Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 15, No 1 (2020)"
:
14 Documents
clear
Populasi dan Manajemen Pemeliharaan serta Pola Pemasaran Ternak Itik (Studi Kasus di Desa Pematang Balam Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara)
B. Brata;
E. Soetrisno;
T. Sucahyo;
B. D. Setiawan
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.98-109
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi perkembangan populasi ternak itik dan mengetahui sistem manajemen serta pola pemasaran ternak itik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret s/d Juni 2018 di Desa Pematang Balam Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Metoda yang dilakukan adalah metoda survey, dengan wawancara langsung kepada peternak. Peubah yang diamati adalah identitas responden, populasi itik, manajemen pemeliharaan, dan pola pemasaran ternak. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel, dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian populasi ternak itik dari 10 responden yang ada sebanyak 187 ekor itik, sistem manajemen pemeliharan ternak itik di Desa Pematang Balam masih belum efesien, dan selanjutnya untuk pola pemasaran ternak itik di Desa Pematang Balam dilakukan dengan cara dijual melalui pedagang pengumpul, dan penentuan harga langsung oleh peternak. Diharapkan dengan adanya infromasi identifikasi populasi dan manajamen pemeliharaan serta pola pemasaran yang ada pada saat ini, maka dalam pengembangannya usaha peternakan itik ini dapat berkembang dengan baik dan bisa memberikan dampak positif pada peningkatan sistem manajemennya.
Penggunaan Antiparasit Ivermectin pada Ternak: Antara Manfaat dan Risiko
Yanuartono Yanuartono;
S. Indarjulianto;
A. Nururrozi;
S. Raharjo;
H. Purnamaningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.110-123
Ivermectin termasuk dalam kelompok macrocyclic lactones dan saat ini merupakan salah satu antiparasit yang paling banyak digunakan di seluruh dunia karena sudah terbukti kemanjurannya. Ivermectin merupakan antiparasit spektrum luas spesies nematoda, termasuk sebagian besar larva, bentuk dewasa dan juga sangat efektif terhadap banyak parasit arthropoda hewan ternak. Semua ektoparasit rentan terhadap ivermectin, termasuk tungau, kutu, dan lalat penggigit. Keracunan yang disebabkan ivermectin jarang ditemukan pada hewan ternak. Keracunan biasanya disebabkan kesalahan manajemen pengobatan oleh peternak dalam bentuk pemberian ivermectin dengan dosis yang berlebihan. Gejala keracunan berupa midriasis dan depresi, diikuti oleh ataksia, berbaring dan kematian. Terapi simtomatis maupun suportif dapat diberikan untuk menekan efek keracunan, namun pengobatan yang paling tepat adalah dengan pemberian antidota seperti picrotoxin atau physostigmine.
Perubahan Mikroklimatik Amonia pada Zona Berbeda dalam Kandang Closed House Ayam Broiler di Musim Kemarau terhadap Tampilan Karkas
A. Hidayat;
T. A. Sarjana;
S. Kismiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.60-66
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak perubahan mikroklimatik amonia pada penempatan` zona yang berbeda didalam closed house terhadap tampilan karkas ayam broiler. Penelitian menggunakan 720 ekor ayam broiler strain cobb unsexed dengan bobot Day Old Chick (DOC) 49,25 ± 1,13 gram yang dipelihara di kandang closed house berukuran 60 x 12 meter. Perlakuan yang diterapkan yaitu posisi penempatan ayam di dalam kandang closed house pada zona berbeda yaitu zona 1 (tepat pada inlet), zona 2 (¼ panjang closed house dari inlet), zona 3 (½ panjang closed house dari inlet) dan zona 4 (¾ panjang closed house dari inlet). Parameter yang diamati terdiri dari bobot hidup, bobot karkas, persentase karkas, bobot non karkas dan persentase non karkas. Sebagai data pendukung kondisi mikroklimat termasuk perubahan mikroklimatik amonia akibat penempatan pada zona diamati pada penelitian ini untuk memberikan gambaran kondisi aktual mikroklimat didalam closed house. Data yang didapatkan dianalisis ragam dan uji Duncan. Penelitian menunjukkan bahwa pada zona yang semakin jauh dari inlet terdapat perubahan kondisi mikroklimatik termasuk peningkatan mikroklimatik amonia. Penempatan ayam saat menjauhi inlet nyata (P < 0,05) menurunkan bobot hidup, bobot karkas dan bobot viscera namun tidak mempengaruhi bobot non karkas, bobot giblet, bobot viscera, persentase karkas, persentase non karkas dan persentase viscera secara nyata. Disimpulkan bahwa penempatan zona pada jarak ¼ panjang kandang dari inlet diikuti dengan peningkatan mikroklimatik amonia sudah mulai menurunkan tampilan karkas broiler.
Analisis Ekonomis Penggunaan Tepung Kulit Durian Fermentasi dalam Konsentrat untuk Kambing Perah
E. Sulistyowati;
I. Badarina;
S. Mujiharjo;
R. Mariska;
E. Khoirul
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.37-42
Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh pemberian ransum dengan konsentrat yang mengandung tepung kulit durian difermentasi Pleurotus ostreotus dalam ransum terhadap pendapatan dari penerimaan susu setelah pakan atau Milk Income over Feed Cost (MIOFC), Benefit/Cost (B/C), dan Break Even Point (BEP) pada kambing perah. Adapun perlakuan adalah ransum dengan konsentrat yang mengandung KDF atau tepung kulit durian fermentasi, yaitu KDFO: ransum dengan konsentrat mengandung 0% tepung kulit durian fermentasi + 30% dedak, KDFA: konsentrat mengandung 5% tepung kulit durian fermentasi + 25% dedak, KDFB: konsentrat mengandung 10% tepung kulit durian fermentasi + 20% dedak, KDFC: Konsentrat mengandung 20% tepung kulit durian fermentasi + 10% dedak. Perlakuan ini diaplikasikan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 x 4, total ada 16 ekor kambing perah laktasi. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan kambing perah pada Lembaga Pengembangan Pertanian Baptis (LPPB) di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Ransum dengan KDFA, 5% tepung kulit durian fermentasi dan 25% dedak padi pada kambing perah laktasi menghasilkan produksi susu tertinggi 1,56 l/ekor/hari dengan nilai MIOFC tertinggi sebesar Rp. 17.648,20/ekor/ hari, dibandingkan pada perlakuan 10% dan 20% KDF. Adapun nilai B/C adalah 0,63 sedangkan nilai BEP sebesar 0.75.
Uji Mikrobiologis Salmonella, Water Activity dan Total Bakteri Multinutrien Blok dari Cangkang Kerang dan Cangkang Telur sebagai Sumber Mineral
E. Wulandari;
B.I.M. Tampoebolon;
Widiyanto Widiyanto;
R.I. Pujaningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.43-49
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh perbedaan penambahan jenis cangkang pada multinutrien blok (MNB) terhadap Salmonella, water activity dan total bakteri. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu MNB yang terdiri dari cangkang kerang, cangkang telur, hijauan jagung, molases, bentonit, urea dan garam, NaCl 0,85%, medium nutrient agar (NA)sebagai media untuk menghitung total bakteri dan media MacConkey untuk media Salmonella. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. T0 = MNB tanpa cangkang kerang dan cangkang telur; T1 = MNB menggunakan cangkang kerang 6%; T2 = MNB menggunakan cangkang telur 6%; T3= MNB menggunakan cangkang kerang 3% dan cangkang telur 3%. Parameter yang diamati yaitu jumlah kualitatif Salmonella, water activity dan total bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cangkang kerang dan cangkang telur pada MNB berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total bakteri dan water activity. Analisis kualitatif Salmonella menunjukkan bahwa tidak terdapat Salmonella pada tiap perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa MNB dengan garam sebagai satu-satunya sumber mineral memiliki nilai Aw yang rendah sehingga menyebabkan jumlah total bakteri pada MNB rendah.
Kajian Kualitas Fisik Ransum Pelet dalam Upaya Rekayasa Ransum Bagi Kuskus Bertotol Biasa
M. Kayadoe;
S. Sinaga;
A. Rochana;
U.H. Tanuwiria
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.7-17
Kajian pakan segar untuk kuskus telah dilakukan, namun pakan segar memiliki tingkat kerusakan yang cepat, sehingga perlu dilakukan kajian terhadap pakan tersebut melalui pengolahan lebih lanjut berupa ransum pelet yang merupakan hasil formulasi bahan-bahan pakan kuskus. Sebagai tindak lanjutnya perlu kajian terhadap kualitas fisik ransum pelet tersebut. Formulasi ransum pelet didasari dari kajian tingkat kesukaan terhadap 7 jenis pakan kuskus (pisang mas, belimbing manis, daun matoa, daun kayu besi pantai, daun kangkung, daun sawi hijau dan jangkrik) yang bermanfaat sebagai sumber karbohidrat, sumber serat, sumber protein nabati dan sumber protein hewani. Perlakuan terdiri dari 3 formulasi : formulasi A berdasar tingkat kesukaan, formulasi B dengan meningkatkan kadar protein 10% dan formulasi C ditingkatkan protein 20% dari kebutuhan melalui perhitungan Microsoft excel. Setiap formulasi dibuat 2 tipe ukuran diameter pelet yaitu 5 mm dan 7 mm, sehingga diperoleh 6 perlakuan ransum pelet. Uji kualitas fisik meliputi kadar air, aktivitas air, densitas pelet dan densitas mesh menggunakan analisis sidik ragam, sedangkan uji ketahanan terhadap gesekan dan ketahan terhadap benturan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum pelet dengan formulasi A memiliki kualitas fisik lebih baik dengan diameter 5 mm maupun 7 mm. Namun secara keseluruhan dari ketiga formulasi diperoleh kesimpulan bahwa diameter 5 mm yang terbaik.
Perbanyakan dan Penyebaran Bibit Ternak Domba Compass Agrinak Mendukung Perekonomian Peternak
S. Rusdiana;
U. Adiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.67-74
Tujuan penelitian untuk mengetahui perbanyakan dan penyebaran bibit domba Compasss Agrinak mendukung perekonomian peternak. Penelitian dilakukan di UPTD Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes Jawa Tengah tahun 2017. Penelitian kerjasama di payungi MoU, isinya memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak. Kerjasama penelitian untuk pengembangan domba Compass Agrinak sebagai bibit yang dapat disebarluaskan kepada peternak. Domba Compass Agrinak sebanyak 10 ekor, 8 ekor betina dewasa dan 2 ekor jantan dewasa. Data primer dan data sekunder kemudian dianalisis secara kuantitatif, kualitatif dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menujukkan bahwa, pertambahan bobot badan domba betina muda sebesar 71±13 g/hari. Pertambahan bobot badan domba anak pra sapih umur 1 bulan sebesar 145±53g/ekor. Pertambahan bobot badan domba induk selama kebuntingan sebesar 75±29 g/hari. Biaya belanja modal dan biaya produksi yang dikeluarkan oleh UPTD dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp.1.200.000,-/tahun nilai B/C ratio 1,2. Biaya belanja modal dan biaya produksi yang dikeluarkan oleh peternak dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp.620.000,-/tahun nilai B/C 1,2. Secara ekonomi domba Compass Agrinak layak untuk diperbanyak dan disebarluaskan kepada peternak. Domba milik peternak secara ekonomi belum layak, karena peternak usaha pokoknya adalah bertani.
Hubungan Volume Ambing dan Ukuran Puting dengan Produksi Susu Sapi Perah Friesian Holstein di PT. Naksatra Kejora, Kabupaten Temanggung
R. L. Damayanti;
R. Hartanto;
P. Sambodho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.75-83
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara volume ambing dan ukuran puting dengan produksi susu pada sapi perah Friesian Holstein di PT. Naksatra Kejora, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada 1 Oktober 2018 sampai 30 November 2018. Materi yang digunakan yaitu 35 ekor sapi perah Friesian Holstein fase laktasi periode 1 – 5 dan bulan laktasi 1 - 10. Metode yang dilakukan yaitu dengan metode observasional. Parameter yang diukur meliputi volume ambing, volume puting, lingkar puting, panjang puting dan produksi susu. Analisis hubungan antar variabel penelitian menggunakan analisis korelasi sedangkan bentuk hubungan dicari dengan regresi linier berberganda dan sederhana, dimana volume ambing dan ukuran puting sebagai variabel independen (X) dan produksi susu sebagai variabel dependen (Y). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara volume ambing dengan produksi susu dan tidak terdapat hubungan antara volume puting, panjang puting dan lingkar puting dengan produksi susu. Kesimpulan penelitian ini adalah volume ambing merupakan variabel yang paling tepat digunakan untuk memprediksi produksi susu dengan persamaan Y =3,375 + 0,166X (R2 = 0,704) pada pemerahan pagi.
Keberlanjutan Dimensi Ekonomi, Teknologi Infrastruktur, dan Hukum Kelembagaan untuk Evaluasi Pengembangan Kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Barat Daya
M. D. S. Randu;
B. Hartono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.50-59
Kuda Sandelwood merupakan sumberdaya genetik rumpun kuda lokal Indonesia yang dikembangkan dan memiliki peran strategis di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kondisi faktual pengembangan kuda Sandelwood saat ini menunjukkan permasalahan berkaitan permintaan, pemanfaatan, dan manajemen di tingkat peternak. Kondisi tersebut apabila tidak ditangani dikhawatirkan mempengaruhi dari sisi keberlanjutan. Penelitian bertujuan menganalisis(1) indeks dan status keberlanjutan pengembangan kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Barat Daya berdasarkan tinjauan dimensi ekonomi, teknologi-infrastruktur, dan hukum-kelembagaan, serta(2) atribut sensitif yang mempengaruhi keberlanjutan pengembangan kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian menggunakan metode analisis Multi Dimensional Scalling (MDS) yang disebut Rap-horse dan hasilnya dinyatakan dalam bentuk indeks maupun status keberlanjutan. Analisis Leverage dan Monte Carlo digunakan untuk mengetahui faktor sensitif yang mempengaruhi indeks dan status keberlanjutan maupun pengaruh galat dalam analisis Rap-horse. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks dimensi ekonomi (33,08%), teknologi-infrastruktur (39,40%), dan hukum-kelembagaan (36,28%) berada pada status kurang berkelanjutan. Dari 29 atribut yang dianalisis, 13 atribut sensitif berpengaruh terhadap peningkatan indeks maupun status keberlanjutan dengan tingkat kesalahan yang rendah pada taraf kepercayaan 95%. Untuk mengoptimalkan pengembangan kuda Sandelwood yang berkelanjutan, perlu dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap 4 atribut dimensi ekonomi, 3 atribut dimensi teknologi-infrastruktur, dan 6 atribut dimensi hukum-kelembagaan.
Pengaruh Substitusi Bungkil Kedelai dengan Daun Kelor (M. oleifera) terhadap Profil Darah Merah Kambing Pra -Sapih
A. N. Rohmah;
F. Wahyono;
J. Achmadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.29-36
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun kelor (M. oleifera) terhadap total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit pada kambing pra sapih. Materi yang digunakan adalah 12 ekor kambing Jawarandu betina umur 2 - 3 bulan dengan bobot badan rata-rata 9,21±1,43 kg. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Pakan perlakuan yang diberikan yaitu T0 (100 % protein bungkil kedelai), T1 (75 % protein bungkil kedelai + 25 % protein tepung daun kelor), dan T2 (75 % protein bungkil kedelai + 25 % protein tepung daun kelor). Ketiga ransum mempunyai kandungan PK ± 20 % dan TDN ± 70 %. Data dianalisis dengan ANOVA apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun kelor tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, pertumbuhan bobot badan, total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit. Sebagai kesimpulan daun kelor dapat menggantikan protein bungkil kedelai sampai pada taraf 75 % dalam ransum.