cover
Contact Name
Andy Budiarto
Contact Email
arskosonglapan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arskosonglapan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Desiminasi Teknologi
ISSN : 2303212X     EISSN : 25035398     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
MANAJEMEN AUDIT ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG SERBAGUNA Letifa Shintawaty; Harry Gunawan
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i1.695

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat intensitas penggunaan energi listrik melalui audit energi dan mencari dan melakukan langkah – langkah konservasi penghematan energi yang sesuai dengan sistem kelistrikan Pada sistem penerangan sebelum dilakukan konservasi daya terpakai sebesar 4836 kWh dapat dihemat sebesar 2418 kWh sebesar 16% dan AC sebelum dilakukan konservasi 25.171 kWh dihemat sebesar 22.810 kWh dengan persentasi 9%. Nilai intensitas energi yang terhitung memenuhi tabel standard nilai IKE yaitu sangat efisien dan penggunaan suhu thermostat pada beban Air Conditioner (AC) adalah 16-280C, dimana ambang batas nyaman suatu suhu ruangan berkisar 54-670C. Langkah penghematan yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi daya lampu dan mematikan lampu dan AC ketika ruangan sedang tidak digunakan. Kata kunci: audit, energi listrik
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGGULUNG TALI PLASTIK DUA ROLL DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Sukar mansyah; Rita Maria Veranika; M. Amin Fauzie; Hermanto Ali; Salman K.
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 2 JULI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i2.780

Abstract

Abstrak: Alat penggulung tali rafia adalah suatu alat yang digunakan untuk menggulung tali rafia yang digerakkan oleh motor listrik yang tujuannya agar bahan yang digulung lebih mudah untuk di angkut dan disimpan. Pada proses merancang dan membuat alat penggulung tali rafia dengan dua roll penggerak motor listrik dilakukan perhitungan daya rencana 0,25 HP atau ¼ HP (0,1864 Kw) yang digunakan pada motor listrik, putaran pully poros yang digerakkan adalah 233 rpm, dan roll penggulung adalah 6,16 N/mm2, kecepatan alat penggulung tali rafia ini tergantung pada panjang tali rafia yang akan digulung. Semakin panjang tali yang digulung akan semakin lama waktu yang diperlukan untuk proses penggulungan.Alat penggulung tali rafia ini sesuai yang diharapkan dan memperoleh gulungan yang tertata dan teratur dengan ukuran sesuai yang diharapkan.Kata kunci: penggulung, rancangan, tali rafia
PERENCANAAN DESAIN ALAT BANTU TEMPORARY CLAMP 8” PADA PIPE LINE INDUSTRI MIGAS Zulkarnain Fatoni; Martin Luther KIng; Muhammad Lazim
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i1.701

Abstract

Abstrak: Salah satu bentuk kerusakan pada pipa adalah rusaknya struktur material pipa yang menyebabkan kebocoran akibat kegiatan pihak ketiga / Third Party Damaged. Kegagalan pipa yang menyebabkan kebocoran apabila tidak dengan segera ditanggulangi dapat berakibat pada kerugian Perusahaan hingga pencabutan izin usaha. Berdasarkan rujukan dari Pipeline Research Council International (PRCI) terdapat beberapa metode perbaikan permanen pada pipa yang diakibatkan oleh kebocoran antara lain menggunakan Sleeve Type B, Bolt-On Clamp with Seal dan Hot Tapping (PRCI : Pipeline Repair Manual, 2006). Metode Perbaikan tersebut memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan masing-masing dengan tingkat kerumitan pengerjaan dan biaya investasi yang beraneka ragam. Bolt-On Clamp with Seal banyak dipilih di Industri Migas Indonesia sebagai metode perbaikan yang praktis. Beberapa product Bolt-On Clamp telah banyak diperjual belikan dipasaran dengan harga yang mahal dan waktu pengiriman yang sangat lama serta memerlukan beberapa persiapan tekniss ebelum proses pemasangannya seperti pembersihan sisa minyak dipermukaan pipa, pengupasan coatin pipa, surface preparation dan lain-lain.Tidak dilakukannya persiapan teknis yang sesuai standar pabrikan dapat menyebabkan tidak maksimalnya kekuatan Bolt On Clamp sesuai dengan tujuan perbaikanya untuk mengembalikan integritas pipa. Mengingat pentingnya menjaga integritas pipa dan meminimalisir kerugian perusahaan sehingga diperlukan improvement terkait metode-metode perbaikan sementara / termporary repair yang efektif sebelum dilakukan permanent repair. Maka dari pada itu perlu adanya rancang bangun suatu model temporary clamp 8” yang dapat mengatasi kebocoran pipe line efektif dan efisien,dengan melalui serangkaian pembuatan desain temporary clamp 8”, perhitungan rancang bangun alat dan pengujian temporay clamp 8”. Kata kunci: penjepit, proses terminologi piping, pipeline, sistem transportasi pipeline
RANCANG BANGUN BENTUK CHASIS DAN SISTEM REM GO-KART STANDAR RACE DENGAN PENGGERAK MOTOR BAKAR Martin Luther King; Iskandar Husin; Zulkarnain Fatoni; Nur Ari Pratama
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 2 JULI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i2.786

