cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2013)" : 88 Documents clear
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INDONESIA ANTARA SISWA YANG MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA DAN SISWA YANG MENGGUNAKAN BAHASA CAMPURAN DI DALAM KELUARGA PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 8 SUMERTA Puspayani, I.A Dwi; Putrayasa, I.B; ., Arifin
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui (1) kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa yang menggunakan bahasa Indonesia di dalam keluarga (2) kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa yang menggunakan bahasa campuran di dalam keluarga (3) perbedaan kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan ex-post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 8 Sumerta. Data penelitian ini diperoleh menggunakan metode (1) dokumentasi dan (2) tes. Data dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil Penelitian ini adalah (1) kemampuan berbicara bahasa Indonesia dari kelompok yang menggunakan bahasa Indonesia yaitu 16 siswa berkategori baik, memperoleh skor 82,76-72,41 dan 2 siswa berkategori cukup, memperoleh skor 68,97. (2) kemampuan berbicara bahasa Indonesia dari kelompok yang menggunakan Bahasa Campuran yaitu  15 siswa berkategori baik, memperoleh skor 75,86-72,41 dan 8 siswa berkategori cukup, memperoleh skor 68,97-65,52. (3) Terdapat perbedaan yang berarti antara kemampuan berbicara siswa yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan menggunakan Bahasa Campuran di dalam keluarga.   Kata kunci: kemampuan berbicara, bahasa Indonesia, bahasa campuran, keluarga     Abstrack This research aimed to describe and know (1) the ability to speak Indonesian data from groups that use Indonesian as a language of everyday obtained from measurements of the respondents indicated that achieved the highest score is 82,76, while the lowest score achieved was 68,97. (2) the ability to speak Indonesian data from groups that use English as a language mixture obtained daily measurements of the respondents indicated that achieved the highest score is 75,86, while the lowest score achieved was 65,52. (3) There is a difference between the students ability to speak the Indonesian language by using the language use in the family mix.  
PENGGUNAAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK NOVEL SISWA KELAS XI SMA NEGERI I LANGKE REMBONG OT, Baung; Made, Gosong; ., Arifin
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, ”Penggunaan Media Film Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Unsur Intrinsik Novel  pada siswa kelas XI SMA Negeri I Langke Rembong tahun pelajaran 2012/2013”. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan rancangan penelitian menggunakan model Kemmis dan Tanggart, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode  pengumpulan data dengan wawancara, angket, tes, studi dokumentasi, dan observasi. Indikator keberhasilannya adalah minimal 85% siswa mencapai nilai KKM 75. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan hasil sebagai berikut. Hasil tes awal menunjukkan bahwa siswa yang tuntas sebanyak 17,5% saja. Hasil penelitian. nilai siswa siklus 1 menunjukkan bahwa 70% tuntas. Pada tes sikus 2, 97% tuntas. Siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada materi mengkaji unsur intrinsik cerita. Siswa yang aktif terus meningkat, pada pratindakan hanya 23,5%, siklus 1 naik hingga 42% dan terus naik pada siklus 2, yaitu 76%. Dari hasil wawancara 97 % siswa  aktif dalam kegiatan menganalisis novel  dengan menggunakan media film.Kata kunci: Peningkatan,  Pemahaman, Unsur Intrinsik, Novel , Media Film ABSTRACT The title of this research is” The use of  Film Media To Increase Ability In Undestanding Intrinsic Elements of Story  At  Grade XI Students of  Senior High School  Negeri 1 Langke Rembong  Academic Year 2012/2013”. This Action Research Class used Kemmis and Tanggart  model, which is consist of, planning, implementation, observation, and reflection. The data collection used interview, inquiry, test, documentation study and observation tecnhique. Its success indicator is 85 % of students get 75 as minimal standard. This research have two cycle and each result. The result of  first cycle indicated there are 17,5 % students  who passed the examination. Observation students value at first cycle indicated that  70 % passed the test. At  the second cycle there are 97 % passed the test. The students have positive response in Indonesian subject. students participation during the class is improve of 23,5 % at pre-action to 42 % at first cycle and 76 %at second cycle Keywords: Improvement, Understanding, IntrinsicElements, Novel, audiocisuaol.
PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMP WIDYA SAKTI DENPASAR Dewi, Ida Ayu; Sudiana, I N.; Putrayasa, I.B.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) perencanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal, 2) pelaksanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal, dan 3) evaluasi pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal di SMP Widya Sakti Denpasar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal secara umum sudah mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Pada RPP kelas VII dan VIII  pengintegrasian tampak pada materi, langkah inti, dan media pembelajaran. Pada RPP kelas IX pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal tampak pada bagian rumusan kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan, materi, kegiatan inti, pemilihan media, dan penilaian hasil pembelajaran, (2) Pelaksanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal sudah mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam semua tahapan pembelajaran, dan (3) Evaluasi pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal berlangsung sejalan dengan proses pembelajaran melalui pengamatan atas sikap dan respons siswa. Kata Kunci: apresiasi sastra, kearifan lokal, pembelajaran bahasa indonesiaABSTRACT This study aims at describing: 1) the instructional planning of literature appreciation based on local genius, 2) the instructional implementation of literature appreciation on the basis of local genius, and 3) the evaluation on the literature appreciation instruction on the basis of local genius at SMP Widya Sakti Denpasar. The methods used for the data collection were documents, observation, and interview. The collected data were then analyzed by means of descriptive and qualitative analysis. The result of the study shows that (1) the instructional planning of literature appreciation based on local genius, has generally integrated the values of local genius. In the instructional preparation for grades 7 and 8, the integration appeared in the material, whilst activities, and instructional media. In the instructional preparation for grade 9, the integration of the values of local genius were inserted in the basic competency, instructional indicators, objectives, material, whilst activities, media selection, the teaching and learning evaluation, (2) The implementation of the literature appreciation instruction based on local genius, has already incorporated the values of social genius in all stages of instruction, and, (3) The evaluation of the literature appreciation instruction which is based on local genius took place in line with the instructional process through the observation of the students’ attitudes and responses. Keywords: literature appreciation, local genius, learning indonesian
PENGGUNAAN TINDAK TUTUR PENOLAKAN SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X SMA UNGGULAN SEKOTA DENPASAR Oka Suardana, I Pt.; Suandi, I N.; Arifin, Dr.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggabarkan dan menjelaskan (1) bentuk tindak tutur penolakan siswa selama pembelajaran bahasa Indonesia di Kelas X SMA unggulan se-Kota Denpasar, (2) srategi yang digunakan siswa, dan (3) dampak dari tindak tutur penolakan yang diungkapkan siswa terhadap situasi pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri unggulan se-Kota Denpasar. Data penelitian ini diperoleh menggunakan metode (1) observasi dan (2) wawancara. Data dianalisis menggunakan tahapan (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk tindak tutur penolakan siswa ditemukan ada tiga jenis yaitu tuturan bermodus deklaratif, interogatif, dan imperatif.(2) Strategi yang digunakan untuk mengungkapkan tuturan penolakan secara umum ada strategi langsung dan strategi tidak langsung. Penggunaan strategi juga disesuaikan dengan bentuk tuturan yang digunakan. (3) Dampak yang ditimbulkan terhadap pembelajaran ada efek positif dan efek negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur penolakan siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA unggulan se-Kota Denpasar mempunyai bentuk, strategi, dan dampak tersendiri terhadap pembelajaran bahasa Indonesia.Kata Kunci: tindak tutur, penolakan, pembelajaran, bahasa IndonesiaAbstrackThis research aimed to describe and explain (1) students speech act of refusal form, (2) strategy are used by the sudents, dan (3) impact because refusal. To reach that aim, this study used descriptive research design. Subject for this study were X grade students at favorite state high school in Denpasar. The data in this study obtained using the methods (1) observation, and (2) interviews. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis model through the following procedures: (1) data reduction, (2) classification and description of data, and (3) the conclusion of data. The results of this study is (1) there are three kind students speech act of refusal form, decklarative, introgative, and imperative type of utterance. (2) The general strategy are using direct and indirect speech depend the form was used. (3) The impact have made from this students refusal is positive impact and negative impact. Key Words: speech act, refusal, learning process, Indonesian language
