cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2016)" : 19 Documents clear
Pengembangan Desain Pembelajaran Pengukuran Segitiga dan Segiempat Melalui Teknik Reallotment yang Berorientasi Pendidikan Matematika Realistik ., PUTU AGUS EKA MASTIKA YASA; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran pada pokok bahasan pengukuran segitiga dan segiempat. Penelitian ini menitikberatkan pada pengembangan dan peningkatan pemahaman konseptual pengukuran keliling dan luas daerah dengan menggunakan teknik reallotment. Pemahaman konseptual ini merupakan proses transisi dari prinsip konservasi luas daerah menuju penurunan rumus luas daerah segitiga dan segiempat. Penelitian ini menggunakan design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Aktivitas pembelajaran disusun berdasarkan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Implementasi pembelajaran dilakukan di kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan peserta didik dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis peserta didik pada Lembar Aktivitas Siswa (LAS), wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Lintasan pembelajaran yang diperoleh sebagai bagian dari hasil penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut: (1) membandingkan luas daerah dua bangun yang tidak teratur, (2) menggunakan konsep konservasi luas daerah serta membedakan keliling dan luas daerah, (3) menggunakan persegi sebagai unit pengukuran, (4) memahami luas persegipanjang dengan unit pengukuran, (5) menggunakan unit pengukuran dalam membandingkan luas daerah, (6) Menurunkan rumus luas daerah segitiga dan segiempat dengan teknik reallotment. Dari hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa pembelajaran pengukuran segitiga dan segiempat dengan teknik reallotment yang berorientasi pendidikan matematika realistik dapat meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik.Kata Kunci : Teknik Reallotment, Konservasi Luas Daerah, Unit Pengukuran, Pendidikan Matematika Realistik, Design Reserch. The purpose of the study was to develope learning design on the subject of triangles and rectangles measurement. This study was emphasized on the development and improvement of a students’ conceptual understanding of perimeter and area measurements through the use of reallotment techniques. This conceptual understanding is a transitional process from the principle of conservation of the area to the derivation of formulas of triangles and rectangles area. Design Research was selected as the method of the study, consisting of three steps - the preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The lesson was planned with the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) as the basis. The lesson implementation was carried out at grade VII of SMPN 6 Singaraja in the academic year of 2015/2016. The data, which describes the activities and strategies used by the students to solve the given problem during learning processes, were gathered from students’ worksheets (LAS), interviews and observations. The gathered data were analyzed descriptively. Learning trajectory was obtained as part of the results of design research has the following step: (1) comparing area of the two irregular figure, (2) use the concept of conservation of the area and difference the perimeter and the area, (3) using the square as unit of measurement, (4) understand the rectangle area with the unit of measurement, (5) use a unit of measurement in comparing the area, (6) Proving the formula the area of triangles and rectangles with techniques reallotment. The results showed that the use of reallotment techniques in the lessons on triangular quadrilateral area measurement, with Realistic Mathemathics Education as the basis, were able to improve the students’ conceptual understanding.keyword : Reallotment Techniques, Conservation of Areas, Units of Measurement, Realistic Mathematics Education, Research Design
Pengaruh Model Pembelajaran ICI (Interactive Conceptual Instruction) Berbantuan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep dan Sikap Terhadap Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Negara. ., I MADE ARYA GUNAWAN; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ICI berbantuan Geogebra terhadap pemahaman konsep matematika, sikap terhadap metematika, serta pengaruh terhadap pemahaman konsep dan sikap terhadap matematika secara simultan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk eksperimen semu, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Negara tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 270 siswa. Sebelum dilakukan pengambilan sampel, terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan terhadap populasi. Pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan random sampling yang dilakukan dengan pengundian sehingga diperoleh dua kelas dan diundi kembali yang menjadikan kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan VIII