cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 458 Documents
Gejala Pergeseran Salah Satu Ajaran Dasar Kaum Injili Sadrak Kurang
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.169

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah agar kita bisa melihat faktayang jeias di mata kita tentang keadaan dan perilaku jemaat kita yangkemungkinan besar sama dengan fakta yang nyata yang sedang hidupdi beberapa anggota jemaat yang penulis temukan di lapangan. Keduaadalah kita bermaksud mengenal apa penyebab utama dari fakta itulalu dicarikan jalan keluarnya yang tidak menyimpang dari FirmanTuhan. Tulisan ini pada dasarnya diharapkan bermanfaat sebagaimasukan bagi para alumni STTJ melihat kembali perilaku dan hasilperilaku jemaatnya agar dengan itu kita dapat kembali mengambil jalanyang sesuai dengan mandat yang diberikan Tuhan bagi setiap kita. Selainitu diharapkan pula bahwa selaku gembala pengajar atau pendidik padasekolah baik teologi maupun umum, kita dapat menilai sampai sejauhmana kita telah beke{a dengan Tuhan dalam hal Itoh Kudus melahirkankembali orang-orang yang kita gembalakan dan kabari Injil.
Pandangan Teologi Reformed Mengenai Doktrin Pengudusan Dan Relevansinya Pada Masa Kini Marde Christian Stenly Mawikere
Jurnal Jaffray Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i2.211

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pandangan teologi Reformed mengenai Doktrin Pengudusan (Sanctification) dan relevansinya pada masa kini.  Teologi Reformed memandang konsep pengudusan  sebagai bagian integral dari doktrin keselamatan (soteriologi) yang merupakan karya anugerah Allah yang menjadikan orang pilihan yang kemudian memercayai Yesus Kristus sebagai “orang kudus” (pengudusan definitif) serta berkesinambungan dalam proses kehidupan orang percaya tersebut untuk menghidupi kekudusan dalam kehidupan setiap hari melalui pertumbuhan iman dalam Kristus yang akan berlangsung seumur hidup (pengudusan progresif).  Hal ini juga yang menjadi paradoks dalam soteriologi Reformed bahwa pengudusan bersifat monergis (pengudusan definitif) sekaligus  sinergis (pengudusan progresif).  Dengan demikian, soteriologi Reformed tidak sekedar konsep yang ideal dan filosofis seperti yang tersirat dalam slogan Sola Christo, Sola Gratia, Sola Fide, Sola Scriptura dan Soli Deo Gloria, namun juga bersifat praktis yang melibatkan pengalaman hidup setiap orang percaya dengan Tuhan (Sola Expierientia).
Menangani Masalah Konflik Agama Yusuf Umma
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.164

Abstract

Tidak terasa sudah lima tahun usia era reformasi di tanah air. padamasa ini, rakyat Indonesia berjuang keras dalam melaksanakan agendaagendareformasi. Pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agamabersama umat masing-masing berperan secara aktif guna memperbaikidan meningkatkan kwalitas hidup masyarakat indonesia.
Little Book, Big Waves: The Epistle of James and Global Stewardship in Bioethics Lora Jean Brake
Jurnal Jaffray Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i1.196

Abstract

At first glance the twenty-first century arena of biotechnology and bioethics seems worlds away from the practical concerns of the first century outlook of the New Testament book of James. A closer look, however, reveals that the issues that James addresses have applications to challenges in bioethics. This article will give an overview of James and examine James’ teaching on wealth, poverty, and generosity and its import for the issue of global stewardship in bioethics.  Stewardship concerns both a Christian’s care and management of time, talents, and treasures.  Faithful use of the resources God has given demonstrates the fruitful faith that James writes of in his epistle. The idea of global stewardship, though “stewardship” is grounded in a distinctly Christian ethic, reflects an emerging discussion in bioethics regarding the need to address the inequities present between the money and time spent on biotechnology in some of the world in proportion to the money spent on meeting the basic healthcare needs of the poor of the entire world.  This New Testament epistle gives clear indications of how the Christian is to view wealth and how the Christian is to respond to poverty.  James, though a comparatively small book, sends a crucial message across the years that should greatly impact how Christians view stewardship in terms of global healthcare needs. 
Studi Kritis Yesus Seminar Nyoman Epafroditus Djadi
Jurnal Jaffray Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v5i1.123

Abstract

Apakah Yesus pernah jatuh cinta kepada Maria? Apakah la memiliki seorang putra? Apakah la tidak mati di salib, apakah la tidak bangkit? Apakah la seorang penganut Gnostik? Apakah la pura-pura mati dan menyelinap keluar dari tanah suci? Apakah benar bahwa la tidak menyebut diri-Nya sebagai Anak Allah? Apakah kubur-Nya sudah ditemukan? Apakah la hidup dan mempunyai keluarga? Apakah gulungan laut mati berbicara mengenai Yesus? inilah pertanyaan-pertanyaan yang ada di dunia modern saat ini.Dari kelahiran sampai kebangkitan dan terangkat kesurga semuanya sudah dinubuatkan jauh sebelumnya. Bahkan ketika la terangkat kesorga la disaksikan bukan hanya murid-muridterdekat-Nya tetapi disaksikan oleh ratusan orang. Tidak mungkin murid-murid mau mati bagi sesuatu yang merupakan kebohongan atau mitos. Dan tidak ada sesuatu yang dapat merubah karakter mereka kecuali mereka melihat sendiri dimana Dia mati, bangkit dan terangkat disaksikan oleh ratusan orang. Untuk dua kisah ini saya rasa sudah cukup untuk merefleksikan bahwa Yesus bukanlah' pengajaran' tetapi fakta sejarah dan sekaligus menggenapi ke-Tuhanan YESUS.Dan akhirnya Dia adalah Pribadi yang mati dan bangkit dari kematian dan sebagaimana dikatakan oleh Alkitab bahwa Yesus Kristus duduk disebelah kanan Allah Bapa. Dan harapan kita didasarkan akan keyakinan bahwa satu kali nanti la akan datang bukan sebagaitukang kayu, guru, imam dan nabi tetapi sebagai Tuhan dan Juruslamat. . .. . . . . . .. .. MARANATA
Pendidikan Kristen Dalam Pelayanan Pengembalaan Runtung, Simon
Jurnal Jaffray Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v3i1.140

Abstract

Tugas dan panggilan Gereja tentang pendidikan Kristen sering mendapat pemahaman yang keliru bahwa pendidikan Kristen itu hanya merupakan salah satu mata pelaiaran yang diajarkan disekolah-sekolah dan tidak terlalu penting dalam pelayanan pengembalaan. Sesungguhnya pendidikian Kristen adalah tugas yang sentral dari Gereia Yesus Kristus.Pendidikan Kristen dalam jemaatmerupakan sesuatu yang penting sebab halmendidik adalah program Allah sendiri, diperintahkan dan diberkati Allah. Yesus sendiri mengutamakan dan memerintahkan pendidikan Kristen. Gereja mula-mula menjalankan pendidikan Kristen dan gereja berkembang. Rasul Paulus mementingkan pendidikan Kristen. Pendidikan Kristen dibutuhkan dan sangat bermanfaat serta mengandung dinamika.
Dimensi Pelayanan Pastoral Sadrak Kurang
Jurnal Jaffray Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v2i2.155

Abstract

Pelayanan Penggembalaan merupakan satu tanggung jawab yang diberikan Tuhan Yesus kepada yang dipercayainya selaku gembala, namun pemahaman di antara para gembala masa kini tentang tanggung jawab itu semakin kabur dengan kebanyakan hanya mejalankan fungsi penggembalaan setengah jadi. Itu sebabnya dalam penelitian pastoral di antara beberapa gereja padatahun silam ditemui adanya sejumlah kelemahan kehidupan keimanan jemaat. Gembala bertanggung jawab mengajar (dodaskalous), menuntun (piomenas) dan memimpin (episkopos). Ketiganya tidak terpisahkan melainkan menyatu dan tersinergi dalam sepanjang kegiatan pastoral seperti yang telah ditunjukkan oleh Yesus Kristus dalam menggembalakan murid-Nya. Menggembalakan umat Tuhan sesungguhnya adalah pelayanan Tuhan Yesus yang Ia sharing-kan kepada para gembala jemaat. Kalau engkau mengasihi Aku, kata Yesus, gembalakanlah domba-dombaKu. Yoh. 21:15-19.
Hubungan Kompetensi Sosial Guru Kristen Terhadap Perkembangan Karakter Siswa: Tantangan Pendidikan Kristen Dalam Mencerdaskan Youth Generation Astika, Made; Bunga, Selvianty Sari
Jurnal Jaffray Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i1.189

Abstract

Tulisan ini bertujuan melihat hubungan kompetensi sosial guru Kristen dan karakter siswa melalui penelitian yang dapat menjawab tantangan pendidikan Kristen dalam mencerdaskan generasi muda yang dikenal juga sebagai Youth Generation (Generasi Y). Pengaruh kompetensi sosial guru yang mencakup kemampuan berkomunikasi, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengetahuan umum yang dapat memengaruhi karakter siswa yang berdampak pada kecerdasan siswa.  Hasil studi ini menunjukkan bahwa kompetensi sosial guru Kristen untuk penguasaan teknologi informasi dan komunikasi perlu ditingkatkan supaya guru dapat memberi pengaruh positif terhadap perkembangan siswa dan pergaulan yang efektif guru-siswa melalui komunikasi, teknologi informasi dapat mencapai tujuan pendidikan Kristen.
Exegesis Yehezkiel 18:30-32 Maiaweng, Peniel C.D.
Jurnal Jaffray Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v6i2.107

Abstract

Dosa adalah pelanggaran dan pemberontakan umat TUHAN terhadap Pencipta dan Penyelamatnya. Menyikapi keberadaan umat TUHAN yang demikian,TUHAN sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Hakim yang akan menghikimi setiap orang sesuai dengan lni adalah pertobatan yang menyatakan perubahan seseorang di hadapan Allah, yaitu ia menjadi orang percaya.Adapun pelanggaran-pelanggaran yang dengan sadar dilakukan oleh rumah Israel, umumnya adalah kejahatan terhadap sesama (Yeh. 18:5-8), tetapi bagi TUHAN, perbuatanperbuatan itu adalah pemberontakan yang secara langsung mereka tujukan kepada-Nya, danakibat dari perbuatan yang demikian adalah kematian (I8:4,13, 18,24). TUHAN memerintahkan mereka agar mereka membuang jauh dari diri mereka segala pelanggaranyang telah mereka lakukan, tidak menaruh perhatian lagi, dan tidak melakukannya lagi, agar tidak menjadi malapetaka bagi mereka.
Tantangan Dan Kesempatan Dalam Tugas Penggembalaan Gereja Di Era Post Modernisme Luni, Yohanis
Jurnal Jaffray Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v3i1.135

Abstract

Gereja ditantang untuk ambil bagian dalam mengobarkan panggilannya melalui koinonia, diakonia, dan marturia. Panggilan ini tidak pernah berubah sepanjang zaman. Ini pula yang harus mewarnai penggembalaan gereja. Namun, setiap zaman memiliki konsep, pandangan, nilai-nilai, dan sistem yang berbeda. Sering kali Gereja mulai terbawa oleh arus zaman sehingga dogma gereja menjadiporak poranda oleh pikiran zamen. Agar gereja mampun menghadapi tantangan zaman maka ketungguhan dan konsistensi teologi yang benar yang berpusat pada Allah melaluifirman Allahyang hidup dan kekal harus menjadi dasar bagi pelayanan penegembalan di era pos modernisme ini. tergoncangkan.

Filter by Year

2003 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue