cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2007)" : 9 Documents clear
Kajian tentang Penetasan Telur Walet (Collocalia fuciphaga) Rustama Saepudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.72-77

Abstract

ABSTRAKPenetasan merupakan alternatif upaya meningkatkan populasi walet terutama di gedung walet. Sehingga sistem panen buang telur yang menghasilkan kualitas dan kualitas sarang yang optimal dapat dilakukan. Namun demikian keberhasilan penetasan menggunakan mesin tetas masih rendah. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang baiknya penanganan dan kurang tepatnya kondisi lingkungan sekitar. Oleh karena itu pada penelitian ini dikaji aspek penetasan pada londisi lingkungan yang diatur dan penangan telur yang lebih baik Hasil yang didapatkan adalah rata-rata bobot telur yang ditetaskan adalah 1,81±0,23 gram dengan ukuran dimensi panjang telur rata-rata 20,00 ± 0,96 mm dan Lebar telur 12,00 ± 0,94 mm, bobot tetas rata-rata 1,25 – 1,66 gram, jadi persentase bobot tetas adalah sekitar 69-90%. Berdasarkan hasil coding, tingkat fertilitas telur walet adalah 78,83 % dengan daya tetas 26,84 %Kata kunci: Penetasan, mesin, bobot, dimensi, persentase liingkungan
Pengaruh Substitusi Konsentrat Daun Kering Kaliandra (Calliandra Calothyrsus) terhadap Jumlah Produksi 4% FCM, Lemak, Bahan Kering, Bahan Kering Tanpa Lemak, Protein, dan Laktosa Susu Sapi Perah Fries Holland Willyan Djaja; S. Kuswaryan; U.H. Tanuwiria
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.45-48

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilaksanakan di kelompok peternak sapi perah Harapan Jaya, kabupaten Sumedang,dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pemberian daun kering Kaliandra yang menyubstitusi konsentrat terhadap produksi susu sapi perah Fries Holland. Percobaan menggunakan 16 ekor sapi Fries Hollands(FH) dan dibagi menjadi empat kelompok. Perlakuan terdiri dari R1 (jerami+100% konsentrat), R2 (rumput+90% konsentrat+10% daun kering Kaliandra), R3 (rumput+80% konsentrat+20% daun kering Kaliandra), dan R4 (rumput+70% konsentrat+30% daun kering Kaliandra). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dan pengujian dilanjutkan dengan uji kontras ortogonal. Perlakuan meningkatkan jumlah produksi 4% FCM susu sapi perah Fries Holland tetapi di antara perlakuan Kaliandra sendiri berpengaruh tidak nyata. Perlakuan R3 memberi hasil susu lebih banya k dibandingkan dengan R1,R2 dan R4. 2) Perlakuan tidak secara nyata (P>0,05) meningkatkan jumlah produksi komponen susu berdasarkan c) Jumlah produksi bahan kering tanpa lemak susu perlakuan R3 lebih bbanyak dibanding R1,R2 dan R4. d) Jumlah produksi protein susu perlakuan R3 lebih banyak dari pada R1;R2 dan R4. e) Jumlah produksi laktosa perlakuan R1, R2, R3, dan R4 masing-masing sebesar 0,454±0,136; 0,551±0,110; 0,558±0,089; dan 0,515±0,101 kg/ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan bahwa untuk penerapan di lapangan agar produksi susu meningkat dan memberi manfaat ekonomi sebaiknya digunakan daun kering Kaliandra sebanyak 20% sebagai pengganti konsentrat.Kata kunci: FCM susu, sapi perah, bahan kering, laktosa susu.
Penggunaan Tepung Terigu, Tepung Beras, Tepung Tapioka dan Tepung Maizena terhadap Tekstur dan Sifat Sensoris Fish Nugget Ikan Tuna Fitri Electrika Dewi Surawan
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.78-84

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan tipe dan komposisi tepung terbaik untuk membuat nugget ikan tuna terhadap performans dan preferensi konsumen. Perbedaan persentase tepung (10%, 30%dan 50%) ditambahkan pada 500 gram fillet tuna kemudian diblender untuk membuat nugget ikan tuna. Nugget ikan tuna diuji dengan menggunakan uji organoleptik dan dianalisis dengan dengan menggunakan skala hedonic menurut Soekarto (1985). Tekstur bugget ikan tuna dianalisis dengan penetrometer (precision 2777 Washington blvd bellwood 60104 used burden of 50 gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performan terbaik dan yang paling disukai panelis adalah nugget ikan tuna dengan campuran tepung 30% dengan tekstur 5,5333 mm/dt. Tekstur nugget ikan tuna secara nyata menentukan preferensi panelis.Kata Kunci: nugget, persentase tepung, performans dan tekstur, preferensi konsumen
Perubahan Komposisi Kimia Daun Ubi Kayu yang Difermentasi oleh Em4 Urip Santoso; I. Aryani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.53-56

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan komposisi kimia daun ubi kayu yang difermentasi dengan EM4. Percobaan ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial, yaitu tiga aras EM4 [0 ml (A1), 2 ml (A2) atau 4 ml EM4/100 g media (A3)] dan dua macam media yaitu daun ubi kayu tanpa dedak (B1), dan daun ubi kayu plus 10% dedak (B2). Aras EM4 dan penambahan dedak tidak berpengaruh terhadap kadar air. Penambahan dedak secara sangat nyata meningkatkan kadar protein (P<0.01), sementara aras EM4 secara sangat nyata menurun (P<0.01) pada B2. Kadar serat kasar daun ubi kayu secara sangat nyata dipengaruhi oleh penambahan dedak (P<0.01), EM4 (P<0.01), dan terdapat interaksi antara keduanya (P<0,01). Fermentasi dengan EM4 (P<0.01) dan penambahan dedak secara sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kadar lemak. Fermentasi dengan EM4 (P<0.05) dan penambahan dedak (P<0,01) secara sangat nyata meningkatkan kadar abu. Kadar HCN secara sangat nyata dipengaruhi oleh aras EM4 (P<0,01) dan penambahan dedak (P<0.01). Dapat disimpulkan bahwa komposisi kimia daun ubi kayu dapat berubah oleh fermentasi dengan EM4 dan oleh penambahan dedak.Kata kunci: EM4, serat kasar, dedak, HCN, protein
Penerapan Quality Function Deployment (QFD) untuk Peningkatan Kinerja Industri Kecil Bakso Sapi Berdasarkan Kepuasan PelangganPenerapan Quality Function Deployment (QFD) untuk Peningkatan Kinerja Industri Kecil Bakso Sapi Berdasarkan Kepuasan Pelanggan Zulman Efendi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.85-90

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji preferensi konsumen dalam mengambil keputusan tentang pemilihan produk bakso, pelayanan industri bakso dan desain restoran bakso. Analisis QFD digunakan untuk mengelaborasi struktur mekanisme dalam memutuskan keperluan konsumen pada industri bakso karena tidak adanya standarisasi kualitas bakso berdasarkan preferensi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga level atribut penting bagi konsumen: 1) kulitas organoleptik (flavor, rasa, warna, tekstur, kegurihan), 2) ketersediaan bulatan bakso dan 3) ukuran bulatan bakso.. Ada tiga performan penting yang sangat dipilih oleh konsumen: 1) kualitas organoleptik, 2) bulatan bakso, 3)kebersihan lingkungan. Oleh karena itu ada tiga perubahan performans yang penting: 1) sikap karyawan (komunikasi, empati dan sosialisasi), 2) sirkulasi udara yang baik, 3) sambutan bagi pengunjung. Namun demikian, analisis Normalisasi Skala Kepentingan Konsumen (NSKK) menunjukkan adanya tiga hal penting yang harus diutamakan: 1) komunikasi, 2) empati karyawan, 3) hieginitas toilet. Terdapat tiga tindakan teknis yang perlu dilakukan: 1) meningkatkan pengetahuan karyawan tentang motto: tamu adalah raja, 2) menjaga dan memperbaiki fasilitas dan fasilitas dasar terus menerus, 3) memperbaiki keterampilan karyawan untuk melayani tepat waktu.Kata Kunci: bakso, kepuasan konsumen, quality function deployment, ekspektasi, performans.
Uji Kualitas Semen Kambing Nubian dan Peranakannya (Kambing Nubian X PE) serta Kambing Boer Berdasarkan Lama Penyimpanan Noprida Husin; Tatik Suteky; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.57-64

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen kambing Nubian, kambing Peranakan Nubian (kambing Nubian x PE) dan kambing Boer berdasarkan lama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 kelompok jenis ternak yaitu kambing Nubian (K1), kambing Peranakan Nubian (K2), kambing Boer (K3) dan 4 perlakuan penyimpanan yaitu penyimpanan 0 jam/segar (P0), 12 jam (P1), 24 jam (P2), 36 jam (P3). Variabel yang diamati meliputi uji makroskopik (warna, pH, volume) dan uji mikroskopik (motilitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, persentase spermatozoa hidup dan persentase abnormalitas spermatozoa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jenis ternak tidak mempengaruhi semua variabel yang diukur kecuali konsentrasi spermatozoa. Lama penyimpanan semen mempengaruhi motilitas spermatozoa, persentase spermatozoa hidup dan persentase abnormalitas spermatozoa, tetapi tidak mempengaruhi pH semen pada kambing Nubian, kambing Peranakan Nubian dan kambing Boer. Kualitas dan kuantitas spermatozoa terbaik pada 0 jam/segar pada semen kambing Nubian, kambing Peranakan Nubian dan kambing Boer.Kata kunci : Kualitas semen, kambing Nubian, kambing Peranakan Nubian, kambing Boer
Komposisi Proksimat Nikumi (Surimi-like) Curing pada Beberapa Jenis Daging yang Dicuci (Leached) dengan Cara Kominusi Berbeda Suharyanto Suharyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.91-96

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh cara pencucian danjenis daging terhadap beberapa komponen proksimat nikumi (seperti surimi). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3 X 3) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah cara pencucian dengan tiga taraf (tanpa pencucian [P1], pencucian dengan ukuran daging 1,5 X 1,5 X 1,5 cm [P2], dan pencucian pada daging giling [P3]). P1 digiling tanpa dicuci, P2 setelah dicuci dan diperas kemudian digiling sedangkan P3 digiling terlebih dahulu kemudian dicuci dan diperas. Pencucian dilakukan hanya sekali selama 1 menit dengan menggunakan air dingin (suhu 5 – 10oC). Faktor kedua adalah jenis daging: Kuda (D1), Domba (D2) dan Sapi (D3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik interaksi antara pencucian dan jenis daging maupun faktor pencucian terhadap komposisi proksimat nikumi tidak menunjukkan pengaruh nyata (P>0,05). Jenis daging berpengaruh nyata terhadap kadar lemak kasar nikumi (P<0,01). Kadar lemak kasar nikumi domba lebih tinggi dibandingkan kadar lemak jenis daging lainnya (P<0,01).Kata kunci: Metode leaching, surimi-like, daging, proksimat.
Pengaruh Pengencer Kuning Telur dengan Air Kelapa dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Semen Kambing Nubian Dwatmadji Dwatmadji; Siwitri Kadarsih; Edi Soetrisno; Yanti Fisniarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.65-71

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pengencer kuning telur dengan air kelapa dan lama penyimpanan terhadap kualitas semen kambing Nubian. Kambing Nubian yang digunakan berjumlah dua ekor berumur + 6 tahun. Semen hasil koleksi diencerkan menggunakan berbagai level pengencer kuning telur dengan air kelapa (P1=100% kuning telur, P2=75% kuning telur + 25% air kelapa, P3=50% kuning telur + 50% air kelapa, P4=25% kuning telur + 75% air kelapa, P5=100% air kelapa), lalu disimpan untuk diuji kualitasnya baik secara makroskopik maupun mikroskopik pada saat lama penyimpanan 2 hari, 4 hari, 6 hari, dan 8 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semen kambing Nubian memenuhi syarat untuk diencerkan. Pengencer yang dapat mempertahankan kualitas semen kambing Nubian adalah pengencer 75% kuning telur dengan 25% air kelapa dan pengencer 50% kuning telur dengan 50% air kelapa, dan saat penyimpanan yang paling baik adalah selama dua hari.Kata kunci : kambing Nubian, pengencer, penyimpanan, kualitas semen
Produksi Rumput Tebu Salah (Phragmites Sp) sebagai Sumber Hijauan Pakan Potensial pada Berbagai Umur Pemotongan Irma Badarina
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.49-52

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi rumput tebu salah (Phragmites sp) sebagai sumber hiajauan pakan potensial pada berbagai umur pemotongan. Penelitian dilaksanakan di lahan rawa pinggir sungai Kelawi Rawa Makmur Kodya Bengkulu dan Laboratorium Peternakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertaniana Unib. Penelitian menggumakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah umur pemotongan 2, 4, 6, 8, dan 10 minggu setelah penyeragaman dengan melakukan pemotongan setinggi 30 cm di atas permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemotongan berpengaruh nyata meningkatkan produksi berat segar dan bahan kering rumput tebu salah. Panen tertinggi diperoleh pada umur pemanenan 10 minggu (P5). Fraksi batang pada umur pemanenan 10 minggu (P5) menyumbang bagian terbesar dari total produksi bahan kering. Hal ini berarti terjadi perubahan dalam proporsi bagian tanaman seiring dengan bertambahnya umur tanaman.Kata Kunci: Phragmites sp, produksi, hijauan, umur potong

Page 1 of 1 | Total Record : 9