cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2004)" : 5 Documents clear
Mempertahankan NKRI Melalui Budaya Mardjono Mardjono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1399.966 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22153

Abstract

Globalisasi, khususnya yang menyangkut isu Huma-nisme, termasuk di dalamnya isu minoritas, tampaknya perlu segera disikapi dengan kewaspadaan ekstra. Laporan akhir tahun 2004 dan prediksi sementara bidang sosial tahun 2005 seperti yang disampaikan Prof. Dr. Sunyoto Usman (Guru Besar Fisipol UGM) dan Drs. Moch. As'ad, S.U. (Fakultas Psikologi UGM) sungguh sangat mengagetkan. Betapa tidak, globalisasi yang pada awal kemunculannya (1980-1990) diyakini sebagai fenomena yang sangat prospektif dan menjanjikan, tiba-tiba menjadi sebuah momok menakutkan, karena globalisasi telah dinilai sebagai perusak pranata sosial yang ada di setiap wilayah dan atau negara (Kedaulatan Rakyat, 21/12).
Akar Masalah Penyebab Konflik Etnis Dan Alternatif Penyelesaiannya Prayudi Prayudi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22154

Abstract

Beberapa kasus konflik etnik yang terjadi di beberapa tempat di tanah air, telah menyadarkan kita tentang pentingnya upaya memperkuat wawasan kebangsaan guna mencegah terjadinya proses disintegrasi. Kasus konflik etnis di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, hanya menjadi dua contoh dari ban yak kejadian hampir serupa yang melanda Indonesia. Arus pengungsian massal etnis Madura yang diusir dari Kalteng telah membentuk sebuah gejala tertentu dari kegagalan bagi bangsa Indonesia untuk rtzenempatkan konteks wilayah tanah air yang terbuka lugs untuk dihuni dan dikembangkan oleh setiap warganya. Konflik etnis ternyata telah berlangsung dalam kurun waktu yang panjang dan cenderung berlarut-larut di tengah segala keterbatasan pemerintah untuk menanganinya secara tuntas. Kalaupun terjadi proses coiling down dan muncul him-bauan-himbauan ke arah perdamaian, maka hasil yang diperoleh biasanya hanya sementara. Setiap saat atau bahkan tidak terlarnpau lama sesudah peredaan ketegangan akibat konflik diciptakan maka pada tempo yang tidak terlalu lama, kerusuhan bernuansa etnis dapat terjadi dan berkembang meluas wilayah pertikaiannya.
Daulat-Rakyat Versus Daulat-Pasar Sri Edi Swasono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22155

Abstract

Globalisasi, sebagai sempalan doktrin globalisme yang mulia, ternyata merupakan paham liberalisme baru untuk menjadi topeng bagi pasar-bebas, yang justru mengabaikan cita-cita globalisme ramah untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan mondial. Namun mungkin mulai ada semacam ada titik-balik, berkat adanya kesadaran baru, bahwa tahun lalu PBB mulai menggariskan "Delapan Tujuan Milenium" (Eight Millennium Development Goals/MDGs) yang mulai kurang menaruh kepercayaan pada mekanisme pasar-bebas. Implisit tersirat bahwa intervensi dan perencanaan oleh negara untuk mencapai delapan MDGs itu mulai diperlukan.
Pendidikan Berwawasan Kebangsaan Dan Kemandirian Ekonomi Sebagai Jawaban Terhadap Tantangan Masa Depan Indonesia Wahyono S K
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22156

Abstract

Ketika krisis melanda negara kita, yang diguncang tidak hanya ekonomi kita, tetapi juga rasa kebangsaan kita. Konflik antaretnik antaragama, antarkelompok masyarakat, bahkan separatisme merebak. Rasa kebangsaan menipis, persatuan bangsa retak, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia pun memudar.
Penanggulangan Teror Bom Di Indonesia H Budisantoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22152

Abstract

Sejak tahun 1987 sampai tahun 2004 di Indonesia (di luar NAD Papua dan Maluku) telah terjadi teror born/ ledakan tidak kurang dari 30 kali. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan wilayah yang sangat luas terdiri dari ± 17.000 pulau besar kecil penduduk yang sangat besar junzlahnya yang sebagian besar masih rendah pendidikannya merupakan lahan subur bagi pelaku teror born. Kondisi ini diperparah oleih belum mantapnya kehidupan demokrasi dan masih adanya ekstrimitas agama serta jumlah pengang-guran/kemiskinan rakyat masih besar mengakibatkan ban yak peluang bagi teroris untuk menyelinap dan merekrut anggota kelompoknya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue