cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20867603     EISSN : 20895879     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Arjuna Subject : -
Articles 771 Documents
Studi Etnografi Akuntabilitas Spiritual pada Organisasi Gereja Katolik yang Terinkulturasi Budaya Lokal Randa, Fransiskus; Triyuwono, Iwan; Ludigdo, Unti; Sukoharsono, Eko Ganis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.34 KB)

Abstract

Etnographic Study of Spiritual Accountability on Catholic Church Inculturated by Local Value. This research aims to disclose spiritual acountability practice and reconstruct spiritual accountability concept from local value in a Catholic church community. Etnographic study is employed in this research. The interpretation of spiritual accountability understood by the community reflect individual relation to God (vertical relation) and is stated in the loyalty of community member to conduct religius activities, willingness to sacrifice for the continuing existence of the church, involvement to serve without reserve. Meanwhile, spiriual accountability concept is carried out by placing the church as tonkonan that conduct ritual activities as materialization of spiritual accountability. Studi Etnografi Akuntabilitas Spiritul pada Organisasi Gereja Katolik yang Ternkulturasi Budaya Lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik akuntabilitas spiritual dan merekonstruksi konsep  akuntabiltas spiritual  dari  nilai budaya lokal melalui pendekatan interpretif dan metode etnografi pada  sebuah komunitas organisasi Gereja Katolik. Studi etnografi digunakan dalam penelitian ini. Hasil pemaknaan akuntabilitas spiritual yang dipahami komunitas tersebut mencerminkan hubungan individu dengan yang Maha Kuasa (hubungan vertikal) dan dinyatakan dalam kesetiaan setiap anggota untuk menjalankan aktivitas religius, kerelaan berkorban demi keberlangsungan organisasi Gereja, ketertarikan untuk menjalani hidup bakti dan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.  Sedang rekonstruksi konsep akuntabilitas spiritual dilakukan dengan menempatkan Gereja sebagai tongkonan yang menjalankan aktivitas ritus sebagai perwujudan akuntabilitas spiritual.
Pengaruh Kecakapan Manajerial Terhadap Kualitas Laba yang Dimoderasi oleh Kualitas Audit Waskito, Iman; Subroto, Bambang; Rosidi, Rosidi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.281 KB)

Abstract

The Effect of Managerial Ability to Income Quality Moderated by Audit Quality. The Objective of this research is to examine the impact of managerial ability on earnings quality. This research uses manufacturing companies listed in the Indonesian Stock Exchange for the periods 2006-2008, in which 63 companies (189 firms-year) are used as samples. The managerial ability is measured using Data Envelopment Analysis (DEA). The earnings quality is measured by the extent that accruals map into cash flows. The quality of auditor is measured using the perception of the users of audit firm quality. Using Moderated Regression Analysis, the study finds evidence that the managerial ability had  impact on the earnings quality, but auditor quality did not have an impact on the relationship between managerial ability and earnings quality. Pengaruh Kecakapan Manajerial terhadap Kualitas Laba yang Dimoderasi oleh Kualitas Audit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kecakapan manajerial terhadap kualitas laba. Penelitian ini menggunakan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tiga periode yaitu 2006 sampai dengan 2008, dengan jumlah sampel sebanyak 63 perusahaan (189 data amatan). Kecakapan manajerial diukur dengan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA). Kualitas laba diukur dengan kemampuan kebijakan akrual menjadi kas. Kualitas auditor diukur menggunakan persepsi pengguna laporan keuangan terhadap kualitas KAP. Dengan menggunakan Moderated Regression Analysis, ditemukan bahwa kecakapan manajerial berpengaruh terhadap kualitas laba, namun kualitas auditor yang berinteraksi dengan kecakapan manajerial tidak berpengaruh terhadap kualitas laba.
Konsep Harga Jual Kejujuran: Meraih Keuntungan Menggapai Kemaslahatan Alimuddin, Alimuddin; Triyuwono, Iwan; Irianto, Gugus; Chandrarin, Grahita
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.685 KB)

