cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 1 (2021)" : 16 Documents clear
Kualitas Telur Puyuh yang Diberikan Ransum dengan Penambahan Silase Tepung Daun Ubi Kayu Satria, W.; Harahap, A. E.; Adelina, T.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.26-33

Abstract

Telur adalah produk unggas yang mempunyai nilai gizi tinggi dan mudah dicerna.  Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan silase tepung daun ubi kayu dalam ransum berbentuk mash terhadap kualitas telur puyuh.  Penelitian menggunakan metode Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari: 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 ekor burung  puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (Ransum + silase tepung daun ubi kayu 0%), T1 (Ransum + silase tepung daun ubi kayu 3%), T2 (Ransum + silase tepung daun ubi kayu 6%), T3 (Ransum + silase tepung daun ubi kayu 9%). Parameter yang diamati indeks putih telur, indeks kuning telur, bobot telur, dan nilai haugh unit. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan silase tepung daun ubi kayu dalam formulasi burung puyuh sampai 9% belum mampu meningkatkan indeks putih telur, indeks kuning telur dan  nilai haugh unit tetapi dapat meningkatkan bobot telur puyuh. Perlakuan terbaik pada taraf 3% karena dapat meningkatkan indeks putih telur, indeks kuning telur, dan nilai haugh unit.
Potensi Bawang Putih (Alium Sativum) dan Lactobacillus achidophilus sebagai Sinbiotik terhadap Kadar Kalsium, Protein serta Masa Kalsium, Protein Daging Ayam Broiler Indraeni, H. J.; Mahfudz, L. D.; Sunarti, D.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.93-97

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh bawang putih (Alium sativum) dan Lactobacillus acidophilus sebagai sinbiotik terhadap kadar kalsium, protein serta masa kalsium, protein daging ayam broiler. Percobaan menggunakan 144 ekor DOC umur 7 hari strain Cobb dengan merk dagang CP 707 unsexed  dengan bobot 218,5 ± 8,87g,  digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan setiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 : ransum basal; T1 : ransum basal + 2 ml sinbiotik; T2 : ransum basal + 4 ml sinbiotik. Parameter yang diukur yaitu kadar kalsium, masa kalsium serta kadar kalsium protein daging. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan dengan uji beda wilayah ganda Duncan, dengan bantuan statistical analysis system (SAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik ekstrak bawang putih dan Lactobacillus acidophilus dalam ransum dengan level 2 ml/1 kg ransum mampu meningkatkan masa protein daging serta penambahan sinbotik 4 ml/1 kg ransum mampu meningkatkan kadar protein daging namun belum mampu meningkatkan kadar serta massa kalsium daging.
Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler yang Dipelihara di Kandang Closed House pada Ketinggian Dataran Berbeda Prasetyo, B.; Mahfudz, L .D.; Nasoetion, M. H.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.61-67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan ketinggian dataran terhadap kualitas fisik daging ayam broiler yang dipelihara pada kandang closed house. Percobaan dilakukan dengan menggunakan kandang closed house dengan ketinggian dataran berbeda dengan lama pemeliharaan 28 hari. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 2 kandang closed house. Data dianalisis ragam dengan uji F pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan yang diberikan yaitu: T1 (dataran rendah, <400 mdpl), T2 (dataran sedang, 400 – 700 mdpl) dan T3 (dataran tinggi, >700 mdpl). Parameter yang diukur yaitu water holding capacity (WHC), pH, susut masak, drip loss dan warna. Hasil penelitian menunjukan bahwa ayam broiler yang dipelihara dalam kandang closed house di dataran tinggi (Ampel) memiliki susut masak, drip loss dan kecerahan warna daging dada nyata (P?0,05) lebih baik dibandingkan pada dataran rendah (Demak). Nilai pH daging yang mendekati normal pada ketinggian dataran sedang (Gunungpati). Ketinggian dataran tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkat kemerahan dan kekuningan daging paha ayam broiler. Simpulannya adalah ayam broiler yang dipelihara dalam kandang closed house di dataran tinggi memiliki kualitas fisik daging yang paling baik.
Performans Reproduksi Induk Sapi Bali yang Dikawinkan dengan Pejantan Impor (Exotic Boced) dan Lokal Secara Inseminasi Buatan di Wilayah Insana Kabupaten Timor Tengah Utara Nubatonis, A.; Dethan, A. A.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.55-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Performans Reproduksi Induk Sapi Bali yang dikawinkan dengan Pejantan Impor (exotic  boced) dan  (lokal) secara Inseminasi Buatan  di Wilayah Insana  Kabupaten Timor Tengah Utara. Aspek Performance Reproduksi yang diukur diantaranya conception rate (CR), service per conception(S/C), lama kebuntingan, calving rate (CvR) dan Calving interval (CI). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai Informasi dan bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan pengembangan dan peningkatan produktivitas sapi potong. Materi penelitian ini adalah induk sapi bali yang telah dikawinkan secara IB menggunakan semen pejantan Limousin sebanyak 36 ekor, Brangus 32 ekor  dan  pejantan  Bali Murni (lokal) sebanyak  50 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan penentuan sampelnya menggunakan metode sensus. Hasil Penelitian ini menunjukkan performace reproduksi yang cukup efisien dengan masing-masing  angka Conception rate (%) : 66,67 ± 0,43; 71,87 ± 0,44 dan 70,59 ± 0,88; Servive per conception (S/C) : 1,88 ; 1,91 dan 1,45; lama kebuntingan (hari) : 280 ± 0,35; 279 ± 0,35; 279 ± 0,35 dan Calving rate (%) :  63,89± 0,48; 65,62 ± 0,50; 68,63 ± 0,41 serta  jarak beranak/Calving interval (hari) yaitu  446, 28 ± 182,45; 431,7± 197,9;  380,4± 145,3. Kesimpulan penelitian adalah Induk sapi bali yang dikawinkan dengan Pejantan  Impor (exotic  boced) Limousin, Brangus  dan  (lokal) Bali Murni   secara Inseminasi Buatan  di Wilayah Insana  Kabupaten Timor Tengah Utara  cukup efisien dari aspek CR, S/C, lama kebuntingan dan Calving rate, namun tergolong belum efisien apabila diukur dari aspek jarak beranak/Calving interval.
Pemberian Konsentrat Mengandung Tepung Biji dan Kulit Durian Fermentasi terhadap Produksi dan Kualitas Susu serta MIOFC pada Sapi Perah Sulistyowati, E.; Priyono, B. S.; Titania, D.; Setiaji, Y.; Rahayu, A.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.49-54

Abstract

Tujuan dari aplikasi ini untuk mengevaluasi konsentrat mengandung tepung biji durian dan kulit durian fermentasi terhadap produksi dan kualitas susu serta milk income of feed cost (MIOFC) pada sapi perah. Hasil aplikasi pemberian konsentrat mengandung tepung biji durian menghasilkan produksi susu yang lebih tinggi (8,93l/ekor/hari) dibanding perlakuan lainnya.  Konsentrat dengan tepung biji durian membutuhkan biaya ransum terendah  (Rp.17.507,35/ekor/hari), menghasilkan penerimaan susu tertinggi (Rp.89.275,00/ekor/hari) dan MIOFC tertinggi (Rp.71.767,60/ekor/hari).  Namun, ransum dasar (tanpa konsentrat tepung biji durian dan kulit durian fermentasi) tetap yang efisien karena tidak menggunakan konsentrat sehingga biaya ransum lebih rendah; sementara, produksi susu hampir sama dengan konsentrat tepung biji durian.
Seleksi Calon Pejantan dan Induk Sapi Madura Berdasarkan Nilai Pemuliaan Berat Lahir dan Sapih Tribudi, Y. A.; Prihandini, P. W.; Rahaddiansyah, M. I.; Anitasari, S.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.1-7

Abstract

Penelitian bertujuan untuk seleksi calon pejantan dan induk sapi Madura berdasarkan nilai pemuliaan berat lahir dan sapih di UPT Pembibitan Ternak dan Kesehatan Hewan Sapi Madura Pemekasan. Materi yang digunakan terdiri dari catatan produksi dan populasi sapi Madura tahun 2016 sampai 2019. Jumlah sapi Madura yang digunakan untuk mengestimasi nilai pemuliaan berat lahir dan sapih adalah 61 ekor (18 ekor calon pejantan dan 43 ekor calon induk) yang selanjutnya dilakukan koreksi untuk estimasi heritabilitas berdasarkan saudara tiri (paternal half sib correlation). Hasil penelitian menunjukkan nilai heritabilitas berat lahir dan berat sapih pada sapi Madura masing-masing adalah 0,41±0,37 dan 00,53±0,45. Rangking nilai pemuliaan calon pejantan sapi Madura berdasarkan berat lahir dan sapih tertinggi diperoleh pejantan no 20/911 (NP: 1,90 kg) dan 30/927 (NP: 16,06 kg) sedangkan pada calon induk diduduki oleh ternak no 10/680 (NP: 2,28 kg) dan 20/395 (NP: 16,48 kg). 

Page 2 of 2 | Total Record : 16