cover
Contact Name
Rahmi Mulyasari
Contact Email
rahmi.mulyasari@eng.unila.ac.id
Phone
085266795393
Journal Mail Official
jss.lppm@kpa.unila.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung Gedung Rektorat Lt. 5 Universitas Lampung Jl. Prof . Soemantri Brodjonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25501089     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jss
Jurnal Sakai Sambayan menyajikan tulisan tentang pelaksanaan dan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat sivitas akademik Perguruan Tinggi di Indonesia dalam sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk semua proses dari submisi sampai dengan publikasi online di Jurnal Sakai Sambayan tidak dikenakan biaya apapun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 656 Documents
Cover polos Volume 3 Nomor 1 Maret 2019 Afri Yudamson
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTERNET MERETAS KEBUNTUAN ADMINISTRASI DESA CIBUNTU, PURWAKARTA Indra Arifin Djashan; Dicky Supriatna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 2 No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i3.119

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda pembangunan dunia yang dipelopori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN) memiliki tujuan bagi kesejahteraan umat manusia, dan melestarikan kehidupan bumi. Dengan mengacu kepada tujuan ke 4 dari tujuh belas tujuan SDG, yakni: menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang. Sebagian besar mata pencaharian penduduk di desa tersebut adalah petani. Beberapa komoditas utama seperti pala, gula aren dan manggis menjadi industri rumah tangga yang kerap menjadi andalan desa tersebut. Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIE Trisakti bekerja sama dengan SMA Lab School Kebayoran dimana P3M berkontribusi dalam hal pengadaan dan pelatihan dasar komputer. Permasalahan yang dihadapi oleh pengelola desa Cibuntu adalah pemanfaatan teknologi sebagai sarana dalam kegiatan administrasi yang cepat, mudah dan efisien. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan meliputi: ceramah, presentasi, studi kasus, simulasi dan evaluasi. Tujuan pengabdian masyarakat memberikan pelatihan dan penyuluhan akses kecepatan sambungan internet, instalasi jaringan sederhana, dan penanganan atas serangan virus dengan harapan pekerjaan administrasi dan laporan perkembangan desa dapat diaplikasikan dengan mudah dan cepat. Target dan luaran yang hendak dicapai adalah membangun infrastruktur jaringan sederhana, mendorong kesempatan belajar bagi setiap warga desa, dan membina inovasi yang berkelanjutan. Tentunya bukan sekedar ilmu dan pengetahuan yang disampaikan, tetapi juga bantuan dua unit komputer sebagai wujud untuk kemudahan bagi perangkat desa Cibuntu dalam melaksanakan kegiatan operasional sehari-hari. Kata kunci: Sustainable Development Goals, Desa Cibuntu Purwakarta, STIE Trisakti, Pengabdian Masyarakat, P3M
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Cookies Tiwul dan Kerupuk Tiwul Di KWT Kenanga ds Sukajawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah Fibra Nurainy
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.178

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga yang berada di Kecamatan Bumi Ratu Nuban merupakan KWT yang melalukan usaha diversifikasi produk singkong. Produk KWT Kenanga saat ini adalah Tiwul kering yang dikemas dan selanjutnya dijual di pasaran. Pada produksi tiwul terdapat tiwul yang berbentuk butiran halus yang tidak memenuhi kriteria untuk dijual disebut sebagai tiwul afkir ( off grade). Untuk meningkatkan nilai jual dan nilai ekonomi tiwul afkir perlu dilakukan diversifikasi produk . Pada kesempatan ini dilakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan cookies tiwul dan kerupuk tiwul. Beberapa permasalahan yang ditemukan adalah a).produk diversifikasi produk tiwul masih terbatas jenisnya, b) mitra belum menguasai teknologi pengolahan cookies tiwul dan kerupuk tiwul, c). mitra belum menguasai pengetahuan tentang kemasan dan pelabelan produk makanan . Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 1). melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang teknologi diversifikasi produk tiwul 2). membantu memperbaiki sistem kemasan, pelabelan dan pemasaran, 3). Pemberian fasilitas peralatan untuk mendukung usaha diversifikasi produk berbasis tiwul. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah terciptanya KWT yang tangguh dan tanggap dengan perkembangan teknologi dan tuntutan konsumen akan jenis dan kualitas produk yang dihasilkan, teraplikasikannya teknologi diversifikasi tiwul sehingga tercapai nilai tambah produk yang diinginkan, terwujudnya jejaring pasar yang luas dan sistem pemasaran dan promosi yang lebih baik serta terbukanya peluang kerja baru serta terciptanya sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mitra sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, praktek dan mengaplikasikan praktek . Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengolahan tiwul dan diversifikasi produk tiwul dari nilai rata-rata 50 menjadi 80. Hasil penyuluhan dan pelatihan selanjutnya dipraktekkan dan dikembangkan secara mandiri oleh mitra sehingga untuk cookies tiwul sudah mendapat tempat pemasaran di salah satu swalayan di Lampung Tengah.
Program Early Agroeducation untuk Siswa Sekolah Dasar pada Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung Warji Warji
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i1.47

