cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2018)" : 12 Documents clear
Strategi Pemasaran Madu Hutan di Kota Bengkulu M. Nurrahmi; R. Saepudin; B. Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.157-171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran madu hutan di Kota Bengkulu, dengan terlebih dahulu mengidentifikasi, menilai faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey (pengamatan dan kuesioner) dengan konsumen madu pada berbagai outlet. Data yang diperoleh berupa analisis segmentasi konsumen madu dengan menggunakan analisis deskriptif, serta uji pemasaran dianalisis dengan metode analisis SWOT yang mencakup faktor Internal kekuatan (Strenght) dan kelemahan (Weaknesses) serta faktor Eksternal peluang (Opportunity) dan ancaman (Threat). Berdasarkan analisis tersebut, alat yang di pakai untuk menyusun faktor-faktor strategis usaha adalah dengan menggunakan matrik SWOT. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang di hadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki usaha tersebut. Hasil analisis SWOT yang diperoleh, dapat diketahui pada pemasaran madu di Kota Bengkulu berada pada kuadran I merupakan situasi yang sangat menguntungkan dan mendukung strategi agresif. Hal ini dapat di lihat dari besarnya total tertimbang dari faktor kekuatan dan kelemahan perusahaan sebesar 1,71, dan faktor peluang dan ancaman sebesar 0,9. Hal ini menggambarkan bahwa strategi pemasaran yang ada dapat ditingkatkan.Kata kunci : Dorsata, strategi pemasaran, SWOT
Penambahan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus undatus) dan Kunyit (Curcuma domestica rhizomes) sebagai Pigment Feed Additive terhadap Kualitas Telur Puyuh (Cortunix cortunix japonica) M. Hilmi; A. U. Prastujati; A. Khusnah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.18 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.111-118

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu efektivitas kulit buah naga merah dan kunyit sebagai pigments feed additiv  ke dalam pakan dalam meningkatkan kualitas telur puyuh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, masing-masing menggunakan 8 puyuh. Perlakuan yang diberikan pada saat in vivo (lapang) sebagai berikut : (T0) ransum basal, (T1) T0 + 3% kulit buah naga merah, (T2) T0 + 6% kulit buah naga merah, (T3) T0 + 3% kulit buah naga kuning, (T4) T0 + 6% kulit buah naga kuning, (T5) T0 + 3% kulit buah naga merah + 3% kulit buah naga kuning. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa penambahan kunyit 6% sangat nyata (P<0.01) meningkatkan berat telur, kuning telur, skor warna kuning telur dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan kombinasi 3% kunyit dan 3% tepung kulit buah naga sangat nyata (P<0.01) meningkatkan warna kuning telur dan menurunkan haught unit. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penambahan kunyit 6% mampu meningkatkan berat telur, kuning telur, skor warna kuning telur dan kombinasi perlakuan 3% kunyit dan 3% tepung buah naga dapat meningkatkan warna kuning telur dan menurunkan haught unit.Kata kunci : buah naga, telur, pigmen, kunyit, puyuh.
Nilai Nutrisi Silase Limbah Sayur Kol dengan Penambahan Dedak Padi dan Lama Fermentasi yang Berbeda S. Superianto; A. E. Harahap; A. Ali
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.172-181

Abstract

Limbah sayur kol memiliki kadar air yang tinggi sehingga cepat mengalami pembusukan maka salah satu alternatif penggunaannya dengan silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai nutrisi yang terkandung dalam silase limbah sayur kol dengan penambahan dedak padi dan lama fermentasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial (2x3) yaitu faktor A adalah level penambahan dedak padi 0% dan 35%. Faktor B yaitu lama fermentasi 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Parameter yang diukur adalah Bahan Kering (BK), Protein Kasar (PK), Lemak Kasar (LK), Abu dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Hasil penelitian menunjukan pemberian substrat dedak padi 35% memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan Bahan Kering (BK), Lemak Kasar (LK), Serat Kasar (SK), Abu dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Tidak berpengaruh nyata terhadap terhadap kandungan Protein Kasar (PK) (P>0,05). Lama fermentasi tidak berpengaruh nyata (P<0,05) Terhadap Bahan Kering (BK), Lemak Kasar (LK), Serat Kasar (SK) dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) dan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan penurunan Abu. Perlakuan terbaik terdapat pada level penambahan dedak padi 35% dan lama fermentasi 14 hari dilihat dari penurunan kandungan abu sebesar 11,38%Kata kunci: Kualitas nutrisi, silase, limbah sayur kol, fermentasi
Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus) sebagai Suplemen Pakan pada Unggas. 1. Pengaruhnya terhadap Performa Ayam Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.151-156

Abstract

Tujuan telaah pustaka ini membahas nilai positif daun katuk sebagai suplemen untuk meningkatkan performa pada ayam. Daun katuk kaya akan provitamin A, protein dan mineral. Daun katuk kaya akan asam benzoat dan androstan-17-one, 3-ethyl-3-hydroxy-5 alpha (steroid). Pemberian tepung daun katuk pada broiler cenderung menurunkan berat badan sedangkan pada ayam petelur meningkatkan produksi telur. Ekstraksi daun katuk meningkatkan daya guna daun katuk, yaitu meningkatkan berat badan ayam broiler dan lebih efektif dalam meningkatkan produksi telur. Dapat disimpulkan bahwa daun katuk meningkatkan performa ayam broiler dan ayam petelur.Kata kunci: daun katuk, ayam broiler, ayam petelur, performa
Profil Lendir Serviks Rusa Timor (Cervus Timorensis) Betina Yang Mendapat Suplementasi Mineral Pada Tiap Fase Berahi W. Purwaningsih; D. Samsudewa; Y.S. Ondho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.202-213

Abstract

The aims of this research were to observed the effect of zinc (Zn), magnesium (Mg) and selenium (Se) to the abundance, color and spinnbarkeit of cervical mucus. The materials used 10 Timor deer with BCS (Body Condition Score) 2-3,25, poel 2 and had different estrous phase. The parameters were observed the abundance, color and spinnbarkeit of cervical mucus. The data of abundance and color of cervical mucus were analyzed by Mann Whitney U-test and the data of spinnbarkeit were analyzed by t-test. The treatments were zinc (Zn), selenium (Se) and magnesium (Mg) supplementation (T1) on mineral block form and control (T0). The results showed that Zn, Se, and Mg supplementation had no significant effect (P>0,05) to the abundance, color and spinnbarkeit of cervical mucus Timor deer on estrous phase. It was caused by the high zinc level on feed, so the cervical mucus profile had no difference between T0 and T1.Key words : Mineral Supplementation, Cervical Mucus, Timor Deer
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan dan Periode Pemberian Pakan Terhadap Hematologis Ayam Buras Super Umur 3 – 12 Minggu G. D. Abdullah; E. Suprijatna; Isroli Isroli
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.140-150

Abstract

Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui hematologipada ayam buras super yang diberi perlakuan frekuensi pemberian pakan dan periode pemberian pakan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu252 ekor anak ayam buras super unsex dengan rata – rata bobot badan 37,88  1,98 g (CV : 5,02%). Penelitian menggunakan pakan komersial dari PT Charoen Pokphand, periode starter B11S dan periode finisher B12S. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot dengan main plot 3 frekuensi pemberian pakan dan sub plot 3 taraf periode pemberian pakan dengan 4 ulangan sehingga menggunakan 36 unit percobaan, masing-masing unit percobaan berisi 7 ekor. Perlakuan yang dilakukan adalah : faktor F frekuensi pemberian pakan (1x/hari, 2x/hari, 3x/hari) dan faktor Pperiode pemberian pakan (14 jam, 16 jam, dan 18 jam). Data penelitian yang diperoleh kemudian di analisis ragam menggunakan uji F dengan taraf 5% dan dilanjutkan uji Duncan untuk data yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan periode berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar glukosa darah, terdapat pengaruhinteraksi  antarafrekuensi pemberian pakan dengan periode pemberian pakan (p<0,05) terhadap rasio H/L, tidak ada pengaruh interaksi (p<0,05) frekuensi dan periode pemberian pakan serta masing masing faktor tidak berpengaruh terhadap hemoglobin, eritrosit dan leukosit.Kata Kunci : Frekuensi, Periode, Hematologi, Ayam Buras Super
Pengaruh Pemupukan dan Interval Penyiraman terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Odot (Pennisetum purpereum cv Mott) M. L. Ressie; M. L. Mullik; T. D. Dato
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.182-188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pemupukan pupuk kompos dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah Odot (P. purpereum cv Mott) di daerah semi arid. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Dosis pupuk kompos (D) sebagai faktor A: D0 (kontrol); D1 (5 ton/ha); dan D2 (10 ton/ha) dan interval penyiraman (I) sebagai faktor B: I0 (kontrol); I2 (siram 2 hari sekali 4 liter/m2); dan I2 (siram 4 hari sekali 4 liter/m2). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi bahan segar dan bahan kering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi berpengaruh sangat nyata (P?0,01) terhadap produksi bahan segar dan produksi bahan kering; berpengaruh sangat nyata (P?0,05) terhadap tinggi tanaman; dan tidak  berpengaruh terhadap jumlah rumput gajah Odot (P. purpereum cv Mott).Kata kunci : rumput gajah Odot (P. purpereum cv Mott), pupuk kompos, interval penyiraman, semi arid
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan dan Periode Pemberian Pakan Terhadap Kecernaan Ayam Buras Super A. W. Trisnanto; E. Suprijatna; B. Sukamto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.851 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.119-129

