cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (1998)" : 5 Documents clear
Integrasi Nasional Dipandang Dari Sudut Ketahanan Nasional R M Sunardi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.146 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19189

Abstract

Integrasi Nasional telah menjadi topik wacana yang amat aktual akhir-akhir ini dikaitkan dengan adanya konstatasi oleh berbagai pihak bahwasanya gejala-gejala disintegrasi telah mewujud. Sesunggguhnya, apabila kita cermati benar, maka tampak bahwa sejak dahulu masalah ini pun telah menjadi perhatian dari para pendiri republik Mi. Dalam hal pemi What' bahasa daerah yang akan dijadikan bahasa nasional terlihat adanya upaya untuk meredam kemungkinan terjadinya kecemburuan dari yang minoritas kepada yang mayoritas seandainya bahasa dari suku mayoritas dijadikan bahasa nasional.Memang harus diakui bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung kekuatan dan sekaligus kelemahan yang secara-hakiki melekat pada dirinya, yaitu kebhinekaan masyarakatnya serta konstelasi geografisnya yang amat menantang bagi setiap.pemimpin bangsa untuk memelihara keutuhan dan kesatuannya. Kebhinekaan masyarakat yang ada di Indonesia lebih menantang dibandingkan dengan apa yang terdapat di Amerika Serikat, karena yang terdapat di sini adalah kebhinekaan yang heterogen dan bukannya homogen. Pada kondisi kebhinekaan yang heterogen, ada keterikatan historis dan emosional antara satu suku dengan tapak huniannya yang tidak mungkin dihapuskan atau dihilangkan. Misalnya saja pulau Bali adalah "milik" suku Bali, wilayah Aceh atau pun Irian Jaya sama pula halnya. Keterkaitan demikian ini masih diperparah lagi dengan adanya keputusan pemerintah bahwa tapak hunian yang telah menjadi "milik" itu kemudian diresmikan menjadi propinsi. Maka muncullah isu putra daerah dalam setiap pemilihan gubernur atau bupati.
Hubungan Antara Agama Dan Negara Dalam Konteks Ketahanan Nasional: Sebuah Tinjauan Kebijakan Dan Operasional Saefrudin Bahar Saefrudin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.389 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19197

Abstract

Masalah hubungan antara agama dan negara dalam rangka proses pembentukan negara kebangsaan di Indonesia diajukan pertama kalinya pada tanggal 30 Mei 1945 oleh anggota Badan Penyelidik Llsaha-usaha Persiapan Kemederkaan Indonesia (BPLIPKI) Ki Bagus Hadikusumo dari Pengurus Besar Muhammadiyah yang berpusat di Yogyakarta. Beliau menyatakan bahwa oleh karena sebagian besar orang Indonesia beragama Islam maka adalah layak jika negara Indonesia yang akan dibentuk itu didasarkan pada agama Islam'. 
Pemilihan Umum Dan Pencalonan Presiden Oleh Rakyat Abdulkadir Besar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19193

Abstract

presidensial dengan masa jabatan- yang pasti, yaitu lima tahun (pasal 7). Presiden dan wakil presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (pasal 6). Sesudah memegang jabatannya selama masa lima tahun, presiden dapat dipilih kembali (pasal 7). Presiden dapat dipecat dalam masa jabatannya oleh Sidang Istimewa MPR bila DPR dan kemudian MPR menilai presiden sungguh melanggar GBHN yang telah ditetapkan oleh MPR (Penjelasan UUD 1945) dan atau melanggar UUD 1945 (Ref sumpah jabatan presiden, pasal 9). Bila presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya, diganti oleh wakil presiden sampai habis batas waktunya (pasal 8).
Negara Dan Integrasi Etnis Cina Di Indonesia Andreas A Susanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.191 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19194

Abstract

ndonesia adalah negara yang mempunyai keragaman etnis yang cukup berwarna-warni, tentu bukan tanpa alasan apabila semboyan nasionalnya menyerukan Bhinneka Tunggal Ika. Namun demikian etnis Cina yang diperkirakan sekitar 4 persen dari total penduduk Indonesia, tetaplah tinggal sebagai kelompok etnis tersendiri. Lepas dari sejarah panjang keberadaan mereka sejak sebelum abad ke-15 lalu, dan fakta bahwa hampir semua sekarang telah menjadi warganegara Indonesia, orang Cina masih tetap dirasakan sebagai outsider oleh sebagian besar warga yang menyebutdirinya pribumi.Keberhasilan dan dominasi ekonomi etnis Cina telah melahirkan kecemburuan, kebencian, dan permusuhan. Sementara orang Cina sendiri merasa mereka hanya dijadikan kambing hitam dari berbagai kekecewaan politik. Paralel dengan pengalaman orang Yahudi di Eropa dahulu, orang Cina di Indonesia juga dikenal sebagai pedagang yang pintar dan sukses, kurang sosial atau kurang bermasyarakat, danrentan secara politis.Tulisan ini akan membahas keterpisahan etnis Cina di Indonesia yang terus berlanjut sejak jaman Belanda sampai sekarang. Sudah barang tentu ada banyak penjelasan yang bisa diajukan, namun argumentasi yang akan dipakai dalam tulisan kali ini yaitu negara sebagai salah satu variabel penting yang memberi kontribusi dalam keterpisahan etnis Cina tersebut. Sejak jaman kolonial, keterpisahan itu telah dipelihara dan dimanipulasi untuk melayani kepentingan pemegang kekuasaan politik.
Reformasi Dan Ketahanan Nasional Budi Santoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19196

Abstract

Sepanjang sejarah peradaban manusia tatanan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan serta tatanan internasional terus mengalami perubahan, baik secara revolusioner maupun evolusioner. Perubahan secara revolusioner bertujuan mengganti/mengubah secara mendasar sis tem yang lama yang biasanya disertai dengan pergolakan yang menelan korban jiwa dan harta benda yang besar. Contohnya revolusi Perancis, revolusi Rusia dan revolusi kemerdekaan Amerika Serikat. Sedangkan perubahan secara evolusioner bertujuan memperbaiki sistem yang telah ada secara damai dan tahap demi tahap.Bangsa Indonesia mengalami revolusi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tahun 1945 sampai dengan tahun 1965. Setelah bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dari penjajah dan mempertahankannya, kemudian timbul berbagai ancaman untuk mengubah Pancasila dan memecah belah NKRI berhasil diatasi oleh bangsa Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

1998 1998


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue