cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2012)" : 42 Documents clear
STUDI KOMPARATIF MODEL PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAJUAN MASALAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA SMA IDA AYU PUTU WIDIARTINI
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.129 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan pengajuan masalah, (2) perbedaan motivasi belajar dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan kelompok siswa yang belajar dengan model pengajuan masalah, (3) perbedaan pemahaman konsep dalam pembelajaran kimia pokok bahasan larutan asam basa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan  kelompok siswa yang belajar dengan pengajuan masalah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan “posttest only control design”. Populasi penelitian berjumlah 150 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 99 orang.Dua instrumen pokok penelitian yaitu motivasi belajar dan pemahaman konsep siswa.Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistic inferensial.Untuk menguji hipotesis digunakan analisis multivariate dengan varians (MANOVA) satu jalur.Hasil penelitian adalah sebagai berikut.Pertama, terdapat perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep kimia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dan siswa yang belajar dengan model pemecahan masalah.Ini didasarkan pada hasil uji multivariat masing-masing dengan F = 129,5 dengan signifikansi = 0,000. Kedua, terdapat perbedaan motivasi belajarantara siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah.Ini didasarkan pada nilai Fhitung =  211,392. Ketigaterdapat perbedaan pemahaman konsep kimiaantara siswayang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah dansiswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah. Rata-rata pemahaman konsep kimia siswa yang belajar dengan model pembelajaran pengajuan masalah sebesar 85,182 lebih besar dari rata-rata pemahaman konsep kimiakelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran pemecahan masalah sebesar 77,842.Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran pengajuan masalah dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep kimia siswa.   Kata-kata kunci: model pembelajaran pemecahan masalah, model pembelajaran pengajuan masalah, motivasi belajar, pemahaman konsep. ABSTRACT The purpose of this study is analyze: (1) the differences of learning motivation and concept understanding in chemistry at the topic of acid-based solution between group of student who study with problem posing and solving learning model, (2) the differences of learning motivation in chemistry at the topic of acid-based between group of student who study with problem posing and solving learning model, (3) the differences of concept understanding in chemistry at the topic of acid-based between group of student who study with problem solving learning model and group of student who study with posing learning model. This study was queasy experiment by using posttest only control design. The population of this study was 150 students and sample of this study who participated was 99 students. Two main instruments were students’ learning motivation and concept understanding. Data were analyzed in two steps, they were descriptive statistics and inferential statistics analysis. To examine the hypothesis, multivariate variants analysis with MANOVA one way was used. The result of study was stated below. First, there were the differences between learning motivation and chemistry concept understanding significantly between group of student who study with problem posing and solving learning model (F = 129.5 dan p<0.05). Second, there werelearning motivation diffrences  between group of student who study with problem leading and solving learning model Fhitung = 211.392 dan p<0.05), Third, there was the chemistry concept understanding differences between group of student who study with problem posing and solving learning model Fhitung = 36.015 dan p<0.05). Based on the result of study, it can be recommended that learning model of problem posing can be applied as an alternative learning model in order to improve the students’ learning motivation and chemistry concept understanding.   Keywords: problem solving model, problem posing model, learning motivation, concept understanding.
KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN 5E DENGAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMA Ni Made Ayu Suryaningsih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.219 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran 5E dengan Model pengajaran langsung terhadap (1) hasil belajar biologi dan kinerja ilmiah siswa, (2) hasil belajar biologi, dan (3) kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kuta Utara pada siswa kelas XI IPA semester II tahun ajaran 2011/2012. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan non equivalent pretest-posttest  control group design.  Pengambilan sampel (n=134) pada populasi (N=271) dilakukan dengan metode group random sampling. Data berupa gain skor ternormalisasi hasil belajar dan kinerja ilmiah yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,845 dengan taraf signifikansi 0,001, P<0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=6,819 dengan taraf signifikansi 0,010, p<0,05), dan (3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui Model Pembelajaran 5E dengan siswa yang belajar melalui model pengajaran langsung (F=9,001 dengan taraf signifikansi 0,003, p<0,05). Kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran 5E menunjukan hasil hasil belajar (LSD=0,04< µij=0,054) dan kinerja ilmiah (LSD=0,063< µij=0,097) yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang menggunakan model pengajaran langsung. Kata Kunci: model pembelajaran 5E, model pengajaran langsung, hasil belajar biologi, dan kinerja ilmiah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PENDIDIKAN TEKNOLOGI DASAR (PTD) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA NI WAYAN NADI SUPARTINI
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.07 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian ini  untuk) menganalisis :1 Perbedaan hasil belajar PTD antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Langsung (MPL),2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan Motivasi belajar terhadap hasil belajar PTD, 3)  Perbedaan hasil belajar PTD siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan  siswa yang belajar dengan Model pembelajaran Langsung (MPL) pada siswa yang memiliki motivasi tinggi, dan 4) Perbedaan hasil belajar PTD siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan  siswa yang belajar dengan Model pembelajaran Langsung (MPL) pada siswa yang memiliki motivasi rendah. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut dilakukan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian The pretest - posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 6 kelas dengan jumlah siswa 255 orang siswa. Sampel penelitian sebanyak 4 kelas diambil dengan cara group random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data motivasi belajar siswa dan data hasil belajar PTD. Data dianalisis dengan gain skor dan analisis varian (anava) dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar PTD yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F = 10,608 dan p<0,05), 2) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar PTD (F = 85,471 dan p<0,05), 3) Terdapat perbedaan hasil belajar PTD yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan model pembelajaran Langsung pada kelompok siswa dengan motivasi belajar tinggi (F = 124,816 dan p<0,05), dan 4) Terdapat perbedaan hasil belajar PTD yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dengan model pembelajaran Langsung pada kelompok siswa dengan motivasi belajar rendah (F = 13,050 dan p<0,05).   Kata kunci :       Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat, Motivasi Belajar, Hasil  bebelajar PTD
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI LABORATORIUM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA I Putu Hendra Sanjaya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.827 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK, (2) menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains, (3) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains  kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK pada siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, (4) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK pada siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, (5) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK, (6) menganalisis perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x2 posttest only control group design.Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Mendoyo tahun pelajaran 2011/2012.Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random sampling.Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabel KBK dan KPS secara bersama-sama (F=580,20; p<0,05).Artinya,KBK dan KPS secara bersama-sama menunjukkan perbedaan signifikan antar model pembelajaran.Kedua, terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar secara bersama sama terhadap KBK dan KPS (F=21,72;p<0,05). Ketiga, terdapat perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap KBK dan KPS untuk siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi (F=342,36; p<0,05). Keempat, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KBK dan KPS untuk siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah (F=228,82; p>0,05).Kelima, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KBK (F=801,01; p<0,05). Keenam, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KPS (F=335,98; p<0,05).   Kata kunci:inkuiri laboratorium, kemandirian belajar, keterampilan berpikir kreatif, dan keterampilan proses sains.  ABSTRACT The aims of this study was to (1) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model, (2) analyze the interaction effect between the influence learning and self-direction in learning of creative thinking skills and process skills, (3) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model on students who have high self-direction in learning, (4) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model on students who have low self-direction in learning, (5) analyze the differences in creative thinking skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model, (6) analyze the differences in science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model. This study was an experimental study using the 2x2 factorial posttest-only control group designs. The subjects were all of the seventh grade students in SMP Negeri 5 Mendoyo academic year 2011/2012. The selection of the class for this study was based on random sampling technique. The data were analyzed by descriptive statistics and two ways MANOVA. The result showed that (1) there is significant influence learning model of creative thinking skills variables and science process skills together (F=580,20; p<0,05). That is, creative thinking skills and science process skills together showed significant differences between the learning models. (2) There is interaction between self-direction in learning and learning model collectively equal to creative thinking skills and science process skills (F= 21,72; p>0,05). (3) There are significant differences variable learning model of creative thinking skills and science process skills for students who have high self-direction in learning (F=342,36; p<0,05). (4) There are significant differences variable learning model of creative thinking skills and science process skills for students who have low self-direction in learning (F= 228,82; p>0,05). (5) There are significant differences of creative thinking skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model (F=801,01; p>0,05). (6) There are significant differences of science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model (F=335,98; p>0,05). Key words: inquirylaboratory learning, self-direction in learning, creative thinking skills and science process skills.
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) Ida Bgs Nym Semara Putera
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.039 KB)

Abstract

ABSTRAK Semara Putera, Ida. Bagus Nyoman, 2012. Implementasi Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Biologi SMA Ditinjau dari Intelligence Quotien ( IQ) . Tesis Program Studi Pendidikan Sains, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja   Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh: Pembimbing     : ( I )  Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si ( II )  Dr. I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si   Kata-kata kunci : Problem Based Learning, , IQ hasil belajar Biologi   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi problem based learning terhadap hasil belajar biologi SMA ditinjau dari IQ. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ubud dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 84 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya adalah : (1) secara keseluruhan, hasil belajar Biologi siswa yang belajar dengan model pembelajaran  problem based learning lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (FA = 4,36 dengan p < 0,05), (2) untuk siswa yang memiliki IQ tinggi, hasil belajar Biologi  siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F = 25,96 dengan p < 0,05), (3) untuk siswa yang memiliki IQ rendah, hasil belajar Biologi siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning (F = 24,72 dengan p < 0,05), dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan IQ terhadap hasil belajar Biologi siswa (FAB = 4,35 dengan p < 0,05). Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa implementasi problem based learning berpengaruh terhadap hasil belajar Biologi ditinjau dari IQ pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ubud. Penelitian ini memberikan implikasi antara lain : 1) model pembelajaran problem based learning merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran Biologi, dan 2) penerapan model pembelajaran problem based learnin hendaknya mempertimbangkan tingkat keterampilan IQ siswa.   ABSTRACT   Semara Putera, Ida Bagus Nyoman, the Implementation of Problem Based Learning (PBL)   toward Biology Learning Achievement viewed from Intelligence Quotien (IQ). Thesis of Science Educational Study Program, Post Graduate Program, Ganesha Educational University, Singaraja.   Councilors       : ( I )  Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si ( II )  Dr. I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si   Key words       : Problem Based Learning, IQ Biology Learning Achievement This study is aimed at finding out and analyzing the implementation of Problem Based Learning toward Biology Learning Achievement of high school students viewed from IQ. This research was conducted in science class XI of SMA Negeri 1 Ubud using Post Test Only Control Group Design. The research samples were 84 students selected using Random Sampling Technique. The data obtained was processed by using Two Path Varians Analysis (ANAVA) and followed up by Tukey test. The result of the study shows the followings : (1) On the whole, Biology Learning Achievements of students studying using Problem Based learning Instructional model is higher than those of students studying using direct instructional model(FA = 4,36  at p <0,05), (2) For students with high IQ, Biology Learning Achievements of students studying using Problem Based learning Instructional model is higher than those of students studying using direct instructional model (F = 25,96 at p<0,05, (3) For students with low IQ, Biology Learning Achievements of students studying using direct Instructional model is higher than those of students studying using problem based learning instructional model (F = 24,72 at p<0,05). And (4) There is an interaction effect between instructional model and IQ toward Biology Learning Achievements of students (FAB = 4,35 at p<0,05) From the study findings, it is concluded that the implementation of Problem Based learning affects Biology Learning Achievement viewed from IQ on science class XI students of SMA Negeri 1 Ubud. This study contributes implication such as : 1) Problem Based learning Instructional model is an instructional model which should be taken into account to be applied within Biology Learning process, and 2) The application of Problem Based learning Instructional model should consider student IQ skill level.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD DOREMI EXCELLENT SCHOOL Ni Made Yethi suneli
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.53 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan 1) macam-macam alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School; (2) faktor-faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School; (3) fungsi-fungsi alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang digunakan guru maupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan dua bahasa yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi  dan metode wawancara.   Kata kunci: Alih kode, campur kode, pembelajaran sains
PENGARUH VIRTUAL EXPERIMENT TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 SINGARAJA. Putri Sarini .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.385 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional; (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar fisika siswa terhadap hasil belajar fisika siswa; (3) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi; dan (4) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X regular  SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2011/2012. Penetapan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner motivasi belajar dan tes hasil belajar fisika berbentuk obyektif diperluas. Untuk uji hipotesis, data dianalisis dengan analisis varians (Anava) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional; (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar fisika siswa; (3) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan  virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi;  dan (4) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara  siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Oleh karena itu,dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dengan virtual experiment dan motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa.  ABSTRACT   This research aims at:(1) understanding the examination outcomes of students who study Physics through virtual experiment and those who study using conventional method; (2) understanding the effect of interaction between learning method and students’ motivation on the Physics examination outcomes; (3) understanding the difference between students who study Physics through virtual experiment  and students who study Physics through conventional method, at students whose high motivation in learning; and (4) understanding the difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose low motivation in learning. The type of research is quasi experimental research by employing post test only control group design. The populations were all students in regular class X of SMA Negeri 1 Singaraja, year 2011/2012. In this research, random sampling technique is adopted. The data is gathered from questionnaires regarding students’ motivation in learning and Physics examination in the form of extended objectives. For hypothesis evaluation, data is analyzed using two-way Analysis of Variance (Anova) and Tukey’s test at level of significance of 5%. Results show that: (1) in terms of Physics examination outcomes, there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and those who study Physics through conventional method, (2) learning method and motivation affect the student’s Physics examination outcomes, (3) there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose high motivation in learning; dan  (4) there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose low motivation in learning. Thus, it is concluded that learning Physics through virtual experiment and students’ motivation  affect the Physics examination outcomes.   Keywords:    Physics examination outcomes, motivation in learning, virtual experiment
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS (Studi Eksperimen Dalam Pembelajaran Listrik Dinamis Pada Siswa Kelas X SMAN 1 Manggis Tahu NI NENGAH SUATI
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah dan ketrampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori, (2) untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori, (3) untuk menganalisis perbedaan ketrampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian “The Posttest Only Control Group Design”, data dianalisis dengan MANOVA. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Manggis tahun pelajaran 2010/2011 yang terdiri dari 3 kelas dengan populasi 94 orang siswa. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sikap ilmiah dan ketrampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap ilmiah dan ketrampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori, (2) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori (F=8,205;p <0,05) (3) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis antar siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori (F=37,177; p <0,05) Kata kunci : problem-based learning, kooperatif group investigasi,            ekspositori,sikap ilmiah, ketrampilan berpikir kritis.   THE EFFECTS OF PROBLEM-BASED LEARNING STYLE AND INVESTIGATION COOPERATIVE GROUP STYLE TO THE SCIENTIFIC ATTITUDE AND CRITICAL THINKING SKILL                                    (Eksperimental Study in Learning  Dynamics Electricity                                                        Of The X Grade Studens Of SMAN 1 Manggis Academic Year 2010/2011) ABSTRAC   This research aims: (1) to analyse the difference scientific attitude and critical thinking skill of the students who learn using problem based learning style with the students who learn by using investigation of cooverative group and the students who learn using expository learning stile, (2) to analyse the difference of scientific attitude between students who learn with problem based learning with invesgation cooperative group and expository learning style, (3) to analyse the difference between critical thinking skill who learn with problem based learning with invesgation cooperative group and expository learning style. The research is a kind of research which is designed with “The Posttest Only Control Group Design”, data  was analysed by MANOVA.All hipotetic test was done with 5% signification. The population of the research is the x grade studens of SMAN 1 Manggis academic year 2010/2011 consists of 3 clases with 94 students population. Sample was taken by using simple random sampling. The data collected in the research are scientific attitude and critical thinking skill of students. The result showed that: (1) there are difference between scientific attitude and critical thinking skill of students who learn by using PBL style, with investigation cooperative group and expository learning style, (2) there are differences of scientific attitude between students who learn with PBLstyle, students who learn with investigative cooperative group and the students who lear with of expository style (F=8.205;p < 0,05), (3) there are differences critical thinking skill between who learn with PBL style, students who learn with investigative cooperative group and the students who lear with of expository style (F=37.177;p < 0,05). Keywords: problem-based learning, investigation cooperative group, expository,scientific   attitude, critical thinking skill.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 GIANYAR DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH I Putu Mudalara
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2259.183 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri bebas terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI IPA ditinjau dari sikap ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Gianyar. Subjek penelitian berjumlah 240 orang siswa. Sebagai sampel diambil sebanyak 88 orang siswa dengan teknik random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan experiment the  equivalent posttest only control group design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar dan kuesioner sikap ilmiah. Data yang diperoleh dan dianalisis berupa nilai hasil post tes yang dilaksanakan setelah pemberian perlakuan (treatment) sedangkan pemberian kuesioner sikap ilmiah dilaksanakan sebelum pemberian perlakuan (treatment). Data hasil penelitian dianalisis dengan ANAVA dua jalur, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas lebih tinggi dari hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional;  (2) Hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas lebih tinggi dari hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional untuk siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi; (3) Hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional lebih tinggi dari hasil belajar kimia siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas untuk siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah; (4) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan sikap ilmiah siswa. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri bebas berpengaruh terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari sikap ilmiah.   Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri bebas, hasil belajar kimia, sikap ilmiah.   Abstract The study aimed describing the contribution of free inquiry instructional model towards chemistry learning achievement of the students Class XI IPA viewed from their scientific attitude. The study was conducted at class XI IPA SMA Negeri 1 Gianyar by utilizing an equivalent post-test only control group design and involving a total number of 240 students. There were about 88 students selected as the samples based by using a quasi experiment technique. The data were collected by using a post test (achievement test) which was administered after the treatment had been conducted, while questionnaires was administered prior to the treatment. The analysis was made by using two-tailed ANAVA, followed by Tukey-test with 0.05 significant level. The results indicated that: (1) the chemistry learning achievement of the students joining free inquiry instructional model was found higher than that of the students joining a conventional model; (2) the chemistry learning achievement of the students having high level of scientific attitude joining free inquiry instructional model was found higher than that of the students joining a conventional model; (3) the chemistry learning achievement of the students having higher than that of the students joining a conventional model; there was an interacting models of instruction with the students’ scientific attitudes. Based on the findings it could be concluded that the free inquiry instructional model contribute towards the students’ chemistry learning achievement viewed from their scientific attitudes.   Key-words: free inquiry instructional model, chemistry learning achievement, scientific attitude.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP ILMIAH SISWA Jumantoro . .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.127 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) perbedaan hasil belajar dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung, (2) perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung, (3) perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Patas tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri atas 4 kelas dengan jumlah siswa 127 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan kuesioner sikap ilmiah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung, (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung, (3) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STML dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung. Kondisi dan jumlah fasilitas penunjang berupa alat dan bahan percobaan yang tersedia di laboratorium sekolah kurang memadai, sehingga sulit untuk mengoptimalkan kinerja masing-masing individu siswa. Hal tersebut mengakibatkan beberapa siswa cenderung pasif dan bahkan ada yang mengganggu teman-temannya. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak sekolah agar lebih mengoptimalkan fasilitas laboratorium, agar dapat mendukung proses pembelajaran dengan kegiatan eksperimen secara optimal. Guru disarankan mengoptimalkan penggunaan fasilitas laboratorium yang ada untuk mendukung proses pembelajaran. Kata kunci:  model pembelajaran STML, hasil belajar, sikap ilmiah ABSTRACT   The study was aim to analyze: (1) the difference of student’s learning outcomes and scientific attitude between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model, (2) the difference of student’s learning outcomes between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model, (3) the difference of student’s scientific attitude between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model. This research was quasi experiments with non equivalent post-test only control group design. The samples of this experiment were students of X class of SMA Negeri Patas from academic year of 2010/2011 that was covered by 127 students. Samples were take by using simple random sampling technique. Data were collect by using learning outcomes test and scientific attitude questioner. Data were analyze by using one way MANOVA. Based on the research, it was found that: (1) there was significant difference of student’s learning outcomes and scientific attitude between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model, (2) there was significant difference of student’s learning outcomes between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model, (3) student’s scientific attitude between managed with science technology society and environment learning model and direct learning model. The conditions and amount of support facilities in the form of tools and materials available in the laboratory experiments that inadequate schools, making it difficult to optimize the performance of each individual student. This resulted in some students tend to be passive and there was a disturbing and even his friends. Therefore, recommended to the school in order to further optimize laboratory facilities, in order to support the learning process with activities in an optimal experiment. Teachers were advise to optimize the use of existing laboratory facilities to support the learning process.   Keywords: Science Technology Society and Environment Learning Model, Learning Outcomes, and Scientific Attitude