cover
Contact Name
Maizuddin
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
substantia.adm@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin
ISSN : -     EISSN : 23561955     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Substantia is a journal published by the Ushuluddin Faculty and Religious Studies of the State Islamic University (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia. The scope of Substantia is articles of research, ideas, in the field of Ushuluddin sciences (Aqeedah, Philosophy, Islamic Thought, Interpretation of Hadith, Comparative Religion, Sociology of Religion and Sufism).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2018)" : 6 Documents clear
Potret Studi Hadist di Wilayah Syariat Maizuddin Maizuddin
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v20i2.5154

Abstract

This article is the result of the study on the description of the development of hadith studies in Aceh after the determination of Islamic law. The assertion of Aceh as the Sharia region indicates that referring to the source of sharia is the Koran and hadith. The reality in the field at a glance shows that the study of the hadith in the sharia has not gone through the progress of the implementation of the sharia itself. The criticism of the hadith is still a taboo, but the hadith of the hadith has not referred to its source (Maṣādir al-Aṣliyah). The research was conducted by interviewing research subjects as many as 10 (ten) people from the academic community, and from among the Dayah in Banda Aceh and Aceh Besar. The results showed that academics were important with the study of hadith despite being admitted that the development of the Hadith studies has not shown its title. Three factors affect the ungrowing study of hadith. Firstly, there are no teachers in the hadith. Secondly, the strong attachment to the sect is one of the constraints of the study of Hadith. Thirdly, there has been no concern and seriousness towards the study of hadith by academics  Abstrak: Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang deskripsi perkembangan studi hadist di Aceh setelah penetapan syariat Islam. Penegasan Aceh sebagai wilayah syariat mengindikasikan bahwa merujuk kepada sumber syariat yaitu Alquran dan hadist. Realitas di lapangan yang dicermati secara sekilas menunjukkan bahwa studi hadist di wilayah syariat belum berjalan beriring dengan kemajuan pelaksanaan syariat itu sendiri. Wacana kritik hadist masih menjadi tabu, pengutipan hadist belum merujuk pada sumber aslinya (maṣādir al-aṣliyah). Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai subjek penelitian sebanyak 10 (sepuluh) orang dari kalangan akademik, dan dari kalangan dayah di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para akademisi merasa penting dengan studi hadist meskipun diakui bahwa perkembangan studi hadist belum menunjukkan geliatnya. Ada tiga faktor yang mempengaruhi belum berkembangnya studi hadist, yaitu; Pertama, tidak terdapatnya guru-guru hadist yang mempuni. Kedua, keterikatan yang kuat terhadap mazhab merupakan salah satu kendala berkembagnya studi hadist. Ketiga, belum adanya perhatian dan keseriusan terhadap kajian hadist oleh akademisi yang ada.
Jaringan Ideologi Keilmuan dan Modal Politik Teungku Dayah di Aceh Nirzalin Nirzalin
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v20i2.5155

Abstract

Teungku Dayah in Aceh is defining community action. The objectivity, their commandment is not only heard with Islamic discourse but also widened in the social and political sphere. Although some social research in Aceh showed the charm of their power had suffered a crisis at the end of the new Order era up to a decade after the new order, but now the vibration of their political influence was again able to move the masses. Based on the study in Bireuen District This article is about to demonstrate that a network of a scientific ideology built, developed and nourished by the constant nurturing by Teungku Dayah has been in apparent political capital for them to A solid and effective mass.  Abstrak: Teungku dayah di Aceh merupakan penentu tindakan masyarakat. Objektifnya, titah mereka tidak hanya didengar terkait dengan wacana keislaman, tetapi juga melebar pada ranah sosial dan politik. Meskipun beberapa riset sosial di Aceh menunjukkan pesona kekuasaan mereka sempat mengalami krisis dipenghujung era Orde Baru sampai dengan satu dekade pasca Orde Baru, namun kini daya getar pengaruh politik mereka kembali mampu menggerakkan massa. Berdasarkan studi di Kabupaten Bireuen artikel ini hendak menunjukkan bahwa jaringan ideologi keilmuan yang dibangun, dikembangkan dan di pelihara melalui pengasuhan terus menerus oleh Teungku Dayah telah dengan nyata menjadi modal politik bagi mereka untuk menggerakkan massa yang solid dan efektif. 
Melihat Adat sebagai Mekanisme Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak Arfiansyah Arfiansyah
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v20i2.5156