E sebagai kelas kontrol. Data dalam penelititan ini dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep dan angket sikap. Data dianalisis menggunakan ANAVA satu jalu dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan : (1) model pembelajaran ICI berbantuan Geogebra berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika, hal tersebut ditunjukkan dengan diperolehnya F_hit=39,406 yang lebih dari F_tab=3,99; (2) model pembelajaran ICI berbantuan Geogebra berpengaruh terhadap sikap siswa terhadap matematika, hal tersebut ditunjukkan dengan diperolehnya F_hit=11,623 yang lebih dari F_tab=3,99; (3) model pembelajaran ICI berbantuan Geogebra berpengaruh terhadap pemahaman konsep serta sikap siswa terhadap matematika secara simultan, hal tersebut ditunjukkan dengan diperolehnya F_hit=8,47 yang lebih dari F_tab=3,06 Kata Kunci : model pembelajaran ICI, pemahaman konsep, sikap terhadap matematika, Geogebra This research aims to describe the effect of ICIlearning model assisted GeoGebra towards the conceptual understanding of mathematics, attitudes toward mathematics, and the effect on the conceptual understanding and attitudes toward mathematics simultaneously. This research was quasi experimental ,the population in this research were students of class VIII SMP Negeri 4 Negara in the year of 2015/2016, as many 270 students. Before the sampling, first tested the equivalence of the population. Sampling in this research using random sampling performed with the draw in order to obtain two classes and be drawn again that makes VIII H as an experimental class and VIII E as the control class. Data in this penelititan collected by test of conceptual understanding and the attitude questionnaire. Data were analyzed using one way ANOVA and one way MANOVA. The results showed: (1) The ICI learning model assisted GeoGebra affect the conceptual understanding of mathematics, it is shown by the result F_hit = 39.406 more than F_tab = 3.99; (2) The ICI learning model assisted GeoGebra effect on students' attitudes toward mathematics, it is shown by the result F_hit = 11.623 more than F_tab = 3.99; (3) The ICI learning model assisted GeoGebra affect the conceptual understanding and attitudes toward mathematics simultaneously, it is shown by the result F_hit = 8.47 more than F_tab = 3.06 keyword : ICI Learning Model, Conceptual Understanding, Attitudes Toward Mathematics, Geogebra
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA SMP N 1 SUKAWATI ., KADEK JUNI SUPARTONO; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik dari pada aktivitas belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ditijau dari kemampuan awal siswa (2) apakah prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ditijau dari kemampuan awal siswa (3) apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal (tinggi dan rendah) siswa terhadap aktivitas belajar matematika siswa (4) apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal (tinggi dan rendah) siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sukawati, dengan populasi seluruh siswa kelas VII tahun ajaran 2015/2016 yang banyaknya 314 siswa. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan penelitian faktorial 2x2. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan lembar observasi, data prestasi belajar dan data kemampuan awal siswa dikumpulkan berturut-turut melalui tes prestasi belajar dan tes awal dalam bentuk tes essay. Data dianalisis menggunakan analisis deksriptif dan uji hipotesis menggunakan ANAVA selanjutnya dilakukan uji Dunnet untuk melihat variabel yang lebih unggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas belajar matematika siswa yang mengikuti Pembelajaran kontekstual lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan awal (2) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan awal (3) terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal (tinggi dan rendah) siswa terhadap aktivitas belajar matematika (4) terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal (tinggi dan rendah) siswa terhadap prestasi belajar matematika.Kata Kunci : Kontekstual, Aktivitas, Prestasi, Kemampuan Awal This study was aimed to find out: (1) is student activities in mathematics learning with Contextual Teaching and Learning were better than the student activities with conventional learning in term of the student early abilities. (2) is students achievements in mathematics learning with Contextual Teaching and Learning were better than the student achievements with conventional learning in term of the student early abilities. (3) whether there is interaction between learning and the student abilities (low and high) towards the student activities in mathematics learning. (4) whether there is interaction between learning and the student abilities (low and high) towards the student achievements in mathematics learning. The study was conducted at the “SMP N 1 Sukawati”, involving a total