cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
P2M STKIP Siliwangi
ISSN : 23559004     EISSN : 25807706     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015" : 14 Documents clear
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Ika Wahyu Anita Wahyu Anita
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.654 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p246-251.184

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa pendidikan matematika. Akan dicari faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh motivasi belajar mahasiswa ditinjau dari perbedaan jenis kelamin terhadap kemampuan berpikir kritis matematis, kemudian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendukung serta menghambat motivasi belajar mahasiswa. Sampel penelitian yang diambil adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Struktur Aljabar II di STKIP Siliwangi Bandung berjumlah 84 orang. Penelitian ini merupakan penelitian expost-facto. Data-data penelitian diambil dari angket mahasiswa, wawancara dan tes tertulis untuk mengukur kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa pada mata kuliah Struktur Aljabar II. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan motivasi belajar ditinjau dari jenis kelamin, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Kata kunci: motivasi belajar, jenis kelamin, kemampuan berpikir kritis matematis ABSTRACT This study was motivated by the low of critical thinking skills of the mathematics education students. Will be searched the factors that affecting the capabilities. The purpose of this study to determine the influence of learning motivation (in terms of the gender differences) to the ability of mathematics critical thinking, then to determine what factors that support and hinder the learning motivation. The research sample is 84 students who take Structure of Algebra II in STKIP Siliwangi Bandung. This study used expost-facto research. The data taken from the students questionnaires, interviews and the mathematics critical thinking test. The results showed the differences learning motivation in terms of the gender differences, but not significant for the mathematics critical thinking. Keywords: learning motivation, gender, math critical thinking
PENERAPAN AKTIVITAS QUICK ON THE DRAW MELALUI PENDEKATAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MA Tina Rosyana; Indah Puspita Sari
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.293 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p192-202.178

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi dan penalaran matematis siswa yang menggunakan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan Thinking Aloud Problem Solving (TAPPS) dibandingkan dengan yang menggunakan pembelajaran biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen, dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa MA Negeri di Kota Cimahi, sedangkan sampel penelitiannya  adalah sebanyak dua kelas dari kelas XII yang dipilih secara acak dari seluruh kelas XII yang ada. Kemudian kedua kelas tersebut dipilih menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS dan kelas control memperoleh pembelajaran biasa. Instrumen   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini  berupa  soal tes kemampuan komunikasi dan penalaran matematis. Data hasil penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji statistik (uji-t). Kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut: 1) Kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa; 2) Kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS  secara signifikan lebih baik   daripada yang memperoleh pembelajaran biasa; 3) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa; dan 4) Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan aktivitas quick on the draw melalui pendekatan TAPPS lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa. Kata Kunci: Komunikasi Matematis, Penalaran Matematis, Aktivitas Quick on The Draw,  Pendekatan Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) ABSTRACT This study aims to examine the achievements and improvement students’ mathematical communication and mathematical reasoning ability between those who acquire learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach and conventional learning. The method was used in this study is the experimental method, with pretest-posttest control group design. The population was the entire students of MA Negeri in Cimahi, while the sample is two classes of grade XII selected randomly from all the existing class of grade XII. Then these two classes were randomly assigned into experimental class and control class. Experimental class gets quick on the draw activity with TAPPS learning approach and control class gets conventional learning. Research instruments include tests of mathematical communication and mathematical reasoning ability. The data were analyzed using t-test and the Mann-Whitney test. The results showed that (1) Students’ achievement of mathematical communication ability of mathematical learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach is better than through conventional learning; (2) Students’ achievement of mathematical reasoning ability of mathematical learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach is better than through conventional learning; (3) Students’ improvement of mathematical communication ability of mathematical learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach is better than through conventional learning; (4) Students’ improvement of mathematical reasoning ability of mathematical learning through quick on the draw activity with TAPPS learning approach is better than through conventional learning. Keywords: Mathematical Communication, Mathematical Reasoning, Quick on The Draw Activity, Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Learning Approach.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN MAHASISWA MELALUI PROJECT BASED LEARNING Harry Dwi Putra; Ratni Purwasih
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.432 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p128-136.156

Abstract

ABSTRAKPrestasi belajar dan keaktifan mahasiswa penting untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang inovatif. Dari begitu banyak model pembelajaran inovatif, salah satu yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan mahasiswa adalah pembelajaran berbasis proyek (project based learning), karena lebih menekankan pada pendekatan kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks, melibatkan mahasiswa dalam melakukan investigasi pemecahan masalah dan kegiatan bermakna, memberi kesempatan bekerja secara mandiri dalam mengkontruksi pengetahuan, serta menghasikan produk nyata. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi keaktifan mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di dua kelas reguler angkatan 2014 program studi pendidikan matematika STKIP Siliwangai Bandung. Subjek penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang terbagi di kelas A1 dan A3. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive, karena penelitian ini diterapkan pada mahasiswa di kelas yang mengambil mata kuliah media pembelajaran matematika. Berdasakan analisis data, diperoleh rerata peningkatan prestasi belajar kelas eksperimen dan kontrol masing-masing sebesar 84,57 dan 72,79. Persentase keaktifan mahasiswa kelas eksperimen dan kontrol masing-masng sebesar 70,93% dan 69,41%. Dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dan keaktifan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran dengan project based learning lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran dengan metode ekspositori. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Keaktifan, dan Project Based Learning.  ABSTRACTLearning and student achievement is important for the enhanced activity of the learning process, so we need a model of innovative learning. Of so many innovative learning model, one that is appropriate to improve learning achievement and activity of students is project-based learning (project based learning), as more emphasis on contextual approach through activities that are complex, involve students in an investigation of problem solving and activities meaningful, giving the opportunity to work independently in the construct knowledge, as well as generate real products. This is a quasi-experimental study using experimental and control groups. The instrument used was a test of learning outcomes and student observation sheet liveliness. The research was conducted in two regular class 2014 of mathematics education courses STKIP Siliwangai Bandung. Subjects numbered 120 students, divided in classes A1 and A3. The sampling technique was done by purposive, because this study applied to the students in the class were taking courses in mathematics learning media. Based on data analysis, obtained a mean improvement of learning achievement of the experimental and control classes respectively by 84.57 and 72.79. Activeness percentage grade students experiment and control each masng amounted to 70.93% and 69.41%. It can be concluded that the achievement of learning and activity of students who receive study with project-based learning is better than the gain of learning with expository method. Key Words: Achievement, Activeness, and Project Based Learning. 
EFEKTIFITAS PELATIHAN KETERAMPILAN HANTARAN BAGI KAUM PEREMPUAN DI DESA CIGUGUR GIRANG KEC. PARONGPONG KAB. BANDUNG BARAT (STUDI KASUS PROGRAM PNPM DESA TAHUN 2015) Nandang Rukanda; Nunu Mahmud Firdaus
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.751 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p252-254.185

Abstract

ABSTRAKKrisis global yang melanda dunia dengan perekonomian bangsa-bangsa kian terpuruk berakibat kesulitan diseluruh negara yang ada. Krisis dunia ini berdampak pada keprihatinan yang menimpa Bangsa Indonesia, dimana terjadi krisis perekonomian sejak pertengahan tahun 1997 telah berkepanjangan, dengan jumlah pengangguran dan kemiskinan yang semakin banyak. Hal ini dibuktikan dengan tidak terserapnya tenaga kerja pada sektor perekonomian yang ada, dan masih banyak anak-anak yang putus sekolah (dropped out), serta anak-anak usia produktitif yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai salah satu upaya guna menanggulangi krisis ini adalah dengan cara membuat masyarakat terampil melalui pelatihan untuk mempersiapkan mereka masuk ke pasar kerja serta untuk berusaha secara mandiri. Pelatihan-pelatihan sering diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Salah satu usaha sektor jasa yang potensial untuk berkembang adalah  pembuatan hantaran. Penelitian ini mencoba memaparkan permasalahan berkenaan dengan rumusan deskripsi, yaitu mempertanyakan Bagaimanakah penyelenggaraan pelatihan pembuatan hantaran? Bagaimanakah implementasi yang dilakukan para alumni program pelatihan pembuatan hantaran? dan Bagaimanakah dampak penguasaan keterampilan pembuatan hantaran terhadap kehidupan keluarganya? Penelitian ini dilakukan terhadap penyelenggaraan pelatihan pembuatan hantaran program PNPM Desa yang diselenggarakan pada Januari 2015 di Desa Cigugur Girang Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat. Hasil penelitian ini akan diterbilkan dan dipublikasikan pada jurnal empowerment prodi PLS STKIP Siliwangi Bandung. Adapun kajian teori yang akan dipakai sebagai pisau analisa dalam penelitian ini adalah berhubungan dengan teori-teori pelatihan, efektivitas pelatihan, dan dampak dari pelatihan. Sementara metode penelitian akan mempergunakan metode kualitatif yang akan melihat dan mencermati pelatihan pembuatan hantaran di Desa Cigugur Girang Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat Populasi yang akan dijadikan objek penelitian berjumlah 15 orang, dan pengambilan sampel dilakukan dengan mempergunakan Non Probability Sampling, Sampling Jenuh. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Pelatihan Keterampilan Hantaran bagi Kaum Perempuan di Desa Cugugur Girang Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat dilakukan sebagaimana pelatihan pada umumnya. Setelah pelatihan para alumni mengembangkan ketempilannya dengan melakukan usaha penerimaan jasa pembuatan hantaran, dan mempunyai dampak terhadap peningkatan kehidupan keluarganya. Kata Kunci: Keterampilan Hantaran, Kaum Perempuan  ABSTRACT The global crisis that hit the world economy peoples' frustrations resulting difficulties that exist throughout the country. The world crisis impact on the concerns that struck the Indonesian nation, where there is economic crisis since mid 1997 has been prolonged, with unemployment and growing poverty. This is evidenced by the absorption of labor in the economy there, and there are still many children who drop out of school (dropped out), as well as produktitif age children who are unable to continue their education to a higher level. As one of the efforts to overcome this crisis is to create a community of skilled through training to prepare them for entry into the labor market and to strive independently. The trainings are often held for people who need a stock of knowledge, skills, life skills, and attitudes to develop themselves, to develop the profession, work, independent business, and/or continuing education kejenjang higher. One of the business services sector with the potential to grow is the manufacture of delivery. This research attempts to explain the problems with regard to the formulation of the description, the question What is the organization of training on making delivery? How did the implementation of a training program alumni manufacture of delivery? What is the impact and mastery of the skills of making delivery to family life? This research was conducted on the manufacture of conducting training events Village PNPM program held in January 2015 in the village of Cigugur Girang district. Parongpong Kab. West Bandung. Results of this study will be published in the journal diterbilkan and empowerment Prodi PLS STKIP Siliwangi Bandung. The study of theories that will be used as an analytic tool in this study is related to the theories of training, training effectiveness, and impact of the training. While the methods of the study will use qualitative methods that will see and watch-making training in the village conducting Cigugur Girang district. Parongpong Kab. West Bandung population that will be the object of study of 15 people, and the sampling is done by using Non Probability Sampling, Sampling Saturated. Conclusion The study shows that the conductivity Skills Training for Women in Rural Cugugur Girang district. Parongpong Kab. West Bandung done as training in general. After training the alumni develop by doing business receipts ketempilannya manufacturing services delivery, and have an impact on the increase in family life. Keywords: Skills Delivery, Women
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP Hamidah Hamidah; Siti Chotimah Chotimah
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.52 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p203-208.179

Abstract

ABSTRAK Latarbelakang penelitian ini yaitu keterampilan yang baik dalam geometri mampu mendukung pamahaman siswa terhadap ilmu lain dalam matematika seperti ilmu menghitung, mengukur, dan lain-lain. Namun kenyataannya, geometri merupakan salah satu pokok bahasan yang kebanyakan tidak disukai oleh siswa. Kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan dalam memahami geometri. Terdapat lima fase berpikir dalam model Van Hiele yang memberi pengaruh positif terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan disain pretest-postest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VII di Ciomas, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VII dari salah satu SMP di Ciomas yang ditetapkan secara purposive dan dipilih dua kelas VII secara acak dari kelas VII yang ada. Data hasil penelitian akan dianalisis dengan menggunakan uji statistic t, uji koefisien kontingensi dan uji dengan statistik chi kuadrat. Berdasarkan analisis data kuantitatif, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa SMP yang memperoleh model pembelajaran Van Hiele lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa. Kata Kunci: Koneksi Matematis dan Pembelajaran Van Hiele  ABSTRACT Background This study is a good skill in geometry capable of supporting pamahaman students towards other disciplines in mathematics as the science of counting, measuring, and others. But in reality, the geometry is one of the topics that most disliked by students. Mathematical connection capability is one of the necessary capabilities in understanding geometry. There are five phases in the model Van Hiele thinking that gave a positive influence on students' mathematical connection capabilities. This research is an experimental design with pretest-posttest control group design. The population in this study are all junior high school students of class VII in Ciomas, while the sample is a class VII student of one junior high school in Ciomas defined two classes purposive and selected randomly from class VII VII there. Research data will be analyzed using statistical t test, contingency coefficient test and chi squared test statistics. Based on the analysis of quantitative data, we concluded that the mathematical connection ability of junior high school students who acquire Van Hiele learning model is better than the usual learning gain. Keywords: Mathematical Connections and Learning Van Hiele
PEMBERDAYAAN ANGGOTA PERSATUAN ISTERI PRAJURIT (PERSIT) DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MELALUI PROGRAM POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) DI BRIGADE INFANTERI 15 KUJANG II CIMAHI Anita Rakhman; Prita Kartika
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.455 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p137-147.173

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini membahas tentang pemberdayaan para anggota Persatuan Isteri Prajurit (Persit) dalam meningkatkan kemandirian melalui Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu di Brigade Infanteri 15 Kujang II Cimahi. Tujuannya untuk mendeskripsikan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu di Brigade Infanteri 15 Kujang II Cimahi dan untuk mendeskripsikan manfaat dari pemberdayaan anggota Persatuan Isteri Prajurit (Persit) dalam melaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu di Brigade Infanteri 15 Kujang II Cimahi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini adalah yang melakukan penelitian itu sendiri, yaitu peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh kader Poyandu Mawar Brigif 15 Kujang II Cimahi sesuai dengan kegiatan pokok menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2006 diantaranya:kesehatan Ibu dan anak, imunisasi, pencegahan dan penanggulangan diare, gizi. Manfaat yang diperoleh kader posyandu dalam melaksanakan kegiatan di Posyandu Brigade Infanteri 15 Kujang II Cimahi yaitu kader posyandu merasa percaya diri dalam lingkungan sosialnya, kader mempunyai banyak teman (sosialisasinya baik), kader menjadi lebih mandiri dan disiplin, kader merasa terhormat bias bergabung sebagai kader Posyandu sehingga sosialisasi dengan warga Asrama lebih dekat, kader juga merasa bertambah pengetahuannya tentang kesehatan dasar bagi ibu dan anak. Kata Kunci: Pemberdayaan, Persatuan Isteri Prajurit (Persit), Pos Pelayanan Terpadu.  ABSTRACT This study discusses the empowerment of the members of the Union of Soldiers Wife (Persit) in increasing the self-reliance through activities in the Integrated Service Post 15 Cleaver II Infantry Brigade Cimahi. The aim is to describe the activities in the Integrated Service Post 15 Cleaver II Infantry Brigade Cimahi and to describe the benefits of empowering members of the Union of Soldiers Wife (Persit) in carrying out activities in the Integrated Service Post 15 Cleaver II Infantry Brigade Cimahi. This study is a qualitative research. Instruments in this study is that doing research itself, which researchers. Data was collected in three ways: observation, interviews and documentation. Activities carried out by cadres Poyandu Rose Brigif 15 Cleaver II Cimahi according to the principal activity according to the Ministry of Health in 2006 include: mother and child health, immunization, prevention and control of diarrhea, malnutrition. The benefits cadre's in conducting at the Posyandu Infantry Brigade 15 Cleaver II Cimahi namely cadre's feeling confident in their social environment, the cadres have many friends (socialization good), cadres become more independent and disciplined, cadre honored bias join as Posyandu so that familiarization with hostel residents closer, cadres also feel increased knowledge about basic health for mother and child. Keywords: Empowerment, Warrior Wives Association (Persit), Integrated Service Post.
ANALISIS KEBUTUHAN SISWA DALAM MATERI BUKU TEKS BAHASA INGGRIS TINGKAT SMK Sri Supiah Cahyati; Cynantia R; Siska Rizkiani
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.962 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p209-216.180

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbeda dengan pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Menengah Umum lainnya. Di SMK, orientasinya adalah mempersiapkan siswa agar mampu berkiprah di dunia kerja. Melihat fenomena di atas, guru-guru Bahasa Inggris di SMK diharapkan memiliki kemampuan dalam menganalisis kebutuhan siswa sehingga mereka dapat merancang proses belajar- mengajar yang sesuai, terutama dalam keterampilan berbahasa Inggris (Listening, Speaking, Reading, dan Writing) dan komponen dalam bahasa Inggris (Grammar & Vocabulary). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi beberapa informasi faktual mengenai kebutuhan siswa SMK dalam pembelajaran bahasa Inggris,.dan menganalisis kesesuaian antara kandungan dalam buku teks pelajaran Bahasa Inggris dengan siswa di SMK dari segi kebutuhan siswa (students’ needs). Subjek yang diteliti adalah siswa SMK dan buku pelajaran bahasa Inggris, baik edisi KTSP maupun edisi Kurikulum 2013, dari 7 (tujuh) SMK yang menyelenggarakan jurusan TKJ di daerah Bandung dan Cimahi. Hasil menunjukkan kebutuhan siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris adalah untuk memenuhi kebutuhan profesi akademik dan masa depan siswa, yang melibatkan kemampuan bahasa dan beberapa komponen bahasa. Sedangkan dalam hal kesesuaian antara kandungan dalam buku teks bahasa Inggris dengan jurusan siswa di SMK TKJ dari segi students need, hasil menunjukkan bahwa buku teks bahasa Inggris lebih menjabarkan kompetensi bahasa Inggris secara umum dan tidak terarah pada jurusan TKJ itu sendiri. Kata Kunci: Analisis Kebutuhan Siswa, Buku Teks Bahasa Inggris, SMK.  ABSTRACT Learning English in Vocational High School (SMK) is different from teaching English in Senior High School. In SMK, the orientation is to prepare students to be able to take part in the work field. Consequently, English teachers in vocational school are expected to have the ability to analyze the needs of the students so that they can design an appropriate teaching-learning process. The aim of this study was to identify some factual information about the needs of vocational students in learning English, especially in the English-language skills (Listening, Speaking, Reading and Writing) and some of language components in English (Grammar & Vocabulary), and to analyze the conformity between the content of English textbooks with the vocational students’ needs. The subjects in this study were the vocational students and English textbooks, both SBC and Curriculum 2013 edition, of 7 (seven) SMK which organized the TKJ department in Bandung and Cimahi. The results showed that the needs of students towards learning English is to meet the academic professions and the future needs of the students, which involved the skills of the language and some of the language components. Whereas in the case of conformity between the content of the English textbooks and the vocational students’ needs, it was found that the English textbooks was more focused on describing the English language competences generally and not directed to the Department of TKJ itself. Keywords: Students’NeedsAnalysis, English Textbooks, Vocational School
POLA ASUH ORANG TUA SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA ANAK DALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI Novi Widiastuti; Dewi Safitri Elshap
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.737 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p148-159.174

Abstract

ABSTRAK  Perkembangan teknologi saat ini mengakibatkan perubahan pada berbagai bidang kehidupan yakni bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Teknologi komunikasi berkembang sangat pesat hingga masuk pada semua kalangan. Handphone atau smartphone kini sudah menjadi nyawa benda yang sangat berarti dalam kehidupan karena sangat bermanfaat. Selain memudahkan seseorang dalam berkomunikasi, smartphone ini mampu mendekatkan yang jauh, meski tanpa disadari sebetulnya smartphone menjauhkan yang dekat. Dampak positif dan negatif sangat dirasakan oleh masyarakat. Selain teknologi itu memang dirasa sangat memudahkan pekerjaan, namun dampak negatif yang muncul yaitu maraknya pornografi, penculikan, pemerkosaan, transaksi narkoba, bahkan transaksi prostitusi kini ikut meramaikan pemberitaan di Indonesia. Bahaya yang sangat mengancam anak-anak saat ini adalah pornografi dan pelecehan seksual. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan dari orang tua selaku madrasah pertama bagi anak agar penggunaan smartphone menjadi lebih bertanggungjawab. Survey dilakukan untuk mengetahui pola asuh orang tua di kota Cimahi. Hasil penelitian ini yaitu  64% anak kecanduan HP, dan 36% anak tidak kecanduan HP. Dari data anak yang kecanduan HP berasal dari keluarga yang menerapkan pola asuh permisif 47%, pola asuh otoriter 34%, dan pola asuh demokratis 19%. Latar belakang pendidikan orang tua yang  anaknya kecanduan HP sebagian besar berpendidikan SD, SMP, dan SMA meskipun ada juga yang berpendidikan S1 dan S2.  Sedangkan anak yang tidak kecanduan HP berasal dari keluarga yang menerapkan pola asuh demokratis 55%, pola asuh otoriter 28%, dan pola asuh permisif 17%. Orang tua memiliki latar belakang pendidikan SMA, S1, dan S2 meskipun ada juga yang berpendidikan SD, dan SMP namun berhasil mendidik anak mereka menjadi generasi yang tidak kecanduan HP.  Pola asuh demokratis yang mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab anak dalam menggunakan HP adalah sebagai berikut: (a)Menentukan peraturan dan disiplin dengan memperhatikan dan mempertimbangkan alasan-alasan yang dapat diterima, dipahami dan dimengerti oleh anak; (2) memberikan pengarahan tentang perbuatan baik yang perlu dipertahankan dan yang tidak baik agar di tinggalkan; (3) Memberikan bimbingan dengan penuh pengertian; (4) Dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga; (5) Dapat menciptakan suasana komunikatif antara orang tua dan anak serta sesama keluarga. Kata Kunci : Penggunaan Teknologi, Pola Asuh Orang Tua, Tanggung Jawab.  ABSTRACT Current technological developments lead to changes in many areas of life that is economic, social, and cultural. Communication technology is growing very rapidly up to get in on all the circles. Mobile phone or smartphone has now become the life of a very meaningful thing in life because it is very beneficial. In addition to facilitate a person to communicate, the smartphone is capable of a much closer, though unwittingly distanced smartphone actually close. Positive and negative impact is felt by the community. In addition the technology was deemed very easy job, but it appears that the negative impact of the proliferation of pornography, kidnapping, rape, drug dealing, prostitution transaction even now enliven the news in Indonesia. Dangers threatening children today is pornography and sexual harassment. Hence the need for supervision of parents as the first madrasah for children to become more responsible use of smartphones. The survey was conducted to determine the pattern of parenting in Cimahi. Results of this research that 64% of children addicted to HP, and 36% of children are not addicted to HP. Data from HP addicted children come from families who apply 47% permissive parenting, authoritarian upbringing 34%, and 19% democratic parenting. The educational background of parents whose children are addicted HP majority of elementary education, junior and senior high school although there are also educated S1 and S2. While the children are not addicted HP come from families who apply 55% democratic upbringing, authoritarian upbringing 28%, and 17% permissive parenting. Parents have high school education background, S1, and S2 although there are also educated elementary and junior high school but managed to educate their children into a generation that is not addicted to HP. Democratic parenting that can foster a sense of responsibility in children using HP are as follows: (a) Determine the rules and discipline to pay attention and consider the reasons which can be accepted, understood and understood by children; (2) provide guidance on good deeds that need to be maintained and that is not good in order to be left behind; (3) Provide guidance with understanding; (4) Can create harmony in the family; (5) It creates a communicative atmosphere between parents and children and the families. Keywords: Use of Technology, Parenting Parent, Responsibility.
TEACHERS’ TECHNIQUES AND PROBLEMS IN TEACHING READING Yanuarti Apsari; Yana Yana
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.481 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p217-233.181