Abstract

Abstrak: Gokart tidak bisa dikatakan hanya sekedar sejenis hiburan saja. Dari pengujian yang telah dilakukan dengan ketentuan panjang lintasan diambil 100M dan pengujian tersebut dilakukan 3 kali. Sedangkan spesifikasi dari mesin Gokart itu sendiri menggunakan mesin sepeda motor Suzuki shogun 4 tak 110cc. ketinggian dari Gokart itu adalah 8cm dari permukaan aspal. Untuk kinerja Gokart ini telah di uji dengan parameter operasi sebagai berikut kecepatan rata rata dan percepatan yang di perlukan untuk menempuh jarak 100 m  adalah 60 km/jam. Sedangkan asusmsi dari berat penumpang yang di izinkan adalah 80 kg. dari data spesifikasi dan pengujian Gokart yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu Gokart ini mengunakan mesin dengan daya maksimum 378 HP dan memiliki kecepatan rata rata 60 km/h . Sedangkan batas dari berat pengemudi yang di izinkan adalah 80 kg.Kata kunci: gokart, otomotif, motor bakar, chasis, rem
ANALISIS PERSEDIAAN OLI SAE 40 DAN OLI SAE 90 (Studi Kasus PT. Surya Cipta Kahuripan) Az hari
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i1.696

Abstract

Abstrak: Persediaan merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam operasi bisnis, sehingga perusahaan perlu melakukan manajemen proaktif, artinya perusahaan harus mampu mengantisipasi keadaan maupun tantangan yang ada dalam manajemen persediaan untuk mencapai sasaran akhir, yaitu untuk meminimalisasi total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk penanganan persediaan. Penelitian dilakukan di PT. Surya Cipta Kahuripan bertujuan untuk mengetahui jumlah pengadaan persediaan yang ekonomis dalam usaha memenuhi pengadaan persediaan oli SAE 40 dan SAE 90 sehingga dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan secara terus menerus.Untuk menghimpun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini maka digunakan teknik-teknikpengambilan data melalui pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti, wawancara langsung, dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan adalah EOQ (Eqonomic Order Quantity), total biaya persediaan yang didapat dari EOQ untuk Oli SAE 40 adalah Rp 125.227.328 dan Oli SAE 90 adalah Rp 14.910.332 dan biaya yang dikeluarkan Perusahaan untuk Oli SAE 40 adalah Rp 162.097.287 dan Oli SAE 90 adalah Rp 36.667.297 sehingga Efisiensi biaya antara Perusahaan dengan metode EOQ adalah Rp 58.632.924. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa persediaan yang paling ekonomis denganmembandingkan antara jumlah setiap kali pesan, jumlah pembelian, biaya pemesanan, biayapenyimpanan dan total biaya persediaan yang paling minimal yang dilakukan perusahaan. Kata kunci: safety stock, economic order quantity, reorder point, oli
ANALISIS INDEKS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP ASURANSI JASINDO DENGAN METODE QUALITY OF SERVICE Evan Kahmeldi; Hermanto Emzed; Winny Andalia
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 2 JULI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i2.781