Abstract

Salah satu tujuan Laboratorium Lapang Terpadu adalah menjadi pusat pengenalan dini pertanian secara integal melalui program early agroeducation dan agroturism. Program ini menjadi salah satu pembelajaran pertanian bagi anak-anak sejak dini. Program pengabdian ini diikuti oleh anak-anak SD Insantama Bandar Lampung Kelas I. Anak-anak dikenalkan dan diajari cara mengolah tanah, menanam, menyiangi rumput, memupuk, dan memanen tanaman yang mereka tanam. Anak-anak juga diajak berkeliling Lab. Lapang Terpadu untuk mengenal tanaman-tanaman yang ada di Lab. Lapang Terpadu. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan mampu memperkenalkan pertanian secara dini kepada anak-anak serta dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap bidang pertanian tanpa mengganggu pelayanan Lab. Lapang Terpadu terhadap pelaksanaan praktikum dan penelitian mahasiswa dan dosen. Anak-anak mengikuti program ini dengan senang dan interaktif, walaupun kegiatan yang dilakukan cukup melelahkan dan berkutat dengan lumpur. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi kegiatan pengabdian ini sebagai aktivitas rekreatif bagi anak-anak juga didapatkan sehingga program early agroeducation dan agroturism dapat tercapai dengan baik.
AUGMENTED REALITY PADA APLIKASI CINTABAHARI SEBAGAI MEDIA PROMOSI PULAU PAHAWANG Mardiana Mardiana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 3 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i3.164

Abstract

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cinta Bahari dibentuk oleh aparat Desa Pulau Pahawang Lampung sejak tahun 2013. Akan tetapi rendahnya tingkat pendidikan anggota Pokdarwis membuat mereka sangat sulit untuk dapat mengembangkan potensi wisata pulau Pahawang. Pada tahun 2017, promosi wisata sudah dilakukan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bentuk mobile application CintaBahari yang dikembangkan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebelumnya. Namun demikian masalah promosi ini masih harus terus ditingkatkan dan berkelanjutan, sehingga jumlah kunjungan wisatawan yang diperoleh dapat lebih maksimal. Solusi yang ditawarkan oleh Tim PKM ini adalah mengembangkan media promosi dengan menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang menggambarkan objek wisata Pahawang secara real yang dikemas secara menarik dan atraktif. Teknologi AR dapat menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Selain itu, Tim PKM ini juga memberikan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi AR tersebut dan pembagian poster dengan konten AR kepada masyarakat sebagai sarana mereka memberikan promosi kepada wisatawan yang datang. Metoda yang digunakan dalam pembangunan aplikasi menggunakan metode iterative development yang disebut dengan Rapid Application Development (RAD) dengan tahapan : identifikasi masalah dan motivasi, menetapkan objek solusi, penerapan solusi dan pelatihan serta pelaporan hasil dan publikasi. Adanya aplikasi AR ini diharapkan dapat membuat peningkatan potensi wisatawan yang datang dan kembali datang lagi ke Pulau Pahawang melalui ketersediaan informasi yang lengkap dan menarik dalam bentuk AR. Sehingga secara langsung akan berdampak pada peningkatan pendapatan pokdarwis dan masyarakat Desa Pulau Pahawang pada umumnya. Kata kunci: Augmented Reality, Cinta Bahari, Pokdarwis, Pahawang, Promosi
Sosialisasi Pembuatan dan Pemasangan Tanda Batas Tanah di Dusun Simbaringin Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan FX Sumarja; Upik Hamidah; Ati Yuniati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract — Problems activities: 1) How to improve understanding of the rights and obligations of landowners in the hamlet Simbaringin, Sidosari Village, District Natar, South Lampung regency,?; 2) How to improve the skills of the owner of the land in the manufacture and installation of boundary marks? Problem solving is done by communicating the law on the rights and obligations of land owners, especially concerning land boundary markers and installation process. Solution methods: lectures, discussions and demonstrations. The evaluation results increased knowledge and understanding, before the activities of the mean value of 55.25, and after the activities of the mean value of 73.75. Aspects of attitude before the event no one can prepare for the installation of boundary marks, after the intervention there were 22 (55%) of people who can. The results of the activities that: there is an increased ability knowledge and understanding of the law, and be able to change the attitude from which you can not, be able to prepare. Suggested activity is continued, so that increased knowledge and understanding of the land law, to reduce land disputes. Keywords — demonstration, dissemination, land boundary markers
The APLIKASI TEKNOLOGI GRANULATOR PADA KELOMPOK USAHA BERAS ANALOG DI BANDAR SURABAYA LAMPUNG TENGAH Warji, Warji Warji
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava have high potency so could increase diversification product from cassava. One of the products is cassava rice (imitation rice). Cassava rice industry have problem about the technology. Produce process still apply conventional technology although cassava rice has been commercial product. Aggregation process is important because influent quality and performance of cassava rice. This program are (1) to applied cassava rice aggregator machine to produce cassava rise, (2) give knowledge about food processing, and (3) to applied packaging. The program was conducted very well, aggregator was applied and accepted partner. The aggregator could operate very well and appropriate with requirement industry partner. After this program, partner knowledge increase 45.2%. Partner hope this program could be continued with applied food processing technology from University of Lampung.
SOSIALISASI IMPLEMENTASI BUAH-BUAHAN SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK UNTUK PENGAYAAN PELAJARAN FISIKA BAGI SISWA SMA YP UNILA Yetti Yuniati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.130

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan bagi masyarakat luas. Kebutuhan akan sumber energi baru dan terbarukan saat ini terus meningkat. Salah satu solusi dari masalah tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan energi dari buah-buahan yang banyak tersedia dan belum dimanfaatkan secara optimal. Energi dari buah-buahan tersebut selain merupakan energi yang ramah lingkungan juga energi yang dapat diperbaharui. Konsep tentang listrik dan perhitungan-perhitungan yang ada didalamnya, masih belum digemari oleh seluruh siswa. Apalagi, bila materi terkait energi dan listrik tersebut disampaikan dengan cara yang monoton, yaitu guru menjelaskan dan para siswa menyimak. Untuk itu dibutuhkan pengayaan materi pembelajaran agar lebih menarik, mudah dipahami dan siswa terlibat aktif didalamnya. Buah dan sayur yang digunakan pada saat praktik antara lain: pisang, apel, jeruk nipis dan kentang. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian ini meliputi: sosialisasi tentang konsep listrik, praktik membuat rangkaian listrik secara lansung menggunakan buah-buahan sebagai sumber energi, diskusi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Dari hasil pengukuran didapatkan apel memiliki tegangan yang paling tinggi yaitu sebesar 0,61 Volt. Listrik merupakan kebutuhan bagi masyarakat luas. Kebutuhan akan sumber energi baru dan terbarukan saat ini terus meningkat. Salah satu solusi dari masalah tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan energi dari buah-buahan yang banyak tersedia dan belum dimanfaatkan secara optimal. Energi dari buah-buahan tersebut selain merupakan energi yang ramah lingkungan juga energi yang dapat diperbaharui. Konsep tentang listrik dan perhitungan-perhitungan yang ada didalamnya, masih belum digemari oleh seluruh siswa. Apalagi, bila materi terkait energi dan listrik tersebut disampaikan dengan cara yang monoton, yaitu guru menjelaskan dan para siswa menyimak. Untuk itu dibutuhkan pengayaan materi pembelajaran agar lebih menarik, mudah dipahami dan siswa terlibat aktif didalamnya. Buah dan sayur yang digunakan pada saat praktik antara lain: pisang, apel, jeruk nipis dan kentang. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian ini meliputi: sosialisasi tentang konsep listrik, praktik membuat rangkaian listrik secara lansung menggunakan buah-buahan sebagai sumber energi, diskusi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Dari hasil pengukuran didapatkan apel memiliki tegangan yang paling tinggi yaitu sebesar 0,61 Volt. Kata kunci: Buah; Listrik; Pembelajaran; Pengukuran; Renewable Energy
Daftar Isi Volume 2 Nomor 2 Juli 2018 Yudamson, Afri
Sakai Sambayan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

P PENYULUHAN PEMANFAATAN AIR HUJAN KELURAHAN JAGABAYA III KECAMATAN WAY HALIM KOTA BANDAR LAMPUNG Yuda Romdania
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.143

Abstract

Kelurahan Jagabaya III merupakan salah satu kelurahan yang padat penduduknya. Dengan kondisi penampang saluran yang belum sesuai maka diperlukan usaha preventif untuk menghindari luapan air dari drainase yang dapat menimbulkan genangan/banjir. Tujuan dari kefgiatan ini adalah pemanfaatan air hujan demi menghindari kerusakan lingkungan baik dari meluapnya drainase,banjir, dan sebagainya, serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan air hujan dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari dalam bentuk kegiatan penyuluhan. Lokasi Penyuluhan Pemanfaatan Air Hujan berlokasi di Balai Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Way Halim. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan data primer, pengolahan data dengan menggunkaan data curah hujan, dan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti oleh Pemerintah Setempat dalam hal ini Pegawai serta Lurah Jagabaya III, dan masyarakat sekitar. Pengolahan data dengan memperhitungkan curah hujan harian rerata, koefisien tampungan hujan melalui atap dan menganalisa keksesuaian tampungan dengan curah hujan yang ada. Solusi pemanfaatan air hujan yang sesuai untuk Kelurahan Jagabaya III adalah sistem jaringan air hujan yang ditampung dalam tangki air melalui proses filtrasi kemudian diteruskan ke sumur resapan dan kelebihan air yang tidak terserap akan disalurkan ke dalam saluran pembuangan.

Page 6 of 66 | Total Record : 656