cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2016)" : 19 Documents clear
Pengaruh Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Di Tinjau Dari Kemampuan Numerik Siswa SMP Negeri 1 Cibal. ., BEDILIUS GUNUR; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Pengaruh pendidikan matematika realistik (PMR) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari kemampuan numerik, dan 2) Pengaruh interaksi antara pendidikan matematika realistik dengan kemampuan numerik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan factorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cibal sebanyak 305 orang yang terdiri dari delapan kelas. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, sebelum melakukan random terlebih dahulu uji kesetaraan kelas untuk memilih dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan tes kemampuan numerik. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Anava Dua Jalur. Sebelum digunakan uji anava dua jalur, data tersebut terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, nilai = 49,267 dan nilai = 3,94 pada taraf signifikan 5%, dan 2) Tidak terdapat interaksi antara pendidikan matematika realistik dengan kemampuan numerik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, nilai Kata Kunci : Numerik, Pemecahan Masalah Matematika, Realistik This research aimed at investigating; 1) the effect of Realistic Mathematics Education (RME) on mathematical problem solving ability of students viewed from numerical ability; 2) interaction between Realistic Mathematics Education with numerical ability on mathematical problem solving ability of students. This research was quasi experiment and employed 2 x 2 factorial design. he population of this research consisted of 305 students from eight classes of the eighth grade of SMP Negeri 1 Cibal. The sample in this research were selected through random sampling technique, in which class equality test was taken before randomizing to choose two experiment classes and two control classes. The instruments of this research were mathematical problem solving ability test and numerical ability test. The data were analyzed through 2-Ways ANAVA. Before employing 2-ways ANAVA, the data were tested through analysis requirement test. The results indicate that; 1) mathematical problem solving ability of students taught through Realistic Mathematics Education (RME) is better than students taught through conventional method, wherein = 49,267 and = 3,94 on the significant level is 5%; 2) There is no interaction between Realistic Mathematics Education (RME) with numerical ability on mathematical problem solving ability of students, where in . keyword : Numerical, Mathematical Problem Solving, Realistic
Pengaruh Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berorientasi Masalah Matematika Terbuka Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Denpasar ., NI KOMANG WIRASTI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah; (2) menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 yang terdistribusi dalam sepuluh kelas dengan kemampuan yang homogen. Berdasarkan hasil random, diperoleh X IPA 1, X IPA 2, dan X IPA 5 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 3, X IPA 4, dan X IPA 6 sebagai kelas kontrol. Hasilnya dianalis menggunakan analisis varian dua jalur (anava dua arah). Hasil analisis data penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah; (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kata Kunci : Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berorientasi Masalah Matematika Terbuka, Kecerdasan Logis Matematis, Kemampuan Pemecahan Masalah. The study was conducted in order to analyze: (1) the different problem solving skills between the students joining problem solving learning with math problem open of Model and another group joining Problem Solving Learning; (2) the contribution of interaction between instructional model and logical mathematical intelligences towards problem solving skills. The study involved the students of class X SMAN 2 Denpasar in 2015/2016 spread out into ten different classes with homogeneous ability as the population. Based on random sampling the classes X IPA 1, X IPA 2, and X IPA 5 were determine as experimental groups, while classes X IPA 3, X IPA 4, dan X IPA 6 as control groups. The technique analysis Two Way Analysis of Varians. The result of data analysis this research that (1) there was a significant the instructional model problem solving with math problem open and another group joining problem solving instructional model; (2) there was a significant contribution of interaction between instructional model and logical mathematical intelligences towards problem solving skills. keyword : Problem Solving Learning with Math Problem Open of Model, logical mathematical intelligences, problem solving skills.
Korelasi Penguasaan Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru Matematika SMA terhadap Kualitas Pelayanan Pembelajaran di Kecamatan Buleleng ., IDA AYU NGURAH SULASMINIYATI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) korelasi penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional terhadap kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA, (2) korelasi penguasaan kompetensi pedagogik terhadap kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA, (3) korelasi penguasaan kompetensi profesional terhadap kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Anggota populasi dalam penelitian ini adalah guru matematika SMA di Kecamatan Buleleng sebanyak 34 orang. Karena jumlah anggota populasi memungkinkan untuk diteliti secara total maka digunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kepuasan siswa untuk melihat kualitas pelayanan pembelajaran guru, untuk penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional diperoleh dari skor hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015. Data yang telah terkumpul dilakukan uji persyaratan analisis dan kemudian dianalisis menggunakan statistik regresi linier dan korelasi dengan dua prediktor. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) terdapat korelasi positif yang signifikan antara penguasaan kompetensi pedagogik dan penguasaan kompetensi profesional secara simultan dengan kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA di Kecamatan Buleleng dengan koefisien korelasi sebesar 0,704. Persamaan garis regresi linier yang diperoleh adalah Y = 0,22X1 + 0,21X2 + 48,86; (2) terdapat korelasi positif yang signifikan antara penguasaan kompetensi pedagogik dengan kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA di Kecamatan Buleleng dengan koefisien korelasi sebesar 0,616. Persamaan garis regresi linier yang diperoleh adalah Y = 0,34X + 55,32; (3) terdapat korelasi positif yang signifikan antara penguasaan kompetensi profesional dengan kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA di Kecamatan Buleleng dengan koefisien korelasi sebesar 0,626. Persamaan garis regresi linier yang diperoleh adalah Y = 0,34X + 56,33; (4) kontribusi penguasaan kompetensi pedagogik terhadap kualitas pelayanan pembelajaran dapat dilihat dari koefisien determinasi sebesar 37,91% ; (5) kontribusi penguasaan kompetensi profesional terhadap kualitas pelayanan pembelajaran dapat dilihat dari koefisien determinasi sebesar 39,24%. Peningkatan penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pembelajaran yang diberikan.Kata Kunci : kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kualitas pelayanan pembelajaran The aims of this research were to determine : (1) correlation of pedagogy competency and professional competency understanding towards the quality of learning services; (2) correlation of pedagogical competency understanding towards the quality of learning services; (3) correlation of professional competency understanding towards the quality of learning services of mathematics teachers in senior high school. This research was correlational research with ex post facto design. The population of this research consisted of 34 mathematics teachers in senior high school in Buleleng District. Due to the number of population members, all members are possible to be investigated. So, the total sampling technique was used. The instrument of this research was student’s questionaire that showing the quality of learning services. To determine pedagogical competency and professional competency understanding were obtained from score in teacher competency test (UKG) in 2015. Collected data were analyzed by using statistic linear regression and correlation with two predictors. The result of this research showed : (1) there exists significant positive correlation of pedagogical competency and professional competency understanding simultaneously with the quality of learning services of mathematics teachers in senior high school in Buleleng District with coefficient of correlation were 0,704.; (2) there exists significant positive correlation of pedagogical competency understanding towards the quality of learning services of mathematics teachers in senior high school in Buleleng District with coefficient of correlation were 0,616.; (3) there exists significant positive correlation of professional competency understanding towards the quality of learning services by mathematics teachers in senior high school of Buleleng District with coefficient of correlation were 0,626.; (4) the contribution of pedagogical competency understanding towards the quality of learning services can be observed from the determination coefficient which was of 37,91% ; (5) the contribution of professional competency understanding towards the quality of learning services can be observed from the determination coefficient were 39,24%. Increasing pedagogical competency and professional competency understanding will be able to improve the quality of learning services.keyword : pedagogical competency, professional competency, the quality of learning services