Abstract

This article aims to explore the role of adat in solving women's and children's issues. During this time, Adat often viewed as a source of doom for women and children. Indigenous peoples who are influenced by the interpretation of Islamic teachings that misogamist often positions women and children under the control of male power. The article seeks to find answers on whether Adat can contribute otherwise, improve the state of women and Adat? By observing ethnographic Adat developments in central Aceh District and Bener Meriah, this article offers the opposite view. That as part of solving women's and children's issues, Adat should not be taken captive but should be approached, influenced, and used to improve the state of women and children.  Abstrak: Artikel ini berupaya mengekplorasi tentang peran adat dalam penyelesaian masalah perempuan dan anak. Selama ini adat sering sekali dipandang sebagai sumber malapetaka bagi perempuan dan anak. Adat yang patriakis dan dipengaruhi oleh penafsiran ajaran Islam yang misogamist kerap memposisikan perempuan dan anak di bawah control kuasa laki-laki. Artikel berusaha mencari jawaban apakah adat dapat berkontribusi sebaliknya, memperbaiki keadaan perempuan dan adat? Dengan mengamati perkembangan adat secara etnografis di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, artikel ini menawarkan pandangan sebaliknya. Dia menawarkan bahwa sebagai bagian penyelesaian masalah perempuan dan anak, adat seharusnya tidak dilawan, tapi harus didekati, dipengaruhi, dan digunakan untuk memperbaiki keadaan perempuan dan anak.
Implikasi Majelis Taklim dan Tawajjuh terhadap Partisipasi Masyarakat Nurjanah Nurjanah
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v20i2.5152

Abstract

Majelis Ta'lim is a means of developing Islamic Da'wah using lecture methods and ending with questions and answers. In general, Majelis Ta'lim is a purely non-governmental organization, which is born, managed, maintained, developed, and supported by its members. The teaching carried out in Majelis Ta'lim leads to the teaching of Tauhid, sharia, and Sufism. Related to this, the study aims to know the presence of Majelis Ta'lim in the community, how the participation of the participants in the activity of Majelis Ta'lim and what the impact for the society. In completing this research, the authors used a qualitative descriptive approach with the research location in Kaway District XVI West Aceh Regency. Data obtained from Tengku Pesantren, guide Zikr and Zikr participant. The results of the study found that the Majelis Taklim and Tawajuh affect the increasing number of worshippers present. People who participated in Majelis Ta'lim and Tawajuh had many changes in morality, the occurrence of good relations with our fellow communities and can avoid the 'ghibah'. The influence of the Majelis Ta'lim and Tawajuh has also formed a society that the individual Shaleh also social Shaleh. The community of Kaway XVI Sub-district is very large participation in following the activities of the Assembly Taklim and Tawajuh, although the mileage of gampong organizing the activities of the Majelis Ta'lim and Tawajuh is very far. Even people willingly bring food to give to other pilgrims.  Abstrak: Majelis taklim merupakan sarana pengembangan dakwah Islam dengan menggunakan metode ceramah dan diakhiri dengan tanya jawab. Pada umumnya majelis ta’lim adalah lembaga swadaya masyarakat murni, yang dilahirkan, dikelola, dipelihara, dikembangkan, dan didukung oleh anggotanya. Pengajaran yang dilakukan dalam majelis taklim mengarah pada pengajaran tauhid, syariat dan tasawuf. Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana pengaruh hadirnya majelis ta;lim dalam masayarakat, bagaimana bentuk partisipasi masayarakat terhadap kegiatan majelis ta;lim serta apa dampaknya bagi masyarakat tersebut. Dalam menyelesaikan penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Data diperoleh dari Tengku pesantren, pemandu zikir serta jamaah zikir. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Majelis taklim dan tawajuh telah berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah jamaah yang hadir. Masyarakat yang mengikuti majelis taklim dan tawajuh banyak mengalami perubahan akhlak ,terjadinya hubungan baik dengan sesama masyarakat dan dapat menghindari ghibah. Pengaruh majelis taklim dan tawajuh juga telah membentuk masyarakat yang shaleh secara individu juga shaleh secara sosial. Masyarakat kecamatan Kaway XVI sangat besar partisipasi dalam mengikuti kegiatan majelis taklim dan tawajuh, meskipun jarak tempuh dari gampong penyelenggara kegiatan majelis taklim dan tawajuh jaraknya sangat jauh. Bahkan masyarakat dengan suka rela membawa makanan untuk disedakahkan kepada jamaah-jamaah lainnya.
Strategi Ulama Mengantisipasi Penyebaran Hadist Maudhu' di Kecamatan Peureulak Abd Wahid
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v20i2.5151

Abstract

From the beginning of Islam, hadith maudhu 'or false hadith is a very crucial issue. Prophet Muhammad  SAW reminded his Companions through his Hadith "whoever lies on me, be prepared to occupy a place in hell". Nevertheless, the flow of maudhu' hadith never stops. This indication one of them can be seen in the increasingly widespread spreading of false hadith, until today. On the other hand, it can also be seen from the side of the eradication effort, which never stopped by the ulama in various regions. This study conducted in the form of field research, taking a relatively small location, in one kecamatan. The sample 5 villages in Peureulak sub-district, East Aceh district. The respondents of this study are the Mubalighs who considered to know the hadith maudhu', and also know the development of the spread of hadith maudhu' in society. The results of this study include, among others, efforts made by the ulama in Peureulak Sub-district in order to anticipate the spread of hadith maudhu 'among others: to conduct counseling and special study on the science of Hadith, in which alluded to the hadith maudhu'; in addition the scholars also provide direction and reprimand to the preachers who make hadith maudhu' as a reference when they do da'wah in society. Abstrak: Sejak awal Islam, hadist maudhu’ atau hadist palsu merupakan persoalan yang sangat krusial. Nabi Muhammad  SAW. sendiri, sudah mengingatkan para shahabat Beliau melalui hadist Beliau “barang siapa yang berdusta atas nama diriku maka bersiaplah untuk menempati suatu tempat di neraka kelak”. Namun demikian, arus perkembangan hadist maudhu’ ternyata tidak pernah berhenti. Indikasi ini salah satunya dapat dilihat pada faktor semakin maraknya penyebaran hadist palsu, sampai dewasa ini. Di sisi lain, juga dapat dilihat dari sisi upaya pembasmiannya, yang tidak pula pernah henti-hentinya dilakukan oleh ulama di berbagai wilayah. Studi ini dilakukan dalam bentuk penelitian lapangan, dengan mengambil lokasi tergolong kecil, yaitu satu kecamatan. Sampelnya adalah 5 desa dalam kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Responden studi ini adalah para Mubaligh yang dianggap memiliki pengetahuan tentang hadist maudhu’, dan juga mengetahui perkembangan tersebarnya hadist maudhu’ tersebut dalam masyarakat. Hasil penelitian ini antara lain, upaya yang telah dilakukan oleh para ulama di Kecamatan Peureulak dalam rangka mengantisipasi penyebaran hadist maudhu’ antara lain: melakukan penyuluhan dan pengajian khusus tentang Ilmu Hadist, yang di dalamnya disinggung tentang hadist maudhu’; di samping itu para ulama juga memberikan arahan dan teguran kepada para mubaligh yang menjadikan hadist maudhu’ sebagai rujukan ketika mereka melakukan berdakwah dalam masyarakat. 
Kepemimpinan Perempuan menurut Persepsi Teungku dan Ustaz berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Furqan Furqan; Nurullah Nurullah
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v20i2.5153

Abstract

This article aims to see the perception of Teungku/Ustaz pesantren on Women's leadership, the difference in stage perception of Teungku/Ustaz towards women's leadership based on educational background. This research is a quantitative study using a survey method to get an overview of the perception of Tengku/Ustaz pesantren based on Dayah and modern Dayah on women's leadership. The research samples for this study as much as 344 respondents taken randomly. This research conducted in six pesantren in Aceh, namely in the Pondok Pesantren Modern Oemar Diyan Indrapuri Aceh Besar District, Modern boarding schools Babun Najah Ulee Kareng and Dayah Modern Darul Ulum Kuta Alam Banda Aceh, Dayah al-Madinatuddiniyyah Babussalam Blang Bladeh (Abu Tumin), Dayah Babussalam Al-Aziziyah (Tu Sop) Jeunieb, and Dayah Ma'had al-Ulum Diniyyah Islamiyah (MUDI) Samalanga regency of Bireuen. Data collection techniques using questionnaires. Data analysis techniques using Quantitative statistical analysis with the help of SPSS 20 program. The results showed that a Teungku/Ustaz perception of women's leadership was in a low and moderate category against 29 item statements. Stage perception of Teungku/Ustaz seen based on the background of education shows the background of education in junior and high school at a low level, S1, and S2 at a moderate stage.  Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk melihat persepsi teungku/ustaz pesantren terhadap kepemimpinan perempuan, perbedaan tahap persepsi teungku/ustaz terhadap kepemimpinan perempuan berdasarkan latar belakang pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei untuk mendapat gambaran tentang persepsi tengku/ustaz pesantren berbasis dayah dan dayah modern terhadap kepemimpinan perempuan. Sampel penelitian untuk penelitian ini sebanyak 344 responden yang diambil secara acak. Penelitian ini dilakukan di enam pesantren di Aceh yaitu di Pondok Pesantren Modern Oemar Diyan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar, Pondok Pesantren Modern Babun Najah Ulee Kareng dan Dayah Modern Darul Ulum Kuta Alam Kotamadya Banda Aceh, Dayah al-Madinatuddiniyyah Babussalam Blang Bladeh (Abu Tumin), Dayah Babussalam Al-Aziziyah (Tu Sop) Jeunieb, dan Dayah Ma’had al-Ulum Diniyyah Islamiyah (MUDI) Samalanga Kabupaten Bireuen. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik kuantitati dengan bantuan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi teungku/ustaz terhadap kepemimpinan perempuan berada pada kategori rendah dan sedang terhadap 29 item pernyataan. Tahap persepsi teungku/ ustaz dilihat berdasarkan latar belakang pendidikan menunjukkan latar belakang pendidikan SMP dan SMA berada pada tahap rendah, S1 dan S2 pada tahap sedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 6