cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014)" : 40 Documents clear
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 5E BERBASIS PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PENGETAHUAN AWAL SISWA ., I GUSTI AGUNG HANDAYANI; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.284 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) pada pengetahuan awal tinggi, apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model Siklus Belajar 5E lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan pembelajaran Konvensional (2) pada pengetahuan awal rendah, apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model Siklus Belajar 5E lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan pembelajaran Konvensional (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran (Siklus Belajar 5E dan Konvensional) dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari pengetahuan awal siswa (tinggi dan rendah). Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Abiansemal, dengan populasi seluruh siswa kelas VII tahun ajaran 2013/2014 yang banyaknya 154 siswa. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan penilitian faktorial 2x2. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan awal siswa, dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan berturut-turut melalui tes pengetahuan awal dan tes kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk tes essay. Data kompetensi awal dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji ANAVA. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut: (1) pada pengetahuan awal tinggi, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model Siklus Belajar 5E lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan pembelajaran Konvensional (Q = 13,91; p < 0,05); (2) pada pengetahuan awal rendah, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran Konvensional lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan Model Siklus Belajar 5E (Q = 6,69; p < 0,05); (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran (Siklus Belajar 5E dan Konvensional) dan pengetahuan awal siswa (tinggi dan rendah) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (F = 13,025; p > 0,05).Kata Kunci : Model Siklus Belajar 5E, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa, Pengetahuan Awal Siswa The aims of research are : (1) Is the student’s ability in solving the mathematic problem by studying with Learning Cycle “5E” Model is better than the student’s ability in solving the mathematic problem with conventional learning seeing from high pre- knowledge (2) Is the student’s ability in solving the mathematic problem by studying with Learning Cycle “5E” is better than the student’s ability in solving the mathematic problem with conventional learning seeing from low pre-knowledge (3) Is there interaction between the two learning models (learning cycle “5E” and conventional) with the student’s ability in solving mathematic problem seeing from student’s pre- knowledge (high and low). Research is done in SMP Negeri 1 Abiansemal, with the population of all class VII students in learning year of 2013/2014 is as much as 154 students. The type of this research is quasi experiment, with the research factorial 2x2. The taking of sample is done by simple random sampling technique. The data of student’s pre- knowledge, and the student’s ability in solving mathematic problem are collected continously through pre-knowledge test and ability test in solving the problem in the form of essay test. The data of pre/initial competence and the ability of students in solving the mathematic problem is analyzed by using descriptive statistic and ANAVA test. Based on analysis result, is found the results as following : (1) the student’s ability in solving mathematic problem by studying with learning cycle “5E” model is better than the student’s ability in solving the mathematic problem with conventional learning seeing from high pre-knowlege (Q = 13,91 ; p < 0,05) ; (2) the student’s ability by studying with conventional learning is better than the student’s ability in solving the mathematic problem with learning cycle “5E” model seeing from low pre-knowlege (Q = 6,69; p < 0,05); (3) there is an interaction learning models (learning cycle “5E” and conventional) and student’s pre-knowledge (hing and low) toward the student’s ability in solving the mathematic problem (F = 13,025; p
Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing berbantuan LKS terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar ., LUH GEDE EKA PUSPASARI; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar, (2) interaksi antara model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar, (3) pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, dan (4) pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian 2 x 2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 7 Denpasar dengan melibatkan sampel sebanyak 104 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data motivasi belajar diperoleh melalui kuesioner motivasi belajar dan data hasil belajar matematika diperoleh melalui tes hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians dua jalur dengan uji F, dilanjutkan dengan uji Tukey untuk menentukan hasil mana yang lebih baik. Dari hasil analisis data ditemukan (1) terdapat pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar (FA = 10.144; p < 0,05), (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar (FAB = 29.65, p < 0,05), (3) terdapat pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi. Mengacu pada hasil uji Tukey (Q = 17.01; p < 0,05), siswa dengan motivasi belajar tinggi yang dibelajarkan model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS memberikan hasil yang lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional, dan (4) terdapat pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Pengaruh ini tidak sebaik pada siswa dengan motivasi tinggi. Hasil uji Tukey (Q = 5.32; p < 0,05), siswa dengan motivasi rendah yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional memberikan hasil yang lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS.Kata Kunci : Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika This study aimed to determine (1) the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of 7th grade students of SMPN 7 Denpasar, (2) interaction between guided discovery learning model based on student's worksheet and motivation learning toward mathematics achievement of 7th grade students of SMPN 7 Denpasar, (3) the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of high motivated students, and (4) the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of low motivated students. This research is a quasi experiment by utilizing 2 x 2 which was conducted at SMP Negeri 7 Denpasar involving 104 students as samples. Sampling was done by random sampling technique. Data of learning motivation were collected by learning motivation questionnaire and data on students mathematics achievement were collected by mathematics achievement test. The data were analyzed by two-way analysis of variance with F test, which was followed by Tukey test to determine which achievement was better than the other. From the result of data analysis it was found that (1) there was the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of 7th grade students of SMPN 7 Denpasar (F = 10.144; p < 0,05), (2) there was an interaction between guided discovery learning model based on student's worksheet and motivation learning toward mathematics achievement of 7th grade students of SMPN 7 Denpasar (F = 29.65, p < 0,05), (3) there was the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of high learning motivated students. From the result of Tukey test (Q = 17.01; p < 0,05), it was concluded that the achievement of the high learning motivated students who studied mathematics through guided discovery learning model based on student's worksheet was better than students who studied mathematics through conventional learning model, and (4) there was the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of low learning motivated students. This effect was not as good as it was on high learning motivated students. The result of Tukey test (Q = 5.32; p < 0,05) showed that the achievement of the low learning motivated students who studied mathematics through conventional learning model was better than students who studied mathematics through guided discovery learning model based on student's worksheet.keyword : Guided Discovery Learning Model, Learning Motivation, Mathematics Achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Media Pembelajaran Berbantuan Geogebra Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa ditinjau dari Tingkat Ketangguhan Siswa ., I WAYAN EKA ARYASUTA; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.445 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan media pembelajaran berbantuan Geogebra terhadap prestasi belajar matematika siswa ditinjau dari tingkat ketangguhan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2 yang dilaksanakan di SMK Farmasi Bintang Persada dengan melibatkan sampel 88 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket tingkat ketangguhan siswa dan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM. 2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat ketangguhan terhadap prestasi belajar siswa. 3) Pada siswa yang memiliki tingkat ketangguhan tinggi, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM. 4) Pada siswa yang memiliki tingkat ketangguhan rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM.Kata Kunci : PBM, GeoGebra, prestasi belajar, tingkat ketangguhan. The aim of this research is to know the influence of the problem based learning model aided by GeoGebra towards student’s mathematics achievement in terms of students’s endurance level. This research was a quasi experimantal research with 2x2 factorial design. The research was conducted at SMK Farmasi Bintang Persada and involved a sample of 88 students. This sample was determined by simple random sampling technique. The instrument used in this research was students’s endurance level questionnare and mathematics achievement test. The collected data was analyzed by tow-way varians analyzed (tow-way ANAVA). The results showed that: 1) mathematics achievement of students who followed learning proses using problem based learning model aided by GeoGebra was better than that students who followed the model of problem based learning. 2) There was no interaction between the model of learning and students’s endurance level towards student’s mathematics achievement. 3) The students who had high level endurance, their mathematics achievement attained through problem based learning model aided by GeoGebra was better than that of students who followed problem based learning model. 4) The students who had low level endurance, their mathematics achievement attained through problem based learning model aided by GeoGebra was better than that of students who followed problem based learning model.keyword : problem based learning model, GeoGebra, mathematics achievement, students’s endurance level.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GEOMETRI SMA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE BERBANTUAN WINGEOM ., I KETUT SUTAMA; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.785 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran geometri SMA berdasarkan teori Van Hiele berbantuan wingeom yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari buku siswa, buku petunjuk guru, dan media pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Manggis, dengan subjek penelitian disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan, lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, angket, dan tes hasil belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Karakteristik pembelajaran yang diperoleh adalah (1)pembelajaran dimulai dengan proses visualisasi melalui contoh gambar pada media, selanjutnya siswa bereksplorasi agar mampu menemukan konsep; (2)pemberian contoh oleh siswa bertujuan untuk memperdalam pemahamannya; dan (3)proses integrasi bertujuan untuk merangkum seluruh pengalaman belajar siswa. Karakteristik buku siswa adalah (1)berisi uraian apersepsi tiap awal pertemuan; (2)berisi LKS yang bersesuaian dengan media pembelajaran; dan (3)berisi latihan soal pada akhir pertemuan. Karakteristik buku petunjuk guru adalah (1)berisi uraian beserta contoh apersesi pada tiap awal pertemuan; (2)berisi petunjuk langkah pelaksanaan pembelajaran; dan (3)pada sisi lain berisi gambar halaman buku siswa. Karakteristik media pembelajaran adalah (1)bersesuaian dengan LKS; (2)sesuai kemampuan siswa; dan (3)dapat menjadi bahan eksplorasi oleh siswa.Kata Kunci : pembelajaran geometri SMA, teori Van Hiele, wingeom The objectives of the study is to obtain the media for Senior High School geometry learning based on Van Hiele theory which is valid, practical, and effective. This study is a kind of design study. The media which were developed consisted of Students books, teacher guidance book, and learning media. This study was conducted in SMAN 1 Manggis and the subject of the study was made based on the stages of study. Instruments used were validation sheet, observation sheet, observation sheet of students learning activity, questionnaire, and study result test. Data was analyzed descriptively. The result of the study was learning media which was valid, practical, and effective. The characteristics of learning process which was obtained such as (1)learning was started by visual process through giving example of picture in media, then students explored themselves to find the concept; (2)students were asked to give example in order to deepen their understanding; and (3)integration process aimed at embracing whole students learning experience. The characteristics of students book were (1)contained the commentary of apperception for pre-meeting; (2)contained students exercise sheet which was suitable with learning media; and (3)contained exercise for post meeting. The characteristics of teacher guidance book were (1)contained commentary and example of apperception for pre-meeting; (2)contained guidance for learning process; and (3)in another sheet contained picture of students book page. The characteristics of learning media were (1)appropriate with students exercise sheet; (2)suit the students knowledge properly; and (3)can be used as exploration material.keyword : senior high school geometry learning, Van Hiele theory, wingeom.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI PENALARAN FORMAL ., WAYAN KARIASA; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.476 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan pemecahan masalah dan penalaran formal terhadap kemampuan berpikir kritis matematis bagi siswa kelas X SMA Negeri 5 Denpasar tahun pelajaran 2012/2013. Desain penelitian ini menggunakan Post-test Only Control Group Design. Metode random sampling digunakan untuk menentukan kelompok eksperimen dan kontrol dari empat kelas setara di kelas X SMA Negeri 5 Denpasar yang berjumlah 84 orang. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk pengujian hipotesis digunakan Anava Dua Jalur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berpendekatan pemecahan masalah dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD. Ini dapat dilihat dari hasil analisis didapat FA hit = 82,292 dan nilai sig = 0,000 (p < 0,05), dan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berpendekatan pemecahan masalah dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD ( A1 = 74,14 > A2 = 62,36) dan (2) terdapat interaksi antara kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berpendekatan pemecahan masalah ditinjau dari penalaran formal. Ini dapat dilihat dari hasil analisis (FhitungAB = 5,589 dan nilai sig = 0,000, yang berarti bahwa nilai sig < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dalam mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis, secara statistik model pembelajaran dan penalaran formal saling berinteraksi. Kata Kunci : STAD pemecahan masalah, berpikir kritis, penalaran formal This research aimed to describe the affect of cooperative learning mode STAD type with problem solving approach and formal reasoning to the way of mathematical critical thinking students in class X in SMA Negeri 5 Denpasar in the year of 2013/2014. The design of this research used Post-test Only Control Group Design. Random Sampling had been used to defined the experiment cluster and control from four equal classes in class X in SMA Negeri 5 Denpasar which amount around 84 students. The data was analyzed using descriptive analysis and to testify the hyphoteses the researcher had used Anava with two paths. The research’s result had been shown that : (1) there was the difference in mathematical critical thinking ability to the students that their learning was using cooperative learning STAD type mode with problem solving approach with the students that was using cooperative learning STAD type mode. This can be noticed through the analysis result which gained FA hit = 82.292 and the value of sig = 0.000 (p x A2 = 62.36) and (2) there was the interaction between the mathematic critical thinking ability to the students that was using cooperative learning STAD type mode with problem solving approach which was viewed from formal reasoning. This can be shown from from the analysis result (F hitung AB = 5.589 and sig value = 0.000, which signified that the sig value < 0.05). This research result has shown that in affecting the mathematic critical thinking ability, statistically the learning mode and formal reasoning is having the interaction. keyword : words: STAD, problem solving, formal reasoning.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA N 7 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I KOMANG SUKENDRA; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.734 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah, (2) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, (3) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah, (4) interaksi antara penerapan model pembelajaran, dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan faktorial 2x2 yang melibatkan sampel sebanyak 48 orang siswa pada kelas X SMA N 7 Denpasar. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah (Fhitung= 37, harga F tabel = 4,08 dengan  = 0,05 ), (2) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi (nilai t = 3,443 p-valuenya = 0,002), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah (Qhitung = 2,134 dan Qtabel = 2,021), (4) ada interaksi antara penerapan model pembelajaran, dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar matematika siswa (FAB hitung = 7,4 harga F tabel = 4,08 dengan  = 0,05).Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka, prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis. This study aimed to analize: (1) the difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement who have been taught by using the problem solution learning model application, (2) the difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement for the students who have been taught by using the problem solution learning model application with high critical thought skill, (3) the difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement who have been taught by using the problem solution learning model application. with low critical thought skill, (4) interaction between learning model and critical thought skill on academic achievement in Mathematics. This research is cotaqorized as apperance experiment research by using factorial framework 2 x 2 in volving 48 students in X class SMA N 7 Denpasar asa sample. The research instrument used to collect data is critical thought ability and learning achievement test. The gotten data is analized by using two-way variety analysis. The result of this research shows that: (1) there is difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement for the student who have been taught by using the problem solution learning model application (Fhitung = 37, while F(tabel) = 4.08 with = 0.05), (2) there is difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement for the students who have been taught by using the problem solution learning model application with high critical thought skill (t = 3.443 and p-value 0.002), (3) there is difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement for the student who have been taught by using the problem solution learning model application. with low critical thought skill. (Qhitung = 2.134 and Q(table), (4) there is interaction between learning model and critical thought skill on academic achievement in Mathematics ability (FAB hitung = 7.4, while Ftable = 4.08 with = 0.05)keyword : Application of orientation problem solution learning process of open ended problem, academic achievement, critical thought ability.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Pembelajaran Excel terhadap Prestasi Belajar Matematika ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis ., NI PUTU WIWIN SURYANTARI; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.065 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media pembelajaran Excel terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 x 2 yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuta Utara dengan melibatkan sampel sebanyak 154 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kecerdasan logis matematis dan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah terkumpul, dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM berbantuan media pembelajaran Excel lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM. (2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap prestasi belajar matematika siswa. (3) Pada siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM berbantuan media pembelajaran Excel lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM. (4) Pada siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM berbantuan media pembelajaran Excel lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, media pembelajaran Excel, kecerdasan logis matematis, prestasi belajar matematika The purpose of this research is to know the influence of problem based learning model aided by Excel learning’s media towards mathematics achievement in terms of logical mathematical intelligence. This research was a quasi experimental research with 2 x 2 factorial design. The research was conducted at SMA Negeri 1 Kuta Utara and involved a sample of 154 students. The sample of the research was determined by simple random sampling technique. The instrument used in this research was logical mathematics intelligence test and mathematics achievement test. The collected data were analyzed by using two-way ANAVA technique. The results showed that: (1) mathematics achievement of students who joined learning process using problem based learning model aided by Excel learning’s media was better than mathematics achievement of students who joined learning process using only problem based learning model. (2) There was no interaction between model of learning and logical intelligence on students’ mathematics achievement. (3) The students who had high mathematics intelligence, their achievement which was attained through problem based learning model aided by Excel learning’s media was better than that attained through problem based learning model. (4) The students who had low mathematics intelligence, their achievement which was attained through problem based learning model aided by Excel learning’s media was better than that attained through problem based learning model.keyword : problem based learning model, Excel learning’s media, logical mathematics intelligence, mathematics achievement.vement
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBASIS MASALAH MATEMATIKA OTENTIK TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP HARAPAN NUSANTARA DENPASAR ., I GUSTI AGUNG EKA SURYANTARI; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.699 KB)

Abstract

Eka Suryantari, I Gusti Agung (2013), “Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Pemecahan Masalah Berbasis Masalah Matematika Otentik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMP Harapan Nusantara Denpasar”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan strategi pembelajaran pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa dengan kemampuan berbahasa Indonesia tinggi, 2) pengaruh penerapan strategi pembelajaran pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa dengan kemampuan berbahasa Indonesia rendah, 3) adanya interaksi antara strategi pembelajaran pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik dan tingkat kemampuan berbahasa Indonesia siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain faktorial 2x2 dan melibatkan sampel sebanyak 80 orang siswa. Data tentang kemampuan memecahkan masalah diperoleh dengan menggunakan test dalam bentuk esay yang terdiri dari 5 buah soal. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA dua jalur dan uji Tukey sebagai uji lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada pengaruh positif penerapan strategi pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika pada siswa dengan kemampuan berbahasa Indonesia tinggi, 2) ada pengaruh negatif penerapan strategi pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika pada siswa dengan kemampuan berbahasa Indonesia rendah, 3) ada interaksi antara pengaruh penerapan strategi pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik dan tingkat kemampuan berbahasa Indonesia siswa. Data tentang kemampuan memecahkan masalah diperoleh dengan menggunakan instrumen test dalam bentuk test esay dengan jumlah soal test sebanyak 5 buah. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan statistik uji ANAVA dua jalur dan uji Tukey sebagai uji lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada pengaruh positif penerapan strategi pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika pada siswa dengan kemampuan berbahasa Indonesia tinggi, 2) ada pengaruh negatif penerapan strategi pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik terhadap kemampuan memecahkan masalah matematika pada siswa dengan kemampuan berbahasa Indonesia rendah, 3) ada interaksi antara pengaruh penerapan strategi pemecahan masalah berbasis masalah matematika otentik dan tingkat kemampuan berbahasa Indonesia siswa. Kata Kunci : Strategi Pembelajaran, Masalah Matematika Otentik, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Kemampuan Berbahasa Indonesia. Eka Suryantari, I Gusti Agung (2013), The influence of applying problem solving learning strategy based on autentic mathematics problem to the students’ mathematics problem solving ability viewed on Indonesian language ability of grade VIII students at Harapan Nusantara School Denpasar. The pourposes of this research are to know: 1) The influence of applying problem solving learning strategy based on autentic mathematics problem to the students’ mathematics problem solving ability of high Indonesian language ability, 2) The influence of applying problem solving learning strategy based on autentic mathematics problem to the students’ mathematics problem solving ability of low Indonesian language ability, 3) the existence of interaction between problem solving learning strategy based on authentic mathematics problem and Indonesian language ability of students. This research is quasy experimental research which applies design of factorial 2x2. The total members of research sample are 80 students. The data of mathematics problem solving were taken using five items easy test. The data of the research were analyzed using two-way ANAVA and Tukey test for advanced test. The results of this research showed that 1) there was a positive effect of applying problem solving learning strategy based on autentic mathematics problem to the students’ mathematics problem solving ability of high Indonesian language ability, 2) there was a negative influence of applying problem solving learning strategy based on autentic mathematics problem to the students’ mathematics problem solving ability of low Indonesian language ability, and 3) there was interaction between problem solving learning strategy and Indonesian language ability of students.keyword : learning strategy, autentic mathematics problem, students’ mathematics problem solving ability, Indonesian language ability.
PENGARUH MODEL COLLABORATIVE TEAMWORK LEARNING (CTL) BERORIENTASI POLYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF ., NI MADE DARMA LAKSMI; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.88 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh model CTL berorientasi Polya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (2) pengaruh model CTL berorientasi Polya untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (3) pengaruh model CTL berorientasi Polya untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (FD) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (4) interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Penelitian tergolong eksperimen semu dengan rancangan penelitian faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri sekabupaten Gianyar tahun pelajaran 2013./2014. Sampel penelitian adalah siswa kelas X IPA 4 dan IPA 5 di SMA Negeri 1 Ubud serta kela X IPA 3 dan X IPA 5 di SMA Negeri 1 Blahbatuh. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dikumpulkan dengan test kemampuan pemecahan masalah matematika serta data gaya kognitif siswa yang dikumpulkan dengan test GEFT. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANAVA faktorial 2x2. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh model CTL berorientasi Polya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika (F=18,34; F>3,96). (2) Terdapat pengaruh model CTL berorientasi Polya untuk siswa yang memiliki gaya kognitif FI terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (Q=5,33;Q>2,83), (3) Terdapat pengaruh model (CTL) berorientasi Polya untuk siswa yang memiliki gaya kognitif FD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (Q=4,01; Q>2,83), (4) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (F=0,36; F3,96 ). (2) There is a Influence CTL Polya oriented model to students who have a field independent cognitive style toward mathematical problem solving ability (Q=5,33; Q>2,83), (3) There is a Influence CTL Polya oriented model to students who have field dependent cognitive style toward mathematical problem solving ability (Q =4,01;Q>2,83), (4 ) There is no interaction between the model of learning and cognitive style to students mathematical problem solving ability (F= 0,36; F
