cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2012)" : 46 Documents clear
KOMPARASI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SRL DAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERHADAP SELF EFFICACY DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA I Ketut Putra Wiratha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.262 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan self efficacy danhasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranSRL, model pembelajaran ARIAS, dan model pembelajaran konvensional, (2)perbedaan self efficacy antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, dan model pembelajarankonvensional, dan (3) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajardengan model pembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, dan modelpembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan eksperimen semu denganrancangan post-test only control group design. Pengambilan kelas penelitianberdasarkan teknik random sampling yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah 122orang siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Datadikumpulkan dengan kuisioner self efficacy dan tes hasil belajar. Data dianalisismenggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Besarnya perbedaanrata-rata antar kelompok diuji dengan uji LSD pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) terdapat perbedaan self efficacy danhasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranSRL, ARIAS, dan konvensional (F=17,538; p<0,05), (2) terdapat perbedaan selfefficacy antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SRL,ARIAS, dan konvensional (F=8,344; p<0,05), (3) terdapat perbedaan hasil belajarantara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SRL, ARIAS,dan konvensional (F=41,672; p>0,05). Hasil uji lanjut dengan LSD menunjukkanbahwa model pembelajaran SRL memberikan hasil yang tidak berbeda secarasignifikan dengan model pembelajaran ARIAS terhadap self efficacy siswa, danmodel pembelajaran SRL memberikan hasil yang berbeda secara signifikandengan model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini berimplikasi pada diperlukannya pemberian kesempatankepada siswa untuk meregulasi pembelajarannya sendiri, sehingga siswa terbiasadengan pembelajaran secara mandiri dan mengkondisikan pembelajaran sesuaidengan karakteristik dirinya maupun tujuan belajar yang direncanakannya.Kesempatan belajar seperti ini dikembangkan melalui langkah-langkah dalammodel SRL.Kata kunci: model pembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, selfefficacy, hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS X SMAN 1 KEDIRI I Made Mandra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.05 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pemahamankonsep kimia dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaransains teknologi masyarakat dan siswa yang belajar dengan model konvensional padasiswa SMA Negeri 1 Kediri, (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaanpemahaman konsep kimia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sainsteknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswaSMA Negeri 1 Kediri, dan (3) untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap ilmiahantara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakatdengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswa SMA Negeri 1Kediri.Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only non-equivalent controlgroup design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan carasimple random sampling dengan jumlah sampel 160 orang. Variabel bebas dalampenelitian ini adalah model pembelajaran sains teknologi masyarakat, yang dikenakanpada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional yang dikenakanpada kelompok kontrol. Sedangkan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswadalam penelitian ini berperan sebagai variabel terikat. Data yang telah dikumpulkandianalisa menggunakan analisis dan Uji MANOVA.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahamankonsep Kimia dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran STM dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajarankonvensional (F = 25,734; p < 0,05) (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep kimiaantara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dengankelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Pemahamankonsep kimia kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM dengan nilairata-rata 81,03 lebih tinggi dibandingkan dengan pemahaman konsep kimia kelompoksiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan rata-rata 72,34, dan (3)terdapat perbedaan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran STM dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajarankonvensional. Sikap ilmiah kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STMdengan nilai rata-rata 183,25 lebih tinggi dibandingkan dengan sikap ilmiah kelompoksiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan rata-rata 177,32.. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran mempengaruhi peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiahsiswa SMAN 1 Kediri.Kata-kata kunci: model pembelaran sains teknologi masyarakat (STM), pemahamankonsep kimia, dan sikap ilmiah siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP I Nyoman Adi Suarjaya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.789 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis perbedaan pemahamankonsep dan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran pemecahan masalah dan konvensional. (2) untuk menganalisisperbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaranpemecahan masalah dan konvensional. (3) untuk menganalisis perbedaankemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti model pembelajaranpemecahan masalah dan konvensional.