cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2018)" : 4 Documents clear
pengaruh model pembelajaram sai,s teknologi masyarakat terhadap kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa ., EMY K GESTARINI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.13 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2274

Abstract

ABSTRAK Gestarini.Emy.K .2017. Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Sikap Ilmiah Siswa SMP. Tesis. Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I: Prof.Dr.I Wayan Santyasa, M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Made Kirna,M.Si Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional; 2) mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; dan 3) mendeskripsikan perbedaan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rendang, Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik group random sampling. Berdasarkan hasil random, terpilih kelas VIIIA sebagai kelompok siswa menggunakan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan kelas VIIIF menggunakan model pembelajaran konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes, sedangkan sikap ilmiah dengan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; dan (3) terdapat perbedaan signifikan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional baik dalam pemcapaian kemampuan pemecahan masalah maupun sikap ilmiah. Kata Kunci : ABSTRAK Gestarini.Emy.K .2017. Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Sikap Ilmiah Siswa SMP. Tesis. Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I: Prof.Dr.I Wayan Santyasa, M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Made Kirna,M.Si Kata Kunci: model pembelajaran sains teknologi masyarakat, pembelajaran konvensional, kemampuan pemecahan masalah, sikap ilmiah. Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional; 2) mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; dan 3) mendeskripsikan perbedaan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rendang, Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik group random sampling. Berdasarkan hasil random, terpilih kelas VIIIA sebagai kelompok siswa menggunakan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan kelas VIIIF menggunakan model pembelajaran konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes, sedangkan sikap ilmiah dengan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; dan (3) terdapat perbedaan signifikan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional baik dalam pemcapaian kemampuan pemecahan masalah maupun sikap ilmiah. ABSTRACT Gestarini.Emy.K .2017. Effect of Instructional Model Science Technology Society (STM) to Problem Solving Ability and Attitude Scientific Junior High School Students. Thesis. Learning Technology, Graduate School, University of Education Ganesha. This thesis has been approved and checked by: Supervisor I: Prof.Dr.I Wayan Santyasa, M.Si and Supervisor II: Dr. I Made Kirna, M.Si Keywords: model of science learning technology community, conventional learning, problem-solving ability, scientific attitude. This study aims to 1) describe differences in problem-solving ability and scientific attitude of students between students who learn by using model Science-Technology-Society (STM) with students learning by using conventional learning model; 2) describe the difference between the problem solving ability of students to learn learning model Science-Technology-Society (STM) and student learning with conventional learning model; and 3) describe the distinctive scientific attitude among students learning students with learning model Science-Technology-Society and student learning with conventional learning models. The study population was 8th grade class VIII SMP Negeri 1 Rendang, Karangasem in the academic year 2015/2016. Sample group was determined by random sampling technique. Based on the results of random, elected VIIIA class as a group of students using model class science and technology community VIIIF using conventional learning models. Data collected by the problem-solving skills test, while the scientific attitude to the questionnaire. Data were analyzed descriptively and MANCOVA. The results showed that: (1) there are significant differences in problem solving skills and scientific attitudes among students learning with science learning model community technology with student learning with conventional learning model; (2) there are significant differences between the problem solving ability of students to learn the science learning model community technology with student learning with conventional learning model; and (3) there is a significant difference between the scientific attitude of students studying science learning model community technology with student learning with conventional learning models. Based on the results of research conducted inferential learning model Science Technology Society (STM) is superior compared to conventional learning models both in pemcapaian problem solving skills and scientific attitude. keyword : ABSTRACT Gestarini.Emy.K .2017. Effect of Instructional Model Science Technology Society (STM) to Problem Solving Ability and Attitude Scientific Junior High School Students. Thesis. Learning Technology, Graduate School, University of Education Ganesha. This thesis has been approved and checked by: Supervisor I: Prof.Dr.I Wayan Santyasa, M.Si and Supervisor II: Dr. I Made Kirna, M.Si Keywords: model of science learning technology community, conventional learning, problem-solving ability, scientific attitude. This study aims to 1) describe differences in problem-solving ability and scientific attitude of students between students who learn by using model Science-Technology-Society (STM) with students learning by using conventional learning model; 2) describe the difference between the problem solving ability of students to learn learning model Science-Technology-Society (STM) and student learning with conventional learning model; and 3) describe the distinctive scientific attitude among students learning students with learning model Science-Technology-Society and student learning with conventional learning models. The study population was 8th grade class VIII SMP Negeri 1 Rendang, Karangasem in the academic year 2015/2016. Sample group was determined by random sampling technique. Based on the results of random, elected VIIIA class as a group of students using model class science and technology community VIIIF using conventional learning models. Data collected by the problem-solving skills test, while the scientific attitude to the questionnaire. Data were analyzed descriptively and MANCOVA. The results showed that: (1) there are significant differences in problem solving skills and scientific attitudes among students learning with science learning model community technology with student learning with conventional learning model; (2) there are significant differences between the problem solving ability of students to learn the science learning model community technology with student learning with conventional learning model; and (3) there is a significant difference between the scientific attitude of students studying science learning model community technology with student learning with conventional learning models. Based on the results of research conducted inferential learning model Science Technology Society (STM) is superior compared to conventional learning models both in pemcapaian problem solving skills and scientific attitude.
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation dengan Asesmen Otentik terhadap Prestasi Belajar Dan Konsep Diri Siswa. ., I GEDE ERY SUHARTAWAN; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.702 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2275