number of 314 students at class VII in 2015/2016. This type of research was a quasi experiment with a 2x2 factorial design study. The sampling was done by applying random sampling technique. The data of learning activity was collected by observation sheets, learning achievement data and initial ability data of student. They were collected successively through learning achievement test and the initial test by giving the form of essay test. The data were analyzed by using descriptive analysis and hypothesis testing, namely ANAVA. Then, they were given Dunnet test to see the superior variables. The results showed that: (1) the activity of learning mathematics student who take contextual teaching and learning is better than the student who take the conventional learning in terms of the initial ability (2) The mathematics achievement of student who take contextual teaching and learning is better than the student who take the conventional learning in terms of the initial ability (3) there is an interaction between learning approach and the initial ability (high and low) student activities mathematics learning. (4) there is an interaction between learning approach and the initial ability (high and low) student achievement mathematics learning.keyword : Contextual, Activity, Achievement, Initial ability
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pecahan dengan Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Representasi dan Disposisi Matematika Siswa Kelas V SD ., LUH PUTU RISA PRABANDARI; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pecahan dengan menggunakan pendekatan Matematika Realistik yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V SD Tunas Harapan Jaya Denpasar sebagai subjek penelitian. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku pegangan guru. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut mengikuti prosedur penelitian desain dari Plomp yang meliputi tahap preliminary research, prototyping stage, dan assessment phase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas yang diharapkan. Hasil dari penelitian menggunakan perangkat pembelajaran tersebut menunjukkan peningkatan representasi dan disposisi matematika siswa. Karakteristik pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran tersebut antara lain : 1) pembelajaran dan diskusi secara berkelompok; 2) memberikan masalah realistik; 3) membangkitkan interaksi sosial dan rasa percaya diri siswa; dan 4) matematisasi menggunakan bantuan gambar. Kemudian karakteristik pada buku siswa antara lain : 1) memberikan siswa pengalaman belajar menggunakan representasi visual; 2) mengarahkan siswa untuk berpikir kreatif; 3) penyajian materi diawali dengan fenomena dan masalah real di sekitar siswa; serta 4) memberikan siswa kesempatan siswa berpendapat dan berdiskusi. Sedangkan buku petunjuk guru memiliki karakteristik : 1) praktis penggunaannya; 2) menggunakan bahasa yang jelas, logis, dan sistematis; serta 3) membantu guru dalam memahami konsep matematika dan cara membelajarkan siswa.Kata Kunci : Pendekatan Matematika Realistik, perangkat pembelajaran pecahan, representasi dan disposisi matematika. This study was aimed to develop a fractions instructional materials with realistic mathematics approach which has qualities of valid, practical, and effective. The subjects of this research were the fifth grade students of SD Tunas Harapan Jaya Denpasar. The instructional materials developed in this research consisted of student’s book and teacher’s guide book. The development of the teaching learning devices along with the research design’s procedures from Plomp includes the following preliminary research phase, prototyping stage phase, and assessment phase. The results showed that the developed teaching learning devices had been fulfilling the expected criteria of validity, practicality, and effectiveness. The results of the study using the learning device showed improved representation and disposition of mathematics students. The characteristics of the learning using the developed instructional materials were: 1) the instruction and discussion are for group work; 2) it provides a realistic problems; 3) it generate social interaction and self-confidence; and 4) mathematical in using a visual. Then, the characteristics of the produced student’s book were: 1) giving the students the learning experience in using a visual representation; 2) directing students to think creatively; 3) the presented learning topics were begun with the phenomena and real problems; and 4) gives chance for giving opinion and discussing. While, the characteristics of the teacher’s guide book were: 1) it is practical to be used; 2) it has a clear, logic, and systematic language; and 3) it can help the teachers to understand the mathematical concepts and how to guide the students’ learning.keyword : Realistic mathematics approach, fractions learning, representation and disposition of mathematics.