Abstract

Honesty Based Selling Price Concept: Achieving Gain Reaching Goodness. This article aims to reconstruct honesty-based selling price concept in Islam. The research involved owners and management of YDT, Kopontren DT in Bandung, Charni’s Productions in Yogyakarta, as well as Kedai Assalamu’alaikum and Bismillah Restaurant in Malang. Analysis was conducted by using bayani, burhani and irfani epistemology. Honesty-based selling price concept could be classified as cost-plus pricing consistency, conditioned market mechanism, and balanced/equibrium market mechanism according to bayani, burhani and irfani epistemology respectively. Generally, honesty-based selling price concept in Islam is consistency market mechanism which is the determination of price at the very beginning until the complete consumption of products. Konsep Harga Jual Kejujuran: Meraih Keuntungan Menggapai Kemaslahatan. Makalah ini bertujuan menyusun konsep harga jual berbasis nilai kejujuran dalam Islam. Penelitian dilakukan pada pemilik dan manajemen YDT dan Kopontren DT di Bandung, Charni’s Productions di Yogyakarta, serta Kedai Assalamu’alaikum dan rumah makan Bismillah di Malang. Analisis dilakukan dengan menggunakan epistemologi bayani, burhani, dan irfani. Konsep harga jual berbasis nilai kejujuran dapat diklasifikasikan menjadi consistency cost-plus pricing, mekanisme pasar bersyarat serta mekanisme pasar keseimbangan dari epistemologi bayani, burhani dan irfani. Secara umum konsep harga jual berbasis nilai kejujuran di dalam Islam adalah consistency market mechanism, yaitu suatu konsep penetapan harga jual secara konsisten melalui mekanisme pasar sejak dari awal penetapan harganya hingga produk tersebut habis terjual.
Kajian Online Sistem Informasi BRI (BRINETS): Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Meiranto, Wahyu
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.336 KB)

Abstract

Study of BRI Online Information System (BRINETS): Technology Acceptance Model (TAM) Approach. The purpose of this research is to analyze  factors that effecting acceptance and actual use of BRI technology information system (BRINETS) using TAM (Technology Acceptance Model). Two variables of TAM used in this research are perceived ease of use and perceived of usefullness. Samples of the research were BRINETS users at BRI Semarang. There were 70 respondents involved. The data was analyzed by using PLS. The results indicate that experience and complexity have significant effect to perceived ease of use. Furthermore, perceived ease of use significantly affected the attitude toward using technology. Finally, behaviour intention significantly influence the actual use of technology Kajian Online Sistem Informasi BRI (BRINETS): Pedekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan aktual Sistem Teknologi Informasi BRI ((BRINETS) ditinjau dari penggunaan TAM (Technology Acceptance Model). Dua variabel TAM yang digunakan dalam penelitian ini adalah persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan. Sampel penelitian ini adalah karyawan pengguna BRINETS pada BRI Cabang Semarang. Terdapat 70 responden yang dilibatkan. Analisis data menggunakan PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman dan kompleksitas berpengaruh signifikan terhadap persepsi kemudahan penggunaan. Berikutnya, kemudahan penggunaan secara signifikan mempengaruhi perilaku menuju penggunaan teknologi. Terakhir,minat perilaku berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan teknologi aktual.
Mengikuti Perjalanan Pembawa Bendera: Penyebaran Pemikiran Radikal Riset Akuntansi Multiparadigma Suyunus, Mohamad
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.68 KB)

Abstract

Following The Flag Bearer’s Journey: Diffusion of Radical Thoughts of Multiparadigm Accounting Research. This is an interpretive case study research. The purpose of this research is to understand the diffusion process of multiparadigm research among the Indonesian researchers. By using diffusion theory of Rogers (1983) in Binrnberg and Shield (2009), and the paradigms of Burrell and Morgan (1979), as well as Chua (1986), this study will provide evidence on how innovator’s (Triyuwono) enthusiasm influences its diffusion. To see that enthusiasm, this study examines the process in several diffusion communication channels; internal and external relationship, seminar, publication, the journal, and school of thought. There are several “gaps” during the process that should be overcome by early adopters. Mengikuti Perjalanan Pembawa Bendera: Penyebaran Pemikiran Radikal Riset Akuntansi Multiparadigma. Penelitian ini merupakan studi kasus intepretif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses difusi riset akuntansi multiparadigma di kalangan periset akuntansi di Indonesia. Teori difusi Rogers (1983) dan Paradigma menurut Burrell and Morgan (1979) serta Chua (1986) digunakan untuk menganalisis dan menyajikan bukti tentang pengaruh antusiasme sang innovator (Triyuwono) dalam proses difusi. Oleh karena itu, studi ini meneliti beberapa saluran komunikasi difusi yang meliputi; hubungan internal dan eksternal, seminar, publikasi, jurnal, dan aliran pemikiran. Ada beberapa halangan yang harus diatasi oleh pengadopsi awal dalam proses difusi.
Praktik Revenue Sharing dan Implikasinya pada Kesejahteraan Masyarakat Thoha, Akhmad; Sudarma, Made; Triyuwono, Iwan; Ludigdo, Unti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.657 KB)

Abstract

Revenue Sharing Practices and Its Implication to Society Welfare. This research aims to develop the concept of Revenue Sharing and Its Implications on Welfare Society based on empirical data collected during the study in the SRB Asri Jember. This research used Grounded Theory approach with systematic procedures through the analysis of coding and categorization that comes with giving a name in each category, further divided into an array of conception. Revenue Sharing Practices are derived from based to Al-Quran and Al-Hadis laden with moral values ​​and spiritual Islam that upholds honesty, transparency, and welfare of the community so as to ensure the creation of justice reduced economic inequality. Implications of Revenue Sharing Concept formulated consists of two principles, namely: revenue sharing as a form of profit sharing and loss based on mutual agreement between the bank and the customer and falah the welfare of society through the distribution of income through Alqordhul hasan funds sourced from the zakat, infaq and shodaqoh. Pratik Revenue Sharing dan Implikasinya pada Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep Revenue Sharing dan Implikasinya pada Kesejahteraan Masyarakat berdasarkan data empirik di BPRS Asri Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan Grounded Theory dengan prosedur sistematis melalui analisis coding dan kategorisasi. Praktik Revenue Sharing bersumber dari Alquran dan Hadis sarat dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islami yang menjunjung tinggi kejujuran, transparansi, dan kesejahteraan masyarakat sehingga dapat menjamin terciptanya keadilan berkurangnya kesenjangan ekonomi. Konsep Implikasi Revenue Sharing yang dirumuskan terdiri dari dua prinsip, yaitu: revenue sharing sebagai bentuk bagi hasil/rugi berdasarkan kesepakatan bersama antara bank dengan nasabah dan falah yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui distribusi pendapatan melalui dana Alqordhul hasan yang bersumber dari zakat, infaq dan shodaqoh. melalui pembentukan.
Ilmu Pengetahuan Sosial dan Berbagai Paradigma dalam Kajian Akuntansi Djamhuri, Ali
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.284 KB)

Abstract

Social Sciences and Various Paradigms in Accounting Discourse. Accounting discourse in Indonesia nowadays can illustrate the monolithical view that is dominant. Besides economic science, social science, especially sociology is rarely used as analysis tool in accounting. Following Covaleski’s (1986), sociology, psychology and anthropology are other disciplines that are beneficial in accounting discourse. This would lead to multiparadigm science. As an implication, accounting would be dealt with in a no more monolithical manner. Positivism, interpretivism, critical, poetmodernism or even spiritualism paradigms have as much chance to be employed. The most difficult hindrance is our reluctance and fear, as academics, to carry out a more open and understanding scientific trajectory; although it will give more benefit to all stakeholders. Ilmu Pengetahuan Sosial dan Berbagai Paradigma dalam Kajian Akuntansi. Diskursus akuntansi di Indonesia saat ini bisa mengilustrasikan cara pandang monolitik yang dominan. Selain ilmu ekonomi, ilmu pengetahuan sosial, terutama sosiologi, terkesan masih relatif jarang dipakai sebagai alat analisis, khususnya dalam akuntansi. Jika mengikuti pendapat Covaleski (1986), paling tidak sosiologi, psikologi dan antropologi adalah disiplin-disiplin lain yang sangat bermanfaat bagi kajian akuntansi. Hal ini mengarah pada suatu multiparadigm science. Implikasinya, akuntansi dapat dikaji dengan modus yang tidak lagi monolitik. Paradigma positifis, interpretif, kritis, posmodernis atau mungkin spiritualis memiliki peluang yang sama pentingnya untuk digunakan. Hambatan tersulitnya, adalah keengganan dan ketakutan kita, para akademisi akuntansi sendiri, untuk melakukan  suatu scientific trajectory yang lebih terbuka dan saling memahami, padahal ini lebih memberikan manfaat kepada lebih banyak pihak yang bekepentingan.
Mengangkat ”Sing Liyan” untuk Formulasi Nilai Tambah Syari’ah Triyuwono, Iwan
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.869 KB)

Abstract

Abstract: Making Use “Sing Liyan”/ “The Other” to Formulate Shari’ah Value Added: This study attempts to formulate Shari’ah value-added as consequence of adopting Shari’ah Enterprise Theory (SET) as a basic theory of Shari’ah Accounting. The issue emerges as a result of a conflicting idea of whether Shari’ah accounting utilizes SET or Entity Theory (ET). For some reasons, this study implicitly prefers to SET than ET. Hence, the study is only concerned with value-added instead of income in the sense of profit as adopted by ET.By applying postmodern qualitative research, the study makes use of philosophical-sufistic values of Manunggaling Kawulo-Gusti as an analytical instrument. Empirical values of Muslims’ business practices are captured rationally and intuitively. Then the values are analyzed by applying the sufistic values of Manunggaling Kawulo-Gusti.The result of the study exhibits that Shari’ah value-added comprises of economic (monetary), mental, and spiritual ones. Economic value-added is the one that can be measured in monetary term. Mental and spiritual value-added inversely cannot be measured. In the holistic sense of Shari’ah value-added, all types of value-added (i.e. economic, mental, and spiritual value-added) are required, processed, and distributed in halal-way.   Abstrak: Mengangkat “Sing Liyan” untuk Formulasi Nilai Tambah Syari’ah: Studi ini berusaha memformulasikan nilai tambah syari’ah sebagai konsekuensi atas adopsi Shri’ah Enterprise Theory (SET) sebagai dasar Teori Akutansi Syari’ah. Isu ini timbul karena gagasan-gagasan yang berkonflik tentang apakah akuntansi syari’ah menggunakan SE atau Teori Entitas (ET). Karena beberap alasan, studi ini secara implisit lebih menyukai SET dibandingkan ET. Dengan menggunakan riset kualitatif posmoderen, studi ini mengangkat nilai filosofi sufistik dari Manunggaling Kawula Gusti (The Unity of I and God) sebagai instrumen analisis. Nilai empiris dari praktik bisnis muslim ditangkap secara rasional dan intuitif, kemudian nilai-nilai tersebut dianalisa menggunakan nilai sufistik dari Mnunggaling Kawula Gusti. Hasil studi ini menunjukkan bahwa nilai tambah syari’ah meliputi nilai ekonomi (moneter), mental dan spiritual. Nilai tambah ekonomi adalah ilai tambah yang dapat diukur dengan cara moneter, sedangkan nilai mental dan spiritual tidak dapat diukur dengan cara demikian. Dalam arti utuh, nilai tambah syar’ah meliputi semua nilai tambah (ekonomi, mental, spiritual) yang dibutuhkan, diproses dan didistribusikan secara halal.
Analisis Faktor-Faktor yang Menyebabkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Beropini Disclaimer Rahmanti, Virginia Nur; Prastiwi, Arum
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.088 KB)

Abstract

Analysis of the Factors Causing the Financial Statement of Local Government Have Disclaimer Opinion. The purpose of this study is to know the factors that tends to cause public sector specificly East Java public sector get disclaimer opinion. More public sector financial report get disclaimer opinion it means declining in public sector performance quality in serving this country. Exactly each public sector has their own trigger in the emerge of disclaimer opinion. This study using descriptive methodology with case study method to analyze causing factors of disclaimer opinion. In the 2008 budget period, public sector which get this opinion are city of Batu, city of Surabaya, regency of Trenggalek, regency of Pasuruan, regency of Banyuwangi and regency of Ponorogo. The result of this study shows that the main factor causing the six financial report  of public sectors get disclaimer opinion is the weakness of Internal Control System (ICS). Analisis Faktor-Faktor yang Menyebabkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Beropini Disclaimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang menyebabkan laporan keuangan pemerintah daerah khususnya Pemda Jatim sehingga mendapatkan opini disclaimer. Semakin banyaknya laporan keuangan Pemda yang mendapatkan opini disclaimer berarti hal ini menunjukkan penurunan kualitas atas performance Pemda dalam melayani Negara. Tentunya masing-masing Pemda memiliki pemicu yang  berbeda atas munculnya opini disclaimer. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dengan metode studi kasus dalam menganalisis factor penyebab munculnya opini disclaimer. Pada tahun anggaran 2008, Pemda yang menyandang opini disclaimer meliputi Kota Batu, Kota Surabaya, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling utama menyebabkan laporan keuangan keenam pemda beriopini disclaimer adalah lemahnya Sistem Pengendalian Internal (SPI).
Tafsir Kritis Privatisasi Berdasarkan Hermeneutika Gadamerian: Kasus Privatisasi PT Telkom dan PT Indosat Sokarina, Ayudia
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.251 KB)

Abstract

Privatization Under Critical Meaning by Using Gadamerian Hermeneutics: The Case for Privatization of PT. Telkom And PT. Indosat. The objectives of the study are to search critical meanings of privatisation in PT Telkom and PT Indosat. This research is using an interpretive approach and critical analysis by using Gadamerian hermeneutics. The study finds that there is other reality which shows that the Government views privatisation as a tool to achieve economic rents. Privatisation has failed to enable the distribution of ownership. At the same time, there is exploitation of consumers in the form of higher rates (as in the case of PT Telkomsel). As a result of privatisation of PT Telkom and PT Indosat has failed to provide justice and prosperity for the people and state. Tafsir Kritis Privatisasi Berdasarkan Hermeneutika Gadamerian: Kasus Privatisasi PT. Telkom  Dan PT. Indosat. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mencari pemaknaan privatisasi yang terjadi pada PT. Telkom dan PT. Indosat. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretif dan analisis kritis Hermeneutika Gadamerian sebagai metodenya. Hasil analisis menemukan realitas yang lain, yaitu bahwa saat Pemerintah memahami privatisasi sebagai alat untuk mencapai rente ekonomi, privatisasi telah gagal untuk membuat distribusi kepemilikan. Pada saat yang bersamaan, proses eksploitasi atas konsumen dalam bentuk tingginya harga (kasus PT. Telkomsel). Hasilnya, privatisasi PT. Telkom dan PT. Indosat telah gagal menyediakan keadilan dan kemakmuran bagi bangsa dan masyarakat.

Page 4 of 78 | Total Record : 771


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025) Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025) Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024) Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024) Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024) Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2023 - Desember 2023) Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023) Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023) Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022) Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022) Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022) Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021) Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021) Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021) Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020) Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020) Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma More Issue