Abstract

Penelitian ini bertujuanmenjelaskan perbedaan prestasi belajar (PB) dan konsep diri (KD) antara siswa yang belajar dengan model Group Investigation (MGI) dan asesmen otentik (AO), MGI,dan model pembelajaran konvensional (MPK). Penelitian eksperimen semu ini melibatkan 5 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kubu Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016 sebagai populasi. Tiga sampel ditentukan dengan teknik group random sampling (acak kelas), yaitu kelas VIIIE menggunakan MBI dengan AO, kelas VIIIB menggunakan MGI, dan VIIID menggunakan MPK. Data PB dikumpulkan dengan tes, sedangkan data KD dengan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA dengan prestasi belajar dan konsep diri awal siswa berperan sebagai kovariabel. Setelah perlakuan dikontrol dengan PB dan KD awal siswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan PB IPA dan KD siswa antara yang belajar dengan MGI dengan AO, MGI, dan yang belajar dengan MPK. Baik PB IPA maupun KD siswa yang belajar dengan MGI dengan AO lebih baik dibandingkan dengan MGI dan MPK. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation, Asesmen otentik Pembelajaran Konvensional, Prestasi Belajar, Konsep Diri This study aims to explain the difference of students’ achievement (SA) and self concept (SC) among students learning with Group Investigation Model (GIM) and authentic assessment (AA), Group Investigation Model (GIM) and conventional learning models CLM). This quasi-experimental research involving 5 classe of grade VIII SMP Negeri 3 Kubu Karangasem in the year 2015/2016 as a population. Three classes as samples were determined by group random sampling technique, namely the class VIIIE using GIM with AA, VIIIB class using GIM, and VIIID using CLM. Data of the SA were collected by tests, while the SC by questionnaire. Data were analyzed descriptively and MANCOVA with prior SA and students’ SC as covariates. After the treatment was controlled by prior SA and students’ SC, the results of the study showed that there were significant differences of SA and SC among students learned with GIM with AA, GIM, and CLM. Both of SA and SC of student learned in GIM with AA is better than the GIM and as well as in the CLM.keyword : Cooperative Learning Model Group Investigation, Assessment authentic, Conventional Learning, Learning Achievement, Self Concept
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI BAKAT NUMERIK BAGI SISWA KELAS XI SMA ., NI NYOMAN SRI ARTINI; ., PROF.DR. I MADE CANDIASA, MI.Komp.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.889 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan bakat numerik siswa terhadap keterampilan berpikir kritis siswa, (3) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, pada siswa yang memiliki bakat numerik tinggi, (4) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Group Investigation dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, pada siswa yang memiliki bakat numerik rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan yang digunakan adalah two way pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IA SMAN 2 Semarapura tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 171 orang. Sampel 76 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling dengan uji kesetaraan kelas. Data dalam penelitian ini berupa keterampilan berpikir kritis dan bakat numerik siswa yang dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan bakat numerik. Pengujian hipotesis menggunakan uji ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Scheffe untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dan model pembelajaran langsung (Fh=14,153;pF’(0,05)=4,41).Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation, Keterampilan Berpikir Kritis, Bakat Numerik. This research aimed to analyze (1) the difference of critical thinking ability among the students who joined Group Investigation cooperative learning model with the students who take the direct learning model, (2) interaction effect between learning model and students’ numerical talent towards students’ critical thinking ability, (3) the difference of critical thinking ability among the students who joined Group Investigation cooperative learning model with the students who take the direct learning model, on high numerical talent students, (4) the difference of critical thinking ability among the students who joined Group Investigation cooperative learning model with the students who take the direct learning model, on low numerical talent students. The research type was a quasi experimental research with two ways pretest-posttest non-equivalent control group design. The research population was grade XI A1 students of SMAN 2 Semarapura Academic Year 2013/2014, with the amount 171 students. The sample was 76 students chosen by simple random sampling technique and class equality test. The data research was critical thinking ability and students’ numerical talent collected by critical thinking ability test and numerical talent. The hypothesis testing used ANOVA two paths followed by Scheffe test to test the comparative value pairs on average each treatment group. The research result showed (1) there was a significant difference between critical thinking ability of the students using Group Investigation cooperative learning model and direct learning model (Fh=14,153;p˂0,05). The students learnt using Group Investigation cooperative learning model showed better critical thinking ability and numerical talent. (2) There was an interaction effect between learning model and numerical talent towards critical thinking ability (Fh=4,502;p˂0,05). (3) There was a significant difference between critical thinking ability students’ levels that using Group Investigation cooperative learning model and direct learning model on high numerical talent students (Fh=16,68˃F’(0,05)=4,41). (4) There was a significant difference between critical thinking ability of the students using Group Investigation cooperative learning model and direct learning model for low numerical talent students (Fh=1,29˃F’(0,05)=4,41). keyword : Group Investigation Cooperative Learning Model, Critical Thinking Ability, Numerical Talent.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SECARA KOOPERATIF BERBASIS KLARIFIKASI NILAI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKn DITINJAU DARI SIKAP SOSIAL SISWA (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu) ., I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA; ., PROF. DR SUKADI, M.Pd.; ., DR. I KOMANG SUDARMA, S.Pd., M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.588 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2269

Abstract

ABSTRAK I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA, Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Klarifikasi Nilai Terhadap Prestasi Belajar PKn Ditinjau Dari Sikap Sosial Siswa (Studi Eksperimen pada Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu ). Tesis, Teknologi Pembelajaran, Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. 2016 Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh pembimbing I: Prof. Dr Sukadi,M.Pd,M.Ed dan Pembimbing II Dr.I Komang Sudarma,S.Pd,M.Pd. Kata kunci : model pembelajaran, sikap sosial dan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Pembelajaran secara kooperatif berbasis Klarifikasi nilai terhadap prestasi belajar PKn siswa ditinjau dari sikap sosial siswa (Student social attitude). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kubu dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran dari dua jenis model yaitu model pembelajaraan kooperatif yang berbasis klarifikasi Nilai yang diberikan kepada kelompok perlakuan dan model konvensional yang dikenakan pada kelompok kontrol. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis varians dua jalur dan lanjut dengan uji Tukey . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam prestasi belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran Kooperatif Berbasis klarifikasi nilai dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model belajar konvensional; (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan sikap sosial dalam pengaruhnya terhadap prestasi belajar PKn; (3) ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran Kooperatif Berbasis klarifikasi nilai dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki sikap sosial tinggi dengan siswa yang memiliki sikap sosial rendah. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dan sikap sosial siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar PKn, pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu. Kata Kunci : Kata kunci : Model Pembelajaran, Sikap Sosial dan Prestasi Belajar. ABSTRACT I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA, The Effect of Implementation Cooperative Learning Model Based on Value Clarification Technique (VCT) toward the Students’ Achievement in Civics Education Reviewed from Students’ Social Attitude (Experimental study at VIII grade student of SMP Negeri 2 Kubu). Thesis, Learning Technology, Postgraduate of Ganesha University of Education. 2016 This thesis is already checked and corrected by first supervisor: Prof. Dr Sukadi,M.Pd,M.Ed and second supervisor: Dr. I Komang Sudarma,M.Pd. Key words : Learning Model, Social Attitude and Students’ Achievement This research aimed to know the effect of implementation cooperative learning model based on Value Clarification Technique (VCT) toward the students’ achievement in civics education reviewed from students’ social attitude. This research was held at SMP Negeri 2 Kubu which is used experiment method with 2 x 2 factorial designs. The independent variable in this research is learning model which is integrated from two types of model that is cooperative learning model based on Value Clarification Technique given to experimental group and conventional learning model given to control group. The data analysis used two way analysis of variance and followed by Tukey test. The results of this research show that: (1) there are a significant different in students’ achievement in Civics Education between group of students which is treated by cooperative learning based on value clarification technique rather than group of students which is treated by conventional learning model; (2) there are the interaction between learning model with social attitude in influencing the students’ achievement in civics education; (3) there are a significant different in students’ achievement in Civics Education between the students which is treated by cooperative learning based on value clarification technique rather than the students which is treated by conventional learning model on group of students which has high social attitude with the students who has low social attitude. Based on the result above, it can be conclude that learning model and students’ social attitude has a significant effect toward the students’ achievement in civics education, especially for eight grade students of SMP Negeri 2 Kubu. keyword : Key words : Learning Model, Social Attitude and Students’ Achiement

Page 1 of 1 | Total Record : 4