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh manajemen  pemberian pakan terhadap kecernaan pakan untuk mendapatkan efisiensi penggunaan pakan yang terbaik. Materi yang digunakan pada penelitian ini meliputi 252 ekor anak ayam buras super umur 1 hari (DOC). Rata-rata bobot badan DOC 37,88  1,98 g (CV : 5,02%). Pakan yang digunakan adalah pakan komersial, periode starter dengan PK 21% dan EM 2.900 kkal/kg, periode finisher dengan PK 19% dan EM 2.900 kkal/kg. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot design dengan main plot yaitu 3 taraf frekuensi pemberian pakan yang terdiri dari F1 (1x/hari), F2 (2x/hari), F3 (3x/hari) dan sub plot yaitu 3 taraf periode pemberian pakan yang terdiri dari P1 (14 jam), P2 (16 jam), P3 (18 jam)dengan 4 ulangan sehingga menggunakan 36 unit percobaan, masing-masing unit percobaan berisi 7 ekor. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji F pada taraf 5%, kemudian dilanjutkan uji Duncan untuk data yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi frekuensi dan periode pemberian pakan (P<0,5) terhadap nilai kecernaan PK dan LK, serta faktor frekuensi dan periodeberpengaruh nyata (P<0,5) terhadap nilai kecernaan SK.Kata kunci : ayam buras super, performa, pemberian pakan, frekuensi, awal
Populasi dan Distribusi Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) sebagai Sumber Pakan Ternak pada Ekosistem Persawahan Di Kota Bengkulu K. Saputra; Sutriyono Sutriyono; B. Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.189-201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan keong mas (Pomacea canaliculata L.) ditinjau dari sisi populasi dan penyebarannya di alam. Penelitian ini telah dilaksakan pada bulan September-Oktober tahun 2017 bertempat di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis sampling dengan kerangka kuadrat berukuran 5x5 meter sebanyak 17 plot berdasarkan urutan dari anggota populasi yang jumlahnya sebanyak 49 plot pada masing-masing stasiun pengamatan. Kondisi lingkungan stasiun pengamatan memiliki kelembaban berkisar antara 71% - 83,4%, suhu lingkungan 28,4 - 28,8 oC, pH perairan sawah 5,9 - 6,5, dan suhu perairan sawah 25,3 - 28,8 oC. Kepadatan populasi keong mas berkisar antara 0 – 5,78 individu/m2 dengan nilai Indeks Morisita pada stasiun pengamatan Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Semarang, dan Kelurahan Bukit Besar berkisar antara 0,002 - 0,024 yang menunjukkan pola penyebaran teratur (Id<1), sedangkan pada stasiun pengamatan Kelurahan Kandang Limun tidak diperoleh nilai indeks morisita karena tidak ditemukan sampel keong mas saat penelitian berlangsung. Frekuensi ditemukannya keong mas pada ketiga stasiun pengamatan sebesar 100%, kecuali pada Kelurahan Kandang Limun yang memiliki frekuensi 0%. Kelimpahan keong mas pada ketiga stasiun pegamatan cukup jarang dengan kelimpahan 3,52 ekor/m2 - 5,78 ekor/m2, sedangkan pada stasiun pengamatan Kelurahan Kandang Limun memiliki kelimpahan 0 ekor/m2 atau sangat jarang. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa populasi keong mas pada ekosistem persawahan di Kota Bengkulu memiliki pola distribusi teratur (Id<1) dengan kelimpahan jarang hingga sangat jarang.Kata Kunci: Populasi, Distribusi, Keong Mas, Ekosistem, Perswahan
Penggunaan Kulit Nanas Fermentasi dalam Ransum yang Mengandung Gulma Berkhasiat Obat terhadap Organ Pencernaan Ayam Broiler W. Ibrahim; R. Mutia; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.2.214-222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan kulit nanas fermentasi dalam ransum yang mengandung gulma berkhasiat obat terhadap organ pencernaan ayam broiler. Penelitian ini menggunakan DOC jantan strain cob umur 2 hari sebanyak 200 ekor yang dipelihara selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan P0 = 0% tepung kulit nanas fermentasi (TKNF) dalam ransum mengandung 0% gulma obat(GO), (kontrol positif), P1 = 0% tepung kulit nanas fermentasi (TKNF) dalam ransum mengandung 2 % gulma obat (GO),( kontrol negatif), P2 = 7.5% tepung kulit nanas fermentasi dalam ransum mengandung 2 % gulma berkhasiat obat, P3 = 15% tepung kulit nanas fermentasi dalam ransum mengandung 2 % gulma berkhasiat obat, P4 = 22.5% tepung kulit nanas fermentasi dalam ransum mengandung 2 % gulma berkhasiat obat. Parameter yang diamati meliputi organ pencernaan. Pengaruh yang nyata terhadap parameter dianalisa dengan uji jarak berganda Duncan. Data yang diperoleh dari setiap parameter dianalisis ragam (ANOVA) menggunakan bantuan software SPSS 16.0. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan kulit nanas fermentasi dapat digunakan sampai taraf 22.5% dalam ransum yang mengandung gulma berkhasiat obat tidak mempengaruhi organ pencernaan ayam broiler.Kata kunci : broiler, fermentasi, tepung kulit nanas

Page 1 of 2 | Total Record : 12