrupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni video memerlukan konvensi, agar kegiatan pengarsipan karya videodapat segera dilakukan dengan benar dan tidak hanya oleh institusi nirlaba seperti ruangrupa yang masih memilikiketerbatasan dalam cakupan arsip karya video.
LUKA MENGANGA
Cahyani, Damar Ayu;
Irianto, Asmudjo Jono
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Karya Luka Menganga diwujudkan oleh penulis sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah SR 4099. Perwujudan karya dilatarbelakangi oleh intensi penulis untuk merangkum peristiwa bunuh diri yang terjadi di tempat kelahiran penulis sejak penulis kecil. Penulis turut terjebak ke dalam arus sugesti karena kuatnya negatifitas tema. Luka Menganga dibuat dengan menggunakan media keramik dan disusun menjadi instalasi demi menggambarkan proses idiosinkrasi antar subject matter di dalam karya. Karya yang dihasilkan turut memberi efek dramatis dan katarsis bagi penulis sebagai upaya pelepasan diri dari perilaku bunuh diri. Luka Menganga adalah doa yang dihaturkan bagi penulis pribadi sebagai salah satu metoda terapi kreatif.
TUBUH-TUBUH INTIMIDASI
Aviani, Happy Mayorita;
Siregar, Aminudin TH.
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Tindakan intimidasi atau penggertakan kerap kali diasosiasikan dengan istilah bahasa asingnya, yaitu bullying. Bully sendiri memiliki arti sebagai âseseorang yang menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menggertak, mengintimidasi, atau menyakiti orang lainâ.Tindakan pengintimidasian terjadi di mana-di mana dan ada dalam banyak bentuk, di mana pelakunya cenderung berkelompok dalam melakukan tindakannya, untuk mengintimidasi satu orang korban. Praktek intimidasi pun terjadi pada diri penulis selama bertahun-tahun, dan meninggalkan trauma bagi penulis. Penulis pun mencoba untuk memvisualisasikan perasaan tersebut dalam bentuk karya, untuk memberikan kesadaran bagi para apresiator akan dampak tindakan intimidasi yang terjadi di masyarakat.Penulis ingin menyampaikan efek negatif dari tindakan intimidasi yang telah penulis alami sebagai korban ke dalam sebuah karya seni instalasi yang dibuat dari cetakan tubuh-tubuh kertas penulis. Karya ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai sarana katarsis penulis sendiri sekaligus menjadi penyadaran sosial akan efek negatif tindakan intimidasi kepada para apresiator.
âMY NAME IS NINAâ
Muliawan, Meliantha;
Dikdik, Sayahdikumullah
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Penulis merasakan keterasingan akan memori alam bawah sadarnya. Tujuan karya ini dibuat sebagai carapenulis mewujudkan alam bawah sadar (alter ego) berupa perasaan asing. Perasaan ini merupakankualitas moral dan mental yang unik. Subject matter yang divisualisasikan berupa karakter figure manusiayang digali dan dieksplorasi dari memori dan pengalaman hidup masa kecil penulis.Metode yang diambil berdasarkan metode surealisme dengan teknik drawing. Diharapkan pengaplikasiandan modifikasi metode surealisme yang penulis lakukan mampu membuat karya seni surealisme denganvisual yang berbeda. Sehingga unsur lain seperti karakter, tidak menghilangkan atmosfer sureal dalamkarya seni, justru dapat memperkuat hal tersebut.Hasilnya, bahwa dorongan menggambarkan karakter berhasil memicu proses kreatif menjadi lebihspontan dan intim dalam menciptakan bentuk-bentuk yang artistic, kompleks dan misterius.
ORATIO : DIALOG DALAM DOA
Addry Gumiwang, Reska Dwi;
Wibowo, Pius Prio
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Gagasan akan kehendak bebas diperkanalkan melalui pemahaman agama, dimana Tuhan memberikan kebebasan untukmenyaring pilihan yang dikehendaki. Namun penyalahgunaan wewnang ini menyebabkan manusia memaknaipembenaran â pembenaran mereka sendiri akan penalaran dalam pola perilaku dan tindakan, sehingga menyebabkanmunculnya sekularitas, perilaku yang melepaskan diri dalam kehidupan rohani dan spiritual melainkan hanya hidup secarajasmani.Tubuh merupakan pribadi yang memiliki dua aspek, yakni jasmani dan roh. Eksterior tubuh dilambangkan denganjasmani, sementara interior dengan jiwa dan roh. Dengan memaknai tubuh sebagai Bait Allah, kita dituntut untukmemahami akan kesucian dan kesakralan tubuh sendiri. Melalui doa sebagai ritual, kaum Kristiani menjadikan tubuhnyasebagai gereja, ruang intra personal untuk berkomunikasi dengan Tuhan guna mencapai kesatuannya dengan sang Ilahiagar dapat menjadi manusia yang hakiki dan kodrati.Didasari oleh permasalahan tersebut penulis mencoba untuk menggagas akan fungsi dan nilai tubuh sebagai gereja, danmenyalurkannya dalam bentuk citra seni rupa melalui proses pengerjaan karya Tugas Akhir ini.
PERMAINAN MUTAKHIR
Aulia, Yosefa Pratiwi;
Kusmara, Andriyanto Rikrik
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.168 KB)
Ruang sosial yang dibentuk dan didefinisikan oleh manusia tidak terlepas dari subjek dan objek yang menyusunnya. Hal tersebut menimbulkan kepentingan-kepentingan yang dibuat oleh setiap individu maupun kelompok dan dengan itu menghadirkan batas-batas antara ruang sosial yang satu dengan yang lain.Rumah dan sistem kepemilikan benda merupakan sebuah perwakilan kecil dari gejala sosial yang ada di tatanan masyarakat yang lebih besar dan juga merupakan batas yang jelas antara ruang privat dan publik. Dilatarbelakangi dengan baurnya batas-batas dalam sistem sosial yang terjadi di sekitar lingkungan hidup penulis, karya ini dibuat dengan dorongan untuk mempertanyakan dan membentuk ulang konsep ruang yang sesuai dengan penulis.