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial2x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswakelas VIII SMP Negeri 9 Denpasar tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelaspenelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisisdengan statistic deskriptif dan MANOVA dua jalur.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, adapengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabelpemehaman konsep dan keterampilan berfikir kreatif secara bersama-sama (F=5,133;p<0,05). Kedua terdapat perbedaan signifikan model pembelajaranpemecahan masalah terhadap pemahaman konsep siswa (F = 4,085;p < 0,05).Ketiga terdapat perbedaan signifikan model pembelajaran pemecahan terhadapketerampilan berfikir kreatif siswa (F= 8,809; p<0,05).Kata kunci: Pemecahan masalah, pemahaman konsep, dan kemampuan berpikirkreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN KETAHANMALANGAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA (Studi Eksperimen Pada Siswa SMA Negeri 1 Tabanan) Nyoman Wardana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan ketahanmalangan siswa terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemahaman konsep fisika. Bentuk penelitian yang dilakukan adalah ”quasi experiment” dengan disain faktorial 2 x 2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran  berbasis masalah yang diberikan pada kelas eksperimen dan model pembelajaran langsung yang diberikan pada kelas kontrol. Ketahanmalangan siswa berperan sebagai variabel moderator yaitu: ketahanmalangan siswa tinggi dan ketahanmalangan  siswa rendah. Sebagai variabel terikat digunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemahaman konsep fisika siswa. Instrumen berupa tes ketahanmalangan digunakan untuk mengukur ketahanmalangan siswa, tes kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk mengukur kemampuan berpikir siswa, dan tes pemahaman konsep fisika untuk mengukur prestasi belajar siswa. Sampel penelitian melibatkan 3 (tiga) kelas yang diambil secara acak (random sampling). Analisis data menggunakan Multivariate Analysis of Variance dan uji Tukey untuk pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa hal sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran  berbasis masalah dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung (F = 4,37 ; p < 0,05). Kedua, terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran dan ketahanmalangan terhadap kemampuan berpikir tingkat tnggi dan pemahaman konsep fisika (F = 28,74 ;  p < 0,05). Ketiga, terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemahaman konsep fisika bagi siswa yang ketahanmalangan tinggi antara siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran langsung (Qhitung = 9,04 > Qtabel (0,05;24) = 2,92). Keempat, terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemahaman konsep fisika bagi siswa yang memiliki ketahanmalangan rendah antara siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis masala dan pembelajaran langsung (Qhitung = 8,16 > Qtabel (0,05;24) = 2,92). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dan ketahanmalangan siswa dapat mempengaruhi kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemahaman konsep fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Tabanan.   Kata kunci : Model Pembelajaran, Ketahanmalangan, Kemampuan Berpikir Tingkat  Tinggi, Pemahaman Konsep Fisika.     THE EFFECT OF PROBLEM-BASED INSTRUCTIONAL MODEL AND ADVERSITY QUOTIENT UPON HIGH LEVEL THINKING ABILITY AND UNDERSTANDING OF PHYSIC CONCEPTS ( An Experimental Study of the Student of SMA Negeri 1 Tabanan ) ABSTRACT     This study aimed at finding out the effect of implementation of problem-based instructional model and student adversity quotient upon high level thinking ability and understanding of physics concepts. This study used a 2x2 factorial quasi-experimental design. There was an independent variabel in this study, i.e., problem-based instructional model which was assigned to the experimental group and direct instructional which was assigned to control group. Student adversity quotient serverd as a moderator variable, which was differentiated into high student adversity quotient and low student adversity quotient. The study used high level thinking ability and understanding of physics concepts as dependent variabels. This study used a adversity quotient test to measure the students’ adversity quotient and a high level thinking ability test to measure the students’ thinking ability and a test on understanding of physics concepts to measure the students’ learning achievement. This study used 3 classes as the sampel which was selected by random sampling. The data were analyzed by multivariate analysis of variance and Tukey test to test the hypothesis. On the basis of the data analysis the following could be obtained. First, there was a difference in high thinking ability and understanding of physics concepts between the students who were taught by problem-based instructional model and the students who were taught by direct instructional model ((F = 4.37; p < 0.05). Second, there was an effect of interaction between instructional model and adversity quotient upon high level thinking