cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue " Vol 3 (2013)" : 23 Documents clear
PENGARUH MODEL E-LEARNING BERBASIS MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KKPI SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Partha Sindu, I G.; Santyasa, I W.; Sukra Warpala, I W.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model direct instructions, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, dan (3) mendeskripsikan pengaruh interaktif antara model pembelajaran (e-learning berbasis masalah dan direct instructions) dengan motivasi belajar siswa (motivasi tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar KKPI. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 5 kelas yang terdiri dari 178 siswa. Sampel diambil 4 kelas dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan dianalisis dengan ANACOVA faktorial 2×2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dan siswa yang belajar dengan model direct instructions, (2) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (3) terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar KKPI yang dicapai siswa.   Kata kunci: model e-learning berbasis masalah, motivasi belajar, hasil belajar   Abstract This study was aimed at (1) describing the differences in learning outcomes of Computer Skills and Information Management (KKPI) between the students who learned through problem-based e-learning model with students who learned through direct instructional model, (2) describing the differences in learning outcomes of KKPI between the students with high learning motivation with those with low learning motivation, and (3) describing the interactive effect between the model of learning (problem-based e-learning model and direct instructional model) with student’s motivation (high and low motivation) towards learning outcomes of KKPI. This study is a quasi-experimental study using a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population of this study consist of 5 classes consisting of 178 students. Samples were taken 4 classes with simple random sampling. Data was collected using achievement test and analyzed using ANACOVA factorial 2×2. The result showed that (1) there was difference in learning outcomes of KKPI between the students who learned through the problem-based e-learning model and the students who learned through the direct instructional model; (2) there was difference in learning outcomes of KKPI between students who have high learning motivation and students who have low learning motivation; (3) there was an interactive influence between the model of learning with learning motivation towards the student’s achievement in the learning outcomes of KKPI.   Keywords : problem-based e-learning model, learning motivation, learning outcomes
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MIKROKONTROLER BERBASIS ADVANCE VIRTUAL RISC (AVR) DALAM MATA PELAJARAN TEKNIK MIKROKONTROLER Ekayana, A. A. Gde.; Suharsono, Naswan; Tegeh, I Made
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran mikrokontroler melalui proses pengembangan prototipa, mendeskripsikan tanggapan hasil uji coba dan menguji efektivitas perangkat pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari ahli isi, ahli media dan ahli desain pembelajaran serta para partisipan uji coba. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan tahapan pengembangan model Borg dan Gall. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket untuk mendapatkan tanggapan dari para ahli dan peserta uji coba produk, sedangkan tes digunakan untuk melihat hasil uji-coba pada mata pelajaran mikrokontroler. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistic inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Borg dan Gall telah berhasil dilaksanakan. Hasil uji coba perorangan oleh para ahli memberikan tanggapan yang positif terhadap produk pengembangan awal, demikian juga halnya hasil uji kelompok kecil dan uji lapangan oleh guru dan siswa. Hasil efektivitas perangkat pembelajaran mikrokontroler dalam proses pembelajaran yang dicari melalui uji pretest posttest dan dianalisis dengan uji t menunjukkan bahwa penerapan produk perangkat pembelajaran mikrokontroler dalam proses pembelajaran teknik mikrokontroler terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan perangkat pembelajaran mikrokontroler. Kata kunci: perangkat pembelajaran, mikrokontroler, advance virtual risc, hasil belajar Abstract This study was conducted to generate learning device microcontroller through prototype development process, describing the response test results and test the effectiveness of the learning. Study subjects comprised of content experts, media specialists and instructional design experts and trial participants. To achieve these objectives the development stages of the model used Borg and Gall. Data were collected using a questionnaire to get feedback from the experts and participants of product trials, while the test is used to see the results of a trial in subjects microcontroller. Data were analyzed with descriptive analysis and inferential statistics. The results showed that the process of developing a model of learning by Borg and Gall has been successfully implemented. The results of individual trials by the experts give a positive response to the initial development of the product, as well as a small group of test results and field tests by teachers and students. Effectiveness of learning outcomes microcontroller devices are searched in the learning process through test pretest and posttest were analyzed by t-test showed that the application of the product in the process of learning microcontroller microcontroller learning techniques proven successful in improving student learning outcomes, in other words there are significant differences between students learning outcomes before and after using the device microcontroller learning. Keywords : instruction devices, microcontroller, advance virtual risc, and learning  achievement
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN ASSESSMENT ALTERNATIF ONLINE MATA PELAJARAN IPA TINGKAT SMP KELAS DELAPAN DENGAN MODEL DICK AND CAREY Budiyasa, I M.; Santyasa, I W.; Warpala, I W. Sukra
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar dan assessment alternatif online tingkat sekolah menengah pertama. Identifikasi permasalahan yang diteliti adalah sebagai berikut: 1) kebutuhan media pembelajaran semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitas, 2) kebutuhan tes online untuk mengatasi kendala yang rumit dalam proses evaluasi baik proses pembelajaran konvensional sampai pembelajaran modern. Secara operasional tujuan tersebut dirinci sebagai berikut: 1) Menjelaskan proses rancangan bahan ajar online dan assessment alternatif online mata pelajaran IPA tingkat SMP, 2) mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, ahli komputer, 3) mendeskripsikan tanggapan uji perorangan, kelompok kecil, tanggapan guru mata pelajaran, dan uji lapangan, 4) menganalisis efektifitas media yang dikembangkan. Subyek coba pada tahap ini dilakukan oleh seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media pembelajaran dan seorang ahli media online, guru pengampu mata pelajaran dan para siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, pretest dan posttest. Data dianalisis dengan deskriftif kualitatif, deskriftif kuantitatif  dan analisis statistik uji-t. Hasil review dari ahli isi menyatakan bahwa isi produk sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain adalah baik. Hasil tanggapan ahli media pembelajaran adalah sangat baik. Hasil penilaian ahli media online adalah baik. Hasil tanggapan uji perorangan adalah sangat baik. Hasil uji kelompok kecil adalah baik. Hasil penilaian pendidik adalah sangat baik. Hail penilaian uji lapangan adalah sangat baik. Hasil uji dengan prangkat lunak SPSS 17 pada taraf signifikasi 5%, nilai rata-rata pretest 31,67 dan posttest 78,67. Hasil uji-t menunjukkan angka signifikasi 0,001, angka signifikasi tersebut lebih kecil dari signifikasi yang ditetapkan 0,05,  sehingga H0 ditolak, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar online.   Kata kunci:  bahan ajar online, tes online, e-learning sains.   Abstract This study aimed at developing online media and alternative online assessment for Junior High School. Identification of issues to be examined are: 1) the need of learning media is increasing both the quantity and quality 2) the need of online test to solving complicated in the process of evaluating both conventional learning process or modern learning. Operationally, the purposes can be described as follows; 1) explain the design for online media and alternative online assessment for Junior High School. 2) describing content expert’s opinion, describing instructional design expert’s opinion, describing instructional media expert’s opinion, and computer expert’s opinion, 3) describing student’s opinion and small group students opinion, teacher’s opinion, and formative tets,  4) analyzing the effectiveness of developed online media and alternative online assessment. The subjects of this study were the content expert, the instructional design expert, the instructional media expert, and the online media expert, the subject teachers and the eighth grade students of SMP N 2 Singaraja. Data were analyzed qualitative descriptively, quantitative descriptively, and analyzed statistics T test. The Results of a review from content expert asserted that the product’s content has been appropriate. The response from instructional design expert is good. The response from instructional media expert is very good. The response from online media expert is good. The response from individual test is very good. The response from small group test is good. The response from the subject teacher is very good. Field test result is very good. The result of analyzed using SPSS 17 in 5% level of significance. It was shown that, the mean of pretest was 31.67 and the mean of posttest was 78.67. The result of t-test showed the significance value was 0.001, which mean it was below the level of significance  0.05, Therefore H0 refused, equally there are a significance difference between students learning before and after online based media given.   Keywords: online media, online test, e-learning science.
