cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2011)" : 22 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN ASESMEN OTENTIK TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BERBAHASA INGGRIS DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA SMK NEGERI 1 SINGARAJA Jaya Pharhyuna, Kadek Agus
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentik terhadap keterampilan menulis surat bisnis berbahasa Inggris ditinjau dari kreativitas siswa. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan rancangan posttest only control group design dengan melibatkan sampel sebanyak 86 orang siswa pada kelas XII SMKN 1 Singaraja. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes keterampilan menulis surat berbahasa Inggris dan kuesioner kreativitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian satu jalur (anava) dan analisis kovarian (anakova) satu jalur. Hasil analisis data adalah sebagai berikut. Pertama, model pembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentik berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis siswa, dalam arti bahwa model pembelajaran dan asesmen tersebut menyebabkan keterampilan menulis siswa lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung dan asesmen konvensional (F hitung =76,12 pada taraf signifikansi α = 0,05). Kedua, model pembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentik tetap berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis siswa walaupun telah diadakan pengendalian terhadap kreativitas siswa (F hitung = 77,218 pada taraf signifikansi α = 0,05). Ketiga, kreativitas berkontribusi positif terhadap keterampilan menulis berbahasa Inggris siswa (r = 0,985; koefisien determinasi = 96,95%). Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa model pembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentik mampu meningkatkan keterampilan menulis berbahasa Inggris siswa. Pembelajaran yang didasari oleh permasalahan kehidupan nyata dan dievaluasi dengan konteks dunia nyata membuat siswa menjadi lebih leluasa dalam berkreativitas. Berdasarkan hasil penelitian ini dianjurkan kepada guru-guru Bahasa Inggris untuk menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan asesmen otentik dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas pada materi-materi yang sesuai.   Kata-kata kunci :   model belajar berbasis masalah, asesmen otentik, keterampilan menulis, dan kreativitas siswa. ABSTRACT   The main objective of the present study is to investigate the effect of problem based learning model and authentic assessment upon students’ writing skill on business letter viewed from student’s creativity. This study is a quasi experimental study using the posttest-only control group design involving 86 of twelfth grade students altogether selected using a random sampling technique. The instruments used to gather data were English writing test and creativity questionnaire. The obtained data were analyzed using one way analysis of variance (anova) and one way analysis of covariance (anacova) to test the hypothesis. The overall statistical analysis shows the following results. Firstly, the effect of problem based learning model and authentic assessment was positive upon students’ writing skill, in the sense that it could improve students’ skill in writing in comparison to that of direct instruction and conventional assessment (F with its computed values equals to 76.12 and significant at α = 0.05). Secondly, the effect of problem based learning model and authentic assessment was also positive upon students’ writing skill eventhough their creativity was not taken into account (F test with its computed value equals to 77.218 and significant at α = 0.05). Thirdly, the creativity contributed positively upon student’s writing skill (r = 0.985; determination coefficient = 96.95%). The above findings indicate that problem based learning model and authentic assessment are able to improve students skill in English writing letter. The learning that is based on real problems and assessed by contextual problems made the students felt free to develop their creativity. Based on the above findings, English teachers are encouraged to use problem based learning model and authentic assessment approach on English content.   Key Terms    : problem-based learning model, authentic assessment, writing skill, creativity.
KONTRIBUSI KUALITAS SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH, FUNGSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, DAN ETOS KERJA TERHADAP KUALITAS LAYANAN GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PADA SMA NEGERI DI KECAMATAN KUTA BADUNG GUNAWAN, I MADE
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kualitas supervisi pengawas sekolah, fungsi kepemimpinan kepala sekolah, dan etos jkerja guru terhadap kualitas layanan guru dalam pembelajaran pada SMA Negeri di Kecamatan Kuta Badung secara terpisah maupun simultan. Populasi sebanyak 209 orang guru SMA Negeri di Kecamatan Kuta dan sampelnya sebanyak 136 orang yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang positif dan signifikan kualitas supervisi pengawas sekolah, fungsi kepemimpinan kepala sekolah, dan etos kerja guru terhadap kualitas layanan guru dalam pembelajaran ecara terpisah maupun simultan.   Kata kunci: kualitas supervisi pengawas sekolah, fungsi kepemimpinan kepala sekolah, dan etos kerja terhadap kualitas layanan guru dalam kegiatan pembelajaran   THE CONTRIBUTION OF QUALITY OF SCHOOL SUPERVISOR’S SUPERVISION, SCHOOL PRINCIPAL’S LEADERSHIP FUNCTION AND WORK ETHICS TOWARD QUALITY OF TEACHER’S SERVICE IN TEACHING ACTIVITIES AT PUBLIC SENIOR HIGH SCHOOLS IN KUTA DISTRICT IN BADUNG ABSTRACT This study aimed at finding out the contribution of quality of school supervisor’s supervision, school principal’s leadership function and teacher’s work ethics simultaneously toward quality of teacher’s service in teaching at public senior high schools in Kuta district in Badung either desprerately or simultaneously. The population were 209 teachers of SMA Negeri in Kuta district and 136 people were used as the sample with sampling technique used was proportional random sampling. This research was arranged in ex-post facto. The data was collected by using Likerts scale model and was analyze by using the correlation and regression analysis. The result shows that there was a positive and significant contribution between quality of school supervisor’s supervision, school principal’s leadership function and quality of teacher’s service in teaching in SMA Negeri in Kuta district separately and simultaneously.   Key words: quality of school supervisor’s supervision, school principal’s leadership function and work ethics toward quality of teacher’s service in teaching activities.
