cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 112 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 112 Documents clear
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 5E TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA ., I MADE HARDIYASA; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran siklus belajar 5E terhadap keterampilan berpikir kreatif dan motivasi berprestasi siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta Selatan pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 159 siswa yang terdiri dari 82 siswa kelas eksperimen dan 77 siswa kelas kontrol. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini dirancang dalam bentuk pretest-posttest control group design. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kreatif dan kuesioner motivasi berprestasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kreatif dan motivasi berprestasi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran siklus belajar 5E dengan siswa yang belajar model pembelajaran ekspositori (F=95,49;P
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN SETTING GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP ., I MADE JAYA; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran biologi kelas IX yang valid, praktis, dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Pengembangan hanya dilakukan pada tahap develop. Rancangan awal draft divalidasi oleh ahli dan praktisi, kemudian dianalisis, direvisi dihasilkan draft II, selanjutnya dilakukan uji kelas di SMP Negeri 1 Kuta kelas IXB berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan dengan tes, angket, lembar observasi, dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian: (1) validitas buku siswa 3,57 dan buku pegangan guru 3,59 kategori sangat valid. (2) Keterlaksanaan perangkat pembelajaran 3,56, respon guru 3,66, dan respon siswa 3,53 dengan kategori sangat praktis. (3) Keefektivan perangkat dengan nilai rata-rata pemahaman konsep pre tes 49,31, post tes I 84,66 dan post tes II 89,94, kategori baik, nilai kinerja ilmiah rata-rata 80,86 kategori baik dan nilai perkembangan karakter siswa mengalami peningkatan dari awal 1,90, siklus I 2,82 dan II 3,62 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan temuan hasil penelitian disimpulkan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup lebih luas.Kata Kunci : Perangkat Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Guided Inquiry This research is aimed to produce learning device of biology in IX grade that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness, to improve student learning outcomes, and character.The development is done using the 4-D model that consists of: defining, designing, developing, and disseminating. The development is only applied on the stage of development. The initial draft is validated by experts and practitioners, then analyzed and the resulting refised draft II, then performed a class test at SMP Negeri 1 Kuta in IXB grade, totaling 32 children. The data is collected by test, queistionnaire, observation shett and to analysed with descriptive statisitc. The research results: (1) the validity of the student book 3,57, and the teacher handbook 3.59 the category of valid. (2) The value of implementation of the device of learning is 3,56, the value of teachers response is 3,66, and students response is 3.53 the category is very practice. (3) The effectiveness of the device with the average value of understanding concept of pre test is 49,31, the post test I is 84,66, and of the post test II is 89,94, the category of good, the everage value of the scientific performance is 80,86, the category of good, and the value of the character development of students increase from initial is 1,90, cycle I is 2,82, and cycle II is 3,62 with category very good. Based on the results of this research, it can be concluded that the device of learning is valid, practical and effective to increase character and the results of student learning an undergoes, so it can be used in wider scope.keyword : Device Learning, Character Education, Guided Inquiry
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMP BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN SETTING GROUP INVESTIGATION ., I PUTU SUDIRTA; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran fisika SMP yang bermuatan pendidikan karakter dengan setting Grup Investigasi. (2) Menganalisis perubahan karakter siswa setelah diberikan perangkat pembelajaran fisika bermuatan karakter. (3) Menganalisis prestasi belajar siswa setelah diterapkan perangkat pembelajaran fisika yang bermuatan pendidikan karakter dengan setting GI. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan perangkat pembelajaran yang disarankan oleh Thiagarajan,Semmel, dan Semmel (1974), yaitu model pengembangan perangkat 4-D, (define, design, develop, dan disseminate). Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: (1) Melalui penelitian ini dihasilkan perangkat pembelajaran fisika SMP yang bermuatan pendidikan karakter dengan setting GI, menurut penilaian dari dosen ahli dan praktisi termasuk dalam kategori sangat baik (A) dengan jumlah rerata skor keseluruhan untuk silabus sebesar 4,32; untuk RPP sebesar 4,63; untuk LKS sebesar 4,72; untuk buku siswa sebesar 4,53; dan untuk buku pegangan guru sebesar 4,43 sehingga memenuhi kelayakan sebagai perangkat pembelajaran. (2) Nilai karakter siswa menjadi meningkat secara signifikan dari 73% pada pertemuan pertama menjadi 95% pada pertemuan ke empat dengan kategori karakter siswa telah membudaya (MK). (3) Prestasi belajar siswa menjadi lebih baik setelah diterapkannya perangkat pembelajaran fisika bermuatan karakter dengan setting GI. Hal ini dapat diketahui dari nilai thitung < ttabel (t= -32,428 < 1,665; p < 0,05)Kata Kunci : Perangkat pembelajaran Fisika, pendidikan karakter, prestasi belajar The purpose of this study is to: (1) Generate a learning device physics junior laden with character education settings Investigation Group. 2) Analyze changes in the character of the students after learning the physics of charged given character. (3) Analyze student achievement after learning the physics implemented character education charged with GI settings. This type of research is the Research and Development (R & D) with reference to the development of learning models suggested by Thiagarajan, Semmel, and Semmel (1974), namely the development of a model 4-D, (define, design, develop, and disseminate). From the results of research and discussion, it can be concluded: (1) Through the study of physics learning SMP resulting devices are charged with setting GI character education, according to the assessment of faculty experts and practitioners included in the excellent category (A), the number of overall mean score of 4.32 for the syllabus; for RPP of 4.63; LKS amounted to 4.72; to guide students by 4.53; and a handbook for teachers of 4.43, that meet eligibility as a learning device. (2) The value of the students character be increased significantly from 73% at the first meeting to 95% at the fourth meeting of the categories of students have entrenched character (MK).(3) Student achievement for the better after the implementation of the learning device physics of charged character with a GI setting. Hal ini dapat diketahui dari nilai thitung < ttabel (t= -32,428 < 1,665; p < 0,05)keyword : Device physics learning, character education, academic achievement
PENGARUH PENGAJARAN KUANTUM TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KARAKTER SISWA SMP ., NI WAYAN MASIH; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar biologi dan karakter antara kelompok siswa yang belajar dengan model pengajaran kuantum dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction (DI), Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Posttest Only Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas (VIIIA dan VIIIB) dengan jumlah sebanyak 64 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji MANOVA yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan karakter siswa (F=80,935; p < 0,05), terdapat perbedaan hasil belajar Biologi (F= 39,256; p
ANALISIS STANDARISASI LABORATORIUM BIOLOGI DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI KOTA DENPASAR ., I NYOMAN MASTIKA; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengungkap standarisasi laboratorium yang ada di SMA Negeri Kota denpasar, dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dimana dalam penentuan responden menggunakan tehnik probability sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 200 responden yang terdiri dari kepala sekolah, guru bidang studi, petugas laboran laboratorium biologi serta siswa siswi yang sudah menginjak kelas XII IPA. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan pengujian mengkorelasikan sekor setiap item jawaban responden dengan total item pernyataan dengan mencari sekor presentase rata-rata. Data hasil penelitian ini di uji dengan menggunakan rumus presentase rata-rata. Hasil dalam penelitian deskriptif ini menunjukkan bawa kondisi daya dukung fasilitas alat-alat laboratorium IPA/Biologi yang ada di kota denpasar menunjukkan bahwa kondisinya hampir memenuhi standar minimal yang telah ditetapkan yakni (1) Fasilitas Perabot yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar belum memenuhi standar minimal ( 80.56 % ), (2) Fasilitas alat ukur dasar laboratorium yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar masih berada di bawah standar minimal ( 96.80 % ), (3) Fasilitas Gambar/charta yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar belum memenuhi standar minimal ( 83.73 % ), (4) Fasilitas bahan-bahan yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar belum memenuhi standar minimal ( 97.77 % ), (5) Fasilitas papan tulis yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar sudah memenuhi standar minimal ( 100% ), 6) Fasilitas perlengkapan lain yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar belum memenuhi standar minimal ( 77.77 % ). Dari segi managemen pengelolaan laboratorium SMA Negeri kota Denpasar semua tergolong sangat baik sedangkan untuk efektivitas dalam pemanfaatan ruang laboratorium yang ada di kota denpasar menunjukkan sangat baik.Kata Kunci : Daya Dukung Sarana Prasarana , Pengelolaan Laboratorium , Efektivitas Pemanfaatan Laboratorium This study uses a quantitative approach to the type of correlational studies in which the determination of respondents use probability sampling technique. Respondents in this study amounted to as much as 200 respondents consisting of principals, subject teachers, lab biology laboratory personnel and students of class XII are already stepping IPA. Testing in this study using the test