ability and understanding of physics concepts (F =28.74 ; p < 0.05). Third, there was a difference in high level thinking ability and understanding of physics concepts for the students with a high adversity quotient level between the students who were taught by problem-based instruction and those who were taught by direct instruction (Qcalculate = 9.04 > Qtable(0.05;24) = 2.92). Fourth, there was a difference in high level thinking ability and understanding of physics concepts for students with a low adversity quotient level between the students who were taught by problem-based instruction and those who were taught by direct instruction (Qcaculate = 8.16 > Qtable(0.05;24) = 2.92). Hence it can be concluded that instructional model and students adversity quotient can influence high level thinking ability and understanding of physics concepts among the students of class X at SMA Negeri 1 Tabanan.   Key words: Instructional model, adversity quotient, high level thinking ability, understanding of physics concepts.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMAN 3 DENPASAR Anak Agung Sri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.209 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) mengetahui perbedaan pemahaman konsep kimia dankemampuan berpikir kreatif siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran kooperatif GI dan kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran kooperatif STAD, (2) mengetahui perbedaan pemahaman konsep kimiasiswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif GIdan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STAD, dan (3)mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelompok siswa yangbelajar dengan model pembelajaran kooperatif GI dan kelompok siswa yang belajardengan model kooperatif STAD.Penelitian ini menggunakan rancangan Post-Test Only Control Group Design.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara group randomsampling dengan jumlah sampel 4 kelas.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI,yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD yang dikenakan pada kelompok kontrol. Sedangkan pemahaman konsep kimiadan kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini berperan sebagai variabel terikat.Data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan teknik analisis deskriptif danstatistik MANOVA dilanjutkan dengan uji LSD.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahamankonsep dan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar denganmodel pembelajaran kooperatif GI dan kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran kooperatif STAD (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antarakelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif GI dan kelompoksiswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD ( X A1Y1 = 74,592 >X A2Y1 = 61,776), dan (3) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antarakelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif GI dan kelompoksiswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif STAD ( X A1Y2 = 74,758 >X A2Y2 = 67,650).Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran mempengaruhi peningkatan pemahaman konsep dan kemampuan berpikirkreatif siswa dalam mata pelajaran Kimia pada siswa SMAN 3 Denpasar.Kata-kata kunci: model pembelajaran kooperatfif GI, pehaman konsep kimia, dankemampuan berpikir kreatif siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA I Ketut Reta
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.38 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini pada hakekatnya bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaranberbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, (2)perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitiffield independent dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, dan (3)pengaruh interaksi antara gaya kognitif dan model pembelajaran terhadap keterampilanberpikir kritis.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas X SMAN 1 Gianyartahun pelajaran 2011/2012. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahnon equivalent pretest-posttest control group design. Data penelitian ini dianalisis dengananalisis statistik ANAVA faktorial 2 x 2. Uji lanjut dari ANAVA faktorial 2 x 2 dilakukandengan Uji t- Scheffe.Berdasarkan hasil analisis data dan hasil pembahasan dapat dibuat kesimpulan sebagaiberikut: 1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompoksiswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok siswa yangbelajar dengan model pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan yang signifikanketerampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif fieldindependent dan kelompok siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, 3) terdapatpengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap keterampilanberpikir kritis, 4) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yangbelajar melalui model PBLdengan kelompok siswa yang belajar dengan model PK padakelompok gaya kognitif field independent, 5) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritisantara kelompok siswa yang belajar melalui model PBLdengan kelompok siswa yang belajardengan model PK pada kelompok gaya kognitif field dependent.Berdasarkan temuan dalam penelitian ini dapat diajukan saran hendaknya para gurumenggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model alternatif untukmeningkatkan keterampilan berpikir kritis. Dan, dalam pembelajaran guru hendaknyamemperhatikan gaya kognitif yang dimiliki siswa.