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP SIKAP NASIONALISME SISWA KELAS XI IPA SMAN I KUTA KABUPATEN BADUNG TAHUN PELAJARAN 2009 - 2010 ., SULISTYOWATI
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   SULISTYOWATI, Pengaruh Pembelajaran Kontekstual dan Gaya Kognitif terhadap Sikap Nasionalisme Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kuta Kabupaten Badung Tahun Pelajaran 2009-2010 . Tesis, Singaraja: Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha   (Undiksha ) Singaraja, 2011.   Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh Pembimbing I: Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd  dan Pembimbing II: Prof. Dr.  Nyoman Dantes.   Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Gaya Kognitif dan Sikap Nasionalisme.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Kontekstual dan Gaya Kognitif terhadap Sikap nasionalisme Siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuta,Badung menggunakan metode eksperimen semu dengan desain post test only control group design. Instrumen berupa inventory gaya kognitif digunakan untuk mengukur tingkatan gaya kognitif field independent maupun field dependent siswa, dan tes sikap nasionalisme digunakan untuk mengukur sikap nasionalisme siswa. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling memperoleh sampel 90 orang kelompok eksperimen dan 90 orang kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis varians(Anava) dua jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) secara umum sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan FA(hitung) =112,17 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%; (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara  pembelajaran Kontekstual dan gaya kognitif siswa terhadap sikap nasionalisme dengan FAB(Hitung) = 254,358 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%, (3) untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik dengan sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan Q(Hitung) 26,54 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%; (4) untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih baik dengan sikap nasionalisme siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual dengan Q(Hitung) 5,358 yang signifikan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual dan gaya kognitif dapat meningkatkan sikap nasionalisme siswa. ABSTRACT     SULISTYOWATI, The Effect of Implementing CTL (Contextual Teaching and Learning) and Cognitive Style on Nationalism Behavior in Student Class XI IPA SMA Negeri 1 Kuta, Badung Regency, in the Academic year of 2009/2010. Thesis, Singaraja: The Research Methodology and Educational Evaluation Study Program, Post Graduate Studies of Ganesha Educational University (Undiksha) Singaraja, 2011.trument of cognitive style inventor   This thesis has been corrected by Supervisor I: Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd and Supervisor II: Prof. Dr. Nyoman Dantes.   Key words: Contextual Teaching and Learning, Cognitive Style and Nationalism Behavior.   This research is aimed to determine the influence of contextual learning and cognitive style on student nationalism behavior. This research was conducted at SMA Negeri 1 Kuta Badung by using quasi-experimental method with design post test only control group design. The instrument of cognitive style inventory used for measuring student cognitive style level of field independent, field dependent and nationalism behavior test used for measuring student nationalism behavior. The sample took by random sampling technique, involving sample 90 people in experiment group and 90 people in control group. Data analysis was done by using variants analysis (Anava) dual band and Tukey test. The research revealed that: (1) generally nationalism behavior in students who followed contextual teaching was better than students who followed conventional teaching with FA(count) =112,17, significant on signification level 5%; (2) there were significant interaction influence between contextual teaching and student cognitive style on nationalism behavior with FAB (count) = 254,358 significant on signification level 5%; (3) for student who have cognitive style field independent, nationalism behavior student who followed contextual teaching better than nationalism behavior student who followed conventional teaching with Q(count) 26,54 significant on signification level 5%; (4) for student who have cognitive style field dependent, nationalism behavior students who followed conventional teaching was better than nationalism behavior of the students who followed contextual teaching with Q(count) 5,358 significant on signification level 5%. Based on the finding of this research, we can come to conclusion that contextual teaching and cognitive style were able to increase student nationalism behavior.