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Kontekstual Berorientasi Pengembangan Karakter Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa ., I MADE YOGA WICAKSANA; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.198 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran matematika kontekstual yang berorientasi pengembangan karakter yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini melibatkan siswa kelas IV SD Laboratorium Undiksha Singaraja sebagai subjek penelitian. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku petunjuk guru. Buku siswa yang dimaksud adalah buku matematika yang merupakan bagian dari buku tematik siswa. Penyajian materi secara kontekstual dan disesuaikan dengan budaya lokal siswa. Buku petunjuk guru mempunyai komponen-komponen berupa petunjuk penggunaan buku, persiapan mengajar, dan sajian bahan ajar serta tindak lanjut berupa pekerjaan rumah dan penekanan nilai karakter. Validitas, kepraktisan, dan efektivitas dari perangkat pembelajaran didasarkan atas pendapat validator, respons guru dan siswa, serta hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran tersebut. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut mengikuti prosedur penelitian desain dari Plomp yang meliputi fase penelitian awal, fase prototipe, dan fase assesment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas yang diharapkan. Hasil dari penelitian menggunakan perangkat pembelajaran tersebut menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar matematika yang meliputi aspek kognitif dan afektif. Karakteristik pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran tersebut antara lain : (1) pembelajaran dikaitkan dengan fenomena yang terjadi di sekitar siswa, masalah riil, dan budaya lokal siswa; (2) memberikan penekanan karakter, kebebasan berpendapat, dan saling menghargai; (3) meningkatkan interaksi sosial dan rasa percaya diri siswa. Kemudian karakteristik pada buku siswa antara lain : (1) terdapat cerita atau bacaan mengenai budaya Bali yang mampu membantu mengembangkan nilai-nilai karakter pada siswa; (2) kegiatan pembelajaran mengarahkan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif; (3) latihan soal dan masalah-masalah riil yang memberikan kesempatan siswa untuk memikirkan berbagai alternatif solusi dalam pemecahan masalah; (4) pemberian penugasan belajar di rumah dengan melibatkan peran orang tua; (5) memberikan variasi dalam pembelajaran. Sedangkan buku petunjuk guru memiliki karakteristik : (1) praktis dalam penggunaan; (2) menggunakan bahasa yang jelas, logis, dan sistematis; (3) membantu guru memberikan penekanan nilai karakter sesuai dengan budaya lokal dan tema yang sedang dibahas; (4) terdapat petunjuk pemberian pengayaan dan remedial kepada siswa serta panduan pemberian penilaian sikap di kelas.Kata Kunci : perangkat pembelajaran matematika, kontekstual, pengembangan karakter, motivasi belajar matematika, hasil belajar matematika This study was aimed at obtaining contextual mathematics teaching learning devices oriented to characters development which were valid, practical, and effective. The subjects of this research were the fourth grade students of SD Laboratory Undiksha Singaraja. In this study, the developed teaching learning devices consisted of student’s book and teacher’s guidance book. The student’s book was a mathematics book which constituted as a part of the student’s thematic book. The presentation of the materials were contextually presented and adapted with the students’ local culture. Teacher’s guidance book had components such as instructions for using the book, teaching preparation, and presentation of teaching materials as well as a follow-up homework and emphasis of character values. Validity, practicality, and effectiveness of the teaching learning devices based on the opinion of validators, response of teachers and students, as well as the results of the research on the development of the teaching learning devices. The development of the teaching learning devices along with the research design’s procedures from Plomp includes the following phases preliminary research, prototyping, and assessment. The results showed that the developed teaching learning devices had been fulfilling the expected criteria of validity, practicality, and effectiveness. The results of the study using this teaching learning devices showed an improvement of mathematics learning motivation and learning outcomes (cognitive and affective) of the students. The characteristics of learning process in this study include (1) learning process which is associated with phenomena that occur around students, real problem, and students’ local culture; (2) emphasizing characters, freedom in giving opinion, and appreciating each other; (3) improving students’ social interaction and confidence. The characteristics of student’s book include: (1) a story or reading about Balinese culture in student’s book is able to help develop students’ character; (2) learning activities guiding students to think critically and creatively; (3) exercises and real problems that give students the opportunity to think about alternative solutions to solving problems; (4) assignment to be accomplished by involving parents participation at home; (5) provide variations in the learning. Whereas characteristics of teacher’s guiding book include: (1) practical usage; (2) using clear, logic, and systematic explanation; (3) helping teachers to emphasize values based on local culture and elaborated themes; and (4) provision of enrichment and remedial instruction to students as well as the provision of guidelines the assessment in the classroom.keyword : mathematics learning device, contextual, character development, mathematics learning motivation, mathematics learning outcomes

Page 4 of 4 | Total Record : 40