Pengembangan Perangkat Blended Learning untuk Meningkatkan Disposisi Matematika Siswa Kelas X SMA. ., I MADE KARIADI; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karakteristik perangkat pembelajaran dan karakteristik pembelajaran blended learning pada pokok bahasan trigonometri yang berkualitas valid, praktis, dan efektif yang dapat meningkatkan disposisi matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian desain. Dalam penelitian ini dikembangkan perangkat pembelajaran berupa Buku Siswa, Buku Petunjuk Guru yang memuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Media Online berupa Website. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kuta. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respons siswa dan guru, dan angket disposisi matematika. Data yang telah dikumpulkan diolah secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran blended learning pada pokok bahasan trigonometri yang berkualitas valid, praktis, dan efektif, dalam arti dapat meningkatkan disposisi matematika siswa. Adapun karakteristik perangkatnya adalah : (1) berisi petunjuk penggunaan buku; (2) standar kompetensi; (3) kompetensi dasar; (4) indikator; (5) tujuan pembelajaran; (6) tugas kelompok yang dikerjakan pada pembelajaran online dan offline; (7) latihan soal yang diberikan sifatnya untuk menguatkan konsep yang telah dipahami siswa; serta (8) kunci jawaban disesuaikan dengan permasalahan yang ada pada buku siswa. Sedangkan karakteristik pembelajarannya adalah: (1) menggunakan pengetahuan awal; (2) belajar aktif; (3) mengkonstruksi konsep; (4) interaksi sosial; serta (5) pembelajaran online dan offline. Kata Kunci : blended learning, disposisi matematika The aim of the research is to determine the characteristics of learning and blended learning tools on the trigonometry subject of the quality valid, practical, and effective to improve the disposition of mathematics. The type of research is design research. In this research, a learning device in the form of books Student, Teacher handbook contained with lesson plans and online media in the form of a Website. The subjects that used in this study was adapted to the research stages. Which taking the data that used purposive sampling technique. This research was conducted at SMA Negeri 2 Kuta. The data colected methods are used such as observation and questionnaire methods. The instrument is used : the validation sheet, observation sheets as enforceability of study, questionnaire as responses of students and teachers, and questionnaire disposition mathematic. The data have been collected by using descriptive processed. The results of the research is the blended learning on the subject of quality trigonometry that are validty, practically, and effectively, in the sense to improve students' mathematical disposition. The characteristics of the device was: (1) containing instructions for using the book; (2) standards of competence; (3) the basic competence, (4) the indicator; (5) the learning objectives, (6) giving tasks task group worked on learning online and offline; (7) giving exercises to reinforce the concept that nature has to understand students; and (8) adapting to answer the key problems that exist in the student book. While the characteristics of learning were: (1) using prior knowledge; (2) active learning; (3) constructing concepts; (4) social interaction; and (5) learning online and offline.keyword : blended learning, disposition of mathematic
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN AKTIVITAS SISWA KELAS X ., I WAYAN ARI APIKA; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berbasis Geogebra pada pokok bahasan dimensi tiga yang valid, praktis dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa media pembelajaran matematika dan buku petunjuk guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan produk dari Plomp. Subjek penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas X SMA(SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan media pembelajaran, angket respon siswa dan guru, lembar pengamatan aktivitas belajar serta tes pemahaman konsep matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kualitas valid, praktis, dan efektif. Hasil uji validitas menunjukkan validitas media pembelajaran dan buku petunjuk guru dalam kategori valid. Kepraktisan media pembelajaran diukur berdasarkan observasi keterlaksanaan media pembelajaran, respons guru dan respons siswa. Observasi keterlaksanaan menunjukkan kriteria terlaksana, respon guru menunjukan kategori sangat tinggi, serta respon siswa menunjukkan kategori tinggi. Sehingga kepraktisan media pembelajaran dapat dikatakan praktis. Keefektifan media pembelajaran berkaitan dengan tes pemahaman konsep matematika siswa dan aktivitas belajar matematika siswa. Uji coba lapangan menunjukkan hasil tes pemahaman konsep siswa berada pada kategori tuntas dan aktivitas belajar matematika siswa berada pada kategori tinggi. Oleh karena itu, efektivitas media pembelajaran dapat dikatakan efektif.Kata Kunci : media pembelajaran berbasis Geogebra, dimensi tiga, aktivitas belajar matematika, pemahaman konsep matematika This study aims to produce devices based learning mathematics GeoGebra on the subject of a three-dimensional which were valid, practical, and effective. The instructional materials which were developed in this study consisted of instructional media and teacher’s guide book. This type of research was the development of research that uses models from the product development Plomp. The subjects were mathematics teachers and students of class X SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Data collection techniques using sheet validation, learning media implementation observation sheet, the questionnaire responses of students and teachers, as well as the learning activity observation sheet test students' understanding of mathematical concepts. The results showed a medium of learning developed in compliance with the valid, practical, and effective quality. Validity test results showed the validity learning media and teacher guidance book in valid category. Practicality is measured based on observations of learning media implementation, teacher's response and student’s responses. Implementation observation showed implemented criteria, the response of teachers showed very high category, as well as student responses showed a high category. So the practicality of learning media can be said to be practical. The effectiveness of instructional media related to test students' understanding of math concepts and mathematics learning activities. Field testing shows the test results were in the students' understanding of the concept of complete categories and mathematics learning activities of students at the high category. Therefore, the effectiveness of instructional media can be said to be effective.keyword : media-based learning GeoGebra, three-dimensional, the activity of learning mathematics, understanding of math concepts
Pembelajaran dengan Visual Scaffolding untuk Mengembangkan Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Terbuka pada Materi Fungsi Kuadrat. ., NI LUH TIA RAHMAWATI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu lintasan pembelajaran dengan visual scaffolding pada materi fungsi kuadrat. Peneliti menitikberatkan pada kemampuan siswa menyelesaikan masalah terbuka. Pembelajaran ini disertai dengan penggunaan media pembelajaran geogebra untuk membantu siswa mengeksplorasi konsep fungsi kuadrat. Penelitian ini menggunakan design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post test, wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Rumusan akhir lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut : (1) mengeksplorasi karakteristik grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (2) mengeksplorasi titik potong grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (3) mengeksplorasi titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (4) menemukan kemungkinan jawaban permasalahan open ended dengan memanipulasi media visual. Dari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan visual scaffolding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan menyelesaikan permasalahan open ended.Kata Kunci : masalah terbuka, visual scaffolding, fungsi kuadrat This research aims at designing a learning trajectory with visual scaffolding on quadratic functions. The study emphasized the student’s ability on solving open-ended problems. This learning is supported by the use of instructional media GeoGebra to help students to explore the concept of quadratic function. Design research was deliberately chosen as the method of this study, with the following three steps: preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The data related to student’s activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected using student’s written works on some worksheets, post tests, interviews and observations. Final learning trajectory of this research has four steps: (1) exploring characteristic of quadratic function graph by manipulating visual media, (2) exploring intersection point of quadratic function graph with x-axes by manipulating visual media, (3) exploring vertex point of quadratic function graph by manipulating visual media, (4) finding possible solutions in solving open ended problems by manipulating visual media. The results showed that visual scaffolding was able to develop the students’ ability on solving open ended problems on quadratic function materials.keyword : open-ended problems, visual scaffolding, quadratic function
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BERBENTUK KOMIK DENGAN LATAR PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KURIKULUM 2013 ., IDA AYU IKA TRISNA DEWI; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karakteristik media pembelajaran visual berbentuk komik yang berkualitas valid, praktis dan efektif serta untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran visual berbentuk komik dengan latar pembelajaran kooperatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan produk dari Plomp. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kualitas valid, praktis, dan efektif. Hasil uji validitas menunjukkan validitas Media Pembelajaran, RPP, dan Buku Petunjuk Penggunaan Media untuk Guru dalam kategori valid. Media pembelajaran memenuhi kualitas praktis yang didasarkan pada hasil observasi terhadap keterlaksanaan media pembelajaran dan penilaian diskusi kelompok yang memenuhi kategori baik serta respon guru dan siswa menunjukkan respon positif. Efektivitas media pembelajaran dapat dikatakan efektif yang didasarkan pada hasil tes prestasi belajar siswa berada pada kategori baik dan motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi. Adapun karakteristik media pembelajaran yang dikembangkan diantaranya, 1) Penyajian materi matematika dikemas dalam dialog antar tokoh yang dirangkai dalam suatu alur cerita dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar full colours yang menarik, 2) unsur visual yang dipakai adalah gambar kartun yang bersifat statis, 3) berpusat pada siswa karena siswa dituntut untuk membaca cerita secara utuh, 4) informasi yang disajikan dapat diolah kembali oleh siswa, dan 5) menyajikan beberapa simbol matematika beserta dengan artinya melalui dialog dengan bahasa yang mudah dipahami. Sedangkan proses pembelajaran yang terjadi memiliki karakteristik diantaranya 1) penyajian informasi awal mengenai materi yang akan dipelajari dengan pengenalan suatu masalah awal berkaitan dengan materi matematika pada cerita komik yang akan diamati sehingga siswa tertarik mengikuti pembelajaran, 2) kegiatan membaca komik menyenangkan bagi siswa sehingga siswa tertarik mengamati gambar dan teks beserta perhitungan matematika yang disajikan secara utuh dari awal sampai akhir cerita, 3) kegiatan diskusi kelompok menimbulkan interaksi sosial dan percaya diri siswa untuk menemukan solusi dari masalah matematika, 4) adanya visual gambar dan teks/dialog akan memudahkan siswa untuk ikut aktif mengkonstruksi konsep matematika dalam pikirannya, 5) kegiatan presentasi akan dapat membiasakan siswa untuk mengkomunikasikan hasil kerja kelompoknya.Kata Kunci : media pembelajaran visual berbentuk komik, pembelajaran kooperatif, motivasi belajar matematika This study was aimed at obtaining the characteristics of visual learning media of comic form that was valid, practical, and effective to know the process of implementing this learning media with cooperative learning as the background. This was developmental study that used Plomp’s product developmental model. This study showed that the developed learning media has fullfilled to be valid, practical, and effective. The result of validity test showed that the learning media, lesson plans, and guidance book of using media for teacher was categorized as valid. The learning media showing practical quality was based on the result of observation towards its implementation and the assessment of group discussion showed good category and teacher and students showed positive response. The effectiveness of the learning media could be said as effective based on the result of students’ achievement test in good category and students’ learning motivation in high category. The characteristics of the learning media that was developed were 1) the mathematic material was presented in form of dialogue between characters in a story plot and completed with interesting full-color picture illustration, 2) the visual unsure used was static cartoon picture, 3) it was student-centered because they were demanded to read the story comprehensively, 4) the information presented could be re-used by students, 5) presented some mathematic symbols along with the meaning through the dialogue using understandable language. Meanwhile, the learning process showed its characteristics such as 1) the presentation of preliminary information regarding to the material learned with the introduction of preliminary problem related to the mathematic materials in comic so that the students were interested to follow the learning, 2) the activity of reading comic was interesting for students so they were interested to observe the pictures and texts along with the mathematic calculation presented from the beginning to the end of the story, 3)the activity of group discussion inflicted social interaction and self-confidence for students to find the solution of the problem, 4) constructed the concept of mathematic in their thoughts, 5) the presentation would accustom the students to communicate their group result.keyword : visual learning media of comics form, cooperative learning, mathematics’ learning motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) BERORIENTASI PERMASALAHAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 DENPASAR DITINJAU DARI PENALARAN FORMAL ., PUTU NOVITA SANTIKA DEWI; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari penalaran formal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitiannya menggunakan desain faktorial 2 x 2. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dimana sampel yang diperoleh berjumlah 106 siswa. Data penalaran formal dikumpulkan melalui tes penalaran formal dan data kemampuan pemecahan masalah matematika dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional bagi siswa yang memiliki penalaran formal tinggi dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual bagi siswa yang memiliki penalaran formal rendah. Kata Kunci : MMP, Permasalahan Matematika Kontekstual, penalaran formal, pemecahan masalah The research was aimed to determine the effect of MMP learning model assisted by contextual mathematical problem towards student’s mathematical problem solving ability reviewed by formal reasoning. This research was quasi experimental research with 2 x 2 factorial design. The research was conducted for grade VIII in SMP Negeri 9 Denpasar. The sample were taken by using cluster random sampling technique, in which giving 106 students. The data of student’s formal reasoning level were collected by using formal reasoning test and the data of student’s problem solving ability were collected by using problem solving test. The data was analyzed using analysis of variance (two-way ANAVA) aided by SPSS 16.0 for windows with 5% level of significance. The results of analyzed showed that: 1) Student’s mathematical problem solving ability who learned by MMP learning model assisted by contextual mathematical problem was higher than student’s mathematical problem solving ability who learned by conventional learning model. 2) There is an interaction between MMP learning model assisted by contextual mathematical problem and student’s formal reasoning level toward student’s problem solving ability. Student’s problem solving ability who learned by MMP learning model assisted by contextual mathematical problem was higher than that student’s problem solving ability who learned by conventional instruction for student who had high level of formal reasoning, and student’s problem solving ability who learned by conventional instruction was higher than that student’s problem solving ability who learned by MMP learning model assisted by contextual mathematical problem for student who had low level of formal reasoning.keyword : MMP, contextual mathematical problems, formal reasoning level and problem solving
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Berbantuan Masalah Open-ended Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Potensi Akademik Siswa. ., NURLAELI; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan masalah open-ended terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari potensi akademik siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian faktorial 22 yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Terara dengan melibatkan sampel 153 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes potensi akademik dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dan uji Tuckey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan masalah open-ended lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu group discussion (FA = 67.91, Ftabel = 3.16, Fhitung > Ftabel ). Setelah dilakukan uji Tuckey, hasilnya menunjukkan bahwa untuk siswa yang memiliki potensi akademik tinggi maupun rendah, kemampuan pemecahan masalah matematika kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan masalah open-ended lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu group discussion (Qhitung =10.006 dan 6.476 , Qtabel = 3.90, Qhitung > Qtabel. 2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan potensi akademik siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (FAB = 3.16, Ftabel = 3.94, Fhitung < Ftabel), Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki potensi akademik tinggi maupun rendah lebih baik dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan masalah open-ended.Kata Kunci : group investigation, masalah open-ended, kemampuan pemecahan masalah matematika, potensi akademik. The aim of this research is to know the effect of the cooperatif learning model by using group investigation aided by open-ended problem toward mathematics problem solving ability in terms of students academic potential. This research was a quasi experimental research with 22 factorial arrangement. This research was conducted at the SMP Negeri 1 Terara which involved 153 students. This sample was determined by cluster random sampling technique. The instrument was used in this research was students academic potential test and mathematics problem solving ability test. The collected data was analyzed by using tow-way variance analysis and tuckey’s test. The results showed that: 1) students mathematics problem solving ability who followed cooperatif learning model by using group investigation aided by open-ended problem was better than students problem solving ability who followed lesson with the coventional is group discussion (FA = 67.91, Ftabel = 3.16, Fhitung > Ftabel). After conducting tuckey test, the result showed that: the students who have high or low academic potential, the students mathematics problem solving ability who followed cooperatif learning model by using group investigation aided by open-ended problem was better than students problem solving ability who followed lesson with the coventional (Qhitung =10.006 dan 6.476 , Qtabel = 3.90, Qhitung > Qtabel. 2) There was no interaction between the model of learning and students academic potential toward students mathematics problem solving ability (FAB = 3.16, Ftabel = 3.94, Fhitung < Ftabel). We can be conclude that, The students who have high or low academic potential, the students mathematics problem solving ability who followed cooperatif learning model by using group investigation aided by open-ended problem.keyword : group investigation, open-ended problem, mathematics problem solving ability and academic potential.

Page 1 of 2 | Total Record : 19