DETERMINASI GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA GURU, DAN DISIPLIN KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU (STUDI TENTANG PERSEPSI GURU SD NEGERI SE KABUPATEN BADUNG) Sarini, Komang
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi determinasi gaya kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja guru, dan disiplin kerja guru terhadap kinerja guru sekolah dasar di  Kabupaten Badung secara terpisah maupun simultan. Populasi sebanyak 2.679 orang guru SD di Kabupaten Badung dan sampelnya sebanyak 349 orang yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja guru, dan disiplin kerja guru merupakan determinan terhadap kinerja guru secara terpisah maupun simultan.   Kata kunci: gaya kepemimpinan kepala sekolah,  motivasi kerja guru, disiplin kerja guru, kinerja guru   THE DETERMINATION OF PRINCIPAL LEADERSHIP STYLE, TEACHER WORK MOTIVATION, AND TEACHER WORK DISCIPLINE TOWARD TEACHER PERFORMANCE (A STUDY ON PERCEPTION OF PUBLIC PRIMARY SCHOOL TEACHERS THROUGHOUT BADUNG REGENCY) ABSTRACT This study aimed at finding out the multitude of the determination of principal leadership style, teacher work motivation and teacher work discipline toward teacher performance among the public primary school teachers throughout Badung Regency both separately and simultaneously. The population were 2.679 primary school teachers in Badung regency and 349 people were used as the sample with sampling technique used was proportional random sampling. This research was arranged in ex-post facto. The data was collected by using Likerts scale model and was analyze by using the correlation and regression analysis. The result shows that school principal leadership style, teacher work motivation, and teacher work discipline were determinants of teacher work performance both separately and simultaneously.   Key words: principal leadership style, teacher work motivation, teacher work discipline, teacher performance.
PENGARUH METODE RESITASI TUGAS DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SMA NEGERI 1 MANGGIS LABA, I WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     I WAYAN LABA, Pengaruh Metode Resitasi Tugas dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Matematika di SMA Negeri 1 Manggis, Tesis Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2010   Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh Pembimbing I : Prof. Dr I Made Candiasa, MIKomp, Pembimbing II : Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S Kata Kunci : resitasi tugas, motivasi berprestasi dan hasil belajar   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode resitasi tugas dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Manggis dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran yang diklasifikasi menjadi dua jenis, yaitu metode resitasi tugas yang diberikan kepada kelompok eksperimen dan metode konvensional yang diberikan kepada kelompok kontrol. Motivasi berprestasi berperan sebagai variabel moderator yang dipilah menjadi dua, yaitu motivasi berprestasi tinggi dan rendah. Variabel terikat adalah hasil belajar matematika. Instrumen berupa kuisioner digunakan untuk mengukur motivasi berprestasi siswa, sedangkan tes objektif digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika. Sampel penelitian ini berjumlah 62 orang siswa kelas X yang diambil dengan menggunakan tehnik random sampling. Analisis data menggunakan analisis varians dua jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode resitasi lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional dengan nilai Fhitung= 8,960 Ftabel= 3,99 taraf signifikansi 5%, 2) bagi siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode resitasi lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional dengan nilai Qhitung= 9,3007 Qtabel= 2,89 taraf signifikansi 5%, 3) bagi siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode resitasi lebih rendah daripada yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional dengan nilai Qhitung= 3,3140 Qtabel= 2,89 taraf signifikansi 5%, dan 4) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika dengan nilai Fhitung= 39,783 Ftabel= 3,99 taraf signifikansi 5%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa metode resitasi tugas dan motivasi berprestasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika di SMA Negeri 1 Manggis             ABSTRACT     I WAYAN LABA, The Effect of Task Recitation Method and Achievement Motivation  upon Achievement in Mathematics at SMA Negeri 1 Manggis, Tesis Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2010.   This thesis has been corrected and examined by the first supervisor, Prof. Dr. I Made Candiasa, MI Komp, the second supervisor, Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, MS Key words: task recitation, achievement motivation and learning achievement This study aimed at finding out the effect of task recitation and achievement motivation upon student’s learning achievement in mathematics. This study was conducted at SMA Negeri 1 Manggis by using experimental method with 2x2 factorial design. The independent variable in this study consisted of learning method which was classified into two types, i.e., task recitation method which was applied to the experiment group and  conventional method to the control group. Achievement motivation served as moderator variable which was classified into two, namely high achievement motivation and low achievement motivation. The dependent variable consisted of learning achievement in mathematics. The instruments were in the form of questionnaire that was used to measure the students’ achievement motivation and objective test that was used to measure the students’ learning achievement in mathematics. The sample consisted of 62 students of Class X who were selected by random sampling. The data analysis used two-way analysis of ANOVA and Tukey test. The results showed that 1) the students who learned through recitation method had higher achievement than those who learned through conventional method, Fobserved= 8.960 Ftable = 3.99 at 5% level of significance; 2) among the students  who had high learning motivation, those who learned through recitation method had higher achievement than those who learned through conventional method, Qobserved = 9.3007, Qtable = 3.89 at 5% level of significance; 3) among the students who had low learning motivation, those who learned through recitation method had lower achievement than those who learned through conventional method, Qobserved = 3.3140, Qtable = 2.89 at 5% level of significance; and 4) there was an interaction effect between learning method and learning motivation upon learning motivation in mathematics, Fobserved = 39.783 Ftable = 3.99 at 5% level of significance. Hence, it can be concluded that task recitation method and learning motivation have a significant effect upon learning achievement in mathematics at SMA Negeri 1 Manggis. 
KONTRIBUSI HASIL BELAJAR SENI RUPA, KEDISIPLINAN DIRI, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR KOMPUTER GRAFIS SISWA PROGRAM KEAHLIAN MULTIMEDIA SMK NEGERI 2 SUKAWATI Sukawijaya, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sukawijaya, I Wayan (2010). Kontribusi Hasil Belajar Seni Rupa, Kedisiplinan Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Komputer Grafis Siswa Program Keahlian Multimedia Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Sukawati. Tesis Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh pembimbing I: Prof. Dr. I Made Candiasa, MIKomp. dan pembimbing II : Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd.   Kata kunci : hasil belajar seni rupa, kedisiplinan diri, motivasi berprestasi dan hasil belajar komputer grafis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi (1) hasil belajar seni rupa terhadap hasil belajar komputer grafis siswa program keahlian Multimedia SMK Negeri 2 Sukawati, (2) kedisiplinan diri terhadap hasil belajar komputer grafis siswa program keahlian Multimedia SMK Negeri 2 Sukawati, (3) ) motivasi berpre terhadap hasil belajar komputer grafis siswa program keahlian Multimedia SMK Negeri 2 Sukawati, dan (4) kontribusi secara bersama-sama hasil belajar seni rupa, kedisiplinan diri dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar komputer grafis siswa program keahlian Multimedia SMK Negeri 2 Sukawati. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex post pacto. Populasi penelitian adalah siswa kelas X program keahlian Multimedia SMK Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 38 orang, dan seluruhnya digunakan sebagai sampel penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untuk data hasil belajar seni rupa dan hasil belajar komputer grafis dan instrumen skala Likert berupa kuesioner untuk pengumpulan data tentang kedisiplinan diri dan motivasi berprestasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresidan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara hasil belajar seni rupa terhadap hasil belajar komputer grafis siswa  dengan kontribusi sebesar 98,0% , (2) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara kedisiplinan diri terhadap hasil belajar komputer grafis siswa  dengan kontribusi sebesar 97,5%, (3) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara motivasi berprestasi terhadap hasil belajar komputer grafis siswa  dengan kontribusi sebesar 96,9%, dan (4) terdapat kontribusi yang signifikan  secara bersama-sama antara hasil belajar seni rupa, kedisiplinan diri, dan motivasi berprestasi  terhadap hasil belajar komputer grafis siswa dengan kontribusi sebesar 98,56% . Sumbangan efektif hasil belajar seni rupa sebesar 73,71 %, sumbangan efektif kedisiplinan diri sebesar 14,96 %, dan sumbangan efektif motivasi berprestasi sebesar 9,89%. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat kontribusi yang positif dan signifikan dari ketiga variable prediktor tersebut sehingga variabel-variabel tersebut dapat dijadikan prediktor tingkat kecenderungan prestasi belajar komputer grafis siswa SMK Negeri 2 Sukawati.     ABSTRACT Sukawijaya, I Wayan (2010).  The Contribution Result Of Fine arts Learning, Self Discipline and Motivation of Achievement To The Result Of Graphical Computer Learning at  The Multimedia Program  of SMKN 2 Sukawati.  The Research Thesis and Evaluation Education of Postgraduate Program Ganesha University Singaraja. This thesis have been corrected and investigated by the first counselor   Prof. Dr. I Made Candiasa, MIKomp. and the second counselor : Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd.   Keyword : result of fine arts learning, self-discipline, motivation of achievement, and result of graphical computer learning of student. This research aim to know contribution (1) result of fine arts learning to the result of graphical computer learning of the multimedia  program of SMKN 2 Sukawati, (2) self-discipline to the result of graphical computer learning of the multimedia program of SMKN 2 Sukawati, (3) motivation of achievement to the result of graphical computer learning of the multimedia  program SMKN 2 Sukawati, and (4) ) contribution result of the fine arts learning, self-discipline and motivation of achievement to result of graphical computer learning of the multimedia  program SMKN 2 Sukawati This research is quantitative research with approach of ex post pacto. The Population of the Research is the students at grade X of the multimedia  program SMKN 2 Sukawati, school year 2009/2010,  38 students, and all of them are used  as research sample. The method used in collecting the data  is documentation method to get the data result of fine arts learning and result of graphical computer learning and  the scale Likert instrument in the form of questionnaire for data collecting about self-discipline and motivation of achievement. The Data analytical technique applied is, regression and partial correlation. The result of research indicates that (1) there is contribution which are positive and significant between result of fine arts learning to the result of graphical computer learning of student with contribution equal to 98,0%, (2) there is contribution which are positive and significant between self-disciplines to result of graphical computer learning of student with contribution equal to 97,5%, (3) there is contribution which are positive and significant between achievement motivations to result of graphical computer learning of student with contribution equal to 96,9%, and (4) there is significant contribution between result of fine arts learning, self-discipline, and motivation of achievement to result of graphical computer learning of student with contribution equal to 98,56% . Effective contribution of fine arts learning equal 73,71 %, effective contribution of self-disciplines equal 14,96 %, and effective contribution of achievement motivations equal to 9,89%. Based on the finding is inferential that there is contribution which are positive and significant from third of the predictor variable so that variables can be made predictor level of tendency of achievement of graphical computer learning of student SMKN 2 Sukawati.