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VII ., DIAH SAVITRI; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing terhadap kemampuan penalaran matematika siswa, (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing secara simultan terhadap kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Ganesha Denpasar dengan populasi jumlah 671 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, dengan kelas eksperimen adalah kelas VII-8 dan kelas kontrol adalah kelas VII-5. Data kemampuan penalaran dan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes kemampuan penalaran dan pemecahan masalah yang berupa tes uraian. Data kuantitatif dianalisis dengan uji-t satu ekor kanan dan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing terhadap kemampuan penalaran matematika siswa, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (3) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing secara simultan terhadap kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika siswa.Kata Kunci : strategi problem posing, pembelajaran kooperatif, kemampuan penalaran matematika siswa, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa The purposes of this research are to know: (1) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing on students’s mathematical reasoning ability, (2) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing on students’s mathematical problem solving ability (3) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing simultaneously on students’s mathematical reasoning and problem solving abilities. The research used quasi experiment with Post-test Only Control Group Design. This research was conducted in Ganesha Denpasar JHS with the total of population is 671 people. Sampling was conducted by random sampling technique, with VII-8 class as the experimental group and VII-5 class as control group. Data were collected using a mathematic reasoning and problem solving ability test in the form of essay test. The quantitative data were analysed by one tailed right t-test dan MANOVA test. The result shows: (1) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing on reasoning toward mathematics student, (2) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing on problem solving toward mathematics student, (3) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing simultaneously on reasoning and problem solving ability toward mathematics student.keyword : problem posing strategy, student mathematic reasoning ability, student mathematic problem solving ability
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbantuan Pertanyaan What-If dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Menangani Masalah Matematika Terbuka ., I PUTU ADE ANDRE PAYADNYA; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan teori pembelajaran lokal untuk materi luas daerah lingkaran. Penelitian menitikberatkan pada peningkatan kemampuan siswa menangani masalah matematika terbuka. Sebagai bantuan, dalam pembelajaran disertai pertanyaan what-if untuk mengembangkan pemikiran siswa. Penelitian ini menggunakan metode design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Aktivitas pembelajaran disusun berdasarkan prinsip-prinsip masalah matematika terbuka. Implementasi pembelajaran dilakukan di Kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post-test, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut: (1) menghitung luas daerah gambar danau menggunakan kertas berpetak, (2) menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak, (3) menemukan kembali nilai π dan rumus luas daerah lingkaran, (4) menyelesaikan berbagai masalah matematika terbuka. Temuan yang diperoleh peneliti adalah bahwa pada awalnya siswa mengalami kesulitan menemukan metode lain dalam menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak. Hal lainnya adalah bahwa banyak terdapat variasi dari jawaban siswa yang tidak diprediksi sebelumnya. Hal ini mencirikan berkembangnya pemikiran kritis, kreatif, maupun divergen siswa. Siswa sudah mampu melakukan reasoning dengan baik meskipun masih ada yang kurang efektif. Pemahaman siswa pada masalah matematika terbuka meningkat. Peneliti mementingkan aspek keterhubungan dan realitas sajian dalam lintasan pembelajaran.Kata Kunci : Luas Daerah Lingkaran, Masalah matematika terbuka, Pertanyaan What-if, Design Research, Teori Pembelajaran Lokal The purpose of the study was to obtain a local instructional trajectory for the area of the circle materials. The focus of the study was on the improvement of students’ ability on solving open-ended problems. As supports, the what-if type questions are used to developed student thinking ability. Design research was deliberately chosen as the method of the present study, with three following steps: (1) preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The teaching implementation was carried out at Grade VIII SMP Negeri 1 Singaraja Academic Year 2015/2016. The data related to student’ activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected through students’ written works in the worksheets, result of post-test, interviews, and observations. The gathered data were analysed descriptively. Learning trajectory of this research has four steps: (1) counting the area of lake pictures using grid paper, (2) counting the area of the circle using grid paper, (2) refinding π and the area of the circle formula, and (4) solving open-ended problems. From the research we found that in the beginning students are difficult to find another method when counting the area of the circle using grid paper. The other finding show that there are many variation in students’ answer. The students was capable to do reasoning although there are the reasoning that not effective. Students’ understanding in open-ended problems was increased. Researcher put important point in conecctivity and object reality in learning trajectory.keyword : Area of The Circle, Open-Ended Problems, What-if Questions, Design Research, Local Instructional Theory
Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Berbantuan Multimedia Interaktif terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa ditinjau dari Tingkat Ketangguhan Belajar ., KADEK WAHYU ARDI PUTRA; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., PROF.DR.PHILL. I GUSTI PUTU SUDIARTA, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran penemuan berbantuan multimedia interaktif terhadap pemahaman konsep matematika ditinjau dari tingkat ketangguhan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Denpasar. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Denpasar sebanyak 338 siswa. Sampel penelitian ini sebanyak 96 siswa yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Dari 8 kelas diambil 2 pasang kelas sebagai sampel penelitian, sepasang kelas sebagai kelompok eksperimen dan sepasang kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diterapkan pembelajaran dengan model pembelajaran penemuan berbantuan multimedia interaktif, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket tingkat ketangguhan belajar dan tes pemahaman konsep matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur melalui uji F. Hasil penelitian yang diproleh menunjukkan bahwa: 1) F_(A Hit)=22,40>F_Tab=3,94, artinya pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran penemuan berbantuan multimedia interaktif lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) F_(AB Hit)=1.04F_Tab=3,94, it’s mean student’s conceptual understanding of mathematics who followed learning using discovery learning model aided by interactive multimedia was better than that students who followed learning using conventional learning. 2) F_(AB Hit)=1.04
ANALISIS KECEMASAN MATEMATIKA BERDASARKAN TINGKAT PRESTASI BELAJAR DAN GENDER SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SUKAWATI ., PUTU KARUNIA DEWI; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kecemasan matematika siswa dilihat dari aspek belajar matematika, (2) ada tidaknya perbedaan kecemasan matematika berdasarkan prestasi belajar matematika dan (3) ada tidaknya perbedaan kecemasan matematika berdasarkan gender. Aspek belajar adalah mengikuti ulangan matematika, mengikuti pelajaran matematika dan mengerjakan tugas perhitungan matematika. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukawati yang berjumlah 283 orang. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 162 siswa berdasarkan tabel Krejcie. Sampel tersebut memiliki komposisi siswa laki-laki dan perempuan masing-masing 81 siswa sedangkan siswa dengan prestasi belajar tinggi, sedang dan rendah masing-masing 54 siswa. Data dalam penelitian ini berupa respon kecemasan yang dirasakan siswa sesuai dengan aspek belajar matematika (ordinal), dikumpulkan dengan menggunakan tiga kuesioner sesuai dengan aspek belajar dan indikator kecemasan. Tujuan (1) data dianalisis secara deskriptif sedangkan tujuan (2) dan (3) menggunakan teknik Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat kecemasan matematika siswa dilihat dari aspek belajar matematika tergolong sedang, (2) tidak terdapat perbedaan kecemasan matematika yang signifikan antara siswa dengan prestasi belajar matematika yang tinggi, sedang dan rendah, (3) ada perbedaan kecemasan matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sukawati antara siswa laki-laki dan perempuan. Aspek belajar yang membedakan kecemasan matematika siswa laki-laki dan perempuan adalah kecemasan mengikuti ulangan matematika. Uji lebih lanjut dengan uji t memperoleh bahwa kecemasan mengikuti ulangan siswa perempuan lebih tinggi dari siswa laki-laki. Kata Kunci : -kecemasan matematika,prestasi belajar, gender -This study aims to determine (1) the level of math anxiety of students from the aspects of mathematics learning, (2) whether there is any difference math anxiety by learning achievement, and (3) whether there is a gender difference in mathematics anxiety. Aspect of learning are the mathematics test, the mathematics lesson and mathematics tasks. The study population was class VIII SMP Negeri 1 Sukawati totaling 283 people. Sampling using purposive sampling technique with a sample of 162 students based Krejcie table. The sample has a composition student of boys and girls respectively of 81 students while students with learning achievement is high medium and low respectively by 54 students. The data is a response to the anxiety felt by students in accordance with aspects of learning mathematics (ordinal), collected using a questionnaire in accordance with the three aspects of learning and indicator of anxiety. The aim of (1) the data were analyzed descriptively while aims (2) and (3) using the techniques of Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The results showed: (1) the level of math anxiety of students from the aspects of learning mathematics is moderate,(2) there are no significant differences in mathematics anxiety among students with high, medium and low learning achievement, (3) there are differences in mathematics anxiety eighth grade students of SMP Negeri 1 Sukawati between boys and girls. Learning aspects that distinguish students' mathematics anxiety of boy and girl is the math test anxiety. Further testing by t-test obtaining that anxiety level female students is higher than male students. keyword : -mathematics anxiety, learning achievement, gender
Pengaruh Strategi Genius Learning dengan Pendekatan Metaphorical Thinking Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP N 2 Singaraja ., I PUTU ANDRE PRADNYA; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh strategi genius learning dengan pendekatan metaphorical thinking terhadap kemampuan representasi matematis ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja sebanyak 555 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian semu dengan desain penelitian menggunakan factorial design dengan desain treatment by level yang melibatkan sampel sebanyak 48 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Dalam penelitian ini data yang diperlukan adalah data tentang kemampuan berpikir kritis dan kemampuan representasi matematis. Data tentang kemampuan berpikir kritis diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis dan data kemampuan representasi matematis diperoleh melalui tes kemampuan representasi matematis. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk pengujian hipotesis digunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kemampuan representasi matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan strategi genius learning berpendakatan metaphorical thinking lebih baik dari siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. F_(A Hit)=13,82, sedangkan F_Tab=4,06, dan rata-rata skor kemampuan representasi matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan strategi genius learning berpendekatan metaphorical thinking lebih tinggi daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional (X ̅_A1=72,50>X ̅_A1=56,88); (2) tidak terdapat interaksi antara strategi genius learning berpendekatan metaphorical thinking dan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan representasi matematis (F_(AB Hit)=3,36X ̅_A1=56,88); (2) there is no interaction between genius learning strategy with metaphorical thinking approach and critical thinking ability to mathematical representation ability (F_(AB Hit)=3,36
Studi Evaluatif Pengelolaan Pembelajaran Matematika Berbasis Sistem Kredit Semester (SKS) di SMA Negeri Bali Mandara ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., NI KADEK ASRIANI
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran matematika berbasis SKS di SMA Negeri Bali Mandara ditinjau dari aspek konteks, input, proses, dan produk. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang dilaksanakan secara sirkuler dan berulang-ulang dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber. Langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini yaitu (1) penentuan lokasi penelitian, (2) penentuan subjek penelitian, (3) pengumpulan data awal, (4) mempersiapkan instrumen penelitian, (5) validasi instrumen, (6) pelaksanaan penelitian, (7) pengujian keabsahan data, dan (8) pemaparan. Subjek utama dalam penelitian ini adalah semua guru yang mengampu mata pelajaran matematika di SMA Negeri Bali Mandara dan seluruh warga SMA Negeri Bali Mandara yang dipilih secara purposive dan snowball sampling. Data yang berkaitan dengan konteks, input, proses, dan produk dikumpulkan dengan metode (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah skor T tiap komponen fokus penelitian (konteks, input, proses, dan produk) adalah (– – + +), selanjutnya berdasarkan interpretasi arah skor T tersebut ke dalam Kuadran Glickman dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pembelajaran matematika berbasis SKS di SMA Negeri Bali Mandara adalah baik.Kata Kunci : Pengelolaan, Pembelajaran, Matematika, Sistem Kredit Semester (SKS) This study was aimed to find out the management of Mathematics learning based on Semester Credit System (SKS) in SMA Negeri Bali Mandara, in terms of context, input, process, and product. This is an evaluation study carried out circularly and repeatedly in various ways and from a variety of sources. The steps taken in this study are (1) determining the location of the study, (2) determining the subject of the study, (3) collecting preliminary data, (4) preparing the instruments of the study, (5) validating the instruments of the study, (6) conducting the study, (7) testing the validity of the data, and (8) publishing the result of the study. The main subject of this study are all teachers of Mathematics subject at SMAN Bali Mandara and all members of SMA Negeri Bali Mandara, which was selected by purposive and snowball sampling. The data relating to context, input, process, and product collected by (1) observation, (2) interview, and (3) documentation. The data were then analyzed by qualitative descriptive technique. The results showed that the direction of T score of each component of the research focus (context, input, process, and product) is (- - + +), followed by interpretation of the direction of a T score into the Glickman quadrant can be concluded that the management of Mathematics learning based on Semester Credit System (SKS) in SMA Negeri Bali Mandara is “good”.keyword : Management, Learning, Mathematics, Semester Credit System (SKS)

Page 2 of 2 | Total Record : 19