cover
Contact Name
Rahmi Mulyasari
Contact Email
rahmi.mulyasari@eng.unila.ac.id
Phone
085266795393
Journal Mail Official
jss.lppm@kpa.unila.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung Gedung Rektorat Lt. 5 Universitas Lampung Jl. Prof . Soemantri Brodjonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25501089     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jss
Jurnal Sakai Sambayan menyajikan tulisan tentang pelaksanaan dan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat sivitas akademik Perguruan Tinggi di Indonesia dalam sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk semua proses dari submisi sampai dengan publikasi online di Jurnal Sakai Sambayan tidak dikenakan biaya apapun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 656 Documents
Cover Depan Volume 1 Nomor 3 Nopember 2017 Yudamson, Afri
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Sakai Sambayan0
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBUATAN ALAT PENJERNIH AIR MENGGUNAKAN ARANG SEKAM PADI DI KAMPUNG YUDHA KARYA JITU KECAMATAN RAWA JITU SELATAN KABUPATEN TULANG BAWANG PROPINSI LAMPUNG Asroni Asroni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i3.144

Abstract

Bagi warga desa Yudha Karya Jitu, air bersih merupakan kebutuhan yang tak ternilai harganya. Karena untuk mendapatkan air bersih mereka harus membeli dengan harga Rp.100.000 per 1 m3 yang didatangkan dari daerah lain yang berjarak sekitar 20 km dari desa tersebut. Desa Yudha Karya Jitu merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Rawa Jitu Timur kabupaten Tulang Bawang propinsi Lampung. Desa tersebut merupakan salah satu daftar desa pada Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Kawasan perdesaan ini dibentuk guna mengurangi kesenjangan antara desa dan kota. Prinsipnya dengan membangun desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota. (Humas, 2018)Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu adanya alat penjernihan air menggunakan bahan yang mudah didapat (Artiyani, 2016). Bahan yang mudah didapat diantaranya adalah sekam padi, pasir,batu kerikil dan ijuk (Adi, 2014). Tujuannya agar masyarakat lebih antusias untuk membuat sendiri, karena bahan yang digunakan ada disekitar mereka. Apalagi sebagian lahan desa tersebut ditanami padi, sehingga sekam yang dihasilkan dari alat penggiling padi bisa dimanfaatkan untuk penjernihan air secara alam i. Berbeda dengan penjernihan air menggunakan teknik kimia, teknik alami lebih disukai oleh masyarakat karena biaya yang dikeluarkan untuk membuat alat lebih murah. Dari hasil penjernihan yang telah dilakukan, terlihat jelas perbedaan tingkat kejernihan air sebelum dan sesudah dilakukan.
The TEKNOLOGI OLAHAN MAKANAN BERBASIS JAMUR DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN HOME INDUSTRY AGROBISNIS DI DESA LINGSUH, KECAMATAN RAJA BASA, BANDAR LAMPUNG Utami, Herti
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.106