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF QUESTIONS STUDENT HAVE DAN THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA I Made Subawa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.133 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis perbedaan pemahamankonsep kimia dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yangmengikuti model pembelajaran Questions Student Have dan kelompok siswa yangbelajar mengikuti model pembelajaran Think Pair Share, (2) untuk menganalisisperbedaan pemahaman konsep kimia antara kelompok siswa yang mengikutimodel pembelajaran Questions Student Have dan kelompok siswa yang belajarmengikuti Think Pair Share, dan (3) untuk menganalisis perbedaan keterampilanberpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaranQuestions Student Haved dan kelompok siswa yang belajar mengikuti modelpembelajaran Think Pair Share.Penelitian ini menggunakan rancangan non-equivalent pre-test post-testcontrol group design. Populasi adalah semua kelas X SMA Negeri 4 Denpasar,dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan cara simple random samplingdengan jumlah sampel 156 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalahmodel pembelajaran Questions Student Have yang dikenakan pada kelompokeksperimdan dan Think Pair Share yang dikenakan pada kelompok kontrol.Pemahaman konsep kimia dan keterampilan berpikir kritis dalam penelitian iniberperan sebagai variabel terikat. Cara pengumpulan data menggunakan tespemahaman konsep dan tes keterampilan berpikir kritis. Data yang dikumpulkandianalisis dengan Uji MANOVA.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar denganmenggunakan model Questions Student Have dan kelompok siswa yang belajardengan model pembelajaran Think Pair Share (Fhitung = 14,643 dan p < 0,05), (2)terdapat perbedaan pemahaman konsep kimia yang signifikan antara kelompoksiswa yang mengikuti model pembelajaran Questions Student Have dan kelompoksiswa belajar mengikuti model pembelajaran Think Pair Share (Fhitung = 2,082 danp < 0,05), dan (3) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis yang signifikanantara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Questions StudentHave dan kelompok siswa belajar mengikuti model pembelajaran Think PairShare (Fhitung = 5,323 dan p < 0,05).Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwamodel pembelajaran Questions Student Have memberikan peningkatanpemahaman konsep kimia dan keterampilan berpikir kritis siswa yang lebihsignifikan dibandingkan dengan model pembelajaran Think Pair Share.Kata-kata kunci: model pembelajaran kooperatif Questions Student Have, ThinkPair Share, pemahaman konsep kimia, dan ketrampilan berpikirkritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT Putu Widiarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.014 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilanberpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK, (2)pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadapketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa, (3) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaanketerampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok MPBM danMPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (5) perbedaanketerampilan berpikir kritis antara kelompok MPBM dan MPK, (6) perbedaanpemahaman konsep antara kelompok MPBM dan MPK.Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest onlynon-control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X SMA Negeri 1Seririt tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4 kelas sebanyak 126 orang.Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui tesKBK dan PK fisika. Tes KBK berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 item denganreliabilitas 0,956. Tes PK fisika berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 item denganreliabilitas 0,715. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan manovadua jalur.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan keterampilan KBKdan PK antara kelompok MPBM dan MPK (F=24,76; p<0,05), (2) pengaruhinteraksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap KBK dan PKsiswa (F=18,96; p<0,05), (3) perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBMdan MPK pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (F=24,98; p<0,05), (4)terdapat perbedaan KBK dan PK antara kelompok MPBM dan MPK pada siswayang memiliki motivasi belajar rendah (F=6,38; p<0,05), (5) perbedaan KBKantara kelompok MPBM dan MPK (F=4,41; p<0,05), (6) perbedaan pemahamankonsep antara kelompok MPBM dan MPK (F=48,52; p<0,05). Hasil uji lebihlanjut dengan LSD menunjukkan bahwa MPBM lebih unggul daripada MPKdalam pencapaian keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisikasiswa.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah (MPBM), keterampilanberpikir kritis (KBK), pemahaman konsep (PK), dan motivasi belajar
KOMPARASI PENERAPAN SIKLUS BELAJAR ANUMANA-PRATYAKSA-SABDA PRAMANA DAN PRATYAKSA-ANUMANA-SABDA PRAMANA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA SISWA SMA NEGERI 2 AMLAPURA MARCIA SRI PURWANTININGSIH
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan data tentang perbandingan hasil belajar, yaitu: (1) pemahaman konsep dan keterampilan proses sains kimia, (2) pemahaman konsep kimia, (3) keterampilan proses sains kimia yang diperoleh siswa pada penerapan siklus belajar  APS dan siklus belajar PAS. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Amlapura dengan tehnik random sampling diambil sampel 126 orang  siswa kelas X (4 kelas) semester genap tahun pelajaran 2010/2011 dari 220 orang siswa (7 kelas). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan  “The Post test Only Control Group Design”. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis varians multivariate dengan MANOVA. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) hasil belajar secara simultan pemahaman konsep kimia dan keterampilan proses sains kimia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model siklus belajar APS lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model siklus belajar PAS dengan nilai Fhitung=19,247 (p< 0,05). (2) hasil belajar pemahaman konsep kimia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model siklus belajar APS(μ=28,40) lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model siklus belajar PAS(μ=26,62) dengan nilai Fhitung=4,301 (p< 0,05). (3) hasil belajar keterampilan proses sains kimia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model siklus belajar APS(μ=29,97) lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model siklus belajar PAS(μ=26,29) dengan nilai Fhitung=38,362(p< 0,05). Kata kunci: siklus belajar APS (Anumana-Pratyaksa-Sabda Pramana), PAS (Pratyaksa-Anumana-Sabda) , pemahaman konsep dan keterampilan proses sains     A COMPARISON BETWEEN APPLICATION OF ANUMANA-PRATYAKSA-SABDA PRAMANA LEARNING CYCLES  AND PRAKTYAKSA-ANUMANA -SABDA PRAMANA LEARNING CYCLES TO THE COMPREHENSION OF CHEMISTRY CONCEPT AND SCIENCE PROCESS SKILL ON THE STUDENTS OF SMAN 2 AMLAPURA ABSTRACT The purpose of this research was to analyze and describe the data of the learning result comparation of (1) Concept comprehension and chemistry science process skill, ( 2) Comprehension of chemistry concept, (3) chemistry science process skill which gained by the students in APS and PAS learning process. The research was done at SMAN 2 Amlapura with 126 sample students of X grade students ( 4 classes) second semester 2010/2011 taken from the whole numbers of the X grade students that were 220 students (7 classes). This research was a false experimental research using “The Post test only Control group design “. Data was analyzed in two stages namely: Descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. Multivariate of variation analysis with MANOVA was used to test the hypothesis. The results of the research were as followed. (1) simultaneous comprehension of chemistry concepts  and chemistry science  process skill on the students who followed learning process  cycles  using APS learning cycles was higher than the students who followed learning process using PAS learning cycles with the value  F= 19.247(p< 0.05) (2) learning results of chemistry concepts comprehension of the students who followed learning process using APS(μ=28.40) was  higher than the students who  followed learning process using PAS(μ=26.62) with counting value of F=4.301(p < 0.05). (3) learning result of chemistry science  process skill of the students who followed learning process using APS(μ=29.97) was higher than the students who followed the learning process using PAS(μ=26.29) learning cycles with counting value of F=38.362(p< 0.05). Key words: APS (Anumana-Pratyaksa-Sabda Pramana), PAS (Pratyaksa-Anumana-Sabda) learning cycles models, concept comprehension, science procces.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP TERKAIT SAINS SISWA SMP. (Studi Esperimen di SMP Negeri 4 Singaraja) Annas Kurniawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.417 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan: (1) keterampilanberpikir kritis dan sikap terkait sains antara siswa yang dibelajarkan dengan modelpembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang dibelajarkan dengan modelpembelajaran langsung, (2) keterampilan berpikir kritis antara siswa yangdibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek dengan siswa yangdibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) sikap terkait sains antarasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek dengansiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung,Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan The Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 232siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 116 siswa. Variabel yangdiukur dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis dan sikap terkaitsains siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisisstatistik dengan analisis MANOVA satu jalur.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama,terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis dan sikapterkait sains antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasisproyek dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung(F=52,811;p<0,05). Kedua, ada pengaruh yang signifikan terhadap keterampilanberpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaranberbasis proyek dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaranlangsung (F=69,184; p<0,05). Ketiga, terdapat perbedaan yang signifikanterhadap sikap terkait sains antara siswa yang dibelajarkan dengan modelpembelajaran berbasis proyek dengan siswa yang dibelajarkan dengan modelpembelajaran langsung (F=26,437; p<0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapatdirekomendasikan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dapat digunakansebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikirkritis dan sikap terkait sains.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Keterampilan Bepikir Kritis, Sikapterkait Sains