cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2008)" : 4 Documents clear
Peran Krusial Rakyat Dan Penduduk Sipil Lainnya Dalam Perang Non Konvensional Masa Kini Dan Implikasinya PadaSitem Pertahanan Rakyat Semesta: Sebuah Komentar terhadap The U.S. Army and Marine Corps Counterinsurgency Field Manual, 2006 Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22177

Abstract

Jika kita membaca baik-baik sejarah umat manusia, sukar bagi kita untuk mengambil kesimpulan, apakah keadaan normal itu adalah perdamaian dengan perang sebagai selingan dari keadaan damai itu, ataukah keadaan normal itu adalah perang dengan keadaan damai sebagai selingan dari peperangan. Perang dan damai merupakan suatu kenyataan riil yang tidak dapat dibantah atau dihindari, dan merupakan suatu fakta ber Banda yang terjadi silih berganti dan berlangsung secara terus-menerus dalam suatu con-tinuum, sehingga menimbulkan adagium yang bersifat paradox yang berbunyi: Si Vis Pacem Para Bellum, yang berarti siapa yang ingin damai, bersiaplah untuk perang'. Oleh karena itulah, sambil melanjutkan usaha untuk hidup sejahtera dalam suasana damai, pimpinan suatu bangsa dan negara harus mempersiapkan diri secara terus menerus menghadapi kekerasan yang potensial akan dilancarkan oleh bangsa dan negara lain, karena hampir dapat dipastikan dalam drimai ada bibit perang, sedangkan perang cepat atau lambat akan - atau harus - diakhiri dengan perdamaian.
Membangun Kekuatan Pertahanan Wahyono S K
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22178

Abstract

Pembangunan kekuatan pertahanan kita sejauh ini hanya berupa wacana yang tidak kunjung menjadi kenyataan. Banyak orang tidak memahami akan pentingnya sebuah angkatan bersenjata bagi suatu negara, tidak saja sebagai perangkat untuk melindungi keamanan bangsa, tetapi juga sebagai lambang kedaulatan negara.Sepertinya ada persepsi yang tidak beres dalam masya-rakat kita. Meskipun kita sudah merdeka lebih dari setengah abad, tetapi masyarakat masih tetap hidup dengan persepsi jaman penjajahan dulu, yaitu ada pemerintah yang menjajah dan ada masyarakat yang dijajah, serta tentara adalah kom-peni yang menindas rakyat. Oleh karena itu meskipun kita sudah mempunyai pemerintahan yang presidennya dipilih langsung, masyarakat tetap mengambil posisi melawan peme-rintah. Semua yang diperbuat pemerintah ditentang, bahkan yang baikpun dilawan sebagai kebijakan yang salah. Melawan pemerintah dianggap sebagai suatu perbuatan yang heroik.Di sinilah letaknya maka angkatan bersenjata dianggap dan diperlakukan sebagai aparat pemerintah untuk menekan dan menindas masyarakat, maka harus dikerdilkan peran-annya dalam masyarakat, meskipun yang dilakukan oleh prajurit kita di waktu damai di saat jeda latihan adalah pro-gram prajurit masuk desa atau karya bakti yang lain, yang maksudnya untuk mendayagunakan kemampuan yang berlehih untuk membantu meringankan beban masyarakat, selain untuk semakin mendekatkan prajurit kepada rakyat.
Menengok Kembali Gagasan Pemikiran Ekonomi "Small Is Beautiful" Armaidi Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22169

Abstract

Reformasi telah berjalan satu dasawarsa, namun ternyata perjalanan itu masih mengalami berbagai tantangan dan ancaman. Dewasa ini situasi dunia dalam ancaman krisis pangan, energi, bencana alam, pemanasan global, dan pencemaran serta kerusakan lingkungan hidup yang akan membahayakan kehidupan rakyat, terutama rakyat kecil. Tulisan ini merupakan suatu upaya refleksi untuk menengok kembali terhadap gagasan pemikiran dalam rangka menge-nang 100 tahun Schumacher, seorang ekonom yang lahir pada tahun 1908 di Bonn, Jerman. Gagasan pemikiran Schu-macher 'Small is Beautiful' ini mempunyai pengertian yang jauh lebih luas dan dalam serta pernah menjadi wacana yang populer di era tahun 80-an karena banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan akademisi dan cendekiawan, baik di Indonesia maupun di dunia internasional. Bahkan Alvin Toffler, seorang futurulog kelas dunia mengungkapkan pemikirannya bahwa pada masyarakat gelombang ketiga ini, dengan berbagai ciri yang ditampilkannya, dapatlah dikatakan merupakan aplikasi dari pemikiran Schumacher yaitu "Small is Beautiful". Hanya saja ruang lingkupnya diperbesar, sehingga Toffler melahirkan. ungkapan lain, yaitu "Small - Within - Big is Beautiful".
Kemiskinan: Tantangan Struktural Dan Peluang Kultural Irwan Abdullah
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22170

Abstract

Pembangunan itu problematis karena is melahirkan ketimpangan dan ketergantungan. Ketimpangan terjadi dalam berbagai bentuk pada saat proses pembangunan tidak mampu mengendalikan konsentrasi pembangunan di Jawa atau di wilayah barat atau di pusat-pusat pertumbuhan. Ketimpangan juga menjadi gejala pada saat proses pem-bangunan tidak berhasil menjamin keseimbangan hubungan antaretnis, antarkelompok, atau menjamin distribusi "kue pembangunan" kepada kelompok yang paling membutuhkan. Ketergantungan terjadi pada saat yang kecil tidak memiliki hak suara, sebaliknya menerima keputusan-keputusan yang dibuat oleh kepentingan pusat, penguasa, kelompok dominan, atau elite. Istilah pembangunan itu sendiri menjadi persoalan yang belum selesai yang tidak dapat diterinza begitzz saja sebagai sebuah konsep yang bersifat directive dalam keseluruhan tingkah laku perubahan yang dilakukan, karena istilah pembangunan masih bersifat sepihak.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue