cover
Contact Name
Yusep Ahmadi F
Contact Email
yusep-ahmadi-f@ikipsiliwangi.ac.id
Phone
+62226658680
Journal Mail Official
Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi 40526
Editorial Address
Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi 40526
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 22524657     EISSN : 25496506     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus Semantik journal is a medium for disseminating the result of research about language, literature, and language and literature education in Indonesia. Scope Semantik journal publishes the research article in language, literature, language and literature education in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013" : 7 Documents clear
THE USE OF REFUSAL STRATEGIES IN WORK PLACE SETTING IN STIA LAN BANDUNG Khaerunisa Khaerunisa
Jurnal Semantik Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.218 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v2i1.p87 - 93

Abstract

This study was conducted to find out the refusal strategies in work place setting by10 employees of STIA LAN Bandung. The questionnaire used was DiscourseComprehension Test (DCT) developed by Beebe et al (1990) in 12 differentsituations. The participants were asked to refusing 12 different situations tosomeone who comes from higher, equal, and lower status. The findings of this studyshow that the participants mostly used indirect strategies in refusing someone’srequest depend on the status in the work place. The findings also shown that theparticipants use 6 different strategies relate with ‘saving face’ and the highestpercentage is regret strategy and the lowest percentage is ‘other’ strategy. Inconclusion, the participants use different strategies; direct strategies to the lowerstatus and indirect strategies to the equal and higher status.Keywords: refusal strategies, Discourse Comprehension Test
Mentradisikan Kesantunan Berbahasa: Upaya Membentuk Generasi Bangsa yang Berkarakter Ika Mustika
Jurnal Semantik Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.354 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v2i1.p1 - 11

Abstract

Pembentukkan karakter menjadi hal yang sangat penting saat ini karena banyakperilaku bangsa yang dipertanyakan keabsahannya sebagai karakter bangsa terlebihadanya pergeseran zaman menuju arus globalisasi semakin deras. Kehidupanberbangsa menjadi semakin kehilangan jatidirinya. Berbagai upaya dilakukan untukmengembalikan karakter bangsa tersebut agar kehidupan berbangsa menjadi kukuhkembali. Salah satu cara melalui penggunaan bahasa yang santun (kesantunanberbahasa). Bahasa Indonesia saat ini selain sebagai alat pemersatu juga menjadijatidiri dan karakter dari bangsa Indonesia. Jatidiri dan karakter ini akan berubahmenjadi kesantunan dalam berbahasa. Kesantunan berbahasa merupakan awal dalampembentukkan karakter seseorang yang mencerminkan suatu bangsa. Agarkesantunan berbahasa ini menjadi tradisi dalam masyarakat Indonesia, maka perluupaya pembinaan melalui pembiasaan. Membiasakan diri mematuhi norma-normaberbahasa akan menjadikan generasi bangsa selalu mematuhi tatanan-tatanan yangada pada bahasa Indonesia. Lingkungan pendidikan formal maupun informal dapatdijadikan sebagai sarana dalam mentradisikan kesantunan berbahasa. Tulisan ini,menyajikan sebuah pemikiran sederhana mengenai bentuk-bentuk perilakukesantunan berbahasa yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan formalmaupun informal. Kata kunci: Kesantunan Berbahasa, Generasi yang Berkarakter
PENERAPAN MODEL TONGKAT BERBICARA BERORIENTASI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BERDEBAT Deden Sutrisna
Jurnal Semantik Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.407 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v2i1.p12 - 29

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Model Tongkat Berbicara Berorientasi Karakter dalam Pembelajaran Debat (Eksperimen terhadap Siswa Kelas X SMANegeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon Tahun Ajaran 2013/2014). Latar belakangpenelitian ini adalah minimnya kompetensi siswa dalam berbicara terutamakemampuan berdebat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif modelpembelajaran berdebat yang meningkatkan kemampuan berdebat sekaligusmenanamkan karakter positif kepada peserta didik. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat perbedaan peningkatan kemampuanberdebat siswa yang menggunakan model tongkat berbicara berorientasi karakterdibandingkan dengan peningkatan kemampuan berdebat siswa yang menggunakanmodel terlangsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodeeksperimen dengan rancangan The Randomized Pretest-Postest Control GroupDesign. yang diujicobakan kepada popualsi penelitian. Dalam penelitian ini,kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan model tongkatberbicara berorientasi karakter sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan modelterlangsung. Berdasarkan hasil perhitungan statistik diperoleh data bahwa t hitung > ttabel = 4,476 > 2,021, sehingga hipotesis yang diajukan penulis dapat diterima. Jadi,dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berdebat siswa yangmenggunakan model tongkat berbicara berorientasi karakter dibandingkan dengansiswa yang menggunakan model terlangsung.Kata kunci: Model Tongkat Berbicara, Pendidikan Karakter, Pembelajaran Berdebat
TEKNIK BERMAIN PERAN DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI CERPEN Mekar Ismayani
Jurnal Semantik Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.848 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v2i1.p42 - 51

Abstract

Penelitian ini berjudul "Teknik Bermain Peran dalam Pembelajaran ApresiasiCerpen” Studi Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas IX SMA. Penelitian inibertujuan untuk: 1) mengetahui hasil belajar siswa dalam memahami unsur-unsurintrinsik cerpen sebelum menggunakan teknik bermain peran; 2) mengetahui hasilbelajar siswa dalam memahami unsur-unsur intrinsik cerpen sesudah menggunakanteknik bermain peran; 3) mengetahui perbedaan yang signifikan dalam pembelajaranapresiasi cerpen sebelum dan sesudah menggunakan teknik bermain peran. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi yangmengujicobakan teknik bermain peran dengan sampel penelitian berjumlah 44 orangsiswa yang terdiri dari 21 orang siswa laki-laki dan 23 orang siswa perempuan.Adapun instrumen yang digunakan adalah hasil apresiasi cerpen melalui prates danpascates. Berdasarkan hasil pengolahan dan perhitungan data prates dan pascatesdiketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 12,727 atau 28,93 %. Padaprates diperoleh nilai dengan rata-rata 75 sedangkan pada pascates diperoleh nilairata-rata sebesar 87,727 maka hipotesis penelitian yang berbunyi "Terdapatperbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran apresiasicerpen sebelum dan sesudah menggunakan teknik bermain peran" terbuktikebenarannya. Kenyataan ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan t-scoremencapai 13, 744. Nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 13,744 > 2,00. Dengan kata lain hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis Nol (Ho) ditolak.Kata Kunci: teknik bermain peran, pembelajaran apresiasi cerpen 
PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE PENGELOMPOKAN IDE (CLUSTERING) BERBASIS MEDIA GAMBAR FOTOGRAFI Nofiyanti Nofiyanti
Jurnal Semantik Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.904 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v2i1.p52 - 66

Abstract

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untukberkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara bertatap muka dengan orang lain.Keterampilan menulis merupakan kemampuan mengekspresikan, pikiran, perasaan,pengalaman dalam bentuk tulisan yang disusun secara sistematis dan logis, sehinggatulisanya dapat dipahami oleh pembaca. Hasil studi pendahuluan menunjukkanbahwa pembelajaran menulis di sekolah selama ini belum optimal baik dari segikuantitas maupun kualitas. Metode dan media pembelajaran menulis yangdigunakan oleh guru tidak menarik dan tidak bervariatif. Akibatnya menjadikansiswa sulit mencari dan mengembangkan ide untuk menulis. Penelitian inimenggunakan metode eksperimen kuasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode pengelompokan ide(clustering) berbasis media gambar fotografi efektif digunakan dalam pembelajaranmenulis narasi. Angket dan wawancara menunjukkan respon positif atas penggunaanmetode pengelompokan ide (clustering) berbasis media gambar fotografi dalampembelajaran menulis narasi. Begitu pula hasil akhir penelitian menunjukan bahwasetelah perlakuan metode pengelompokan ide (clustering) berbasis media gambarfotografi, kemampuan menulis narasi siswa mengalami peningkatan rata-rata yangcukup signifikan yakni 70,63 menjadi 78,17; dengan thitung(4,895) > t tabel (1,668).Kata Kunci: Pembelajaran Menulis, Karangan Narasi, Metode Pengelompokan Ide(Clustering), Media Gambar Fotografi
THE STUDENTS’ DIFFICULTIES IN WRITING THESIS STATEMENT Dini Hadiani
Jurnal Semantik Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.101 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v2i1.p80 - 86

Abstract

This study is aimed at identifying the students’ ability in writing thesis statement. By implementing descriptive method, twelve students’ texts were analyzed and the focuswas on the introduction section of their essays. Interview was conducted to justifythe result of students’ text analysis, and also to find out the problems they faced inthe process of writing and the possible solutions. The result showed that the mainproblems were on the grammar rules of the essay and how the ideas were delivered.These were mostly caused by the low capacity of the students’ grammaticalcompetence. It is therefore suggested that the teacher should give various exercisesin the use of grammar of essay writing and how the ideas could be delivered well.Keywords: writing, thesis statement, grammar rules
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI Teti Sobari
Jurnal Semantik Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Number 1, February 2013
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v2i1.p94-106

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan kemampuan menulis  karangan argumentasi siswa SMK. Menulis merupakan aktivitas yang membutuhkan aktivitas dan kreativitas berfikir. Model yang dapat menumbuhkan aktivitas dan kreativias berfikir adalah metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Teknik jigsaw adalah suatu teknik pembelajaran yang menekankan pada aspek kerjasama dengan pola belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang yang anggotanya dipilih secara heterogen. Siswa bekerja sama saling ketergantungan secara positif dan bertanggung jawab secara mandiri.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode quasi eksperimen dengan ujicoba metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran menulis paragraf pada karangan argumentasi.Hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw efektif digunakan dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi. Model ini juga dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa SMK

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2013 2013