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Peta Konsep Terhadap Prestasi Belajar Kimia Ditinjau Dari Sikap Kemandirian (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Nusa Penida). Ardana, I Kadek
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK I KADEK ARDANA. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Peta Konsep Terhadap Prestasi Belajar Kimia Ditinjau Dari Sikap Kemandirian (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Nusa Penida). Tesis, Singaraja: Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari sikap kemandiri siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Nusa Penida dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain posttest only control group design.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang dipilah menjadi pembelajaran berbasis peta konsep yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran langsung yang dikenakan pada kelompok kontrol. Sedangkan sikap kemandirian berperan sebagai variabel moderator yang dipilah menjadi sikap kemandirian tinggi dan rendah. Sebagai variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil belajar kimia. Instrumen berupa inventory sikap digunakan untuk mengukur sikap kemandirian siswa. Sedangkan tes hasil belajar kimia digunakan untuk mengukur hasil belajar kimia siswa. Sampel penelitian berjumlah 144 siswa kelas X yang diambil secara acak dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara bertahap. Analisis data menggunakan analisis varian (Anava) dua jalur dan Tukey,s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara siswa yang mengikuti peroses pembelajaran berbasisi peta konsep dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan rata-rata skor hasil belajar kimia siswa yang mengikuti proses pembelajaran berbasis peta konsep lebih tinggi dari rata-rata skor hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Oleh karena itu pada pelajaran kimia proses pembelajaran berbasis peta konsep lebih tepat diterapkan dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. (2) Untuk siswa yang memiliki sikap kemandirian tinggi, hasil belajar kimia siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis peta konsep berbeda secara signifikan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Dan hasil belajar kimia siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis peta konsep lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (3) Untuk siswa yang memiliki sikap kemandirian rendah, hasil belajar kimia siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis peta konsep berbeda secara signifikan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Dan hasil belajar kimia siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis peta konsep lebih rendah daripada hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (4) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara pembelajaran dengan sikap kemandirian siswa terhadap hasil belajar kimia. Kesimpulan bahwa pembelajaran dan sikap kemandirian siswa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap hasil belajar kimia, terutama untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Nusa Penida. ABSTRACT I KADEK ARDANA, The effect of concept mapping-based instruction upon chemistry learning achievement viewerd from independent attitude (an experiment with the class X student of SMA Negeri 1 Nusa Penda). Tesis, Singaraja: Program studi Penelitian dan Evaluasi pendidikan (PEP) program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (undiksha) singaraja, 2010. This study aimend at finding out the effect of the implementation of instruction upon chemistry learning achievement viewed from student independent attitude. This study was conducted at SMA Negeri 1 Nusa Penida by using experiment method with posttest only control group design. The independent variable in this study consisted of instruction which was spirit into two, i.e., consept mapping-based instruction that was treated of the experiment group and direct instruction to control group. While independent attitude served as a moderator variable which was split into two lwvwls,i.e., high and low independent attitudes. The dependent variable in this study consisted of chemistry learning achievement. The instrument was in the from of attitude inventory that was used to measure level of the student,s independent attitude while chemistry learning achievement test was used to measure the student’s chemistry achievement. The sample consisted of 144 class X students that were selected at ramdom by using stratified random sampling technique. The data analysis used two-way ANOVA ang Tukey test. The results showed that (1) for the students with high independent attitude, the chemistry lerning achievement of those who learning through concept mapping-based instruction differed significantly from that of those who learned throuhh direct intructin. The chemistry learning achievement of those who learned through concept mapping-based instruction was higher than hat of those who learned direct instruction. (2) For the students who hadlow independent attitude, the chemistry learning achievement of those who learned through concept mapping-based instruction differed significantly from that of those who learned through direct instruction. The chemistry learning achievement of those who learned through concept mapping-based instruction was lower than that of those who learned trough direct instruction model, (3) There was a significant interaction effect between instruction and student independent attitude upon chemistry learning achievement. The conclusion is thst the instruction and student independent attitude have a significant effect upon chemistry learning achievement, particularly whit class X students of SMA Negeri 1 Nusa Penida.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PENALARAN FORMAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA (Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tabanan) Nuryasa, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran, sedangkan penalaran formal berperan sebagai variabel moderator, Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Instrumen berupa tes penalaran formal dan  tes kemampuan pemecahan masalah matematika.  