cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2011)" : 4 Documents clear
Meningkatkan Ketahanan Nasional Dapat Mewujudkan Tegaknya Supermasi Hukum Penyelenggara Negara A Dirwan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3601.892 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19092

Abstract

Ketahanan Nasional Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi
Implementasi Dan Dampak Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Pertahanan Di Perbatasan Kalimantan Barat (Studi Di Kabupaten Sambas) Ariwibowo Teguh H A Susbyakto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4697.564 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22347

Abstract

Kabupaten Sambas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Serawak (Malaysia). Ditetapkannya Kawasan Perbatasan Kabupaten Sambas sebagai Kawasan Strategis Nasional memberikan konsekuensi nyata bagi dinamika kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Kabupaten Sambas merupakan salah satu akses utama bagi masuknya beragam nilai, pengaruh, bahkan ancaman yang memberikan dampak nyata bag-i masyarakat Indonesia. Pola ancaman keamanan saat ini telah mengalami transisi dari isu-isu tradisional seperti perang, konflik antar negara dan lain lain kearah isu isu non tradisional seperti separatisme, terorisme, konflik komunal dan kejahatan transnasional yang terorganisir.Kawasan perbatasan menjadi salah satu priori tas dalam pengelolaan keamanan negara. Hingga saat ini, pengelolaan perbatasan cenderung menerapkan sistem pengelolaan yang bersifat koordinatif (misalnya joint border committee). Tidak terintegrasinya otoritas kepabeanan, imigrasi, karantina, dan keamanan mengakibatkan turn pang tindih wewenang dalam pen gelolaan garis perbatasan negara, sehingga menimbulkan permasalahan dalam mengurangi intensitas ancaman. Untuk itu wilayah perbatasan harus segera direalisasikan menjadi sabuk pengaman (Safety Belt) yang memiliki daya tangkal tinggi terhadap setiap bentuk ancaman di bidang pertahanan dengan memadukan pertahanan nir militer dan satuan TNI sebagai komponen utama pertahanan di wilayah perbatasan
Optimalisasi Peran Komando Kewilayahan Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Alam Di Darat (Studi Di Kodim 0502/ Ju. Kodam Jaya Anak Agung Gde Suardhane Armaidy Armawf
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22348

Abstract

Bencana alum di suatu daerah memiliki hubungan sebab dan akibat dengan daerah lainnya, seperti di daerah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta, memiliki hubungan bencana alum banjir dan tanah longsor. Penyebab utama karena sebagian besar air yang mengalir dari beberapa sungai di ketinggian wilayah Puncak Bogor, ada yang bermuara ke dataran rendah Jakarta menuju pantai utara. Air mengalir melalui kali di kota dan anak sungai Ciliwung serta ada yang dapat ditampung di beberapa Situ untuk diresapkan airnya, tetapi karena daya serap dan daya tampung Situ dan sungai sangat terbatas, maka akhirnya air luber serta menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor. Seperti kasus tanah longsor di wilayah Situ Gintung yang terjadi pada tanggal 28 Maret 2009 dengan memakan korban jiwa dan harta benda. Setelah kejadian bencana di daerah Situ Gintung, ban yak tern pat penyerapan air berupa bendungan, situ, dan daerah sera pan air yang ada di wilayah Jakarta, terutama di Jakarta Utara dilakukan pemeriksaan oleh aparat Pemda terkait.Dari hasil pemeriksaan diperoleh data, bahwa ada beberapa situ atau daerah resapan yang kurang berfungsi lagi dan bila dibiarkan sampai menjelang musim hujan tiba, maka akan menim­bulkan bencana banjir. Banjir seperti yang telah terjadi pada tahun 2008 dan bencana akan lebih besar dapat menimpa wilayah Jakarta dan sekitarna, sehingga akan mengganggu situasi dan kondisi keamanan Ibu Kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan .
Konsepsi Menjadi Katolik Yang Nasionalie (Studi Tentang Umat Katolik Di Gereja Paroki St. Perawan Maria Diangkat Ke Surga Katedral Jakarta) CB Mujianto Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22346

Abstract

Saat ini semangat nasionalisme bangsa Indonesia cen­derung mengalami degradasi. Hal ini dapat dibuktikan de­ngan fakta-fakta yang memberikan gambaran perilaku­perilaku anak bangsa yang kontraproduktif bagi tumbuhnya solidaritas kebangsaana dengan sikap-sikap dan perilaku egois, masa bodoh, curiga kepada kelompok lain, kurang empati terhadap nasib rakyat. Perilaku tersebut antara lain: Pertama masalah korupsi yang telah mengakar kuat men­cengkeram kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan fenomena korupsi dan cenderung menerimanya sebagai bagian dari realitas keindonesiaan. (Karman, Kompas, 10 April 2010). Kedua aksi para teroris dengan aksi pengeboman di Indone sia merupakan peristiwa kontraproduktif bagi tumbuhnya solidaritas kebangsaan. Pelaku teroris adalah anak-anak bangsa sendiri yang dengan dalih kemurnian agama, menye­diakan diri menjadi martir untuk mengacaukan negara. (Adam, 2008: 100). Ketiga masalah penghormatan terha­dap lambang-lambang negara, yaitu ketika lagu Indonesia Raya lupa dinyanyikan dalam acara kenegaraan di Gedung DPR RI 14 Agustus 2009. Hal ini memberikan gambaran bagaimana bangsa ini rapuh dalam mencintai. Mencintai dan menghormati lambang-lambang negara merupakan salah satu sikap yang harus dijunjung oleh setiap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Media TV, 14 Agustus 2009 dan 5 Februari 2009). Keempat masih adanya warga bangsa yang in gin memisahkan din dari NKRI, sebagaimana ditunjukkan dari masih eksisnya gerakan separatis (OPM) di wilayah Indonesia bagian timur (Papua).

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue