cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2008)" : 9 Documents clear
Suplementasi Minyak Ikan Lemuru dan Niacin terhadap Kolesterol dan Trigliserida Serum Darah Kambing Lokal Emran Kuswady
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.69-74

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru dan niacin terhadap kandungan kolesterol (kolesterol total, K-LDL dan K-HDL) dan trigliserida serum darah kambing lokal.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah taraf pemberian minyak ikan lemuru (0%, 1% dan 2 %) dan faktor kedua pemberian niacin 0 ppm dan 400 ppm, tiap  kombinasi perlakuan diulang 4 kali. Kambing lokal yang digunakan sebanyak 24 ekor dengan umur sekitar 6 bulan dan berjenis kelamin jantan. Pakan yang diberikan berupa konsentrat dengan kandungan protein 14% sebanyak 1% dari bobot badan dalam bentuk bahan kering.Sedangkan pakan hijauan yang diberikan sebanyakminimal 10% dari bobot ternak. Pengamatan dilakukan selama 2 bulan dengan masa adaptasi lebih kurang 2 minggu. Kandang yang dipergunakan adalah kandang panggung dengan system individual dengan ukuran 1.5 x 2 m/ 4 ekor. Variabel yang diambil meliputi: Kadar kolesterol total, kadar LDL ( Low Density Lipid) dan HDL (Hight density Lipid) serum darah dan trigliserida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara minyak ikan lemuru dan niacin pada kandungan kolesterol, LDL dan HDL dalam serum darah kambing. Namun terhadap kandungan trigliserida menunjukkan interaksi (P<0,05). Perlakuan lemuru 2% secara nyata (P<0,05) menurunkan kadar kolesterol darah kambing (97.92 mg/dl) dan kadar HDL serum menjadi 29.25 mg/dl. Sedangkan kadar LDL pada perlakuan pemberian minyak ikan lemuru 2% secara nyata (P<0,05) mengalami penurunan ( 44.95 mg/dl). Demikian juga halnya dengan perlakuan pemberian niacin 400 ppm secara  nyata (P<0,05) menyebabkan kolesterol turun (109.46 mg/dl), LDL turun ( 61.62 mg/dl). Sedangkan kandungan trigliserida dipengaruhi secara nyata (P<0,05) oleh pemberian minyak ikan lemuru dan Niacin, kombinasi perlakuan minyak ikan lemuru 2% dan Niacin 400 ppm mampu menurunkan kadar Trigliserida serum darah menjadi 99.46 mg/dl.Kata kunci: Niacin, Minyak ikan lemuru, Kolesterol, HDL, LDL, Trigliserida.
Analisis Efisiensi Usaha Sapi Perah di Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Sri Sugiarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.101-108

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi dan keuntungan di usaha ternak sapi perah dan factorfaktor yang mempengaruhinya. Jumlah responden sebanyak 23 peternak yang dipilih secara sensus. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: jumlah ternak,pendidikan dan umur ternak berpengaruh positif terhadap produksi sedang pakan hijauan dan tenaga kerja berpengaruh negatif terhadap produksi. Harga pakan hijauan, pendidikan formal dan umur ternak berpengaruh negative terhadap keuntungan sedang upah tenaga kerja dan jumlah ternak berpengaruh positif terhadap keuntungan.Kata Kunci : Usaha ternak sapi perah,produksi,keuntungan
Performans Produksi Susu Sapi Perah Friesh Holland (FH) di Desa Air Duku dan Air Putih Kali Bandung, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Sulistyowati, Endang; Kadarsih, Siwitri; Sutarno, Lobis; Tampubolon, Gilbert
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.75-80

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penampilan produksi susu dan laktasi sapi perah FH di Desa Air Duku dan Air Putih Kali Bandung, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Datadiperoleh dengan cara survey terhadap sapi perah yang sedang bunting menjelang beranak (Purposive Random Sampling) selama lima bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu adalah 6,7 kg/hari di Air Duku dan 8,38 kg/hari di Air Putih Kali Bandung. Sementara, panjang laktasi adalah 6,24 bulan dan 6,89 bulan dan BCS adalah 2,9 dan 2,8 berturut- turut untuk sapi perah di Air Duku dan Air Putih Kali Bandung.Kata kunci: Produksi susu, Sapi FH, Bengkulu
Komposisi Nutrisi Pasta Berbahan Baku Nikumi Kuda dan Sapi Olfa Mega
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.93-100

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengevaluasi komposisi nutrisi pasta berbahan baku nikumi kuda dan sapi. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial, faktor 1 terdiri dari jenis daging (daging kuda dan daging sapi) dan faktor 2 terdiri dari jumlah leaching (0, 3, 6 dan 9) kali. Data dianalisis dengan anova uji lanjut menggunakan Least square means (LSMeans). Hasil penelitian menunjukkan pencucian (leaching) nyata (P<0,05) menurunkan kadar lemak, protein, protein larut garam dan meningkatkan karbohidrat pasta tetapi tidak nyata meningkatkan kadar abu pasta. Persentase penurunan kadar lemak berturut-turut pada pencucian 3, 6 dan 9 kali adalah 15,96%; 29,16 % dan 42,12% untuk kadar protein adalah 13,14%; 24,56 % dan 29,35% serta untuk kadar ssp adalah 13,53%; 28,15% dan 67,64%. Karbohidrat meningkat 28,35%, 88,57% dan 120,35% dibanding tanpa pencucian.Kata-kata kunci: Pencucian, nutrisi, pasta nikumi.
Korelasi Berat Badan Ayam Leher Gundul (Legund) umur DOC, 4, 8 dan 12 Minggu Johan Setianto; Warnoto Warnoto; Ardanri Ardanri
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.89-92

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi berat badan ayam legund umur DOC, 4, 8 dan 12 minggu. Materi yang digunakan adalah anak ayam legund sejumlah 58 ekor. Setelah menetas anak ayam legunddipelihara di dalam kandang indukan selama 4 minggu, kemudian dari umur 4 minggu sampai dengan umur 12 minggu ayam dipelihara di dalam kandang baterai. Pada umur 0 sampai 4 minggu anak ayam diberi pakan Br1. Mulai umur 4 minggu sampai 12 minggu, ayam diberi pakan campuran yang dicampur sendiri dengan perbandingan 37% jagung, 30% dedak, 30% konsentrat dan 3% minyak. Pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Parameter yang diukur adalah berat telur, berat berat tetas (0 minggu/DOC), berat badan umur 4, 8 dan12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi tinggi didapatkan antara berat badan umur 4 minggu dengan berat badan umur 8 dan 12 minggu, dan umur berat badan 8 minggu dengan berat badan umur 12 minggu.Kata kunci : legund, gen Na, berat telur, berat doc, dan berat badan
Pengaruh Pemberian Air Buah Mengkudu (Morinda citrijolia L) terhadap Performans dan Berat Organ Dalam Ayam Broiler Yosi Fenita; Hidayat Hidayat; M. Sukma
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.55-62

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi per formans (konsumsi ransum, berat hidup dan konversi ransum) dan organ dalam (persentase berat gizzard, persentase berat usus halus, persentase panjang usus halus dan persentase berat hati) ayam broiler dengan pemberian air buah mengkudu. Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Jurusan Peternakan, Universitas Bengkulu. Sejumlah 64 ekor ayam dibagi dalam 4 perlakuan. Perlakuan tersebut adalah P0 (sebagai kontrol tanpa pemberian air mengkudu ke dalam 1 liter air minum), P1 (25 ml air mengkudu dalam l liter air minum), P2 (50 ml air mengkudu dalam 1 liter air minum) dan P3 (75 ml air mengkudu dalam 1 liter air minum). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Uji DMRT dilakukan untuk menguji perbedaan anter perlakuan. Terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) pemberian air  buah mengkudu dalam air minum ayam broiler terhadap konsumsi ransum, berat hidup dan konversi ransum, persentase beret gizzard,persentase berat usus halus, persentase panjang usus halus dan persentase berat hati ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air buah mengkudu hingga 75 ml dalam air minum tidak memberikanperformans yang baik pada ayam broiler.Kata Kunci: Morinda citrijolia, performans, broiler
Pengaruh Pengencer Susu Skim dengan Sitrat Kuning Telur dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Semen Kambing Persilangan Nubian dengan Peranakan Ettawa Tatik Suteky; Siwitri Kadarsih; Yuli Yanti Novitasari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.81-88

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pengencer susu skim dengan sitrat kuning telur dan lama penyimpanan terhadap kualitas semen kambing persilangan Nubian dengan Peranakan Ettawa. Semenditampung dengan menggunakan vagina buatan dari 3 kambing jantan, setelah ditampung semen segar dievaluasi kemudian diencerkan dengan 5 kombinasi pengencer (P1 = 100% sitrat kuning telur), (P2 = 75% sitratkuning telur + 25% susu skim), (P3 = 50% sitrat kuning telur + 50% susu skim), (P4 = 25% sitrat kuning telur + 75% susu skim) dan (P5 = 100% susu skim), semen disimpan selama 3, 6, 9 dan 12 hari pada suhu 4-7 0C. Kualitas semen (pH, motilitas spermatozoa, persentase spermatozoa hidup, dan persentase abnormalitas spermatozoa)dihitung setiap 3, 6, 9 dan 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengencer terbaik terdapat pada kombinasi pengencer P2 (75% sitrat kuning telur + 25% susu skim) pada penyimpanan 3 hari dengan persentase hidup 72,79%, motilitas massa 2,3 ± 0,58, motilitas individu 2,67 ± 0,58 dan persentase abnormalitas 11,4 %.Kata kunci : Pengencer, susu skim, sitrat kuning telur, kambing Nubian x PE.
Uji Lama Fermentasi dan Persentase Inokulum Melalui Kapang Trichoderma harzianum terhadap Peningkatan Kualitas Isi Rumen Sebagai Pakan Ayam Bieng Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.63-68

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase inokulum kapang Trichoderma harzianum dan lama fermentasi yang optimal terhadap peningkatkan mutu isi rumen. Metode penelitian yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap pola Faktorial (3 x 5), dengan dua ulangan. Sebagai faktor perlakuan A adalah taraf persentase inokulum; 3%, 5%, dan 7%, sedangkan faktor perlakuan B adalah lama fermentasi; 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari dan 10 hari. Parameter yang diukur adalah; Serat kasat, protein kasar, lemak kasar, kalsium dan fosfor Hasi penelitian menujukkan bahwa persentase inokulum sebanyak 3%, 5% dan 7% yang diberikan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan protein kasar. Interaksi antara persetase inokulum yang diberikandengan lama fermentasi memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap peningkatan protein kasar. Fermentasi inokulum 7 % dengan lama inkubasi 10 hari tertinggi kandungan protein kasarnya yakni sebesar18,48%. Lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap serat kasar. Interaksi antara persentase inokulum dengan lama fermentasi memperlihatkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap penurunan serat kasar. Interaksi antara persentase inokulum 7% dengan lama fermentasi 8 hari mengandung serat kasaryang terendah.Lemak kasar dipengaruhi oleh persentase inokulum, lama fermentasi serta interaksi antara persentase inokulum dengan lama fermentasi. Kalsium tidak dipengaruhi oleh kadar persentase inokulum, lama fermentasi serta interaksi antara persentase inokulum dengan lama fermentasi (P>0,05). Kadar fosfor dipengaruhi sangat nyata (P<0,05) oleh waktu fermentasi sedangkan persentase inokulum serta interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata ( P<0,05).Kata kunci. Trichoderma harzianum, inokulum, dan isi rumen.
Performans Produksi Telur Itik Talang Benih pada Fase Produksi Kedua Melalui Force Moulting Kususiyah Kususiah; Desia Kaharuddin; Nano Haryono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.771 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.49-54

Abstract

ABSTRAKPenelitian dirancang untuk mengevaluasi performans produksi telur itik Talang Benih pada fase produksi kedua setelah melalui masa produksi telur selama satu tahun produksi pertama. Sebanyak 192 ekor itik TalangBenih betina dengan persentase produksi yang telah menurun dibawah 30 % didistribusikan ke dalam 16 petak kandang perlakuan dengan 12 ekor per petak kandang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acaklengkap 4 perlakuan force molting dengan 4 ulangan. P0 sebagai kontrol, itik tidak dipuasakan dan hanya mendapat pembatasan ransum selama 20 hari, P4 dipuasakan selama 4 hari dilanjudkan pembatasan ransumselama 20 hari, P8 dipuasakan 8 hari dilanjutkan pembatasan ransum selama 20 hari , dan P12 dipuasakan selama 12 hari dilanjutkan pembatasan ransum selama 20 hari. Selama pemuasaan itik diberi air minum ad libitum. Peubah yang diukur meliputi : kehilangan berat badan, waktu mulai bertelur kembali, persentase produksi telur, berat telur per butir, dan konsumsi ransum. Dapat disimpulkan bahwa performans produksi telur itik Talang Benih pada fase produksi ke dua yang mendapat perlakuan force molting pemuasan 4, 8, dan 12 hari dilanjutkan pembatasan ransum selama 20 hari tidak lebih baik dibanding dengan kontrol yang hanya mendapat perlakuan pembatasan ransum selama 20 hari.Kata Kunci : Itik Talang Benih, Performans Produksi Telur Fase Kedua, force molting

Page 1 of 1 | Total Record : 9