cover
Contact Name
Zaffril Syam
Contact Email
zaffril.syam@uin-suska.ac.id
Phone
+6282385365000
Journal Mail Official
imam.hanafi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
LPPM UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Toleransi: Media Ilmiah komunikasi Umat Beragama
ISSN : 20860315     EISSN : 24071595     DOI : https://doi.org/10.24014/trs.v12i2.13542
Core Subject : Religion,
Jurnal Toleransi mempublikasikan hasil-hasil penelitian, baik hasil kajian lapangan maupun kepustakaan. Fokus utama Jurnal Toleransi meliputi: Relasi antar dan intern umat beragama; Pluralisme; Multikulturalisme; Hubungan antar etnik.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni" : 8 Documents clear
TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Suatu Tinjauan Historis) Aslati Aslati
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1032

Abstract

Toleransi dalam Islam pada awalnya ditandai oleh perjanjian Hudaibiyah yang diprakarsai oleh Nabi Muhammad SAW. Toleransi dalam Islam adalah otentik. Artinya tidak asing lagi dan bahkan mengeksistensi sejak Islam itu ada. Karena sifatnya yang organik, maka toleransi di dalam Islam hanyalah persoalan implementasi dan komitmen untuk mempraktikkannya secara konsisten. Namun, toleransi beragama menurut Islam bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan. Bukan pula untuk saling bertukar keyakinan di antara kelompok-kelompok agama yang berbeda itu. Toleransi di sini adalah dalam pengertian mu’amalah (interaksi sosial). Jadi, ada batas-batas bersama yang boleh dan tak boleh dilanggar. Inilah esensi toleransi di mana masing-masing pihak untuk mengendalikan diri dan menyediakan ruang untuk saling menghormati keunikannya masing-masing tanpa merasa terancam keyakinan maupun hak-haknya. Syari’ah telah menjamin bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Karena pemaksaan kehendak kepada orang lain untuk mengikuti agama kita adalah sikap a historis, yang tidak ada dasar dan contohnya di dalam sejarah Islam awal. Justru dengan sikap toleran yang amat indah inilah, sejarah peradaban Islam telah menghasilkan kegemilangan sehingga dicatat dalam tinta emas oleh sejarah peradaban dunia hingga hari ini dan insyaallah di masa depan
MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBINAAN UMAT Zasri M Ali
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1033

Abstract

Bila kita merujuk kepada perjalanan sejarah ketika Nabi Muhammad SAW akan membangun sebuah masyarakat, maka yang diutamakan adalah membangun masjid. Ini pula yang terjadi sa’at akan membangun kota Madinah dengan terlebih dahulu membangun fondasi masyarakat melalui masjid. Dalam situasi apapun, masjid dapat dijadikan pusat kegiatan masyarakat untuk berusaha mewujudkan tatanan sosial yang lebih baik. Jika selama ini pusat pembinaan masyarakat masih terpusat ke lembaga-lembaga formal seperti sekolah dan madrasah, maka bagi masyarakat sekarang harus juga dikembangkan lembaga kemasjidan sebagai salah satu alternatif pembinaan umat dan bahkan bangsa secara keseluruhan. Apabila jumlah masjid yang ada di Indonesia benar-benar difungsikan sebagai ta’mir masjid dengan baik, maka dalam waktu yang tidak lama dapat mengeluarkan bangsa ini dari keterpurukan akibat krisis multidimensional yang sudah diderita beberapa tahun ini. Karena salah satu fungsi masjid adalah memberikan pembinaan dalam berbagai bidang kehidupan termasuk sosial ekonomi.Untuk itu diperlukan usaha pengembangan pola idarah (manajemen), imarah (pengelolaan program) dan ri’ayah (pengelolaan fisik)
PERAN FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) ' DALAM MENANGANI KONFLIK PENDIRIAN RUMAH IBADAH Ardiansyah Ardiansyah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1029

Abstract

Dialogue among people gets religion help to increase collaboration among its follower. Ala thus goes together we can uphold humanitarianism, justice, peace, and brotherhood Dialogue will settle competition, grind, dislike, creating harmony and keeps away life attitude that mutually destroys. This in the context, interfaith dialogue can be done in various form, as dialogue of life, social job dialogue, dialogue among monastik, dialogue for do 'a with (istighosah), and teologis's discussion dialogue
MURJI’AH DALAM PERSPEKTIF THEOLOGIS Sariah Sariah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1034

Abstract

Aliran Murji’ah muncul berawal dari persoalan politik kemudian berkembang menjadi persoalan teologi. Aliran teologi ini netral dan memberi pengharapan terhadap pelaku dosa besar. Penamaan Murji’ah terkandung makna yang tersirat bahwa ajaran teoelogi ini menomor duakan amal perbuatan dari pada iman. Murji’ah dapat juga berarti; menta’khirkan penentuan sikap yang benar atau siapa yang salah dalam suatu pertikaian waktu antara Ali, Muawiyah, dan Khawarij. Menta’khirkan penentuan orang-orang yang dianggap telah berdosa apakah akan masuk neraka atau masuk surga. Kemudian juga menta’khirkan posisi Ali dalam komposisi kekhalifahan yang mengandung konsekuensi menta’khirkan derajat Ali setelah Abu Bakar, Umar dan Usman.Dalam aspek politik walaupun tidak spektakuler tetapi nampaknya juga melahirkan tipologi prilaku politiknya yang unik yang memunculkan juga pendapat beragam, dari tipe yang pasif, ada pula nampaknya prilaku adaptif diikuti dengan sikap feksibilitas dan loyalitas yang tentu tidak semuanya terekam dalam sejarah.
PENGALAMAN RELIGIUS DALAM MEDITASI TRANSENDENTAL Erba Rozalina Yuliyanti
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1030

Abstract

This study tries to identify and analyse two types of thought, i.e. Western (Psychologists) and Islam thought (Sufist) in dealing with the phenomena of Religius experience. According to William James Religius experience is the experience of feeling close to something sacred. These experiences occur directly and emergent, but lead to the strenghthening of religioun and faith to the Creator. In the other hand, in Tasauf, the Religius experience is an esoteric experience or mystical experience. These experiences can be found through the Tarekat namely dzikir or muraqabah, in Psychology named Transendental Meditation. This method aims to strenghthen faith in the real aqidah and moral purity. In Psychology, the Religius experience which is gained in all religion teaching has many psychological dynamics: the object of the mind, stimulating, and positive perception of the sacred. Therefor, these dynamics will produce the spiritual health for those who do
Inkar Sunah: Asal Usul dan Perkembangan Pemikiran Inkar Sunah di Dunia Islam Zarkasih Zarkasih
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1035

Abstract

Inkar al-Sunna is a teaching that arises in minority of Muslims who reject the legal basis of Islam ‘sunnah sahihah’ either partly or wholly without an acceptable reason by Muslim scholars or ulama. The initial symptoms of this thoughts was already there from an early age, but as a growing understanding that had happened since the end of the second century of Hijra or seventh century BC, i.e. at the time of al-Shafi'i (d. 204 H). Then, along with the colonization of Western countries to the Islamic world, it reappeared in modern times in many Islamic countries such as Egypt, India, Malaysia, and Indonesia. Because of the persistence and struggle of Muslim scholars or ulama, inkar sunnah movement successfully minimized so that Islam can be maintained from the defilement thoughts
STUDI TERHADAP THEOLOGI KATOLIK DAN PROTESTAN Abu Bakar
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1031

Abstract

Confidence that Paulus as Christ proxy and can give its people sin pardon and is the understanding of past of boundary, hence Martin Luther protest to Pope and The Roman Catholic of Roma. As a result delivering birth different sect with Roman religion, recognized with the title Church Protestant. Of the problem hence in Christian religion recognized with two big stream which recognized till now, namely Christian Roman and Protestant
ADAPTASI KOMUNITAS NELAYAN ANTAR ETNIK KEARAH PENINGKATAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DAN KEAGAMAAN (Studi Kasus Etnik Melayu dan Jawa di Bengkalis) Hurmain Hurmain
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1036

Abstract

Adaptation socialing to constitute man characteristic as being of social needs to condition of vicinity it in day-to-day life. In consequence, can't be avoided that man is each other with human another. Study that modestly it is show how perceives nationality can go away to loosen so face ry social factor, economy, culture, and religion. In extreme point, Bengkalis's economic factor that rich observable can settle all another factor. But in next wave apparently base one was required to make a abode social points, assess religion that facet and culture. It at a swoop tempts to observe back to how settlement that done byfisherman society at Bengkalis

Page 1 of 1 | Total Record : 8