cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 1 (2015)" : 6 Documents clear
Aktivisme dan Kesukarelawanan dalam Media SosialKomunitas Kaum Muda Yogyakarta Dewantara, Ramma Wisnu; Widhyharto, Derajat S.
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivisme dan kesukarelawanan kaum muda dalam membentuk gerakan sosial telah mengalamipergeseran dari offl ine menuju online. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasiterutama dengan munculnya Web 2.0 yang membuat banyak realitas sosial diperlihatkan olehmedia baru tersebut. Salah satu turunan media baru ini adalah media sosial yang dianggapunggul dalam kecepatan mendistribusikan pesan. Media sosial juga menjadi “ruang publik baru”kaum muda untuk berbagi atau berdiskusi mengenai isu tertentu, bahkan sampai digunakansebagai tuntutan revolusi. Metode yang digunakan dalam penelitian media baru ini adalahwawancara mendalam dan focus group discussion. Temuannya memperlihatkan bahwa kaum mudaYogyakarta, yang terhimpun dalam berbagai komunitas, berhasil memanfaatkan media sosialsebagai penyeimbang, pengingat, dan suplemen gerakan baru komunitas kaum muda.
Analisis Keberlanjutan dan Pola Pengembangan Co-Operative Entrepreneurship Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) Utami, Ratih Apri
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2008 pemerintah melaksanakan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan(PUAP) yang disalurkan melalui Gapoktan sebesar 100 juta rupiah. Dana PUAP bertujuan sebagaistimulus agar dapat ditumbuhkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) untukkeberlanjutan pembiayaan untuk petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis prosespenumbuhan LKM-A dan keberlanjutan LKM-A berdasarkan pendekatan kelembagaan, fi nansialdan nasabah, serta mengembangkan pendekatan yang dibutuhkan LKM-A menuju Co-operativeEntrepreneurship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKM-A Gapoktan Sejahtera sudahmemiliki keberlanjutan kelembagaan melalui manajemen organisasi dan skema pembiayaanselama satu musim tanam, keberlanjutan fi nansial didasarkan pada tingkat bunga/unit pinjamanlebih besar dari beban pembiayaan dan keberlanjutan nasabah melalui persepsi nasabah mengenaipenyaluran, pemanfaatan dan pengembalian dana PUAP (Pengembangan Usaha AgribisnisPerdesaan). Pola pengembangan LKM-A menuju Co-operative Entrepreneurship diawali melaluiproses penumbuhan LKM-A, analisis keberlanjutan berdasarkan pendekatan lembaga, fi nansial,
Kampanye Kreatif dalam Kontestasi Presidensial 2014 Arianto, Bambang
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang kemunculan model kampanye kreatif dalam kontestasi presidensial2014, yang lebih mengedepankan unsur kreativitas dan seni. Adapun bentuk-bentuk kampanyekreatif seperti video, musik, aplikasi game dan desain visual yang didukung oleh kemajuanteknologi informasi, telah mampu melakukan transformasi dari model kampanye konvensionalmenuju kampanye modern. Kemunculan kampanye kreatif dapat menjadi saluran komunikasipolitik yang efektif guna membangun budaya partisipatoris. Selain itu, kampanye kreatif sangatpositif dalam mendorong perubahan perilaku politik kewargaan yang kemudian melahirkanpolitik kegembiraan.Kata
Kodifi kasi dan Efektivitas Kebij akan Fiskal untuk Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca pada Industri Semen, Baja dan Pulp Haryanto, Joko Tri; Martawardaya, Berly
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan industri dikenal sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca (GRK).Sumber emisi GRK dari sektor industri meliputi input energi, masukan non-energi, proses industridan limbah industri. Dengan demikian, sektor industri, tercatat sebagai salah satu sektor pentingdalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Penurunan Emisi GRK. Pelaksanaan aksi mitigasi di sektorindustri jelas memerlukan kerangka peraturan yang tepat. Kombinasi yang tepat dari kebij akandan instrumen fi skal yang diperlukan untuk mendorong pelaku industri menjadi aktif terlibatdalam upaya nasional untuk mengurangi emisi GRK di Indonesia. Permasalahannya, perluadanya koordinasi peraturan yang terkait upaya penurunan emisi GRK sektor industri di masingmasingKementerian/Lembaga (K/L) yang terkait khususnya Peraturan Menteri keuangan (PMKdan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenindustri). Untuk itulah penelitian ini dilakukandengan menggunakan kerangka analisis regulasi demi terciptanya koordinasi regulasi antaraPMK dan Permenindustri. Melalui mekanisme kodifi kasi tersebut, diharapkan terjadi peningkatanefektivitas kebij akan fi skal untuk mengurangi emisi GRK di sektor industri.
Kontestasi Kekuasaan dan Keteladanan Semu di Indonesia Raditya, Michael HB
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan di Indonesia merupakan persoalan yang menarik untuk ditelaah. Jika bertolak daritataran diakronis, secara kronologis Indonesia telah mengalami pelbagai macam fase kepemimpinandan rezim. Ihwal ini dapat menjadi stimulan positif jika masyarakat dapat mengartikulasikanpengalaman bernegaranya dengan tepat. Kontestasi kekuasaan pun tidak dapat terhindarkan,terlebih setiap pemimpin melakukan persaingan dalam memperebutkan kekuasaan. Kontestasiini tidak hanya merujuk pada tingkat lokal, namun hingga tingkat nasional. Berbagai aspek punturut menjadi faktor utama dari kontestasi tersebut, seperti tipe kepemimpinan aristokrasi dandemokrasi, hingga perbedaan gender pemimpinnya. Ihwal tersebut turut mengejewantahkanbahwa keteladanan yang didasarkan atas beberapa kontekstual, bersifat pseudo, atau semu.Dalam mengupas ihwal tersebut, telaah yang digunakan merujuk pada pemahaman Barkerakan agen, dan Gramsci akan hegemoni. Tidak hanya itu, Kouzes dan Posner digunakan untukmenilik parameter keteladanan. Asumsi penulis, keteladanan merupakan unsur yang terciptauntuk menghegomoni agen di dalamnya. Bertolak dari mempertanyakan keteladanan, makapembahasan akan lebih mempertimbangkan aspek agen, hegemoni dan kuasa. Penulis menyadaribahwa tidak mungkin meneliti semua pola kepemimpinan yang ada di Indonesia, maka rujukancontoh kepemimpinan didasarkan pada beberapa contoh di era kolonial, orde lama, orde baru,dan pemerintahan kini. Penelitian ini mencoba untuk mengupas persoalan keteladanan dalamkepemimpinan yang kerap diunggulkan kepemimpinan yang ada di Indonesia.
Meneropong Kominda dari Perspektif Desentralisasi: Sebuah Diskusi tentang Posisi Intelij en Daerah dalam Logika Desentralisasi Indrakrista, Niti Bayu
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berisi diskusi konseptual mengenai posisi Komunitas Intelij en Daerah (Kominda)dalam kerangka desentralisasi di Indonesia. Sebagai instrumen pendukung kerja pemda,Kominda berkontribusi membantu mewujudkan pemerintahan yang kondusif. Meski demikian,Kominda belum menjawab tuntutan desentralisasi agar pemda bisa mewujudkan pemerintahanyang demokratis. Perlu pemahaman yang lebih mendalam mengenai paradigma baru sektorkeamanan, bahwa kehidupan demokratis dan kebebasan berpendapat merupakan aspek yangharus ditunjang oleh pemerintah, termasuk lembaga keamanan yang mendukungnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 3 (2015) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 3 (2014) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 1 (2013): Menimbang Birokrasi, Partai, dan Politik di Indonesia Vol 16, No 3 (2013): Gerakan Sosial (Baru) Pasca “Orde Baru” Vol 16, No 2 (2012): Mengelola Perbatasan Negara Vol 16, No 1 (2012): Politik Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam Vol 15, No 3 (2012): Dinamika Politik Desentralisasi Vol 15, No 2 (2011): Dilema Tata Kelola Pemerintahan Vol 15, No 1 (2011): Kebijakan Sosial di Aras Lokal Vol 14, No 3 (2011): Membingkai Peran Politik Media Vol 14, No 2 (2010): Membedah Radikalisme di Indonesia Vol 14, No 1 (2010): Multikulturalisme dan Pergulatan Identitas Vol 13, No 3 (2010): Dinamika Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2009): Demokrasi dan Transformasi Institusi Tradisional Vol 13, No 1 (2009): Konflik dan Perdamaian Vol 12, No 3 (2009): Parpol dan Pemilu Vol 12, No 2 (2008): Media dan Demokrasi Vol 12, No 1 (2008): Gerakan Sosial Vol 11, No 3 (2008): Komunikasi Bencana Vol 11, No 2 (2007): Dinamika Politik Lingkungan Vol 11, No 1 (2007): Demokrasi Mencari Bentuk Vol 10, No 3 (2007): Kebijakan Sosial Politik Vol 10, No 2 (2006): Respon terhadap Tantangan Internasional Vol 10, No 1 (2006): Pemberdayaan Masyarakat Vol 9, No 3 (2006): Tarik Menarik Kepentingan dalam Media Masa Vol 9, No 2 (2005): Potret Ilmu-ilmu Sosial Vol 9, No 1 (2005): Demokrasi: Problema dan Manfaatnya Vol 8, No 3 (2005): Democratic Governance Vol 8, No 2 (2004): Tinjauan Kritis Globalisasi Vol 8, No 1 (2004): Representasi dan Keberpihakan dalam Media Vol 7, No 3 (2004): Peran dan Konstruksi Sosial tentang Perempuan Vol 7, No 2 (2003): Globalisasi dan Kemiskinan Vol 7, No 1 (2003): Neolibralisme: Refleksi Kritis Vol 6, No 3 (2003): Dinamika Negara dan Masyarakat Sipil Vol 6, No 2 (2002): Perkembangan dan Potret Ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2002): Kebijakan Publik: Perspektif Alternatif Vol 5, No 3 (2002): Kebijakan dan Manajemen Publik Vol 5, No 2 (2001): Otonomi Lokal dan Keindonesiaan Vol 5, No 1 (2001): Khasanah Gerakan Sosial Vol 4, No 3 (2001): Refleksi Nasionalisme Indonesia Vol 4, No 2 (2000): Menggugat Kajian Media dan Kebebasan Pers Vol 4, No 1 (2000): Reformasi Kelembagaan Politik Vol 3, No 3 (2000): Kekerasan, Keberdayaan, dan Demokrasi Vol 3, No 2 (1999) Vol 3, No 1 (1999) Vol 2, No 3 (1999) Vol 2, No 2 (1998) Vol 2, No 1 (1998) Vol 1, No 3 (1998) Vol 1, No 2 (1997) Vol 1, No 1 (1997) More Issue