cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KWL DAN ASESMEN DIRI TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KETERAMPILAN MEMBACA WACANA BAHASA BALI PADA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 SINGARAJA Astika, I P Widhi; Marhaeni, AAIN; Agung Parwata, I G Lanang
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.333 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v9i1.2807

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran KWL (Know-Want-Learn) dan asesmen diri terhadap kemandirian belajar dan keterampilan membaca. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk kuasi eksperimen menggunakan rancangan faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 282 dan sampel diambil menggunakan random sampling yaitu siswa kelas XI MIPA 1, 2, 6, dan 9 dengan jumlah 124 orang. Data penelitian yang berupa skor kemandirian belajar dan skor keterampilan membaca dikumpulkan menggunakan kuesioner dan tes. Data dianalisis menggunakan MANOVA dua jalur. Hasil analisis menunjukkan (a) kemandirian belajar, dan (b) keterampilan membaca siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode KWL lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional pada siswa yang menggunakan asesmen diri, (c) kemandirian belajar, dan (d) keterampilan membaca siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode KWL dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional tidak berbeda secara signifikan pada siswa yang menggunakan asesmen sejawat (e) terdapat pengaruh KWL berbantuan asesmen diri terhadap kemandirian belajar dan keterampilan membaca, (f) tidak terdapat pengaruh KWL berbantuan asesmen sejawat terhadap kemandirian belajar dan keterampilan membaca, (g) tidak terdapat pengaruh asesmen diri terhadap kemandirian belajar dan keterampilan membaca, (h) terdapat pengaruh interaksi antara KWL dan asesmen diri terhadap kemandirian belajar, (i) terdapat pengaruh interaksi antara KWL dan asesmen diri terhadap keterampilan membaca, dan (j) terdapat pengaruh interaksi secara simultan antara KWL dan asesmen diri terhadap kemandirian belajar dan keterampilan membaca. Kata kunci: Asesmen Diri, Kemandirian Belajar, Keterampilan Membaca, KWL (Know-Want-Learn). AbstractThe study aimed to know the effect of KWL method and self-assessment toward self regulated learning and reading competency. This study was quasi-experimental which design was factorial 2x2. The population of this study were the students in XI MIPA at SMA Negeri 1 Singaraja with total number of 282, and the samples were obtained by using random sampling, they were XI MIPA 1, 2, 6, and 9 with the total number of 124 students. The data in the form of self regulated learning scores and reading competency scores were obtained by using questionnairs and test. The data obtained were analyzed by using two-way MANOVA. The data analysis showed that (a) self regulated learning, and (b) students’ reading competency of students who follow the learning with KWL method is higher that the students who follow the conventional method to the students who use the self-assessment, (c) self regulated learning, and (d) students’ reading competency of students who follow the learning with KWL method had not significant difference than the students who follow the conventional method to the students who use peer-assessment, (e) KWL with self-assessment affected the raising of self regulated learning and reading competency, (f) KWL with peer-assesment did not affect the raising of self regulated learning and reading competency, (g) self-assessment did not affect the raising of self regulated learning and reading competency, (h) there was interaction effect between KWL and self-assessment toward self regulated learning, (i) there was interaction effect between KWL and self-assessment toward reading competency, (j) there was interaction effect simultaneously between KWL and self-assessment toward self regulated learning and reading competency. Keywords: KWL, Reading Competency, Self-Assessment, Self Regulated Learning.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ASESMEN DIRI PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PEMOGRAMAN DI KELAS TAV X SMK NEGERI 3 SINGARAJA Sanjaya, Putu Dharma; Dantes, Nyoman; Widiartini, Ni Ketut
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.59 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v9i1.2806

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan asesmen diri  pada  mata  pelajaran  teknik pemograman  di  kelas  X  jurusan  teknik audio video (TAV) SMK Negeri 3 Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Subyek penelitian berjumlah 58 orang siswa yang diambil dari 2 kelas X TAV yang ada, dengan rincian 1 kelas dari TAV 1 dengan 29 siswa dan TAV 2 dengan 29 siswa. Desain penelitian yang digunakan research and development dengan model 4-D (define, design, development, disseminate) yang dikenalkan oleh Thiagarajan Semmel. Dalam penelitian ini tahap disseminate tidak dibuat karena penelitian tidak dikembangkan pada skala yang lebih luas. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatifHasil penelitian didapatkan bahwa dalam tahap define terdiri dari angket kebutuhan guru akan asesmen diri pada mata pelajaran teknik pemograman dan analisisnya diperlukan dengan bentuk asesmen diri yang dibutuhkan adanya evaluasi sikap, adanya konsep diri, adanya tes tertulis, adanya persentasi, adanya kinerja kecakapan. Analisis silabus juga diperlukan asesmen diri pada setiap kompetensi dasar. Sedangkan pada tahap design terdiri dari revisi RPP dan perancangan ceklis yang bermuatan asesmen diri berdasarkan kurikulum 2013. Tahap development terdiri dari hasil uji lapangan dan analisis data. Diperoleh hasil Validasi tes berbasis asesmen diri meliputi: (a) Validitas isi sudah memenuhi syarat dengan melakukan melakukan uji judges menggunakan formula Gregory diperoleh validitas isi sebesar 1,00 artinya judges menyatakan instrumen relevan untuk diujicobakan. (b) validitas empirik instrumen menggunakan rumus korelasi point biserial dinyatakan sudah memenuhi syarat karena semua ketentuan yang harus ditempuh seperti; uji validitas butir yang sudah dilakukan seperti yang telah ditentukan. (3) Reliabilitas tes ceklis berdasarkan asesmen diri menggunakan rumus KR-20 dinyatakan sudah memenuhi syarat karena konsistensi atau keajegan tes masih terhitung tinggi..Kata-kata Kunci :  Asesmen Diri, Implementasi, Perancangan,, Teknik Pemograman.AbstractThis study aims to design and implement self-assessment on the subjects of programming techniques in the class X majoring in audio video engineering (TAV) SMK Negeri 3 Singaraja, Buleleng Regency, Bali Province. The research subject amounted to 58 students taken from 2 classes of existing TAV X, with details of 1 class from TAV 1 with 29 students and TAV 2 with 29 students. This research is a research and development research with 4-D model (define, design, development, disseminate) introduced by Thiagarajan Semmel. In this study, the disseminate were not made because research was not developed on a wider scale. Data analysis was done by quantitative descriptive technique.The result of the research is that the define stage consists of questionnaire of teacher need for self assessment of programming technique and the result of self assessment form needed by attitude evaluation, self concept, the written test, the presentation, the performance of the skill. The syllabus analysis also requires self-assessment on each of the basic competencies. While the design stage consists of revision RPP and design of checklist that have self assessment based on the 2013 curriculum. . Based on the results of field tests and data analysis drawn conclusions as follows; (1) The checklist grading of self-assessment for programming technique subjects enables the creation of various checklist statements for each type of cognitive, affective, and psychomotor process. (2) Validation of self-assessment based tests includes: (a) Validity of contents is eligible by performing judgment test using Gregory formula obtained content validity of 1.00 means judges declare relevant instruments to be tested. (b) the empirical validity of the instrument using the biserial point correlation formula shall be declared eligible because of all the provisions that must be followed such as; test the validity of the item that has been done as specified. (3) The reliability of a check test based on self-assessment using KR-20 formula is considered to be eligible because consistency or t testability is still high. .Keywords: self assessment, implementation, Planning, technical progamming.
ANALISIS MODEL DISKREPANSI TENTANG PROGRAM PENDIDIKAN PEMBENTUKAN BINTARA POLRI DI SPN SINGARAJA TAHUN ANGGARAN 2017/2018 Geriani, Ida Ayu Komang; Suarni, Ni Ketut; Sri Mertasari, Ni Made
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.64 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v9i1.2803

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiskrepansi terkait Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri dan untuk mengetahui penyebab terjadinya diskrepansi. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan model diskrepansi. Populasi penelitian ini adalah Kepala SPN dan Tenaga Pendidik di SPN Singaraja. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan wawancara sebagai tindak lanjut untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya diskrepansi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) diskrepansi yang terjadi terkait variabel latar belakang Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri dengan sebesar 6,431 dengan kategori kecil; (2) diskrepansi yang terjadi terkait variabel masukan Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri sebesar 17,36 dengan kategori kecil; dan (3) diskrepansi yang terjadi terkait variabel pelaksanaan pembelajaran Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri sebesar 19,96 dengan kategori kecil; (4) diskrepansi yang terjadi terkait variabel lulusan dalam Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri sebesar 13,41, dengan kategori sangat kecil. Kata kunci: diskrepansi, evaluasi, Program Pendidikan Pembentukan Bintara Polri AbstractThis study aimed to determine the amount of discrepancies related to the implementation Education Program Formation of NCO officer and to determine the factors that hinder the occurrence of discrepancy. This research was an evaluative research with discrepancy model. The population of this research were headmaster and teachers at SPN Singaraja. The research sample were determined by using purposive random sampling technique. The data were collected by using learning observation sheet and interview as a follow-up to know the causative factor of discrepancy. The data of this research were analyzed by using quantitative descriptive analysis technique. The results showed that: (1) the discrepancy that occurred related to the context variables of Education Program Formation of NCO officer is 16,43 with small category; (2) the discrepancy that occurred related to the input variables of Education Program Formation of NCO officer  is 17,36 with the small category; and (3) the discrepancy that occurred related to the process of Education Program Formation of NCO officer is 19,96 with a small category; (4) the discrepancy that occurred related to the output variables of learning Education Program Formation of NCO officer is 13,41 with a very small category. Keywords : discrepancy, evaluation, scien Education Program Formation of NCO officer
STUDI EVALUATIF BERBASIS MODEL CSE-UCLA TENTANG EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM GENDER MAINSTREAMING MELALUI PEMBERDAYAAN POLWAN PADA BIDANG OPSNAL POLRI DI POLRES BULELENG Arisuryami, Devi; Dantes, Nyoman; Sudirtha, I Gede
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.219 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v9i1.2769

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis efektifitas Implementasi Program Gender Mainstreaming Polri melalui Pemberdayaan Polwan pada bidang Opsnal Polri di Polres Buleleng Polda Bali dengan model CSA-UCLA (System Assesment, Program Planning, Program Implementation, Program Improvement dan Program Certification). Responden pada penelitian ini adalah 5 orang Kepala Satuan Kerja (Kasatker)/Atasan Langsung Polwan, 25 orang Polisi Laki-laki (Polki)/Rekan Kerja, 23 orang Polwan Polres Buleleng, 25 orang Tokoh Masyarakat dan 100 orang masyarakat di wilayah Hukum Polres Buleleng. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dokumentasi dan wawancara.  Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan diverifikasi dengan kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum berjalan dengan baik dan berada pada kuadran I yaitu terkategori efektif. Hal ini didukung oleh kepuasan masyarakat dan tokoh masyarakat di wilayah hukum Polres Buleleng yang merasa puas terhadap kinerja Polwan pada bidang opsnal Polri di Polres Buleleng. Namun terdapat hasil berbeda yang ditemukan pada penelitian yaitu efektifitas Implementasi Program Gender Mainstreaming Polri melalui Pemberdayaan Polwan pada bidang Opsnal Polri di Polres Buleleng kepada Polki/Rekan Kerja dan Polwan Polres Buleleng berada di kuadran III yaitu terkategori kurang efektif. Kata-kata kunci:  Evaluasi Program, Model CSE-UCLA, Efektivitas, Program Gender Mainstreaming, Polwan pada Bidang Opsnal Polri.
EVALUASI DISKREPANSI TERHADAP IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MUATAN PELAJARAN MATEMATIKA TEMA ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN KELAS V SD DI KECAMATAN DENPASAR BARAT Pravitayani, Luh Gede Gellyna; Dantes, Nyoman; Candiasa, I Made
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.4 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v9i1.2805

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskrepansi pendekatan saintifik terkait implementasi pendekatan saintifik pada muatan pelajaran matematika tema organ tubuh manusia dan hewan kelas V SD di Kecamatan Denpasar Barat. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan model diskrepansi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru kelas V SD Negeri di Kecamatan Denpasar Barat yang terdiri dari 8 gugus dan terdapat 55 sekolah. Sampel ditentukan dengan teknik Multistage Random Sampling dalam 3 tahap. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner persepsi guru, lembar observasi pembelajaran berpendekatan saintifik, dan dokumentasi untuk mengetahui hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskripyif kuantitatif dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) diskrepansi yang terjadi terkait perencanaan pembelajaran berpendekatan saintifik sebesar 32,28 tergolong kategori kecil; (2) diskrepansi yang terjadi terkait pelaksanaan pembelajaran berpendekatan saintifik sebesar 32,79 tergolong kategori kecil; (3) diskrepansi yang terjadi terkait penilaian pembelajaran berpendekatan saintifik sebesar 34,74 tergolong kategori kecil; (4) diskrepansi yang terjadi terkait implementasi pembelajaran berpendekatan saintifik sebesar 33,27 tergolong kategori kecil; (5) persepsi guru tentang pendekatan saintifik sebesar 74,71 dengan kategori baik; (6) rata-rata nilai matematika tema organ tubuh manusia dan hewan sebesar 67 dengan kategori baik, dan; (7) tidak terdapat kontribusi antara kualitas pengelolaan proses pembelajaran berpendekatan saintifik dengan hasil belajar matematika tema organ tubuh manusia dan hewan kelas V SD di Kecamatan Denpasar Barat, dengan kategori korelasi sangat rendah.Kata Kunci: evaluasi, diskrepansi, pendekatan saintifik AbstractThis study aims to determined the magnitude of discrepancy scientific approach on the mathematics subjects of human and animal organs theme at grade 5th elementary school in West Denpasar Sub-district. This research was evaluative research with discrepancy model. The population in this research was the grade 5th (fifth) teachers of elementary school in West Denpasar Sub-district which cinsist of 8 clusters and 55 school. The sample were determined by Multistage Random Sampling technique in three stages. Data were collected by using teacher perception questionnaire, observation sheet of the scientific approach, and documentation to find out the results of mathematics learning. Data were analyzed by using quantitative descriptive analysis technique and product moment correlation analysis. The result of this study indicated indicated (1) the discrepancy thatoccurs related to the learning plan of scientific approaches is about 32,28 with small category; (2) discrepancy that occurs related to implementation of science-based learning is about 32,79 with small category; (3) discrepancy related to the assessment of the scientific approach learning amouted to 34,74 in the small category; (4) the discrepancy that occured related to the implementation of science based learning approaches amouted to 33,27 to small category;  (5) the teachers perception abaout the scientific approach is 74,71 with good category; (6) the average mathematical value on the theme of human and animal organs of 67 in the medium category, and; (7) there is no contribution between the quality of management learning process of scientific approach with the result of mathematics learning on the theme human and animal organs in West Denpasar Sub-distric, with very low correlation categories. Keywords: Evaluation, discrepancy, scientific approach 

Page 1 of 1 | Total Record : 5