Abstract

 ABSTRACT This study is aimed at exploring teachers’ techniques in teaching reading comprehension at one senior high school in Bandung Barat and investigating exploring the problems that the teachers encountered in teaching reading. This study employed a case study research design which used two data collection, observation and questionnaire. Two English teachers were purposively selected to participate in this research. Then, they were analyzed and reported descriptively. After being analyzed, the data revealed that the respondents used the teaching reading comprehension techniques in three reading stages: pre-reading, while-reading, and post-reading stages. In pre-reading stage, they applied Previewing technique and Vocabulary Instruction Technique; Pre-Reading Questions and Brainstorming Technique and discussing text type. Then, in while reading stage, they used Question-Answering Techniques, Vocabulary Instruction Technique, Recitation and Reading aloud. In post-reading stage, they conducted reviewing technique and follow up strategy. The data also indicated that in teaching reading comprehension, there were four problems encountered by the respondents in teaching reading: lack of students’ vocabulary mastery, lack of motivation in reading, students were not used to read a lot on a regular basis and teaching time allocation. With reference to the findings, it is recommended for English teacher to select appropriate technique in teaching reading which is relevant to the students’ needs. In addition, the teachers also are expected to improve their ability in teaching practice. It can be done through joining some trainings and workshops about techniques in teaching, reading a lot of sources, and sharing information with others teachers. Key Words: Teacher’s Techniques, Reading Comprehension and Problem.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi teknik guru dalam membaca pemahaman mengajar di salah satu SMA di Bandung Barat dan menyelidiki menjelajahi masalah yang dihadapi guru dalam membaca mengajar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus yang menggunakan dua pengumpulan data, observasi dan kuesioner. Dua guru bahasa Inggris secara sengaja dipilih untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Kemudian, mereka dianalisis dan dilaporkan secara deskriptif. Setelah dianalisis, data menunjukkan bahwa responden menggunakan teknik membaca pemahaman ajaran dalam tiga tahap membaca: pra-membaca, sementara-membaca, dan tahap pasca-membaca. Pada tahap pra-membaca, mereka menerapkan teknik dan Teknik Kosakata Instruksi Meninjau; Pre-Reading Pertanyaan dan Brainstorming Teknik dan mendiskusikan jenis teks. Kemudian, di saat membaca panggung, mereka menggunakan Pertanyaan-Menjawab Teknik, Kosakata Instruksi Teknik, Zikir dan Membaca dengan suara keras. Pada tahap pasca-membaca, mereka yang dilakukan meninjau teknik dan menindaklanjuti strategi. Data ini juga menunjukkan bahwa dalam membaca pemahaman ajaran, ada empat masalah yang dihadapi oleh responden dalam membaca ajaran: kurangnya penguasaan kosakata siswa, kurangnya motivasi dalam membaca, siswa tidak digunakan untuk banyak membaca secara dan pengajaran waktu yang teratur alokasi. Dengan mengacu pada temuan, disarankan untuk guru bahasa Inggris untuk memilih teknik yang tepat dalam membaca mengajar yang relevan dengan kebutuhan siswa. Selain itu, guru juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam praktek mengajar. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa bergabung pelatihan dan lokakarya tentang teknik dalam mengajar, membaca banyak sumber, dan berbagi informasi dengan guru lain. Kata Kunci: Teknik Guru, Pemahaman Membaca dan Masalah. 
PERSEPSI, POLA PENGASUHAN, DAN PERAN SERTA KELUARGA PEMULUNG TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (STUDI DESKRIPTIF PADA KELUARGA PEMULUNG DIKAMPUNG CIBATU DESA CILAME KECAMATAN NGAMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT) Lenny Nuraeni; Fifiet Dwi Tresna Santana
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.642 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p160-168.175

Abstract

ABSTRAK Persepsi, pola pengasuhan dan peran serta keluarga pemulung tentang pendidikan anak usia dini  (studi deskriptif pada keluarga pemulung di Kampung Cibatu Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat). Kajian Teoritik Laporan ini terdiri dari konsep persepsi, Konsep Keluarga, Konsep Pola Asuh Orang Tua, Konsep Pendidikan Anak Usia Dini, Konsep Peran Serta Orang Tua.  Penelitian menggunakan metode studi kasus yaitu menekankan pada aspek tertentu yang dikaji secara mendalam. Adapun pendekatan yang diambil adalah pendekatan kualitatif, karena pada hakekatnya penelitan ini bertujuan untuk menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa berdasarkan apa yang terjadi dilapangan mengenai “Bagaimana Persepsi Keluarga Pemulung tentang Pendidikan Anak Usia Dini (Studi pada Keluarga Pemulung di Kampung Cibatu Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Barat)”. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa kesimpulan sebagai berikut :1) Persepsi Keluarga Pemulung tentang Pendidikan Anak Usia Dini: Harapan keluarga pemulung yang paling terbesar adalah kelak anak-anak mereka dapat menyelesaikan sekolah mereka dengan baik, dan berprestasi serta mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari orang tua mereka, sehingga mereka dapat keluar dari garis kemiskinan dan pada akhirnya meningkatkan derajat keluarga mereka ditengah-tengah masyarakat. Namun dikenyataannya bahwa keluarga pemulung masih melibatkan anak-anak mereka dalam mencari nafkah, dimana para orang tua tidak memberikan waktu bagi anak-anak mereka untuk bermain dan belajar dengan baik tanpa harus ikut memikirkan dan berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, 2) Pola  pengasuhan Anak Usia Dini (AUD) yang dilakukan oleh keluarga pemulung yang mengikutsertakan anaknya ke lembaga PAUD adalah dominan menggunakan pola pengasuhan demokratis, sedangkan pola pengasuhan yang dilakukan oleh keluarag pemulung yang tidak mengikutsertakan anaknya ke lembaga PAUD adalah Otoriter dan Laizes Faire dan pengasuhan yang lebih dominan terhadap anak yaitu dilakukan oleh ibu, 3) Peran serta orang tua (keluarga pemulung) dalam program PAUD di masyarakat. Semua keluarga pemulung di Kampung Cibatu Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat memberikan partisipasi tenaga. Hal tersebut dikarenakan partisipasi dalam bentuk tenaga merupakan partisipasi yang murah dan mudah diberikan oleh keluarga pemulung. Sebagian besar keluarga pemulung memberikan partisipasinya dalam bentuk ketrampilan dan kemahiran serta sosial. Bagi keluarga pemulung yang menyertakan anaknya ke lembaga PAUD, hanya dapat membantu melalui ketrampilan yaitu membuat mainan dari barang-barang bekas serta sosial yaitu berupa menyebarkan informasi-informasi seputar penyelenggaraan kegiatan-kegiatan di PAUD. Kata Kunci:  Persepsi, Pola Pengasuhan dan Peran Serta Keluarga Pemulung tentang Pendidikan Anak  Usia Dini.  ABSTRACT Perception, parenting and the role of scavenger families about early childhood education (descriptive studies on scavenger families in Kampung Desa Cibatu Cilame Ngamprah District of West Bandung regency). Theoretical study report consists of the concept of perception, Family Concept, Concept Parenting Parents, Early Childhood Education Concept, Concept of Participation of Parents. Research using the case study method is particular emphasis on aspects studied in depth. The approach taken is a qualitative approach, because in essence this research aims to analyze and interpret the facts, symptoms and events based on what is happening in the field of "How Perception of Family Scavenger on Early Childhood Education (Studies in Family Scavenger Kampung Cibatu Village Cilame Ngamprah sub-districts of West Bandung Regency West) ". From the research results that the following conclusions: 1) Perception of Family Scavenger on Early Childhood Education: Hope family scavenger most biggest is the future of their children can finish their school well, and achievement as well as getting a better job than people their parents, so that they can get out of poverty and ultimately improving the degree of their families in the midst of society. However dikenyataannya that family scavenger still involve their children in making a living, where parents did not allow time for their children to play and learn well without having come to think and try to meet their needs, 2) the pattern of parenting Children Early (AUD) conducted by the family of scavengers who engage their children to institutions of early childhood education is the dominant use nurture democratic, whereas parenting is done by keluarag scavengers that do not involve their children to institutions of early childhood education is authoritarian and Laizes Faire and nurturing more dominant against children that is carried by the mother, 3) participation of parents (family scavenger) in early childhood education programs in the community. All scavenger families in Kampung Desa Cibatu Cilame Ngamprah District of West Bandung regency give force participation. That is because participation in the form of labor is cheap and easy participation by family scavengers. Most families scavengers provide participation in the form of skills and social skills as well. For the scavenger families encourage their children to early childhood institutions, can only be helped through skills that make toys of second-hand goods in the form of social and disseminate information about the implementation of activities in early childhood. Keywords: Perception, Parenting and Family Participation Scavengers on Early Childhood Education. 

Page 1 of 2 | Total Record : 14