PENERAPAN COMPUTER ASSISTED LANGUAGE LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERBICARA D.N, Widiawati,; ., Sukadi; I W. S., Warpala,
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar berbicara siswa pada pelajaran bahasa Inggris serta mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan metode CALL berbantuan video. Penelitian ini diadakan karena berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa hasil belajar siswa dalam berbicara sangat rendah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah siswa kelas Xtkj SMK TI BALI GLOBAL Singaraja tahun 2013-2014 dengan keseluruhan subyek berjumlah 14 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara (speaking test), tugas-tugas dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode CALL berbantuan video dapat meningkatkan hasil belajar berbicara siswa pada pelajaran bahasa Inggris. Data yang dikumpulkan selama pelaksanaan pre test pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 48,56 dan hasil belajar pada post test yang dilakukan pada akhir siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 73,21 dengan ketuntasan klasikal sebesar 50%. Pelaksanaan pre test pada siklus II menunjukan nilai rata-rata siswa sebesar 71,07 dan hasil post tes yang dilaksanakan pada akhir siklus II menunjukan nilai rata-rata siswa sebesar 86,07 dengan ketuntasan klasikal 100% dan tanggapan siswa terhadap penerapan CALL berbantuan video berada pada kategori positif.   Kata kunci: metode CALL, media video,  prestasi belajar   Abstract This study aimed at improving the students’ speaking achievement and describing the responses of  students’ learning in english by the application of the method CALL with video. This study was conducted based on the preliminary observation that found out the students’ speaking achievement was categorized as low. The method used in this study was classroom action research. The study was consisted of two cycles I. Each of cycle was consisted of 4 steps, namely: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were the students at Xtkj SMK TI BALI GLOBAL Singaraja in academic year 2013/2014 with the total subjects consisted of 14 students. The data were gathered by using worksheet, homework and interview. The data analyzed descriptively. The result showed that  implementation  the method of CALL with video could improve students’ speaking achievement. The data which were gathered during the implementation of pre test in cycle showed the students’ mean score 48,56 and The post test which was conducted in the end of cycle I showed the students’ mean score was 73,21 with classical completeness 50%. The implementation of pre test in cycle II showed the students’ mean score was 71,07 and the post test which was conducted in the end of cycle II showed the students’ mean score was 86,07 with the classical completeness 100% and student responses to the application of the method CALL with video On the positive category. Key words: The method of CALL, learning achievement in speaking
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PENGETAHUAN AWAL UNTUK MATA PELAJARAN FOTOGRAFI BAGI SISWA KELAS X SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA Brahmantara, I B. G.; Santyasa, I W.; Tegeh, I M.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis pengetahuan awal di SMK TI Global Singaraja.mengetahui bagaimana tanggapan dari uji ahli dan megetahui bagaimana pengaruh terhadap pembelajaran fotografi di SMK TI Global Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development). Pengembangan bahan ajar menggunakan model Dick dan Carey yang memiliki delapan tahap yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi prilaku awal, menulis tujuan pembelajaran khusus, mengembangkan butir-butir tes acuan, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, mendesain dan memilih evaluasi formatif. Jumlah responden yang me-review bahan ajar adalah satu orang ahli isi sekaligus ahli media isi, satu orang ahli media komputer, satu orang ahli desain pembelajaran, tiga siswa dalam uji perorangan, 12  siswa dalam uji kelompok kecil, 20 siswa dalam uji lapangan, dan 1 guru mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian the one group , pretest-posttest design. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan Uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas multimedia ditinjau dari: (1) aspek isi adalah sangat baik dengan persentase 100%. (2) Aspek media isi sangat baik dengan persentase 100%. (3) Aspek media komputer baik dengan persentase 83%. (4) Aspek desain pembelajaran baik dengan persentase 86%. (5) Aspek uji perorangan sangat baik dengan persentase 100%. (6)  Aspek uji kelompok kecil baik dengan persentase 89%. (7) Aspek uji guru mata pelajaran sangat baik dengan persentase 91,66%. (8). Aspek uji lapangan baik dengan persentase 87,47%.Berdasarkan hasil uji-t menunjukkan bahwa signifikansi yang diperoleh 0,001 kurang dari signifikansi yang ditetapkan 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum belajar dengan multimedia pembelajaran dan setelah belajar dengan  multimedia pembelajaran.   Kata kunci: multimedia pembelajaran, pengetahuan awal, mata pelajaran fotografi   Abstract This study aimed at developing prior knowledge based multimedia learning on photography lesson in SMK TI Global Singaraja. The design of the study was in the form of research and development. Dick and Carey model was used in multimedia learning development which had eight stages, namely: 1) identify instructional goals, 2) conduct instructional analysis, 3) identify entry behavior, 4) write performance objective, 5) develop criterion reference tests, 6) develop instructional strategy, 7) develop and select instructional material, 8) develop and conduct formative evaluation. The number of multimedia learning reviewer were  a content expert as well as media content expert, a computer media expert, a learning design expert, 3 students in individual test, 12 students in small group test, 20 students in field test and a teacher. The pretest and posttest data were analyzed using t-test. The result of the study showed that the validity of teaching material in terms of; (1). Content aspect was very good with 100 % (2). Content media aspect was very good with 100 % (3). Computer media aspect was good with 83%. (4) Learning design aspect was good with 86% (5). Individual test aspect was very good with 100% (6). Small group test was very good with 89% . (7). Teacher test aspect was very good with 91.66%. (8). Field test aspect was very good with 87.47%.  The result of t-test showed the significance value obtained was 0.001 which was less than standard significance value 0.05. It meant there was a significant difference between students achievement before multimedia learning given and after multimedia learning given.   Keywords : multimedia learning, prior knowledge, photography lesson
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN SERVER JARINGAN DI SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA K.W, Astawan,; I. W, Santyasa,; I. M, Tegeh.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sumber belajar berupa modul teks yang dapat digunakan sebagai sumber belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar. Modul yang dikembangkan berbasis model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Penelitian pengembangan ini dilakukan pada mata pelajaran server jaringan di kelas XI program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan pada SMK TI Bali Global Singaraja. Model pengembangan yang digunakan adalah Model Dick & Carey. Untuk mengetahui manfaat modul dalam proses pembelajaran, dilakukan pre-eksperimen yang hanya melibatkan satu kelompok peserta didik. Kelompok tersebut diberikan pretest dan posttest. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-post test design. Pretest diberikan sebelum pembelajaran dengan modul dan posttest diberikan kepada peserta didik setelah pembelajaran dengan modul selesai diberikan. Berdasarkan hasil tes tersebut, hipotesis penelitian diuji dengan uji-t dan dibantu dengan menggunakan perangkat lunak SPSS.   Hasil pengujian menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah 0,001. Nilai tersebut lebih rendah dari signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05. Ini berarti bahwa terjadi peningkatan hasil belajar setelah modul berbasis group investigation diterapkan dalam pembelajaran. Nilai rata-rata posttest yang dicapai 8,68 berada pada kategori sangat baik. Tingginya efektifitas yang dicapai karena modul ajar yang dikembangkan sesuai dengan kurikulum, karakteristik siswa dan lingkungan belajar. Hal tersebut juga didukung oleh penerapan modul ajar yang diintegrasikan dengan pembelajaran kooperatif tipe group investigation.   Kata kunci: modul ajar, kooperatif, group investigation   Abstract The research development was conducted on the subjects in Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan at SMK TI Bali Global Singaraja, by adopting Dick & Carey research design. To find outthe benefits ofthe modulein the learning process, it was conductedpre-experiments involving onlyone groupof learners. The group is given a pre-test and post-test. The study design used was a group pre post-test design. Pre-test was given before the learning with modules and post-test was given to the students after learning with modules completed. Based on these test results, the research hypotheses were tested by t-test and assisted by using SPSS software. T-test results indicate significances which means that  increased in results after the learning module based network servers implemented in the learning group investigation.   The test results indicate significance obtained was 0.001. This value is lower than the specified significance of 0.05. This means that an increase in learning results after the  module based-group-investigation is applied in the learning. Posttest mean value reached 8.68 in the category very well. Achieved due to the high effectiveness of teaching modules are developed in accordance with the curriculum, student characteristics and learning environment. This is also supported by the implementation of teaching modules that are integrated with cooperative learning group investigation.   Keywords : modules, cooperative, group investigation
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS NARASI SISWA KELAS VII5 SMP NEGERI 3 BANJAR TAHUN 2012/2013 Winaya, I. G.; Santyasa, I. W.; Rasana, I. D. P. Raka
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian tindakan kelas ini bertujuan: meningkatkan prestasi belajar menulis narasi siswa, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan media video. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII5 SMP Negeri 3 Banjar tahun pelajaran 2012/2013 semester II yang berjumlah 30 orang. Objek penelitian ini adalah prestasi belajar menulis narasi dan tanggapan siswa. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual berbantuan media video dapat meningkatkan prestasi belajar menulis narasi. Peningkatan prestasi belajar siswa tersebut dapat dilihat dari perolehan skor menulis narasi dari awal siklus, siklus I dan siklus II. Skor yang diperoleh siswa adalah (1) skor rata-rata awal siklus 65,46 dengan standar devisiasi 6,59, pada siklus I 72,2 dengan standar devisiasi 3,99, dan pada siklus II 83,2 dengan standar devisiasi 3,99. Ketuntasan klasikal pada awal siklus 60,71%, pada siklus I 96,6% dan pada siklus II 100%. Skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kontekstual berbantuan media video adalah 79 berada pada kategori positif. Berdasarkan skor yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dengan berbantuan media video dapat meningkatkan prestasi belajar menulis narasi.   Kata kunci: pembelajaran kontekstual, media video, menulis narasi     Abstarct   The purpose of this action research was to improve students achievement in writing narartion, and describe the students responses to the application of contextual learning model assisted with video media. The subject of this study is VII5 grade students of SMP Negeri 3 Banjar in academic year 2012/2013 semester II of about 30 people. The object of this study is to learn to write narrative performance and student response. This action research consists of two cycles are cycles I and cycle II. The results showed that the application of contextual learning assisted video media can improve learning achievement writing narration. Increase in student achievement can be seen from the acquisition of writing narration scores from the beginning of the cycle, the first cycle and second cycle. Scores obtained to students are (1) the average score in early cycle 65,46 with standard deviation 6.59,  on the first cycle 72.2 with  standard deviation 3.99, and the second cycle 83.2 with  standard deviation 3.99 . Classical completeness at the beginning cycle 60.71%, the first cycle 96.6% and in the second cycles 100%. Average score of student responses to the application of contextual learning with video media 79 in the positive category. Based on the scores obtained in this study it can be concluded that the application of contextual learning with video-assisted media can improve learning achievement writing narration.     Keywords: contextual learning model, video, writing narrative  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN KECERDASAN LINGUISTIK TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS BAGI SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 ABANG Swasti, N M.; Candiasa, I Made; Warpala, W. S
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual dan kecerdasan linguistik terhadap keterampilan menulis bahasa Inggris. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X di SMK Negeri 1 Abang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 144 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan menggunakan rancangan the non-equivalent pretest posttest control group design. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan menulis bahasa Inggris dan tes kecerdasan linguistik. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan dalam penelitian. Uji persyaratan yang dilakukan sebelum pengujian hipotesis yaitu uji normalitas sebaran data, uji homogenitas varians, dan uji linearitas dan keberartian arah regresi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian (ANACOVA) faktorial 2×2. Setelah pengujian hipotesis, dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh kovariat pretest terhadap keterampilan menulis bahasa Inggris siswa (nilai F = 173,259 dan sig. = 0,001 < α = 0,05),  (2) terdapat perbedaan keterampilan menulis bahasa Inggris siswa berdasarkan model pembelajaran yaitu antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA = 14,657 dan nilai sig. = 0,001 < α = 0,05), (3) terdapat perbedaan keterampilan menulis bahasa Inggris siswa berdasarkan kecerdasan linguistik yaitu antara siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi dan siswa yang memiliki kecerdasan linguistik rendah (FB = 339,257 dan nilai sig. = 0,001 < α = 0,05), dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan linguistik terhadap keterampilan menulis bahasa Inggris siswa FAB = 144,978 dan nilai sig. = 0,001 < α= 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan antar model pembelajaran, (2) terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan kecerdasan linguistik, (3) terdapat perbedaan keterampilan menulis antar model pembelajaran pada siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi, dan (4) terdapat perbedaan keterampilan menulis antar model pembelajaran pada siswa yang memiliki kecerdasan linguistik rendah.   Kata kunci: CTL, kecerdasan linguistik, keterampilan menulis Abstract This research aimed at finding out the effect of contextual learning model and linguistic intelligence toward English writing skill at tenth grade students of SMK Negeri 1 Abang. Population of this research were all of the tenth grade students in SMK Negeri 1 Abang. The sample used here were 144 students which were taken by using simple random sampling technique. This research was a quasi experimental research using the non-equivalent pretest posttest control group design. The data were collected by using English writing test and linguistic intelligence test. The instruments were validated before administered to the research sample. The analysis of covariance was conducted to test the hypotheses. The result of this research shows that (1) there is an interactive effect between pretest and English writing skill (F value = 173,259  and sig. = 0,001 < α = 0,05),  (2) there is a significance difference between English writing skill based on learning model (CTL and traditional model, FA = 14,657  and sig. = 0,001 < α = 0,05 ), (3) there is an interactive effect between learning model and linguistic intelligence toward English writing skill FAB = 144,978  and  sig. = 0,001 < α= 0,05), and (4) there is a significance difference on writing skill between higher linguistic intelligence and lower linguistic intelligence (FB = 339,257  and sig. = 0,001 < α = 0,05). Based on the above findings, it can be concluded that (1) there is a significance difference between learning models, (2) there is an interactive effect between learning model and linguistic intelligence, (3) there is a significance different on writing skill between learning models for the students who have higher linguistic intelligence, and (4) there is a significance different on writing skill between learning models for the students who have lower linguistic intelligence.   Keywords: CTL, linguistic intelligence, writing Skill
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KREATIF TERINTEGRASI BAGI SISWA KELAS IX SMP SEMESTER ENAM Komang Kawi, I Gusti Ayu; Santyasa, I Wayan; Raka Rasana, I Dewa Putu
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran bahasa Inggris kreatif terintegrasi bagi siswa kelas IX SMP semester enam, dan tujuan operasionalnya adalah: (1) mendesain bahan ajar, (2) mendeskripsikan hasil-hasil uji ahli pembelajaran terhadap isi, media, dan desain bahan ajar, (3) mendeskripsikan hasil uji teman sejawat dan  siswa,  dan (4) mendeskripsikan hasil uji efektivitas penerapan. Subjek uji terdiri dari 2 ahli  pembelajaran, 3 teman sejawat, 9 siswa, dan 30 siswa untuk uji efektivitas penerapan dengan desain pretest dan post test. Data dikumpulkan melalui angket dan tes, kemudian dianalisis menggunakan teknik descriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan hasil:  (1) uji terhadap draft I oleh ahli isi 94,81%, media 100% dan desain 91,13%, berkualifikasi hampir sempurna, dilakukan perbaikan ringan, (2) uji terhadap draft II oleh teman sejawat 97,31%  dan siswa 90,16%, berkualifikasi hampir sempurna, dilakukan perbaikan ringan, dan (3) uji t terhadap pretest dan post-test  menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel, hipotesis alternative diterima, yaitu terdapat prbedaan signifikan hasil belajar antara sebelum dan sesudah penerapan bahan ajar yang dikembangkan. Dengan demikian, bahan ajar hasil pengembangan dapat dinyatakan layak untuk diproduksi dan diterapkan.   Kata kunci: bahan ajar, pembelajaran kreatif-terintegrasi, bahasa Inggris     Abstract This research aimed at developing an integrated and creative English learning materials for grade IX students of SMP. The operational purpose are: (1) determining the design of learning material, (2) describing the result of validation by the expert of content, media and  instructional design, (3) describing the result of validation by colleague and students, and (3)  describing the result of the implementation try out. The subjects of evaluation were, 2 instructional experts, 3 colleagues, 9 students, and 30 students for the implementation try out. The data was collected using quetionair and test. The result of evaluation was analyzed through quantitative and qualitative descriptive technique.  The results showd: (1) validation over draft I by the exspert of content 94,81%, media 100% and design 91,13%, the qualification is almost perfect, light revision was done (2) validation over draft II by colleagues 97,31% and by students 90,16%, the qualification is almost perfect, light revision was done, and  (3) the t test over the result of pretest and post test showed, t operation  is bigger than t table.The alternative hypothesis was accepted, there was significant differences of achievement between before and after the implementation of the learning materials being developed. Based on the result of evaluation, it was concluded that the learning materials that was developed has completed the standard of qualification to be produced and implemented.   Keywords : learning materials, creative-integrated instruction, English
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERPENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA I W. I, Adrianus; Candiasa, I Made; Kirna, Made
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini adalah Penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual yang dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Singaraja dengan melibatkan siswa kelas VIII sebagai subyek penelitian. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual, mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli desain, ahli media pembelajaran, user/guru pengajar mata pelajaran matematika, dan siswa  dalam bentuk uji coba perseorangan, uji coba siswa kelompok terbatas terhadap produk pengembangan serta menganalisis efektifitas produk pengembangan ini. Dari hasil uji ahli isi pembelajaran menunjukan bahwa produk berkualifikasi baik ditinjau dari kelayakan isi, kebahasaan serta sajian materi yang ada di dalamnya. Berdasarkan penilaian dari ahli media pembelajaran, produk multimedia ini berada pada kualifikasi sangat baik ditinjau dari aspek elemen tampilan, grafis, animasi, suara/audio, dan kualitas fisik.  Penilaian dari ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa dari segi desain pembelajaran, maupun desain antar muka dan interaktivitas media, multimedia ini sendiri sudah sangat baik dan sudah dapat digunakan oleh siswa. User/guru pengajar memberikan respon baik pada multimedia pemelajaran ini. Pada uji coba perseorangan, produk multimedia ini mendapat respon sangat baik. Uji coba kelompok siswa terbatas pada tahap I dan II memperoleh persentase tingkat pencapaian masing-masing sebesar 93,7% dan 90,92% yang kesemuanya berada pada kualifikasi sangat baik. Hal ini menunjukkan dari segi kepraktisan produk multimedia ini layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji-t memperoleh hasil sig sebesar 0,001 (lebih kecil dari 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa H0 di tolak dan H1 diterima. Dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum dan setelah pembelajaran dengan menggunakan multimedia pembelajaran matematika berpendekatan kontekstual.   Kata kunci: Multimedia pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Matematika. Abstract This research is development research to produce a mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached whish is developed by using ADDIE Model. The research was conducted at SMP Negeri 4 Singaraja involving eighth grade students as research subjects. Purpose of this study is to describe the design of a mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached, describing the content experts responses, design expert, instructional media expert, user / mathematics teacher educators, and students in the form of individual test, limited group of students responses and  analyze the effectiveness of developments product. From the test results show that the learning content experts qualified products both in terms of the feasibility of content, language and presentation of the material in it. Based on the assessment of learning media experts, multimedia products are at excellent qualifications in terms of aspects of the display elements, graphics, animation, sound / audio, and physical qualities. Assessment of instructional design experts suggest that in terms of instructional design, and interface design and media interactivity, multimedia itself is very good and it can be used by students. User / teacher educators got a great respond to this learning multimedia. In the individual test, multimedia products got  a great response. Limited group of students test  phase I and phase II obtain the percentage of each achievement level by 93.7% and 90.92% which are located in a very good qualification. This shows that in terms of the practicality, multimedia learning product is fit for use in. T-test results obtained sig results of 0.001 (less than 0.05). This shows that H0 is rejected and H1 is accepted. It could be argued that there are differences in the average value of learning of students before and after mathematics multimedia learning with contextual teaching and learning aproached. Keywords: Multimedia learning, contextual teaching and learning approach, Mathematics learning.

Page 1 of 3 | Total Record : 23