correlate each item sekor respondents with a total item statement by finding the average percentage Silverback. The data on the test results of this study using the average percentage formula. The results of this descriptive study show that your condition carrying facility of laboratory equipment IPA / Biology in the city of Denpasar shows that the condition nearly meet the minimum standards that have been established that ( 1 ) the existing facilities in the room furnishings laboratory science / biology in SMA Denpasar city as much as 80.56 % of data obtained not meet minimum standards , ( 2 ) basic laboratory facilities measuring instruments that exist in space science laboratory / Biology in SMA Denpasar gained as much as 96.80 % of data is still below minimum standards , ( 3 ) facilities Picture / Charta existing laboratory space science / biology in SMA Denpasar as much as 83.73 % of data obtained not meet minimum standards , ( 4 ) facilities existing materials in the science lab / Biology in SMA Denpasar as much as 97.77 % of data obtained not meet minimum standards , ( 5 ) existing whiteboard facilities in laboratory science / biology in SMA Denpasar gained as much as 100 % of data already meets the minimum standard , 6 ) other equipment facilities that exist in the space science lab / Biology in SMA Denpasar city as much as 77.77 % of data obtained not meet minimum standards . In terms of management of SMA laboratory management of Denpasar all classified as very good , while for effectiveness in the utilization of laboratory space in the city of Denpasar showed very good .keyword : Infrastructure Capability, Laboratory Management, Laboratory Utilization Effectiveness
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONSTEKTUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA ., MADE AYU SRI ARIANI; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis 1) perbedaan Pemahaman Konsep (PK) IPA dan Ketrampilan Berpikir Kritis (KBK) antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kontekstual (MPK) dengan siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Langsung (MPL) 2) perbedaan PK antara siswa yang belajar MPK dengan MPL, 3) perbedaan KBK antara siswa yang mengikuti MPK dan MPL. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan Post-Test Only Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I Kuta Utara tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data dikumpulkan dengan tes. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan hasil penelitian bahwa (1) Terdapat perbedaan Pemahaman Konsep dan Ketrampilan Berpikir Kritis antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kontekstual dengan Model Pembelajaran Langsung,signifikasi< 0,05 (2) Terdapat perbedaan Pemahaman Konsep antara Model Pembelajaran Kontekstual dengan Model Pembelajaran Langsung (F= 277,337;p
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KECAMATAN MENGWI ., NI LUH MADE DIAH ERNAWATI; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung pola asuh orang tua dan interaksi teman sebaya melalui kecerdasan emosional terhadap hasil belajar IPA serta pengaruh langsung kecerdasan emosional terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Mengwi. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post pacto. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Mengwi dengan jumlah sampel 366 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis regresi dan analisis jalur (path analysis). Berdasarkan hasil analisis, pola asuh orang tua memberikan pengaruh langsung secara signifikan sebesar 0,325 dan tidak terdapat pengaruh tidak langsung melalui kecerdasan emosional terhadap hasil belajar. Kecerdasan emosional memberikan pengaruh langsung secara signifikan sebesar 0,492. Sedangkan interaksi teman sebaya memberikan pengaruh langsung secara signifikan sebesar 0,836 dan tidak terdapat pengaruh tidak langsung melalui kecerdasan emosional terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Mengwi.Kata Kunci : Pola asuh orang tua, interaksi teman sebaya, kecerdasan emosional, hasil belajar IPA This study aims to determine the effect of direct and indirect parents parenting and peer interaction through emotional intelligence to science learning outcomes as well as the direct influence of emotional intelligence on science learning outcomes in Junior High School eighth grade students in Mengwi. This research is ex-post Pacto. The samples were all students at Junior High School eighth grade Mengwi with a sample of 366 students. Data were analyzed with regression analysis and path analysis (path analysis). Based on the analysis, the pattern of care parents provide significant direct effect of 0.325 and there is no indirect effect through emotional intelligence on learning outcomes. Emotional intelligence is a significant direct effect of 0.492. While peer interaction provide significant direct effect of 0.836 and there is no indirect effect through emotional intelligence to science learning outcomes in Junior High School eighth grade students in Mengwi.keyword : Patterns of parenting, peer interaction, emotional intelligence, learning outcomes IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE TERHADAP SELF-EFFICACY SISWA SMP DITINJAU BERDASARKAN GENDER ., NI MADE SRI NUYAMI; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan menganalisis (1) perbedaan self-efficacy siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan self-efficacy siswa laki-laki dan siswa perempuan,(3) pengaruh interaksi model pembelajaran dan jenis kelamin, (4) perbedaan self-efficacy yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional untuk siswa laki-laki, (5) perbedaan self-efficacy yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional untuk siswa perempuan. Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan Posttest Only Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian seluruh kelas IX SMPN 10 Denpasar. Sampel berjumlah 160 orang dengan teknik simple random sampling. Analisis data dengan statistik deskriptif dan uji ANAVA 2 jalur dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan self-efficacy siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional (F = 34,040; p
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO YOUTUBE DALAM PEMBELAJARAN IPA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA ., I WAYAN IWANTARA; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media video youtube dalam pembelajaran IPA terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi adalah siswa kelas IX di SMP N 1 Abiansemal dengan sampel 105 siswa yang terdiri dari 2 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Data yang diperoleh berupa skor N-gain motivasi belajar dan pemahaman konsep. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi dan tes pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Terdapat perbedaan motivasi belajar dan pemahaman konsep yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media riil, media video dan media charta (F=19,630; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETRAMPILAN PROSES SAINS PADA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 AMLAPURA ., I NYOMAN SUTAMA; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (2) menganalisis perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (3) menganalisis perbedaan perbedaan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Amlapura tahun pelajaran 2012/2013 dengan populasi siswa kelas XI IPA yang berjumlah 155 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen, serta kelas XI IPA2 sebagai kelompok kontrol. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan post-test only control group design. Instrumen pengambilan data berupa tes keterampilan berpikir kritis dan instrumen keterampilan proses sains. Teknik analisis data yang digunakan adalah MANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Analisis lebih lanjut dengan uji LSD menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang mendapat model pembelajaran inkuiri lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. (2) terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Analisis lebih lanjut dengan uji LSD menunjukkan bahwa keterampilan proses sains kelompok siswa yang mendapat model pembelajaran inkuiri lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. (3) terdapat perbedaan kemampuan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung.Kata Kunci : Pembelajaran Inkuiri, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Proses Sains. This study aims at : (1) Analyzing the differences critical thinking skills between the students who take the inquiry learning model and students who take the direct instructional model . ( 2 ) analyzing the differences between students science process skills between the students who follow the inquiry learning model to the direct instructional model . ( 3 ) analyzing the differences of critical thinking skills and science process skills among students who take the inquiry learning model and students who take the direct instructional model. The experiment was conducted at SMAN 2 Amlapura in the academic year 2012/2013. The number of population for the research is 155 students from XI IPA. The sample is students of XI IPA1 as the experimental group, and class XI IPA2 as a control group. This research is a quasi experimental design with a post-test only control group design. Data is collected in the form of a test of critical thinking skills and science process skills instrument. The data analysis technique used is MANOVA followed by LSD test at significance level α = 0.05. The results shows that: ( 1 ) there is a difference between the critical thinking skills of students who take the students inquiry learning model to the students who follows the direct instructional model . Further analysis with LSD test group showed that critical thinking skills of students who got the inquiry learning model is better than the group of students who received direct instruction model of learning. (2) There is a difference between students science process skills who follow the model of inquiry learning with students who take direct instructional learning model. Further analysis with LSD test showed that the science process skills of the group of students who received inquiry learning model is better than the group of students who received direct instruction model of learning. (3) there are differences in the ability of critical thinking skills and science process skills among students who take the inquiry learning model to students who follow the direct instructional learning modelkeyword : Learning Inquiry , Critical Thinking Skills , Science Process Skills

Page 2 of 12 | Total Record : 112