cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014)" : 40 Documents clear
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC BERBANTUAN GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP ., AGUS ADI PUTRAWAN; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.271 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan Scientific berbantuan Geogebra yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku petunjuk guru. Jenis penelitian ini adalah design research yang dilakukan melalui tahap preliminary research, prototyping stage, dan assessment phase. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII SMPN 1 Denpasar sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respons siswa, angket respons guru, lembar observasi aktivitas belajar matematika, lembar observasi keterampilan komunikasi matematika, dan tes tulis uraian. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, diperoleh bahwa perangkat pembelajaran telah memenuhi aspek kepraktisan. Hal tersebut dapat dilihat dari: 1) keterlaksanaan pembelajaran pada uji coba terbatas tergolong praktis serta keterlaksanaan pembelajaran pada uji coba lapangan I dan II tergolong sangat praktis; 2) penggunaan perangkat pembelajaran matematika yang dikembangkan ditinjau dari respons siswa tergolong praktis; 3) respons guru terhadap penggunaan perangkat pembelajaran matematika berada pada kategori sangat praktis. Perangkat pembelajaran ini juga telah memenuhi aspek keefektifan yang dilihat dari: 1) keterampilan komunikasi matematika lisan siswa pada uji coba lapangan I dan II berada pada kategori baik; 2) keterampilan komunikasi matematika tertulis siswa yang telah melampaui KKM; 3) aktivitas belajar matematika siswa pada uji coba lapangan I dan II tergolong aktif. Selain hal tersebut, buku siswa yang dihasilkan memiliki karakteristik: 1) memberikan siswa pengalaman belajar menggunakan GeoGebra; 2) mengarahkan siswa untuk berpikir kreatif; 3) penyajian materi di awali dengan fenomena dan masalah real disekitar siswa; serta 4) memberikan siswa kesempatan untuk memikirkan berbagai alternatif solusi dalam menyelesaikan permasalahan. Sedangkan buku petunjuk guru memiliki karakteristik: 1) praktis dalam penggunaan dan 2) menggunakan bahasa yang jelas, logis, dan sistematis. Karakteristik pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran matematika yang dikembangkan antara lain: 1) pembelajaran diawali dengan mengenalkan siswa fenomena dan masalah real yang berkaitan dengan materi yang dipelajari; 2) memberikan kebebasan berpendapat dan berdiskusi; 3) membangkitkan interaksi sosial dan rasa percaya diri siswa; serta 4) penggunaan bahasa daerah sesekali waktu dalam pembelajaran.Kata Kunci : Perangkat pembelajaran, pendekatan Scientific, keterampilan komunikasi, dan aktivitas belajar matematika. This study was aimed at developing mathematics instructional materials with scientific approach assisted by GeoGebra which were valid, practical, and effective. The instructional materials which were developed in this study consisted of student’s book and teacher’s guide book. This study was a design research implemented by preliminary research phase, prototyping stage phase, and assessment phase. The subjects of this research were the eighth grade students of SMPN 1 Denpasar. Data were collected by using observation sheet of instructional materials implementation, student’s response questionnaire, teacher’s response questionnaire, observation sheet of mathematics learning activities, observation sheet of mathematical communication skills, and written essay test. The collected data were processed and analyzed descriptively. The result of this research showed that the developed mathematics instructional materials are categorized “very high” in validity. Based on the results of try out which were conducted, it was obtained that the instructional materials had fulfilled the practicality aspect. It could be seen from: 1) the instructional implementation on limited try out belonged to practical and instructional implementation on the first and the second field try out belonged to very practical; 2) the use of developed mathematics instructional materials which were observed from students' responses belonged to practical; 3) teacher's response towarded the use of mathematics instructional materials belonged to very practical in category. The instructional materials had fulfilled the effectiveness aspects which were seen from: 1) the verbal mathematics communication skills of students on the first and the second field try out were good in category; 2) the written mathematics communication skill of students had exceeded the standard minimal score; 3) the mathematics learning activities of students on the first and the second field try out were classified as active. Beside, the characteristics of the produced student’s book were: 1) giving the students the learning experience in using GeoGebra; 2) directing students to think creatively; 3) the presented learning topics were begun with the phenomena and real problems; and 4) giving opportunities for students to think about alternative solutions in solving problems. While, the characteristics of the teacher’s guide book were: 1) practical use; and 2) using clear, logic, and systematic language. The characteristics of the learning using the developed mathematics instructional materials were: 1) the learning began by introducing students real phenomena and problem related to the material; 2) giving the students a freedom in giving opinions and discussions; 3) generating social interaction and self-confidence of students, as well as 4) occasionally, using vernacular in learning process.keyword : Instructional materials, scientific approach, communication skills, and mathematics learning activities.
PENGARUH STRATEGI BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA DI SMPK 2 HARAPAN ., LUH DE IRIN PRADNYAWATI; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.261 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengaruh strategi blended learning dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa ditinjau dari gaya belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan desain faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP K 2 Harapan, Untal-Untal, Kabupaten Badung tahun ajaran 2013/2014, dengan anggota sampel sebanyak 144 siswa yang terdiri dari 72 siswa kelas kontrol dan 72 siswa kelas eksperimen. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Data motivasi belajar matematika dan gaya belajar siswa dikumpulkan melalui angket. Skor motivasi belajar matematika dan gaya belajar siswa dianalisis secara deskriptif, dan untuk skor motivasi belajar siswa dianalisis dengan menggunakan Anava Dua Jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey dan uji Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) motivasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif berbantuan strategi blended learning lebih baik daripada motivasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif (2) motivasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif berbantuan strategi blended learning lebih baik daripada motivasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif pada gaya belajar visual, auditorial, maupun kinestetik (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya belajar terhadap motivasi belajar siswa (Fhitung= 5,042 F(0,05)= 3,09). Siswa yang memiliki gaya belajar visual, memiliki rata-rata motivasi belajar matematika tertinggi yaitu 85,09, kemudian disusul gaya belajar kinestetik yaitu 82,47, dan rata-rata terendah diperoleh kelompok siswa dengan gaya belajar auditorial yaitu 76,15. Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, strategi blended learning, gaya belajar, motivasi belajar matematika This study was aimed to describe the effect of blended learning in cooperative learning to improve mathematical motivation in terms of learning styles. The type of this research was quasi experiment using 2x3 factorial design. The population of study was all of students at grade VIII at SMPK 2 Harapan, Untal-untal, at Badung regency, academic year 2013/2014, which were as many as 144 students. These students were distributed into two classes : 72 students in control class and 72 students in experimental class. Sampling was done by applying random sampling technique. The data of mathematical learning motivation and student's learning styles were collected by using questionnaire. The scores of the mathematical learning motivation and learning styles then analyzed descriptively in which for the score of motivation analyzed by using two-ways Anava and followed by Tukey and Scheffe test. The results showed that: (1) Student's motivation to learn math who learned with cooperative learning assisted with blended learning strategy is better than student's motivation to learn math who learned only with cooperative learning, (2) Student's motivation to learn math who learned with cooperative learning assisted with blended learning strategy is better than student's motivation to learn math who learned only with cooperative learning in terms of visual, auditorial, and kinesthetic learning styles, (3) there was interactions between teaching strategies and learning styles towards mathematical motivation of VIII grade students (Fhitung= 5,042F(0,05)= 3,09). Students who has visual learning-style have the highest average of Mathematical learning motivation (85,09), then followed by students with kinesthetic learning style (82,47), and then students who have auditorial learning style (76,15). keyword : cooperative learning, blended learning strategy, learning styles, mathematical motivation
PENGARUH PATCHWORK ASSESSMENT TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA PADA SISWA KELAS X SMK PGRI 3 DENPASAR DITINJAU DARI KOMPETENSI AWAL SISWA ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., PUTU DIAN KARLINA DEWI; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh patchwork assessment terhadap kemampuan koneksi matematika siswa ditinjau dari kompetensi awal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 × 2 yang dilaksanakan di SMK PGRI 3 Denpasar dengan melibatkan sampel sebanyak 93 siswa dari populasi 463 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sebelum mengambil sampel, dilakukan uji kesetaraan kemampuan siswa pada tiap-tiap kelas dengan menggunakan uji Anava satu jalur. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah skor kompetensi awal siswa yang diperoleh dari skor tes potensi akademik yang telah dilaksanakan, dan nilai kemampuan koneksi matematika siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan koneksi matematika. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Anava dua jalur. Sebelum diuji anava dua jalur, dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas varians. Hasil penelitian ini adalah: (1) kemampuan koneksi matematika siswa yang mengikuti patchwork assessment lebih baik dari kemampuan koneksi matematika siswa yang mengikuti asesmen tradisional; (2) kemampuan koneksi matematika siswa yang memiliki kompetensi awal tinggi lebih baik dari kemampuan koneksi matematika siswa yang memiliki kompetensi awal rendah; (3) terdapat interaksi antara asesmen dan kompetensi awal terhadap kemampuan koneksi matematika. Siswa yang memiliki kompetensi awal tinggi cenderung aktif mengerjakan tugas yang menantang dan memiliki rasa ingin tahu yang kuat sehingga mampu memecahkan masalah matematika secara individual dengan skemata pengetahuan yang telah dimiliki.Kata Kunci : patchwork assessment, kemampuan koneksi matematika, kompetensi awal The purpose of this research is to know the influence of the patchwork assessment towards mathematics connections ability based on students’ initial competence. This research is quasi experimental with experimental group 2 × 2 factorial design research conducted at SMK PGRI 3 Denpasar and it involved a sample of 93 from 463 students. The sample was taken by simple random sampling technique. Before taking a sample, 10th grade students' ability is equalized in each class by using the one-way Anova. Students’ initial competence scores obtained from the academic potential test that has been implemented. The instrument used in this research is mathematics connections test. The collected data were analyzed using two-way Anova. Before using two-way Anova, the data were analyzed by normality and homogeneity of variance. The results showed that: (1) mathematics connections ability of students who took the learning process of patchwork assessment is better than students who took the traditional assessment; (2) mathematics connections ability at students with high initial competence is better than students with low initial competence; (3) there is an interaction between the assessment and the initial competence with mathematics connections ability. In line with the findings of this research, it is suggested that patchwork assessment applied as one of the alternative assessment in learning mathematics. Students who have a high initial competence tend to actively work on a challenging task and have a strong curiosity to be able to solve mathematical problems individually with existing schemata of knowledge.keyword : patchwork assessment, mathematics connections ability, initial competence
PENGARUH PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SD NEGERI 8 DAUH PURI ., MADE HERLIN WIDYANTARI; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) bahwa pemahaman konsep dan aktivitas belajar matematika antara siswa yang mengikuti Pendidikan Matematika Realistik lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. (2) interaksi antara Pendidikan Matematika Realistik dan motivasi terhadap pemahaman konsep dan aktivitas belajar matematika. (3) bahwa pemahaman konsep dan aktivitas belajar matematika antara siswa yang mengikuti Pendidikan Matematika Realistik lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada motivasi tinggi. (4) bahwa pemahaman konsep dan aktivitas belajar matematika antara siswa yang mengikuti Pendidikan Matematika Realistik lebih baik dari pada siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional pada motivasi rendah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan the nonequivalent postest only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 8 Dauh Puri sebanyak 56 orang. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling (random dilakukan pada kelas). Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes pemahamn konsep, data aktivitas belajar dikumpulkan dengan lembar observasi, dan data motivasi dikumpulkan denan angket motivasi. Data dianalisis menggunakan analisis deksriptif dan uji hipotesis menggunakan MANOVA selanjutnya dilakukan uji Tukey untuk melihat variabel yang lebih unggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1.) Pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa yang belajar dengan Pendidikan Matematika Realistik lebih baik daripada siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. (F = 46,95 , p 0,05). (3) Pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa yang belajar dengan Pendidikan Matematika Realistik lebih baik dari pada siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada motivasi tinggi (F = 16,5; p > 0,05). (4) Pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional lebih baik dari pada siswa yang belajar dengan pendidikan matematika realistik pada motivasi rendah (F = 42,43; p > 0,05). Kata Kunci : pendidikan matematika realistik, pemahaman konsep, aktivitas belajar, motivasi belajar The purpose of this study was to determine : (1) the understanding of mathematical concepts and learning activities students who apply Realistic Mathematics Education is better than the students who apply conventional learning. (2) the interaction between Realistic Mathematics Education to understanding mathematical concepts and learning activities in terms of motivation. (3) the understanding of mathematical concepts and learning activities students who apply Realistic Mathematics Education is better than the students who apply conventional learning at a high motivation. (4) knowing and understanding the concept of math learning activities students who apply Realistic Mathematics Education is better than the students who apply conventional learning at a low motivation. It was a quasi experiment type of research, exploiting a nonequivalent postest only control group design.The population of this study is the fifth grade students of SD Negeri 8 to 56 people Dauh Castle The samples to be used in this study using simple random sampling method ( random selection is done only on the class ) . Data collected by pemahamn test concepts , observation sheet , and questionnaire motivation. Data were analyzed using descriptive analysis and hypothesis testing using MANOVA subsequent Tukey test to see which variables are superior. The results showed that : ( 1 . ) Understanding concepts and learning activities among students who studied with realistic mathematics education better than students who studied with conventional learning . ( F = 46.95 , p < 0.05 ) ( 2 ) There is an interaction between Realistic Mathematics Education to understanding concepts and learning activities in terms of motivation ( F = 3.47 , p > 0.05 ) . ( 3 ) Understanding the concepts and learning activities among students who learn with Realistic Mathematics Education is better than the students who studied with conventional learning at a high motivation ( F = 16.5 , p > 0.05 ) . ( 4 ) Understanding the concepts and learning activities among students learning with conventional learning better than the students who studied with realistic mathematics education in low motivation ( F = 42.43 , p > 0.05 ) .keyword : realistic mathematics education, understanding of concepts, learning activities, motivation to learn
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC BERORIENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PENALARAN SISWA ., NI WAYAN DIAN PERMANA DEWI; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.252 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karakteristik pembelajaran, karakteristik perangkat pembelajaran, dan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku petunjuk guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain, dengan subjek penelitian guru matematika dan siswa SMK kelas X jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada SMK Negeri 2 Tabanan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar keterlaksanaan, angket, serta tes kemampuan pemecahan masalah dan penalaran. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific berorientasi Teknologi Informasi dan Komunikasi telah memenuhi kualitas valid, praktis dan efektif. Adapun karakteristik pembelajararan yang ada diantaranya pembelajaran diawali dengan masalah, membiasakan peserta didik untuk lebih aktif, membiasakan peserta didik menemukan konsep sendiri terkait dengan materi yang diajarkan, menyajikan masalah realistik menggunakan pendekatan scientific, dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Sedangkan karakteristik perangkat pembelajaran yang terjadi diantaranya mencantumkan Kompetensi Inti, Kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang jelas, mengintegrasikan TIK, memuat petunjuk penggunaan buku, mencantumkan tahapan-tahapan pendekatan scientific, menekankan penggunaan bahasa yang jelas, logis, sistematis. Kata Kunci : pendekatan scientific, pemecahan masalah, penalaran This study was aimed at obtaining the learning characteristics, the characteristics of learning devices and the characteristics of qualified, valid, practical and effective scientific approach mathematic learning tool. The developed learning tools were student’s worksheet, and teachers’ guidebook.This was a design research, with mathematics teachers and students of Class X (10) of Information and Communication Technology in Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Tabanan as research subjects. The data were collected by employing validation sheet, accomplishment sheet, questionnaire, and problem solving and reasoning competence test. The results have shown scientific approach mathematics learning tools with the orientation to Information and Communication Technology has satisfied validity, practicality and effectiveness quality. The obtained the learning characteristics are learning process which is initiated from problem, familiarize and make learners to be active, familiarize and make learners find their own concepts relating to the material which was being taught, presenting social phenomenon object close to student life through scientific approach, utilization of information and communication technology in enhancing learning efficiency and effectiveness. Meanwhile the learning tools characteristics that occurs are clearly expressing Main Competence, Basic Competence and Aim of Learning, by integrating Information and Communication Technology, containing Book Usage Instructions, expressing scientific approach stages, using language that is clear, logical, systematic. keyword : scientific approach, problem solving, reasoning
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IKRAR BERBASIS VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII ., MUH. HARAWAN DIMAS JAKARIA; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.275 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh media pembelajaran IKRAR berbasis video yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII MTs Negeri Patas sebagai subjek penelitian. Perangkat yang dikembangkan berupa media pembelajaran dan buku petunjuk guru. Media Pembelajaran yang dimaksud adalah media pembelajaran matematika yang disajikan menggunakan video. Penyajian materi disesuaikan dengan karakteristik model pembelajaran IKRAR. Buku petunjuk guru berisi tentang cara menggunakan media di dalam pembelajaran. Validitas, kepraktisan, dan keefektifan dari perangkat pembelajaran didasarkan atas pendapat validator, respon guru dan siswa, serta hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran tersebut. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut mengikuti prosedur penelitian desain dari Plomp yang meliputi fase penelitian awal, fase prototipe, dan fase assesment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang diharapkanKata Kunci : media pembelajaran matematika, video, IKRAR, prestasi belajar matematika This study aimed to obtain video based IKRAR learning media which are valid, practical, and effective. The subjects of this research were the eigth grade students of MTsN Patas. In this study, the developed teaching learning devices consisted of learning media and teacher’s guide book. The learning media is a series of video which presenting the mathematical lesson. The learning media was constructed according to IKRAR learning model. Teacher’s guide book content is the instruction of how to use the learning media in lesson. Validity, practicality, and effectiveness of the teaching learning devices were validated based on the expert judgement validation, teachers and students response, as well as the results of the research on the developed teaching learning devices. The development of the teaching learning devices followed a research design’s procedures from Plomp includes the following phasespreliminary research, prototyping, and assessment. The results showed that the learning media had been fulfiling the validity, practicality, and effectivenesskeyword : mathematics learning media, video, IKRAR, mathematics learning achievement
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TEBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI KETERAMPILAN METAKOGNITIF SISWA KELAS VII SMP SAPTA ANDIKA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., NI PUTU DEWI PRAYANTI; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.054 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ada tidaknya pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari keterampilan metakognitif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan vaktorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Sapta Andika Denpasar pada semester genap Tahun Ajaran 2013/2014. Sampel penelitian ditentukan dengan random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner keterampilan metakognitif dan tes kemampuan pemecahan masalah. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa, (2) terdapat pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa dengan keterampilan metakognitif tinggi, (3) terdapat pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa dengan keterampilan metakognitif rendah, dan (4) Tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan keterampilan metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kata kunci : strategi pembelajaran pemecahan masalah, masalah matematika terbuka, keterampilan metakognitif,   kemampuan pemecahan masalah.  The pourpose of this research  was to study the influence of open-ended problem solving learning strategy towards mathematics problem solving ability in terms of student’s metacognitive skills. The type of this research was a quasi experimental research using 2x2 factorial design. The population of this research was the second semester of grade VII of the students at SMP Sapta Andika Denpasar in academic year 2013/2014. Sampling was done by applying random sampling technique. Two packages of test namely the metacognitive skills test and mathematics problem solving test were used to gather the data. Data of metacognitive skills and  mathematics problem solving were analyzed by tow ways of ANAVA.  The results showed that: (1) open-ended problem solving learning strategy had an influence towards mathematics problem solving ability, (2) there was an influence of open-ended problem solving learning strategy towards mathematics problem solving ability of high metacognitive skills, (3) there was an influence of open-ended problem solving learning strategy towards mathematics problem solving ability of low metacognitive skills, and (4) there was no interaction between learning strategy and metacognitive skills towards mathematics problem solving ability. Keywords : open-ended problem solving learning strategy, open-ended problem, metacognitive skills, mathematics problem solving ability.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY BERBANTUAN MASALAH TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT ., NI WAYAN SUNITA; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran discovery berbantuan masalah terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari adversity quotient. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 × 2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukawati dengan melibatkan sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner adversity quotient dan tes pemecahan masalah. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Anava dua jalur. Hasil penelitian ini adalah: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti strategi pembelajaran discovery berbantuan masalah terbuka lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti strategi pembelajaran discovery; (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki adversity quotient tinggi lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki adversity quotient rendah; (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran discovery dan adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Sehubungan dengan temuan penelitian ini, disarankan agar strategi pembelajaran matematika discovery berbantuan masalah terbuka lebih dikembangkan sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Discovery, Masalah Terbuka, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, dan Adversity Quotient The purpose of the research is to know the influence of the discovery learning strategy using open-ended problem on mathematics problem solving ability in terms of adversity quotient. The research is quasi experimental research with 2 × 2 factorial design conducted at SMP N 2 Sukawati and involved a sample of 60 students. The instruments used in this research are adversity quotient questionnaire and problem-solving test. The data which has been collected were analyzed using two ways Anava. The results showed that: (1) mathematics problem solving ability of students who take the learning process of discovery strategy using open-ended problem was better than students who take the strategy of discovery learning; (2) mathematics problem solving ability at students with high adversity quotient was better than students with low adversity quotient; (3) there was an interaction between the strategy of discovery learning and the adversity quotient of mathematics problem solving ability. In line with the findings of this research, it is suggested that discovery learning strategy using open-ended problem is further developed as one of the innovations in learning mathematics.keyword : Discovery Learning Strategy, Open-Ended Problem, Mathematics Problem Solving Ability, and Adversity Quotient
TINGKAT KECEMASAN DAN APRESIASI MATEMATIKA DITINJAU DARI GENDER PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SEKECAMATAN POCO RANAKA BARAT, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR TAHUN AJARAN 2013/2014 ., SEBASTIANUS FEDI; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.573 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan tingkat kecemasan dan apresiasi matematika siswa kelas VIII SMP negeri sekecamatan Poco Ranaka Barat, (2) mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dan apresiasi matematika ditinjau dari gender pada siswa kelas VIII SMP negeri sekecamatan Poco Ranaka Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif. Populasi penelitian adalah 560 siswa kelas VIII SMP negeri sekecamatan Poco Ranaka Barat-Manggarai Timur-NTT, tahun ajaran 2013/2014. Jumlah sampel 228 siswa, yakni 114 siswa laki-laki dan 114 siswa perempuan yang diambil dengan teknik proporsional random sampling.Data yang diambil adalah kecemasan matematika dan apresiasi matematika siswa.Data dikumpulkan dengan angket dan wawancara.Data dianalisis dengan uji-t dan uji Kolmogorof-Smirnov. Hasil penelitian adalah: (1) kecemasan matematika siswa berada pada tingkat sedang (48,00 ≤ X1 < 72,00) dengan nilai rata-rata 63,69; (2) apresiasi matematika siswa berada pada tingkat sedang (24,00≤ X2
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TANDUR BERBANTUAN GEOGEBRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR GEOMETRI SISWA ., NI WAYAN SUARDIATI PUTRI; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.196 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berdasarkan karakteristik pembelajaran TANDUR berbantuan GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan prestasi dan aktivitas siswa SMK kelas XI dalam belajar geometri. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp yaitu: investigasi awal, desain, realisasi/konstruksi, tes, evaluasi, revisi, dan implementasi. Penelitian ini dilaksanakan sampai tahap tes, evaluasi,dan revisi, sehingga hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan prototype final suatu perangkat pembelajaran yang siap diimplementasikan lebih luas. Uji validitas dilakukan oleh 2 ahli yang menilai perangkat dan instrument pembelajaran. Pengujian kepraktisan perangkat pembelajaran diukur dari tiga hal yaitu: keterlaksanaan perangkat pembelajaran, respons siswa dan respon guru terhadap keterlaksanaan perangkat pembelajaran. Untuk menilai efektifitas perangkat pembelajaran, dilakukan dengan mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap aktivitas belajar matematika siswa selama kegiatan pembelajaran dan skor tes prestasi belajar matematika siswa yang diberikan pada setiap akhir materi. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas.Kata Kunci : penelitian pengembangan, perangkat model pembelajaran TANDUR, GeoGebra, aktivitas belajar, prestasi belajar This research is aims to produce learning tools based on characteristics of TANDUR learning assisted GeoGebra that valid, practice and effective to improve the achievement and activity of student of vocational schools on learning geometry in class XI. Learning tools developed refers to the procedures of product development namely Plomp i.e. initial investigation, design, realization/construction, testing, evaluation, revision, and implementation. This study was conducted to stage test, evaluation , and revision, hence the results of this study is to get a final prototype learning tools that is ready to be implemented more widely. Test of validities conducted by two experts who assess learning tools and instrument. Testing the practicality of learning is measured by three things, i.e the implementation of learning tools, the student's and the teacher's response to the implementation of learning tools. To assess the effectiveness of the learning tools, conducted by collecting data through observation of student activity while study of mathematics during learning process, and scores test achievement of student in study of mathematics which are given at the end of each subject. The results showed that the learning tools has been developed fulfills the validity , practicality , and effectiveness.keyword : development research, TANDUR Learning Model, GeoGebra, learning activities, learning achievement

Page 3 of 4 | Total Record : 40