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan pada asuransi Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara pelanggan & kerja terhadap produktivitas kerja. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner . Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis Metode Quality Of Service  dengan bantuan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepuasan pada pelanggan sangat signifikan Rata-rata nilai persepsi pelanggan pada dimensi bukti langsung (tangible) sebesar 2,9864 (harapan 2,794), keandalan (reliability) sebesar 3,000 (harapan2,712), jaminan (assurance) sebesar 2,321 (harapan 2,243), empati (emphaty) sebesar 2,115 (harapan 2,067) lebih besar dari nilai harapan pelanggan. Sedangkan rata-rata nilai persepsi pelanggan pada dimensi daya tanggap (responsiveness) yaitu 2,700 (harapan 3,149).Kata kunci: empati, jaminan, keandalan, nyata, responsivitas
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. MINISO INTERNASIONAL COMPANI PALEMBANG Arifin Zaini
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i1.702

Abstract

Abstrak: Penelitian ini pada dasarnya membahas mengenai Pengaruh Disiplin Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Miniso Internasional Compani Palembang. Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data secara primer yang diperoleh dengan penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dan menggunakan aplikasi statistik SPSS versi 22. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di PT. Miniso Internasional Compani Palembang berjumlah 36 orang. Penelitian ini menggunakan sampel dengan teknik sampling jenuh. Dalam penelitian ini penulis mengambil keseluruhan dari jumlah populasi untuk dijadikan sampel penelitian yaitu sebanyak 36 orang. Dari hasil analisis data yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda maka dapat diketahui bahwa, 1)Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan dimana tsig <0,05 dengan nilai Sig.0,003 <0,05 yang berarti variabel Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable Kinerja Karyawan. 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan dimana tsig <0,05 dengan nilai Sig.0,001 <0,05 yang berarti variable Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable Kinerja Karyawan. 3)Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara Disiplin Kerjadan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan dimana fsig < 0,05 dengan nilai Sig.0,000 < 0,05 yang berarti variable Disiplin Kerja dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable Kinerja Karyawan. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,544 atau 54,4% variable kinerja dapat dijelaskan atau terdapat pengaruh dengan variabel Disiplin Kerja dan Kompensasi sedangkan sisanya 45,6 % berpengaruh dengan faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti tanggung jawab, kerjasama dan lain-lain. Kata kunci: kinerja, disiplin, kerja, kompensasi
ANALISA PENGARUH DISTORSI HARMONISA PADA AIR CONDITIONER SISTEM INVERTER Yuslan Basir; Dina Fitria; Relis Stardo
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i1.697

Abstract

Abstrak: AC (Air Conditioner) sistem inverter merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengatur sistem pengkondisian udara. Dimana pada fungsinya adalah untuk mengurangi pemakaian energi listrik yang dihasilkan oleh AC non inverter (split). Akan tetapi pada penggunaanya AC termasuk jenis beban non linear. Dimana beban yang tidak linear dapat menyebabkan timbulnya gangguan (distorsi) sehingga menimbulkan harmonisa. Untuk distorsi harmonisa yang dihasilkan akan berbeda tergantung pada penggunaan dan pengoperasian beban non linear pada unit AC. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengukuran dan perbandingan nilai THDi dan THDv yang dihasilkan dari unit AC inverter dan non inverter. Dari hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan pada AC sistem inverter memiliki nilai THDi terendah sebesar 44,14 % pada jam ke tujuh dan AC non inverter sebesar 12,99 % pada awal pemakaian. Sedangkan nilai THDi tertinggi pada AC sistem inverter sebesar 109,59 % pada jam ke 8 dan AC non inverter sebesar 22,76 % pada jam ke 8. Sehingga jika dilihat dari hasil pengukuran dan perhitungan yang didapat maka pada AC sistem inverter memiliki nilai THDi yang lebih tinggi dibandingkan dengan AC non inverter (split) dengan perbandingan diantara 66 % sampai 87 %. Kata kunci: harmonisa, beban non linear, THDi, THDv, inverter
PERENCANAAN SETTING RELAY DIFFERENTIAL SEBAGAI PROTEKSI UTAMA TRANSFORMATOR 500 MVA GITET 500/275 KV MUARA ENIM PT. PLN (PERSERO) UIP SUMBAGSEL M. Aditya Firnanda; Ishak Effendi; Dyah Utari Y.W.
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 2 JULI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i2.782

Abstract

Abstrak: Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi yang direncanakan akan dibangun di Sumatera selatan adalah GITET Muara Enim yang nantinya beroperasi menggunakan 2 Set Inter Bus Transformator (IBT) 2 x 500 MVA. Sebagai salah satu proteksi utama dalam pengoperasian Inter Bus Transformator (IBT) di GITET Muara Enim maka akan dipasang Relay Differensial pada Transformator tersebut. Dalam pengoperasian Relay Differensial tersebut diperlukan perhitungan nilai setting Relay Differential agar tidak terjadi kegagalan proteksi pada Transformator tersebut. Untuk melakukan settingan relay differensial dibutuhkan data–data untuk perhitungan seperti data Transformator. Transformator yang terpasang memiliki daya sebesar 500 MVA dengan tegangan kerja 500/275 kV. Dengan data yang diperoleh kita dapat melakukan perhitungan guna mendapatkan nilai setting Relay Differensial. Kita dapat menghitung Arus Nominal Trafo sisi 500 kV dan 275 kV yang masing-masing nilainya 577,35 A dan 1049,72 A. Arus rating trafo sisi 500 kV dan 275 kV masing-masing besarannya 635,085 A dan 1154,692 A. Dari nilai arus rating tersebut kita dapat menentukan rasio CT pada sisi 500 kV menggunakan rasio CT 800/1 sedangkan sisi 275 kV menggunakan rasio CT 1200/1. Sehingga arus sekunder dari masing-masing CT dapat kita ketahui dimana pada sisi 500 kV dan 275 kV masing-masing sebesar 0,721 A dan 0,874 A. Dari perhitungan di atas kita mendapatkan arus differential sebesar 0,153 A. sedangkan arus sebesar 0,797 A. setelah arus differensial dan arus penahan diketahui maka kita dapat menghitung persentase slope 1 dan slope 2, sehingga didapat nilai 19,19% dan 38,39 % dengan setting relay differensial 0,3 A. Pada perhitungan hubung singkat, didapatkan arus yang dapat mengalir pada sisi 275 kV sebesar 1070,4 A.Kata kunci: setting relay, relay differensial, proteksi
KAJIAN HUBUNGAN KERJASAMA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN PERUMAHAN Sandra Eka Febrina
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i1.703

Abstract

Abstrak: Hubungan yang kondusif antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi perumahan, yaitu pengembang (developer), kontraktor, subkontraktor, dan pemasok (supplier); adalah salah satu prasyarat dalam tercapainya kualitas konstruksi perumahan yang baik. Karena perilaku hubungan antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi perumahan belum banyak diteliti, maka hubungan kerja sama antarpihak yang terlibat tersebut harus dipetakan terlebih dahulu. Fragmentasi adalah salah satu fenomena yang terjadi dalam industri konstruksi. Akibat dari fragmentasi tersebut antara lain kinerja konstruksi dan efisiensi yang rendah. Konstruksi perumahan sebagai salah satu bagian dari industri konstruksi juga memiliki fenomena fragmentasi tersebut. Peta hubungan kerjasama antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi bangunan perumahan ini dipelajari melalui suatu metoda survei dan wawancara ke beberapa proyek konstruksi sebagai studi kasus. Pemilihan objek penelitian dirancang untuk dapat menggambarkan kasus-kasus sesuai dengan karakteristik pemilik proyek yang disebut pengembang (developer), berdasarkan kepemilikan badan usahanya, yaitu swasta atau pemerintah, dan karakteristik pelaksanaan konstruksi oleh pihak pemilik berupa in-house (dikerjakan sendiri) atau outsource (diberikan kepada pihak lain). Penelitian ini menghasilkan pola hubungan kerjasama antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi bangunan perumahan di Indonesia. Pola hubungan kerjasama didapatkan dengan melihat metoda pengadaan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi bangunan perumahan dan pembagian lingkup pekerjaan. Pola hubungan tersebut juga memperlihatkan bahwa terdapat fragmentasi dalam konstruksi perumahan. Selain fragmentasi dalam pelaksanaan konstruksi perumahan, pola hubungan yang dihasilkan dalam penelitian ini juga memberikan gambaran pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi perumahan dan hal-hal yang mempengaruhi terbentuknya pola tersebut. Lingkup bisnis pemilik proyek, jenis produk konstruksi perumahan yang dihasilkan, dan metoda kontrak yang dipakai oleh pemilik proyek merupakan hal-hal yang mempengaruhi terbentuknya pola hubungan dalam pelaksanaan konstruksi bangunan perumahan di Indonesia. Kata kunci: konstruksi perumahan, hubungan kerjasama, konstruksi ramping