cover
Contact Name
Hasan
Contact Email
jurnal.opsi@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
eko_nsby072@upnyk.ac.id
Editorial Address
d.a Jalan Babarsari 2 Tambakbayan Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
OPSI
ISSN : 16932102     EISSN : 26862352     DOI : https://doi.org/10.31315/opsi
Core Subject : Engineering,
Jurnal OPSI adalah Jurnal Optimasi Sistem Industri yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai wahana publikasi hasil karya ilmiah, penelitian rekayasa teknologi di bidang Teknik Industri, Sistem Industri, Manajemen Industri dan Teknologi Informasi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102" : 7 Documents clear
USULAN PERBAIKAN TINGKAT PENCAHAYAAN PADA RUANG PRODUKSI GUNA PENINGKATAN OUTPUT PRODUK PEKERJA DENGAN PENDEKATAN TEKNIK TATA CARA KERJA Shelfian Dumas Primadi; Dyah Rachmawati Lucitasari; Ahmad Muhsin
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.524 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.2192

Abstract

PT XYZ Yogyakarta adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri plastik dengan hasil produksi  adalah botol plastik, jurigen, drum plastik, dan lain-lain. PT XYZ memiliki stasiun kerja ruang produksi khusus dimana terdapat 6 mesin utama dan setiap mesin terdapat 1 operator untuk menyeleksi kualitas produk. Masalah utama yang terjadi  adalah masih rendahnya nilai pencahayaan dalam ruangan produksi khusus yang ditandai dengan  pekerja yang mengeluhkan kelelahan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki tingkat pencahayaan yang dibutuhkan guna meningkatkan output produk pekerja. Dalam penelitian ini digunakan penentuan tingkat pencahayaan di stasiun kerja ruang produksi khusus dan penentuan jumlah kebutuhan pencahayaan untuk meningkatkan produktivitas pekerja dengan pendekatan teknik tata cara kerja. Berdasarkan analisis hasil penelitian jumlah lampu yang sebaiknya dipasang adalah sejumlah 2 titik lampu penerangan dengan daya sebesar 90 watt, dimana saat ini terpasang pada saat ini adalah sejumlah 1 titik penerangan dengan daya 45 watt. Jumlah produksi per shift sebesar 16048 buah produk meningkat dari yang sebelumnya sebesar 13568 buah produk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penilitian ini dapat meningkatkan output produksi perusahaan.
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) BERDASARKAN JOB ORDER COSTING Irwan Soejanto; Eko Nursubiyantoro; Widya Margi Putra Awalu
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.465 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.2244

Abstract

PT. Harpa Inti Mandiri adalah perusahaan yang memproduksi Tas Kulit dengan merek dagang Alra. Penentuan harga pokok produksinya pada saat ini dengan cara mengitung rata – rata total biaya kebutuhan produksi, sehingga berakibat harga pokok produksi belum akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan harga pokok produksi yang lebih akurat yakni dengan menggunakan job order costing, sehingga diharapkan memberi kemudahan dalam menentukan kebijakan penentuan harga jual dengan biaya pabrikasi bersih. Hasil penelitian diperoleh harga pokok produksi tas handle besar sebesar Rp 672.988,00/pcs dengan harga pokok produksi sebelumnya adalah Rp 474.321,00/pcs dengan selisih Rp 153.667,00/pcs. Harga pokok produksi tas dennis sebesar Rp 544.829,00/pcs dengan harga pokok produksi sebelumnya adalah Rp 346.161,00/pcs dengan selisih Rp 198.668,00/pcs. Harga pokok produksi tas tomson sebesar Rp 615.988,00/pcs dengan harga pokok produksi sebelumnya adalah Rp 417.321,00/pcs dengan selisih Rp 198.667,00/pcs.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN TABUNG GAS LPG UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA PERSEDIAAN (Studi kasus di PT Wina Wira Usaha Jaya, Yogyakarta) Gunawan Madyono Putro; Rizky Fawzi Eka Saputro
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.992 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.2248

Abstract

Penelitian dilakukan pada sistem persediaan tabung gas LPG di PT. Wina Wira Usaha Jaya, Yogyakarta.  Saat ini perusahaan tersebut belum memiliki jadwal pasti untuk penebusan tabung gas dan hanya melakukan penebusan tabung LPG perhari tergantung pada tabung kosong yang tersedia. Terbatasnya penebusan tabung LPG serta permintaan konsumen yang tidak pasti sering menyebabkan kurangnya persediaan tabung LPG di gudang. Kekurangan dari permintaan baru bisa dipenuhi pada periode pemesanan berikutnya yang mengakibatkan beberapa konsumen beralih kepada agen lain untuk memenuhi kebutuhannya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan periode pemesanan serta jumlah pemesanan tabung gas LPG supaya dapat  memenuhi permintaan konsumen.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan model periodic review (P). Metode periodic review ini digunakan untuk menentukan waktu periode pemesanan dan menentukan jumlah maksimal persediaan di gudang. Hasil analasis perhitungan biaya persediaan dengan menggunakan metode model periodic review ini akan dibandingkan dengan biaya persediaan yang dilakukan oleh perusahaan saat ini.   Berdasarkan dari hasil pengolahan data   dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model periodic review didapatkan biaya persediaan yang lebih minimal.  Adapun system persediaan yang dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut: periode pemesanan untuk tabung gas 12 kg adalah   0,0022 tahun (1 hari),  dan periode pemesanan untuk tabung gas 50 kg adalah  0,0192 tahun (7 hari).  Sedangkan jumlah  persediaan maksimal  untuk tabung gas ukuran 12 kg  adalah 817 tabung. dan untuk 50 kg adalah  79 tabung .  Dengan menggunakan system persediaan periodic review   maka  biaya persediaan berkurang 3,24 %. dari kebijakan perusahaan sebelumnya.  
IMPLEMENTASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DALAM PENERAPAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) Eko Nursubiyantoro; Puryani Puryani; Muhammad Isnaini Rozaq
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.491 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.2169

Abstract

PT. Adi Satria Abadi bergerak pada industri pembuatan sarung tangan kulit, perusahaan akan mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi keefektifan mesin dan analisis terhadap aktivitas maintenance untuk bahan masukan dalam penerapan Total productive maintenance (TPM). Penelitian bertujuan mengukur tingkat efektivitas peralatan total proses produksi, menentukan faktor penyebab nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rendah dan mengidentifikasi kerugian/losses yang terjadi,  memberikan usulan perbaikan penerapan TPM.  Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin press atom periode Maret 2015 – April  antara 45% - 86% masih dibawah standar nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dengan penyebab oleh performance ratio rendah antara 47% - 88%. Perusahaan dapat mengetahui efektifitas mesin dengan perhitungan tingkat keefektifan peralatan menggunakan Total Productive Maintenance (TPM) berdasarkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE), sehingga dapat meningkatkan efektivitas peralatan serta mengeliminasi kerugian besar bagi perusahaan yang dikenal dengan six Big losses.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MEMPERTIMBANGKAN BACKORDER MENGGUNAKAN METODE QDENGAN KENDALA LUAS GUDANG UNTUK MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA PERSEDIAAN Agil Septian Library
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.1637

Abstract

PT. DINA AKRIMNA merupakan perusahaan yang memproduksi bata ringan jenis CLC (Cellular Lightweight Concrete). Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah sering terjadi perubahan permintaan produk secara tiba-tiba dari konsumen, oleh karena itu perlu pengendalian persediaan agar bahan baku tidak overstock maupun stockout terutama bahan baku semen dan foam agent. Namun kendala dari perusahaan adalah luas gudang yang terbatas, sehingga pemesanan bahan baku harus dilakukan dengan memperhatikan lot pemesanan terhadap luas gudang. Adanya permasalahan tersebut harus membuat perusahaan memperhitungkan total biaya persediaan dan banyaknya persediaan di gudang secara kontinyu agar mendapatkan hasil perhitungan yang benar, serta harus memesan kembali secara tepat sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas dari gudang.Untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan metode Q (Continous Review System) serta dengan metode pengali lagrange untuk membantu perhitungan terhadap kendala luas gudang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kebijakan persediaan bahan baku semen dan foam agent  sehingga dapat memenuhi permintaan yang probabilistik agar dapat meminimasi total biaya persediaan per tahun.Hasil perhitungan untuk bahan baku semen yang optimal yaitu lot pemesanan 900 unit, periode pemesanan setiap 22 hari, serta total biaya persediaan yang ditimbulkan sebesar Rp 77.680.200. Sementara hasil perhitungan untuk bahan baku foam agent yang optimal yaitu lot pemesanan 14 unit, periode pemesanan setiap 44 hari, serta total biaya persediaan yang ditimbulkan sebesar Rp 4.784.950.
ANALISIS PERFORMANSI DEPARTEMEN MACHINNING MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENES (OEE) (Studi Kasus pada Perusahaan Pengecoran Logam XYZ) Ahmad Muhsin
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.746 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.2170

Abstract

Perusahaan XYZ bergerak dalam bidang pengecoran logam pembuatan produk spare part mesin diantaranya tee all flange, dismanting joint, bell mouth, street box, duck foot bend dan bend socket spigot. Peruhaan ini memiliki alur produksi yaitu : supplying, casting, machining, finishing dan packaging. Perusahaan men-galami beberapa kerugian yang diakibatkan keterlambatan pengiriman produk ke konsumen. Keterlambatan pengiriman ini dikarenakan produk yang dipesan belum jadi. Perusahaan sebenarnya telah memprediksi bahwa rendahnya kinerja disebabkan banyaknya produk cacat, dan lamanya proses pengerjaan di Departe-men Machinnning. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja performansi Departemen Machinning serta mengetahui penyebab akar permasalahan agar dapat diberikan solusinya.Metode yang digunakan untuk mengukur performansi Departemen Machinning menggunakan metode Overall Equipment Effectivenesss dengan sehingga di-peroleh nilai availability, performance efficiency, dan rate of quality product. Setelah diiukut OEEnya maka dilanjutkan dengan mengetahui serta menentukan factor-faktor yang menyebabkan penurunan performansi menggunakan metode di-agaram fish bone.Dari hasil penelitian diperoleh performansi Departemen Machinning berdasar-kan nilai OEE sebesar 83,85% belum sesuai dengan standar yang ditetapkan sebe-sar 85% yang dipengaruhi oleh availability 87,5% dan rate of quality product 95,88% yang belum standar. Rendahnya nilai rate of quality product disebabkan oleh banyaknya produk cacat atau reject yang dihasilkan, sedangkan rendahnya nilai availability disebabkan pengulangan proses pengerjaan akibat rusaknya benda kerja karena bahan baku rapuh.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMESINAN BENTUK RONGGA SEGITIGA UNTUK MENGURANGI WAKTU PEMESINAN Mochammad Chaeron Chaeron
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.945 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.2363

Abstract

Terdapat dua strategi untuk pemesinan bentuk rongga segitiga yaitu: direction parallel dan contour parallel. Kedua strategi tersebut masing-masing mempunyai kekurangan. Pada strategi direction parallel, untuk menyelesaikan pemesinan, harus ditambahkan lintasan pahat mengelilingi batas untuk menghilangkan scallop. Sedangkan pada strategi contour parallel, pemesinan harus dilakukan secara overlap untuk menghindari timbulnya daerah sisa pemesinan di tengah area bentuk rongga. Kedua hal tersebut menyebabkan terjadinya proses pemesinan berulang. Pengembangan terhadap strategi contour parallel dan direction parallel dilakukan untuk mengurangi sebanyak mungkin terjadinya proses pemesinan berulang itu. Penambahan ataupun penggantian lintasan pahat menjadi pilihan utama dalam pengembangan startegi ini.Pada akhirnya strategi hasil pengembangan berhasil memberikan lintasan pahat yang lebih pendek, yang berarti dengan menggunakan strategi hasil pengembangan, proses pemesinan bentuk rongga dapat dilakukan lebih cepat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7