cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2013): Januari - Juni 2013" : 6 Documents clear
Work Family konflik pada ibu bekerja (Studi Fenomologi dalam Perspektif Gender dan Kesehatan Mental) Anggia Kargenti Evanurul Marettih
Sosial Budaya Vol 10, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v10i1.390

Abstract

Peningkatan kualitas hidup perempuan adalah perempuan dalam pemenuhan hak dan kebutuhan hidupnya sebagai bagian hak asasi manusia dari berbagai bidang pembangunan, terutama pendidikan, kesehatan, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi perempuan memiliki hak sebagai warga negara, salah satunya dengan mendapatkan penghidupan dan pekerjaan yang layak sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup. Kualitas hidup berbanding lurus dengan kesejahteraan psikologis
Peran Perempuan dalam Membangun Masyarakat Religius di Kabupaten Indragiri Hilir Zuraidah Zuraidah
Sosial Budaya Vol 10, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v10i1.391

Abstract

Dalam diskursus keislaman, terutama pemikiran dalam struktur sosial. Fakta ini didasarkan atas suatu perspektif bahwa kaum laki-laki dipandang memiliki sehingga seringkali kaum perempuan dimarjinalkan, terutama untuk memegang posisi sebagai penafsir agama (Fatimah Mernissi pada perdebatan tentang peran perempuan. Banyak kalangan menilai perempuan mesti mendapatkan peran lebih besar dalam kehidupan masyarakat. Di sisi lain, ada kalangan yang memandang perempuan mestinya hanya berperan dalam ranah domestik atau kehidupan rumah tangga saja.
Kontribusi Perempuan Parengge-Rengge dalam Ekonomi Keluarga Fatimah Depi Susanti
Sosial Budaya Vol 10, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v10i1.392

Abstract

Kontribusi perempuan dalam usaha kecil tidak dapat diabaikan. Selain ulet, perempuan juga sangat disiplin dalam menjalankan usaha. Tingginya tingkat kebutuhan ekonomi dan rendahnya tingkat pendapatan keluarga menyebabkan perempuan yang seharusnya menjadi ibu dan mengurus rumahtangga, harus terjun yang sifatnya sederhana, padat karya, dan umumnya merupakan perluasan dari pekerjaan rumahtangga, dapat memberikan peluang usaha bagi perempuan, yang sesuai dengan peran domestiknya sehari-hari. Di samping itu, usaha kecil juga dapat menyerap tenaga kerja perempuan, memacu perkembangan ekonomi dan pada akhirnya dapat berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.
KONFLIK PERAN GANDA : Memahami coping strategi pada wanita bekerja Hijriyati Cucuani
Sosial Budaya Vol 10, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v10i1.393

Abstract

Wanita bekerja bukanlah sebuah pemandangan masyarakat Riau. Pergeseran nilai budaya, tuntutan wanita untuk dapat disejajarkan dengan pria, peluang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang terbuka untuk wanita, kebutuhan tenaga kerja wanita, dan berbagai sebab lainnya membuat wanita tampak hilir mudik bekerja di sektor publik (di luar rumah). juga membuat sebagian wanita mau tidak mau turut serta pendidikan yang terus naik, mendesak wanita untuk membantu suami dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Enterpreneurship Kaum Perempuan Melayu (Studi Terhadap Perempuan Pengrajin Songket di Bukit Batu Kabupaten Bengkalis) Hasbullah Hasbullah; Jamaluddin Jamaluddin
Sosial Budaya Vol 10, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v10i1.388

Abstract

Berkaitan dengan semangat (kewirausahaan) seringkali muncul ketika kita membuat perbandingan, misalnya di antara sukunon- pribumi. Suku Minang dan Suku Bugis dikenal sebagai suku-suku pedagang. Dari profesi yang mereka tekuni inilah orang melihat bahwa kedua suku ini mempunyai jiwa . Kedua suku ini dikenal sebagai perantau di berbagai daerah, sehingga peranan mereka dalam kegiatan ekonomi kerap kali dianggap istimewa dan menonjol (M. dikenal sebagai suku yang kurang mempunyai jiwa atau bahkan diberi stereotip sebagai ”pemalas” sebut saja Suku Melayu (Yusmar Yusuf, dalam menilai jiwa antara pribumi dan non-pribumi.
Strategi Pemberdayaan Kaum Pedagang Perempuan di Pasar Baru Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Saifullah Saifullah; Dwi Noviatin
Sosial Budaya Vol 10, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v10i1.389

Abstract

Perdagangan pasar sangat identik dengan kaum perempuan, karena memang selain aktivitas berdagang merupakan kegiatan yang (mudah dimasuki), tidak membutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi, juga pekerjaan berdagang merupakan kegiatan yang memerlukan keuletan, kehalusan, dan ketelitian yang cocok dilakukan oleh kaum perempuan. Di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan terdapat sebuah pasar (Pasar Baru), yang setiap hari menjadi pusat aktivitas jual beli beberapa desa di sekitarnya. Bahkan penduduk dari desa-desa kecamatan lain yang berdekatan juga melakukan mengalir deras, dengan proses jual beli yang terpecah- Melalui observasi awal yang peneliti lakukan di pasar ini, para pedagang perempuan (woman ) belum bisa dikategorikan sebagai suatu kelas pedagang karena belum terdapat perorganisasian diri secara formal.

Page 1 of 1 | Total Record : 6