Sampel penelitian berjumlah 88 orang siswa kelas VIII yang diambil secara acak dengan menggunakan tehnik pengambilan sampel secara bertahap. Analisis data menggunakan analisis varian dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mengikuti model belajar berbasis masalah dengan siswa yang  mengikuti model pembelajaran langsung (F =  5,213; p<0,05), (2) untuk yang memiliki penalaran formal tinggi, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mengikuti model belajar berbasis masalah dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung , (3) untuk siswa yang memiliki penalaran formal rendah, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung dengan siswa yang mengikuti model belajar berbasis masalah , dan (4) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (F =  27,018; p<0,05).  Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model belajar berbasis masalah dan penalaran formal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan matematika, tetapi untuk siswa yang memiliki penalaran formal rendah akan mengalami kesulitan memahami masalah sehingga lebih memerlukan peran guru sehingga model pembelajaran langsung masih diperlukan pada pembelajaran matematika untuk siswa SMP Negeri 1 Tabanan.   Kata kunci  : Model Pembelajaran, Penalaran Formal, dan Pemecahan Masalah.     This study aimed at finding out the effect of problem-based teaching model and formal thinking upon students ability to solve mathematic problems. This study was conducted at SMP Negeri 1 Tabanan by using an experimental method with 2x2 factorial design. The independent variable in this study was the teaching model. Then the teaching model was divided into two levels of factor, i.e., problem-based teaching model that was treated to the experiment group and direct teaching model that was treated to the control group while formal thinking played the role as a moderator variable. Then, the formal thinking was divided into two levels of factor, i.e., high formal thinking and low formal thinking . As the dependent variable in this study was ability to solve mathematic problems. The instruments in this study consisted of a test of formal thinking that was used to measure the students formal thinking ability while a test of mathematic problems solving was used to measure the students ability to solve mathematic problems. The sample was 88 students of Class VIII that were drawn randomly by using a stratified sampling technique. The data were analyzed by two-way analysis of variance. The results showed that (1) in general, there was a different ability to solve mathematic problems between the students who studied through problem­based teaching model and the students who studied through direct teaching model (F=5,213; p<0,05). (2) for the students who had a high formal thinking, there was a different  ability to solve mathematic problems between who studied through problem-based teaching model and the students who studied through direct teaching model (Q=5,290; p<0,05). (3) for the students who had a low formal thinking, there was a different  ability to solve mathematic problems between who studied through direct teaching model and who studied through problem-based teaching model (Q=2,061; p<0,05). (4) there was a significant interaction between teaching model and formal thinking upon the students ability of solving mathematic problems (F=27,018; p<0,05). Hence it can be concluded that problem-based teaching model and formal thinking had a significant effect upon ability to solve mathematic problems, but for the students with a low formal thinking , they will experience a difficulty in understanding the problems so that they need the role of the teacher more. Thus in addition to using problem-based teaching model, direct teaching model is still needed in mathematic teaching for the students of SMP Negeri 1 Tabanan.   The key word : Learning Model, Formal Thinking, Solve ProblemABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran, sedangkan penalaran formal berperan sebagai variabel moderator, Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Instrumen berupa tes penalaran formal dan  tes kemampuan pemecahan masalah matematika.  Sampel penelitian berjumlah 88 orang siswa kelas VIII yang diambil secara acak dengan menggunakan tehnik pengambilan sampel secara bertahap. Analisis data menggunakan analisis varian dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mengikuti model belajar berbasis masalah dengan siswa yang  mengikuti model pembelajaran langsung (F =  5,213; p<0,05), (2) untuk yang memiliki penalaran formal tinggi, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mengikuti model belajar berbasis masalah dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung , (3) untuk siswa yang memiliki penalaran formal rendah, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung dengan siswa yang mengikuti model belajar berbasis masalah , dan (4) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (F =  27,018; p<0,05).  Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model belajar berbasis masalah dan penalaran formal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan matematika, tetapi untuk siswa yang memiliki penalaran formal rendah akan mengalami kesulitan memahami masalah sehingga lebih memerlukan peran guru sehingga model pembelajaran langsung masih diperlukan pada pembelajaran matematika untuk siswa SMP Negeri 1 Tabanan.   Kata kunci  : Model Pembelajaran, Penalaran Formal, dan Pemecahan Masalah.     This study aimed at finding out the effect of problem-based teaching model and formal thinking upon students ability to solve mathematic problems. This study was conducted at SMP Negeri 1 Tabanan by using an experimental method with 2x2 factorial design. The independent variable in this study was the teaching model. Then the teaching model was divided into two levels of factor, i.e., problem-based teaching model that was treated to the experiment group and direct teaching model that was treated to the control group while formal thinking played the role as a moderator variable. Then, the formal thinking was divided into two levels of factor, i.e., high formal thinking and low formal thinking . As the dependent variable in this study was ability to solve mathematic problems. The instruments in this study consisted of a test of formal thinking that was used to measure the students formal thinking ability while a test of mathematic problems solving was used to measure the students ability to solve mathematic problems. The sample was 88 students of Class VIII that were drawn randomly by using a stratified sampling technique. The data were analyzed by two-way analysis of variance. The results showed that (1) in general, there was a different ability to solve mathematic problems between the students who studied through problem­based teaching model and the students who studied through direct teaching model (F=5,213; p<0,05). (2) for the students who had a high formal thinking, there was a different  ability to solve mathematic problems between who studied through problem-based teaching model and the students who studied through direct teaching model (Q=5,290; p<0,05). (3) for the students who had a low formal thinking, there was a different  ability to solve mathematic problems between who studied through direct teaching model and who studied through problem-based teaching model (Q=2,061; p<0,05). (4) there was a significant interaction between teaching model and formal thinking upon the students ability of solving mathematic problems (F=27,018; p<0,05). Hence it can be concluded that problem-based teaching model and formal thinking had a significant effect upon ability to solve mathematic problems, but for the students with a low formal thinking , they will experience a difficulty in understanding the problems so that they need the role of the teacher more. Thus in addition to using problem-based teaching model, direct teaching model is still needed in mathematic teaching for the students of SMP Negeri 1 Tabanan.   The key word : Learning Model, Formal Thinking, Solve Problem
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI (Studi Eksperimen pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Selatan) Setyono, Wasis
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini eksperimen dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuta Selatan dengan menggunakan desain faktorial 2x2; melibatkan sampel sebanyak 96 orang yang diambil dengan teknik random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran yang dipilah menjadi dua, yakni pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan pendekatan pembelajaran konvensional yang dikenakan pada kelompok kontrol. Gaya kognitif sebagai variabel moderator dipilah menjadi dua, yaitu gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent. Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini berupa prestasi belajar ekonomi. Instrumen penelitian berupa tes yang digunakan dalam menjaring data ada dua jenis, yaitu tes prestasi belajar ekonomi dan tes gaya kognitif. Analisis data menggunakan ANAVA dua jalur dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual tidak sama dengan prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya harga Fhitung = 21,47 pada taraf 0,05 > Ftabel (0,05) (1:92) = 3,94; (2) untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik daripada prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya harga Qhitung = 9,47 pada taraf 0,05 > Qtabel = 2,83;  (3) untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual, hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya harga Qhitung = 3,02 pada taraf 0,05 > Qtabel = 2,83;  dan (4) Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran yang diterapkan dengan gaya kognitif terhadap prestasi belajar ekonomi, hal tersebut dibuktikan dengan  ditemukan harga Fhitung = 23,42 pada taraf 0,05 > Ftabel = 3,94. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual secara umum dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa. Supaya diperoleh prestasi belajar ekonomi yang lebih optimal maka gaya kognitif siswa harus dipertimbangkan. Untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent sebaiknya diterapkan pendekatan pembelajaran kontekstual, sedangkan siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent sebaiknya diterapkan pendekatan pembelajaran konvensional Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual, Gaya Kognitif, dan Prestasi belajar Ekonomi. THE EFFECT OF CONTEXTUAL LEARNING AND COGNITIVE STYLE    ON LEARNING ACHIEVEMENT IN ECONOMICS ( An Experimental Study Conducted of SMA Negeri 1 Kuta Selatan ) by Wasis Setyono ABSTRACT   The aim of this study was to find out  the effect of contextual learning and cognitive style on learning achievement in economics. The study was conducted at SMA Negeri 1 Kuta Selatan by using quasi-experimental method and the 2x2 factorial design; involving a sample consisting of 96 people using random sampling technique. This study used learning approach as the  independent variable which was devided into two, i.e., contextual learning  approach (CTL) that was assigned to the experiment group and convensional  learning approach that was assigned  to the control group. The cognitive style was chosen as the moderator variable which was divided into field independent  and dependent cognitive styles. Achievement in learning economics was selected as the dependent variable in this study. This study used test as instruments to collect data. There were two types of test, i.e., achievement test in learning economics and cognitive style test. The data were analyzed by a two-way ANOVA and Tukey’s test. The result shows that (1) the achievement of the student who studied under contextual learning was not the same as that of those who studied under conventional learning, which was proven by the value of Fobserved = 21,47 at P= 0,05 > F table (0,05)(1;92) = 3.94;  (2) for the students with field independent cognitive style, those who studied under contextual learning got higher achievement than those who studied under convention learning, which was proven by the value of  Qobserved = 9,47 at P = 0,05 > Q table = 2,83 ; (3) for the students with field dependent cognitive style, those who studied under conventional learning got  higher achievement than those who studied under contextual learning, which was proven by the value of   Q observed = 3,02 at P = 0,05 > Q table = 2.83 ; and (4) hence, it can be concluded that there is an interaction effect between a learning approach used and cognitive style on achievement in learning economics, as proven by the value of  F observed = 23,42 at P = 0.05 > F table = 3.94).   The conclusion that can be drawn from this study is that the implementation of contextual learning can generally improve student’s achievement in learning economics.  One has to take cognitive style to obtain an optimum level of achievement in learning economics. It is advisable to use contextual learning for the student with field independent cognitive style while conventional learning for the student with field dependent cognitive style. Key words: Contextual   teaching and learning, Cognitive style, and Economics achievement.
STUDI EVALUASI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA DALAM MENINGKATAN KECAKAPAN HIDUP TAMATAN KRIA KERAMIK SMK NEGERI 2 SUKAWATI WIRDANA, I WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK I WAYAN WIRDANA, Studi Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda Dalam Meningkatan Kecakapan Hidup Tamatan Kria Keramik Di SMK Negeri 2 Sukawati.Tesis. Singaraja: Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2010.   Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh pembimbing I, Prof. Dr. Ketut  Suarni, MS  dan pembimbing II. Dr. Made Yudana. Kata Kunci: Kecakapan Hidup Tamatan, Konteks, Input, Proses, Produk, Kria  Keramik di SMK Negeri 2 Sukawati.   Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan program(PSG) pendidikan sistem ganda Kria Keramik di SMK Negeri 2 Sukawati, Gianyar ditinjau dari: Konteks, Input,Proses,dan Produk. Populasi dalam penelitian ini adalah Kria Keramik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Sukawati Gianyar. Responden Penelitian ini adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua jurusan, guru produktif kria keramik, guru normatif kria keramik, guru adaptif kria keramik, guru BK. kria  keramik, institusi pasangan atau Dunia Usaha dan Dunia Industri kria keramik, kepala TU dan siswa, yang diambil dengan cara kluster sampling.Model evaluasi yang digunakan dalam mengevaluasi program pendidikan sistem ganda (PSG) adalah model CIPP. Sebagian data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada semua responden sekolah SMK Negeri 2 Sukawati untuk mendapatkan data utama, sebagian dilengkapi/ didukung oleh data darihasil wawancara, observasi, dan studidokumentasi. Analisis data menggunakan statistik Deskriftif Kuantitatif dengan kriteria ideal teoritik dengan rumus univariat, serta dihubungkan dengan Kwadran Glickman untuk mendeskripsikan tingkat efektifitas pelaksanaan program pendidikan sistem ganda (PSG).   Dari hasil analisis yang dibahas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Kria Keramik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri2 Sukawati dengan hasil analisis T-skor masing–masing: Konteks 51,45 dengan katagori efektif, Input 49,24 dengan katagori efektif, Proses 50,93 dengan katagori efektif, dan Produk 51,40 dengan katagori efektif.Dan Konteks,Input, Proses, Produk dengan hasil analisis masing-masing: 51,45 dengan katagori efektif, 49,24 dengan katagori efektif, 50,93 dengan  katagori efektif, 51,40 dengan  katagori efektif.   Dengan simpulan di atas disarankan; (1) untuk selalu meningkatkan diri dalam memenuhi tuntutan dari standar masing–masing variabel Konteks, Input, Proses, dan Produk. (2) Sekolah tetap mempertahankan pelaksanaan program pendidikan sitem ganda karena sangat membantu meningkatkan kecakapan hidup tamatan  dalam memenangkan persaingan pasar global.     ABSTRACT I WAYAN WIRDANA, An Evaluative Study of the effectivity of Dual System Educational Program in the Improvement of  Life Skill of the Graduates of The Ceramics Craft Division of  SMK Negeri 2 Sukawati. Tesis. Singaraja: Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singajaja, 2010.   This thesis has been corrected and examined by the first supervisor, Prof. Dr. Ketut Suarni, MS and the second supervisor, Dr. Made Yudana. Key words: The Graduate’s Life Skill, Context, Input, Process, Product, The Ceramics Craft Division of SMK Negeri 2 Sukawati   This study aimed at evaluating the implementation of the dual-system education program in The Ceramics Craft Division at SMK Negeri 2 Sukawati Ginyar. The respondents were the school principal, vice-school principals, the head of the division,  the productive teachers of ceramics craft and normative teachers of ceramics craft, the adaptive teachers of ceramics craft, the guidance and counseling teacher of ceramics craft, counterpart institutions or businesses and industries, the head of the Secretarial Division and the students, who were selected through cluster sampling.The evaluation model used in evaluating the dual-system education (DSE) program was CIPP model. Part of the data were collected by distributing questionnaires to all of the respondents to obtain the main data, and part of them were supplemented/supported by the data from the interview, observation, and document study as completed data.The data was analized using quantitative-descriptive about teoritic criteria to describe efectivitas level realization program double system.   The results of analysis showed that  The Ceramics Craft Division of SMK Negeri  2 Sukawati  got the following  T-scores for each of the variables:  Context 51.45 with effective category, Input 49 with effective category, Process 50.93 with effective category, and Product 51.40 with effective category. Hence it can be concluded that the implementation of the dual-system education at the Ceramics Craft Division of SMK Negeri 2 Sukawati was effective.   Based on the conclusion above it is suggested that,(1)The CeramicsCraft Division of SMK Negeri 2 Sukawati should improve itself in meeting the demands of the standards of each of the variables of Context, Input, Process, and Product. (2) The school should keep on maintaining  the implementation of the dual-system education program since it helps very much in improving the life skill of the graduates in winning the competition of the global market.   Key Word: Duel System Educational Program, Context, Input, Proses, and Produk.

Page 1 of 3 | Total Record : 22