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN DESKRIPSI PADA SISWA KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 2 DENPASAR Suparta, I Gd.; Putrayasa, I.B; Sutama, I Md.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan pengaruh  penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model pembelajaran tradisional terhadap aktivitas dan hasil belajar menulis karangan deskripsi siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen Randomized Control Group Only Desain yang terdiri atas 2 kelas, baik kelas eksperimen dan kelas control yang masing- masing berjumlah 41 orang siswa, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) instrumen pokok untuk mengumpulkan data, yaitu pedoman observasi dan tes kinerja. Pedoman observasi untuk mengukur aktivitas belajar siswa dan  tes kinerja untuk mengukur hasil belajar menulis karangan deskripsi siswa. Data yang terkumpul dianalisis dalam dua fase, yaitu yang pertama, analisis statistik deskriptif dan yang kedua, analisis statistik inferensial. Untuk menguji hipotesis 1 dan 2 digunakan one-way analysis of variance. Dari hasil analisis statistik diperoleh hasil sebagai berikut: Pertama, aktivitas belajar siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran tradisional. Kedua, hasil belajar menulis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran tradisional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD  berpengaruh positif untuk membantu siswa meningkatkan aktivitas dan hasil belajar menulis karangan deskripsi siswa.Kata kunci: model pembelajaran, aktivitas belajar, dan hasil belajar. AbstractThe aim of this research is to examine the different influences between STAD type cooperative learning model and traditional learning model toward the students learning activities and the result of descriptive-writing learning. This research uses an experiment of Randomized Control Group Only Design with 2 classes, one as the experimental class while the other as the control class, in which each having 41 students, taken by using simple random sampling technique. This research uses 2 (two) main instruments to collect data, i.e. the observation guide and the performance test. The observation guide is to measure students’ learning activities and  the performance test is to measure the result of descriptive-writting learning. The data collected are analyzed in two phases, the first is descriptive statistic analysis and the second is the inferential statistic analysis. To examine hypotesis 1 and 2, one-way analysis of variance is used. From the statistical analysis, it is found out as follow: First, the students learning activities which uses STAD type cooperative learning model are higher in comparison with those using traditional learning model. Second, the result of students learning using STAD type cooperative learning model is better in comparison with those which uses traditional model. The findings of this research show that STAD type cooperative learning model has positive influence to improve students’ learning activities and to improve the result of descriptive- writing learning as well.Keywords: learning model, learning activities, and  learning result
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI KELAS XI Ak SMK SARASWATI 1 DENPASAR Yorniasih, Putu; Sutama, M.; Gosong, M.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui (1) pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara dengan pendekatan kontekstual, (2) hambatan-hambatan guru Bahasa Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran, (3) hasil evaluasi pelaksanaan keterampilan berbicara. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan  objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran. Pengumpulan data ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran berbicara dengan pendekatan kontekstual di SMK Saraswati 1 Denpasar menunjukkan bahwa (1)  pelaksanaan pembelajaran mencakup kegiatan awal, inti dan penutup belum sepenuhnya sejalan dengan standar proses. (2) hambatan yang dialami guru dalam pembelajaran adalah pada pelaksanaan dan evaluasi. (3) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbicara dengan pendekatan kontekstual belum sepenuhnya berjalan dengan tuntutan KTSP dimana guru gagal dalam pelaksanaan pendekatan kontekstual, sedangkan siswa berhasil dengan kategori yang cukup. Sejalan dengan simpulan penelitian ini, disarankan kepada guru untuk meningkatkan pemahamannya terhadap pelaksanaan KTSP dan pendekatan kontekstual bagi pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran berbicara.Kata Kunci: pendekatan kontekstual, berbicara, pelaksanaan, hambatan pembelajaran, evaluasi.ABSTACT This research is a descriptive qualitative research that’s aimed to know (1) the implementation of speaking learning using contextual approach, (2) the obstacles of Indonesian’s teacher in implementing (3) the evaluation result of the implementation of speaking learning. The subject in this research is the Indonesian teacher and the object in this research the implementation. The data collection of this research used observation and interview method. The research result about speaking learning using contextual approach in SMK Saraswati 1 Denpasar showed that (1) the learning implementation showed that the learning implementation that included pre activity, while activity and post activity haven’t followed the standard yet. (2) the obstacles was faced by teacher in implementing and evaluating. (3) the evaluation result showed the implementation of contextual approach those were caused by the lack of teacher’s comprehension about KTSP in contextual approach, but the students succeeded in speaking learning with enough category. By the conclusion of this research it’s suggested for the teacher to improve his/her comprehension related with the implementation of KTSP and contextual approach in learning Indonesian especially in speaking skill.Key words: Contextual approach, speaking, the implementation, the obstacles of learning, implementing and learning evaluation.
INTERFERENSI BAHASA BALI DAN BAHASA ASING DALAM CERITA LISAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SISWA SMP NEGERI 10 DENPASAR Dewa Ayu Nyoman, Suindratini,; I Made, Gosong,; I Wayan, Rasna,
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik simak, rekam, catat. Hasil penelitian ini menunjukkan 18 siswa tidak menyelipkan bahasa Bali dan bahasa Asing, sedangkan 32 responden terdapat interferensi berkisar satu dan dua buah interferensi dalam satu wacana. Dalam interferensi bahasa Bali terdapat jenis interferensi fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, sedangkan dalam interferensi bahasa asing terdapat interferensi sintaksis dan semantik. Terjadinya interferensi bahasa Bali ke dalam bahasa Indonesia memperlihatkan bahwa interferensi terjadi bukan disengaja oleh siswa dengan maksud untuk mempermudah penyampaian buah pikirannya, tetapi terjadi karena penguasaan sistem bahasa pertama (bahasa Bali) mereka yang lebih tinggi dari kemampuan mereka bertutur dengan bahasa Indonesia. Disimpulkan bahwa interferensi merupakan bagian dari sosiolinguistik akibat adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam masyarakat tutur yang multilingual.   Kata kunci : Interferensi, bahasa Bali, Bahasa asing, cerita lisan.   ABSTRACT This study uses the technique of observation, record, record. The results of this study showed 18 students did not slip Balinese language and foreign language, whereas 32 respondents are interference ranges one and two interference in a discourse. In Bali interference there are kind interferences, those are phonology interference, morphology, syntax, and semantics, while the interference of foreign languages ​​are syntactic and semantic. Balinese language interference into the Indonesian language showing that interference is not due to deliberate by students in order to facilitate the delivery of his thoughts, but it is because control systems first language (Balinese) they are higher than their ability recalled the Indonesian language. It was concluded that the interference is part of sociolinguistics that occur due to the use of two or more languages ​​in a multilingual speech community.   Keywords: Interference, the Balinese language, foreign language, oral stories
PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 DENPASAR Rabawati, Kentarsih; Sutama, M.; Gosong, M.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia, dan menjelaskan dan mendeskripsikan hambatan yang dialami guru dalam menerapkan pendekatan komunikatif. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer (guru dan siswa) dan data skunder (silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, hasil kerja siswa). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan guru sudah menerapkan pendekatan komunikatif dengan tepat dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan penekanan pada keaktifan siswa. Peran guru sebagai fasilitator, yang hanya menjelaskan pelajaran jika diperlukan. Hambatan yang dialami oleh guru sebagai berikut: siswa masih tampak malu dalam mengemukakan pendapatnya, bahasa Indonesia yang digunakan banyak yang tidak sesuai kaidah, mencari materi yang cocok untuk semua siswa dan yang menarik perhatian, dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam penerapan di kelas. Pendekatan komunikatif merupakan salah satu pendekatan yang memungkinkan guru menggunakan metode dan teknik untuk membantu memotivasi siswa dalam mengembangkan kompetensi komunikatif.   Kata Kunci: pendekatan komunikatif, penerapan, pembelajaran bahasa Indonesia, dan hambatan Abstract The aims of this research are to explain and describe the application of communicative approach in learning Indonesian, and to explain and describe obstacles that is experienced by teacher in applying communicative approach.  Data used in this research consist of primary data (teacher and student) and secondary data (syllabus, lesson plan, students working result).  Research result shows that teacher has applied the communicative approach in the learning, facilitate student’s activity so the teacher is professional supported by his pedagogic competence which is to design the planning, implementation, evaluation, and the understanding of students.  Obstacles that are experienced by teacher are as follow: students seem to be still shy in express their opinion, most of Indonesian being used is not according to the principle, to find the appropriate material to all students and which is interesting to them and it needs more time to the application in classroom.  Communicative approach is one of approaches that enable teacher to use method and technique to help motivating the student in improving the communicative competence.   Keywords: communicative approach, application, Indonesian learning, and  obstacle
STRATEGI PENINGKATAN PEMAHAMAN KOSA KATA TANAMAN OBAT TRADISIONAL DALAM USADA SARI OLEH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 DENPASAR DALAM RANGKA PEMERTAHANAN BAHASA DI KALANGAN REMAJA Indrawati, A. A. Sg. M.; Rasna, W.; Artawan, G.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi peningkatan pemahaman kosakata tanamam obat tradisional. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas VII SMPN 8 Denpasar. Objek penelitian ini adalah strategi yang digunakan, penerapan strategi yang digunakan, kendala yang dihadapi guru. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) Strategi yang digunakan, yaitu heuristik dan ekspositoris. (2) Penerapan strategi melalui beberapa langkah pada kegiatan pendahuluan hingga kegiatan akhir. (3) Kendala guru, yaitu sulit mengondisikan kelas. Dapat disimpulkan bahwa guru menggunakan strategi ekspositoris dan heuristik. Penerapan strategi sudah sesuai langkah-langkah yang ditetapkan, kendala guru ialah sulit mengondisikan siswa. Disarankan kepada guru agar selalu mengevaluasi setiap strategi yang diterapkan di dalam kelas,   Kata-kata kunci: strategi, pemahaman kosakata. ABSTRACT This research aim describing the improving strategy of understanding traditional herbal vocabulary. The subject of research is the teacher who teach in class VII SMPN 8 Denpasar. The object of research is the strategy which is used, the strategy application which is used, constraints which is faced by teacher. The data collection method this research are observation method, documentation, interview. The result of research shows (1) the strategy which is used are heuristic and ekspositoris. (2) The strategy application through several steps in beginning until ending activities. (3) The teacher constraint was difficult for conditioning the class. It can be concluded the teacher used ekspositoris strategy and heuristic. The application of strategy has appropriate steps that has been decided, the teacher constraint is difficult to conditioning students. It is suggested the teacher in order to evaluate each strategy which is applied in the class.   Key words: the strategy,  vocabulary understanding.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PADA SISWA KELAS XII SMKN 1 DENPASAR Rahayu, Sri; Rasna, I.W.; Artawan, G.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kontekstual, hasil belajar siswa, dan respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran menulis. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas XII AV2 SMKN 1 Denpasar. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kontekstual, hasil belajar siswa, dan respons siswa. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode dokumentasi, observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran menulis sudah dapat dilihat melalui 17 langkah pembelajaran, baik pada pendahuluan, inti, dan penutup. Hasil belajar siswa tergolong baik sekali dengan skor 85,5. Siswa merespons positif terhadap kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil dan pembahasan, disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual, hasil belajar siswa tergolong baik sekali. Siswa merespons positif terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual.   Kata kunci: model pembelajaran kontekstual, pembelajaran menulis.   Abstract This research aims for describing the application of contextual teaching learning model, student learning outcome, and student respond.  Subject of research is an Indonesian language teacher; students class XIIAV2 SMKN 1 Denpasar. Determining the sumple using cluster sampling technique. Object of research is application of contextual teaching learning model, students learning outcome, and students respond. The data collection method this research are document method, observation, test, quetionaire. The result of research indicate that  application of contextual teaching learning model in writing lesson can be seen in 17 steps in beginning until ending activities. Student learning outcome was classified exelence, with score 85,5. The students respond positively to learning activities. Based on the result and discussion, it can be concluded that by applying contextual teaching learning model, students learning outcome was classified exelence. The students also respond positively to applying contextual teaching learning model.   Keywords: contextual teaching learning, writing learning.