Abstract

Mushroom cultivation especially a kind of paddy straw mushroom and oyster mushroom done by the farmers in Lingsuh, Raja Basa, Bandar Lampung. In post harvest handling of crops one of obstacles is fast rot the mushrooms if the production were abundant. This activity Program Kemitraan Masyarakat (PKM) provide an alternative handling after harvest mushrooms to be a processed products mushroom economy value higher and acceptable consumers, if comparared by selling fresh mushrooms. By processing mushrooms to be food products will provide alternatives to consumer of a new mushrooms based product. This product have a long storage time and open opportunities to develop home industry agribusiness based in this process mushrooms. A common purpose of PKM is empower potentials by farmers groups mushrooms in Lingsuh. Food products that would be produced are crackers and crispy mushrooms. The method of PKM activity involved the partners (the farmers) in the overall of activities. The outer of this main activity are crackers and crispy mushrooms, crisp and tasteful with various variant of this products. From this activity, giving production equipment would be very helpful for both of the groups farmer in doing production process. In this activity was expected to increase the income economically through food products based mushrooms.
Cover polos Volume 2 Nomor 1 Maret 2018 Yudamson, Afri
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BUILDING A COMMUNITY BASED ECOTOURISM WISATA DESA WAY KAMBAS IN BRAJA HARJOSARI: AN INDIRECT TOOL FOR WILDLIFE MITIGATION CONFLICT IN WAY KAMBAS NATIONAL PARK Rustiati, Elly L.
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Way Kambas National Park is facing human-wildlife conflict due to most of its borderline with settlement areas. Braja Harjosari, one of 37 villages next to the national park, has agricultural damage and economy lost due to wildlife conflict especially sumatran elephant. Braja Harjosari has great landscapes including river, swamp and traditional agriculture; diverse culture and unique social daily life. Indirect approach for wildlife conflict mitigation has been done by exploration and empowerment of its natural potential resources for community based ecotourism program, called Wisata Desa Way Kambas. With the close accompaniment, the ecotourism program gives great alternative income for the local people in Braja Harjosari. This alternative creative economy may serve human-elephant conflict mitigation, and may play an important role for gradually changing local people negative perception on sumatran elephant. Keywords: Conflict mitigation, sumatran elephant, Braja Harjosari, Wisata Desa Way Kambas, ecotourism
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SAMBIREJO YANG MENGALAMI MASALAH PENCEMARAN SUNGAI MELALUI PEMBUATAN B-FILMA (BIO FILTER LIMBAH AIR RUMAH TANGGA) Pratondo, Bagus Setyo; prasetyo, Agus wahyu; Ristanti, Yuliana; Pujiati, Pujiati
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i2.95

Abstract

Masyarakat sambirejo umumnya tidak produktif dalam hal mengolah dan memanfaatkan air limbah, mereka membuang air limbah tersebut langsung ke selokan yang ada di depan rumah, tanpa diolah terlebih dahulu. Akibatnya, sungai yang menjadi tempat bermuaranya selokan tercemar, warnanya menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk, selain bisa menyebabkan ikan-ikan mati, zat-zat polutan yang terkandung di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri,dan berbagai penyakit lainya. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat akan dampak yang ditimbulkan dari air ini perlu ditingkatkan serta pelatihan ilmu pengolahan limbah air ini perlu diterapakan dalam kehidupan sehari-hari dengan Biofilter ini agar limbah air yang ada di desa Sambirejo dapat berkurang dan untuk juga untuk mengurangi pencemaran lingkungan, serta dapat meningkatkan sumber daya manusia di Sambirejo Madiun. Hasil kegiatan sosialisasi pemberdayaan yang dicapai dan analisis kuisioner yang dibagikan sebelum sosialisasi dalah 50% masyarakat mengetahui dampak dari limbah air rumah tangga khususnya deterjen dan 20 % masyarakat mengetahui alat B-FILMA , dan analisis hasil kuisioner yang dibagikan setelah sosialisasi adalah 75% masyarakat menjadi faham mengenai dampak dari limbah air rumah tangga khusunya deterjen dan 50% masyarakat mengetahui alat B-FILMA.
PELATIHAN PEMBUATAN POMPA TANPA MOTOR (HYDRAULIC RAM PUMP) UNTUK MEMBANTU MENGAIRI AREAL PERTANIAN MASYARAKAT DESA HARAPAN JAYA KECAMATAN WAY RATAI KABUPATEN PESAWARAN Jorfri Boike Sinaga
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.218

Abstract

Lahan pertanian yang dijadikan sawah di Propinsi Lampung umumnya masih banyak belum mendapat irigasi seperti yang terdapat di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai. Di dalam pengolahan lahan pertanian tersebut sebagian daerah tidak terdapat irigasi untuk mengairi sawah atau lading sehingga masyarakat hanya mengharapkan curah hujan yang turun atau menggunakan pompa air. Jadi irigasi menjadi masalah bagi sebagian petani di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, sementara di daerah ini banyak terdapat potensi aliran sungai yang dapat dimanfaatkan untuk membantu irigasi persawahan tersebut dengan menggunakan suatu pompa yang tidak digerakkan oleh motor listrik atau motor (hydraulic ram pump). Pada makalah ini diberikan kegiatan pelatihan pembuatan pompa tanpa motor (hydraulic ram pump) kepada masyarakat petani Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai. Materi pelatihan yang diberikan secara teori dan praktek yaitu tentang prinsip kerja pompa tanpa motor, pemilihan bahan dan pembuatan pompa tanpa motor (hydram pump), pemasangan dan pengoperasian pompa di lapangan, dan perawatan pompa ini. Berdasarkan kegiatan pelatihan yang dilakukan, dapat dlihat bahwa antusias masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat baik untuk memperoleh pemahaman pembuatan pompa tanpa motor (hydraulic ram pump). Hal ini terbukti dengan sikap masyarakat yang serius dan banyak mengajukan pertanyaan saat pelaksanaan pemberian materi praktek tentang pembuatan pompa tanpa motor (hydram pump). Hasil kegiatan ini juga meningkatkan keinginan masyarakat untuk mengaplikasikan penggunaan pompa ini dalam membantu irigasi area pertanian atau untuk memenuhi kebutuhan air bagi rumah tangga mereka secara swadaya, dengan tetap meminta bantuan bimbingan dari tim pelaksana dari Fakultas Teknik Universitas Lampung. Kata kunci: pompa tanpa motor, hydram pump, irigasi
Cover Depan Volume 1 Nomor 2 Juli 2017 Yudamson, Afri
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Sakai Sambayan0
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PELATIHAN PENANGANAN LIMBAH BATANG SINGKONG MENGGUNAKAN MESIN PERAJANG BATANG SINGKONG (RABAKONG) DI DESA TANJUNG BULAN, KECAMATAN KASUI , WAY KANAN Sandi Asmara
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i2.148

Abstract

Limbah batang singkong di Provinsi Lampung sangat banyak dan belum termanfaatkan, bahkan keberadaannya menjadi masalah dimasyarakat, karenanya perlu dicarikan solusi penanganannya. Permasalahannya hingga saat ini masyarakat belum menemukan peralatan pembantu untuk mengolah limbah tersebut sehingga limbah tersebut belum tertangani dengan baik dan menguntungkan. Unila sebagai salah satu perguruan tinggi di Lampung mensikapi hal tersebut dengan melakukan penelitian perancangan alat perajang batang singkong (Rabakong, sehingga saat ini sudah terwujud. Mensikapi permasalahan diatas maka keberadaan alat ini perlu untuk disosialisasikan penggunaannya agar masyarakat mengetahui manfaat dan kegunaannya, terutama dalam menjawab permasalahan yang dihadapinya. Untuk itulah kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah Three in One, yang mengayomi tiga aspek kegiatan dalam satu rangkaian kegiatan, yaitu bersih, teruji dan menguntungkan. Secara umum hasil pengabdian ini sangat diterima oleh masyarakat karena mereka menemukan solusi yang menguntungkan dalam menangani limbah batang singkong. Karenanya, dalam pelaksanaan kegiatan ini masyarakat sangat antusias menerimanya. Terwujudnya beberapa produk pupuk organik, pakan ternak dan briket dalam penanganan limbah ini memberi motivasi masyarakat dalam mengembangkan materi yang diberikan. Harapan kedepan dalam penanganan limbah ini akan mampu dihasilkan produk-produk turunan lain yang bernilai tambah dan bersifat ekonomis agar mampu memberi peluang pendapatan masyarakat dalam berbudidaya singkong, seperti, papan komposit, obat nyamuk, pot organik dan lain-lain. Keywords: Limbah Batang Singkong, Rabakong, Pengecilan ukuran, Produk turunan
Kata Pengantar Volume 2 Nomor 3 Nopember 2018 Yudamson, Afri
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 7 of 66 | Total Record : 656